
Bai Bao dan Jie Long sedang berlatih Pedang di halaman kediaman Xiuhuan di Kastil Qingyun, Sekte Qingyun. Keduanya adalah anak dari Bai Xinqi dan Jie Louqing yang merupakan mantan Permaisuri dan Selir dari Raja Qin Hao di Dunia Bawah.
“Jie Long, kau tidak mirip dengan ayah sama sekali hahaha ... akulah yang mirip dengan ayah; tampan dan kuat," kata Bai Bao mengejek Jie Long.
“Kamu terlalu bangga, padahal wajahmu lebih mirip dengan ibu Bai Xinqi—jadi, akulah penerus ayah yang sesungguhnya hehehe ....” Jie Long tak mau kalah dan mereka sering bertengkar hanya gara-gara siapa yang lebih mirip dengan Xiuhuan saja, karena nama Xiuhuan sudah melegenda di Sekte Qingyun—karena mengalahkan peringkat satu Wu Xiong, dengan tingkat Kultivasi Ranah Immortal Akhir saja.
Tingkat Kultivasi di Benua Kun Lun Selatan adalah Immortal Awal, Immortal Menengah, Immortal Akhir, Ranah Chaos Ancient God dan Ranah Absolute God.
Xiuhuan memasuki halaman kediamannya itu dengan senyum hangat, karena melihat dua anak laki-laki berusia sepuluh tahun sedang bertengkar dan ia baru pulang beberapa saat yang lalu. Dia sempat berbincang-bincang dengan Sesepuh Cao Yun tentang perkembangan di Benua Kun Lun selama kepergiannya dan tak menyangka Naga Lou Feng sudah mulai melakukan penyerapan qi dari para Kultivator, walaupun saat ini hanya para Sesepuh saja yang terdampak. Namun, tak menutup kemungkinan apa yang diperingatkan oleh Kesadaran Naga Shuilong saat di Paviliun makam akan segera terjadi.
Melihat pria tampan memasuki halaman rumah mereka, Bai Bao dan Jie Long langsung berhenti saling menyerang. Karena ini pertama kalinya ada murid pria yang berani memasuki halaman rumah mereka, padahal Ibu Lou Xue adalah yang terkuat di Sekte Qingyun dan sangat ditakuti oleh para murid—karena sikapnya yang dingin dan pendiam.
“Woi, berani melangkah lagi maka kakimu akan kupotong!” ancam Jie Long dengan teriakan keras.
“Betul, kami adalah anak dari Xiuhuan Laki-laki terkuat di alam semesta!” seru Bai Bao sembari berkacak pinggang.
Xiuhuan tersenyum lebar mendengar ucapan mereka, ia tak menyangka kedua anaknya itu sangat sombong—padahal ia datang dengan baik-baik.
“Aku datang kemari untuk berkencan dengan ketiga ibu kalian!” sahut Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya sembari mengeluarkan Tombak Long Kiang yang mengeluarkan sengatan-sengatan listrik agar mengintimidasi mereka.
Namun, tiba-tiba keduanya langsung maju menyerangnya, sehingga Xiuhuan terkejut dengan reaksi mereka itu, karena tidak takut padanya yang jelas-jelas jauh lebih kuat dari mereka.
Xiuhuan menyimpan kembali Tombak Long Kiang dan tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka.
__ADS_1
“Eh, kok hilang?” Bai Bao terkejut dan menatap sekelilingnya, tetapi tiba-tiba Xiuhuan menendang bokongnya hingga terjungkal mencium tanah. “Ibuuuuuuu Sakittttttttt!” teriak Bai Bao sembari menangis histeris.
“Apaaaaa?" Jie Long memegang erat gagang Pedangnya, karena tidak ingin bernasib sama dengan Bai Bao. “Kakak Jingmi! Tulungngngng!” teriaknya meminta bala bantuan, karena ia adalah bos mereka di rumah ini dan yang mengajari mereka beladiri.
“Siapa yang berani menindas anak buahku?” teriak Lou Jingmi menendang pintu rumah hingga terlempar keluar.
“Jingmi‘er! Jangan merusak pintu lagi!” seru Jie Louqing dari dalam rumah.
Xiuhuan mengerutkan keningnya, kenapa sikap dari putrinya itu malah mirip sepertinya. Padahal ibunya sangat pendiam dan ini malah kebalikannya. Namun, dibelakang Lou Jingmi ada gadis sepuluh tahun yang melirik sembari memegang baju Lou Jingmi.
“Hmm, dia pasti Lou Er dan sikapnya seperti mirip dengan Lou Xue,” gumam Xiuhuan tersenyum menatap keduanya.
