
Xiuhuan melesat menggunakan jurus Langkah Kilat, namun dalam mode 90 Km/Jam saja. Itu untuk mengimbangi kecepatan Qingyi.
“Kau memiliki unsur apa Qingyi‘er?” tanya Xiuhuan penasaran, karena gadis itu tadi tak melawan saat akan diperkosa oleh rekan satu sektenya itu.
“Unsur air senior. Aku memiliki Roh Pedang Hiu,” jawab Qingyi.
“Ternyata kami memiliki unsur yang sama. Hmm, coba kulihat sejauh mana kemampuan bertarungnya,” gumam Xiuhuan sambil tersenyum tipis.
Qingyi yang melihat Xiuhuan tersenyum padanya, lansung malu-malu kucing. Ia menyangka Xiuhuan terpesona akan kecantikannya.
“Senior aku—”
Belum selesai Qingyi yang ingin mengatakan bahwa ia masih jomblo itu. Tiba-tiba Xiuhuan mengeluarkan Pedang rohnya.
“Se-senior! Kau membuatku ketakutan!” kata Qingyi lagi dengan gugup, sambil mengeluarkan Pedang rohnya juga.
Xiuhuan berhenti bergerak. Pedang Roh Xiuhuan mengeluarkan air dan membentuk Siluet Belut raksasa yang meliuk-liuk di atas Xiuhuan.
“Hehehe ayo Qingyi‘er! Lawan aku dengan kekuatan penuhmu,” kata Xiuhuan.
Qingyi dengan terpaksa melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Hiu. Qingyi belum mengerti tindakan Xiuhuan ini, serius atau hanya bercanda saja.
Senyum Xiuhuan yang menyeringai itu, membuat bulu kuduk Qingyi berdiri, ia sangat ketakutan dengan senyum penuh tanda tanya itu.
Xiuhuan mengarahkan pedangnya ke arah Qingyi. Siluet Belut raksasa yang ada di atas kepala Xiuhuan langsung menyerangnya.
“Ternyata senior serius ingin menyerangku,” gumam Qingyi bersiap menerima serangan itu. “Putaran Gelombang Air!” seru Qingyi, sehingga sebuah benteng air menyelimutinya.
Siluet Belut raksasa itu menghantam benteng air yang menyelimuti Qingyi.
“Booommmmm!”
__ADS_1
Siluet Belut raksasa itu lansung hancur, karena Xiuhuan hanya mengalirkan sedikit qi saja untuk menakut-nakuti Qingyi.
“Ternyata tak sekuat saat dia menggunakan unsur yang satu lagi, atau jangan-jangan Senior Xiuhuan meremehkan kemampuanku,” gumam Qingyi dari dalam benteng airnya itu.
“Tebasan Pembelah Ombak!”
Qingyi melesat maju menyerang secara tiba-tiba. Siluet Hiu Raksasa mengiringi tebasan pedangnya.
“Oo, galak juga ternyata,” gumam Xiuhuan tersenyum. Qingyi akhirnya berani melawannya. Ia kemudian melesat maju, seraya merapalkan jurus, “Tebasan Pembelah Ombak!”
“Boommmmmm!”
Ledakan besar terjadi saat kedua jurus berbenturan. Tak sampai disitu keduanya terus bertukar tebasan, membuat area disekitarnya hancur berantakan.
“Trang-trang-trang!” Suara kedua pedang mereka beradu.
Xiuhuan dengan sengaja mengimbangi kekuatannya. Ternyata Qingyi lebih hebat dari senior-seniornya tadi. Dia kalah karena mereka mengeroyoknya.
“Berhenti Qingyi‘er!” seru Xiuhuan saat Qingyi ingin menelan Pil lagi. “Pil apa yang kau telan itu. Kenapa tiba-tiba kau bertenaga lagi setelah menelannya?” Xiuhuan penasaran.
“Berarti senior tak bermaksud membunuhku, ya?” sahut Qingyi merasa lega. Padahal ia telah berburuk sangka pada Xiuhuan.
“Siapa yang ingin membunuh gadis secantik dirimu. Aku hanya ingin melihat sejauh mana kemampuan yang kau miliki,” jawab Xiuhuan.
“Hehehe aku telah berburuk sangka tadi.” Kemudian Qingyi menjelaskan, “Pil ini dinamakan Pil Neraka, yang berguna untuk mengisi kembali qi dalam Rongqi kita. Yang aku telan tadi adalah Pil Neraka tingkat enam. Itu dapat memasok qi seluas telaga kecil. Makanya tadi cepat habis, karena aku menyalurkan qi yang cukup besar tiap seranganku.”
“Hebat juga. Namun seberapa luas Rongqimu sehingga kau cepat sekali kehabisan qi?” Xiuhuan bertanya kembali, karena mereka bertarung tak terlalu lama juga.
“Seluas danau Toba yang ada di dekat ibukota Wei itu,” jawab Qingyi.