“Hei, kamu!” bentak Lou Jingmi sembari mengeluarkan Pedangnya dan berjalan mendekati Xiuhuan, sedangkan Lou Er memilih berlari ke dalam sembari berteriak ada penjahat yang datang pada Jie Louqing.
“Hei, tampan ... siapa namamu?” goda Lou Jingmi padanya, sehingga Xiuhuan hampir muntah darah mendengarnya dan langsung menendang bokong Lou Jingmi hingga terjungkal mencium tanah. “Akh sakittt! Kau tahu ibuku adalah Lou Xue dan ayahku adalah Xiuhuan ... jangan macam-macam padaku hiks ... hiks ... hiks!” Lou Jingmi menangis histeris sama dengan Bai Bao.
“Kau ingin jadi Sangkuriang, ya?” keluh Xiuhuan sembari memicingkan matanya. “Eh, kok Sangkuriang. Kan, dia anak dayang Sumbi? Ah, anggap saja mirip!” katanya lagi dan menepuk bokongnya berkali-kali. “Ibumu itu sulit untuk dijinakkan, kenapa sikapmu malah mirip dengan ayahmu. Jangan kau tiru dia!”
“Tidakkkkkkkkkk?” teriak Lou Jingmi, sehingga Jie Louqing yang berdiri tak jauh dari mereka terkencing-kencing dicelanya, karena takut dipukuli oleh pria tak bermoral dihadapannya itu.
Bai Xinqi dan Jie Louqing bergegas keluar rumah setelah mendapat aduan dari Lou Er yang mengatakan ada Laki-laki aneh yang memasuki halaman rumah mereka.
Bai Xinqi dan Jie Louqing membelalakkan mata dan tak lama berselang keduanya malah ikut menangis, sehingga Lou Jingmi keheranan dengan tingkah kedua ibunya itu.
__ADS_1
“Ibu tolong Aku?” teriak Lou Jingmi karena tak ingin bokongnya ditepuk-tepuk oleh Xiuhuan.
“Xiuhuan gege!” Bai Xinqi dan Jie Louqing langsung berlari memeluk Xiuhuan.
“Apaaaaaaaa?” Keempat anaknya terkejut mendengarnya. “D-dia ayah kita!” Lou Jingmi akhirnya mengerti—kenapa pria tampan itu berani memukulnya walaupun tahu ia adalah putri dari Lou Xue.
Lou Jingmi menggembungkan pipinya karena kesal—Xiuhuan malah asyik berpelukan dengan kedua ibunya—padahal ia, Lou Er, Bai Bao dan Jie Louqing juga rindu padanya.
“Eh, sampai kapan kalian berpelukan terus, apa ayah tidak sayang pada kami?” teriak Lou Jingmi sehingga Bai Xinqi dan Jie Louqing melepas pelukannya pada Xiuhuan sembari tertawa terkekeh-kekeh.
Xiuhuan mendekatinya dan mengacak-acak rambutnya. “Baiklah apa kamu mau kugendong juga?” canda Xiuhuan. Namun, Bai Bao dan Jie Louqing langsung melompat ke punggungnya.
“Ayah, siapa yang lebih mirip denganmu. Apakah aku atau Jie Long?” tanya Bai Bao yang masih saling sikut dipunggung Xiuhuan.
“Hei kalian diam dulu, ayah lebih dulu bicara padaku!” gerutu Lou Xue yang rambutnya kini berantakan karena diacak-acak oleh Xiuhuan, sementara Lou Er malah bersembunyi dibelakang Jie Louqing.
Bai Bao dan Jie Long langsung turun dari punggung Xiuhuan dan mereka langsung masuk ke dalam rumah.
Xiuhuan tahu Lou Er penasaran padanya, tetapi gadis kecil itu sangat pemalu dan pendiam seperti ibunya, sehingga diam-diam Xiuhuan menggendongnya dan ia langsung membelalakkan mata terkejut dengan tindakan ayahnya itu.
“Hei, gadis kecil ... kenapa kamu tidak menyapa ayah tampanmu ini?” canda Xiuhuan sembari mencium pipinya, sehingga Lou Jingmi tampak cemberut, karena diperlakukan berbeda dengan adiknya itu.
Lou Er tersipu malu dan menundukkan wajahnya, karena tidak tahu harus menjawab apa. Tak lama berselang Lou Xue juga memasuki rumah—setelah ia dikirim keluar Sekte untuk menjalankan misi. Dia hanya menatap sekilas saja pada Xiuhuan tanpa berkata apa-apa, sehingga Xiuhuan mengerutkan keningnya. “Ternyata julukannya masih Bidadari Salju yang sangat dingin dan sulit diajak bicara,” gumam Xiuhuan tersenyum masam.
__ADS_1