“Hmm, kecil sekali. Itu sama saja dengan milik Xiao Liu, padahal Xiao Liu cuma Pendekar Pedang tahap 100,” gumam Xiuhuan.
__ADS_1
“Ada apa senior? Kau tampak memikirkan sesuatu?” tanya Qingyi melihat raut wajah Xiuhuan yang menatap kosong kedepan.
“Pill Surga itu apa fungsinya?” tanya Xiuhuan penasaran. Karena Anming tak memberikan penjelasan lebih lanjut tadi, karena ia muak melihat Xiuhuan yang terlalu banyak bertanya.
“Itu untuk memaksa naik level, makanya walaupun sudah level Pendekar Pedang tahap 100, belum tentu memiliki Rongqi yang luas. Alchemist Paviliun Shilin belum sanggup membuat Pil untuk ini. Akan tetapi, dengan kita naik level, sebenarnya Rongqi kita ikut juga meluas walaupun tak seberapa. Berbeda dengan saat ia meluas sendiri yang ditandai dengan munculnya badai petir di dalam Rongqi itu.” Dengan antusias Qingyi memberikan penjelasan kepada Xiuhuan.
“Sebenarnya yang naik level itu terjadi saat Rongqi kita terjadi badai petir. Namun karena di sini kalian terlalu ingin cepat naik level atau kuat secara instan. Jadi saat terjadi badai petir yang ada hanya Rongqi saja yang meluas, sedangkan level kalian sudah dipaksa oleh Pil itu naik,” sahut Xiuhuan setelah memahami penjelasan Qingyi.
“Oo, begitu, ya. Aku heran, senior tak pernah mengkonsumsi Pil. Jangan-jangan tebakanku bahwa senior adalah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit adalah benar.”
Qingyi menebak dengan benar, namun namanya Xiuhuan ia tak akan mengakuinya.
“Mana mungkin seperti itu. Tapi aku berkultivasi tak bergantung pada Pil itu, tapi tak tahu juga, ya. Kan, aku sedang lupa ingatan,” jawab Xiuhuan mengelak dari tebakan Qingyi.
“Ayo kita lanjutkan perjalanan,” kata Xiuhuan melesat cepat kembali. Kemudian berkata lagi, “Apa kau tahu tentang Paviliun Shilin ini Qingyi‘er. Aku jadi penasaran dengan mereka dan juga bukannya ini dulu wilayah Kerajaan Han, ya?”
“Dugaanku benar. Senior Xiuhuan ini adalah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit. Dia mungkin baru selesai berkultivasi selama puluhan ribu tahun. Makanya ia tak tahu telah terjadi perubahan besar di daratan utama ini," guman Qingyi. “Namun kenapa ia sangat tampan sekali. Setahuku mereka yang sudah mencapai itu seperti pria sepuh dengan rambut putih dan jenggot putih juga,” katanya dalam hati lagi.
Qingyi menarik nafas dalam-dalam. “Begini senior. Pertama 10.000 tahun yang lalu di Kekaisaran Wei muncul seorang Alchemist yang menggemparkan daratan utama. Ia dengan dukungan Kekaisaran Wei akhirnya mengembangkan Pil Surga yang dapat memaksa naik level pada Pendekar Pedang. Tak butuh waktu lama, munculah ribuan Pendekar Pedang tahap 100 di kekaisaran itu dari hasil percobaan mereka.”
“Kebetulan juga waktu itu terjadi perang antara Kerajaan Han melawan Kerajaan Yuan dan Kerajaan Chu. Di waktu yang sama Kerajaan Sin bermaksud untuk datang membantu Kerajaan Han. Namun Kekaisaran Wei malah menyerang balik Kerajaan Sin dan mengambil alih wilayah selatan mereka, sebelum akhirnya diadakan perjanjian damai. Karena Kerajaan Han telah menyegel Pulau Niao, dengan demikian Kerajaan Han telah dianggap tak ada lagi.”
“Kekaisaran Wei kembali merasa tertantang, melakukan penyerbuan ke wilayah Kerajaan Han yang telah diambil alih oleh Kerajaan Yuan dan Kerajaan Chu itu.”
“Ternyata benar-benar abad kekacauan, ya!” sela Xiuhuan.
“Kedua Kerajaan itu tak sanggup menghadapi ribuan Pendekar Pedang tahap 100 Kekaisaran Wei, memutuskan menyerah juga dan menyerahkan wilayah Kerajaan Han pada Kekaisaran Wei, itulah yang terjadi saat itu,” kata Qingyi menjelaskan rasa penasaran Xiuhuan itu.
“Masih ada lagi tidak?” tanya Qingyi, karena Xiuhuan sangat penasaran dengan perkembangan di daratan utama.
“Untuk saat ini belum ada. Kita lihat saja nanti hehehe ....” Xiuhuan tertawa senang, karena Qingyi dengan sabar menjelaskan semua rasa penasarannya. Hingga akhirnya mereka memasuki kota Guangxi.
__ADS_1
...⚔️Bersambung ⚔️...