
“Kapan kita mulai rencana ini?” tanya Xiuhuan.
“Tentu saja saat ini juga. Asal kau tahu, setelah kau keluar dari Pulau Niao, kau hanya bisa kembali tahun depan. Itupun kau harus menandai tempatmu pertama kali jatuh, dari sanalah kau kembali lagi.”
“Rumit juga ya?” sahut Xiuhuan. “Berarti aku tak bisa menemani murid-muridku jalan-jalan dong besok,” kata Xiuhuan lagi.
“Kan, ada Mei Yin dan Qin Tan yang bisa mereka ajak besok,” sahut Jia Li. Padahal ia tadi diam saja, karena merajuk. Ternyata pembunuh kekasihnya adalah Xiuhuan.
“Apa tak beresiko melakukannya dalam kota ini? takutnya nanti ada tikus juga dalam sini!” seru Xiuhuan ragu-ragu mengambil keputusan.
“Aku sudah menandai mana anggota setia dan tidak. Kalau yang abu-abu tak akan kubawa kemari,” jawab Jia Xiang lagi.
Tang berselang lama, anggota Kelompok Judgment bawahan Xiuhuan telah datang semuanya bersama murid-muridnya juga plus Qian Yu.
“Guruuuuu!” teriak Shuyan. Suaranya begitu melengking tinggi membuat Xiuhuan menutup telinganya.
“Kenapa Yu‘er ikut?” tanya Xiuhuan, karena ia bukanlah anggota Kelompok Judgment.
“Kakak Yu katanya akan bergabung dengan Kelompok Judgment juga. Dia akan memata-matai Clan Qian nanti,” sahut Huanran.
“Apakah kau bisa dipercaya?” tanya Xiuhuan masih ragu dengan kesetiaan Qian Yu, karena ia telah ditipu oleh Xiuhuan.
“Mungkin,” jawabnya kecus.
“Aish, aku ragu Yu‘er bisa jadi mata-mata kita. Takutnya ia malah jadi mata-mata di kelompok kita,” kata Xiuhuan lagi.
“Mungkin,” katanya lagi.
Mereka yang ada di sana tertawa melihat wajah Xiuhuan dibuat tersenyum masam oleh Qian Yu.
Tak berselang lama, Feng Yunji yang merupakan salah satu tetua di Sekte Pedang Surgawi datang. Ia dijemput oleh anak buah Hakim agung sama seperti murid-murid Xiuhuan.
“Aku sudah mendengar dari mereka tentang rencana Hakim agung. Tak kusangka hampir seluruh tetua di Sekte Pedang Surgawi adalah bagian Paviliun Shadow,” kata Feng Yunji yang datang bersama 10 Pendekar Pedang murid-muridnya dahulu yang telah lulus dari Sekte. Mereka direkrut oleh Feng Yunji untuk dijadikan sebagai pengumpul informasi dari Clan masing-masing.
“Mereka semua adalah didikan dari Houlang, Pemimpin Paviliun Shadow,” sahut Jia Xiang menanggapi perkataan Feng Yunji.
“Oo, lalu siapa yang akan pergi bersamanya Hakim agung?” tanya Feng Yunji.
Feng Yunji sengaja membawa 10 murid terbaiknya, karena yang ia tahu Xiuhuan baru merekrut sedikit anggota saja.
“Tak ada yang ikut!” sahut Jia Xiang.
__ADS_1
“Eh, kenapa? padahal aku ingin menemani Ketua Xiuhuan berkelana,” kata Mei Yin yang lansung sedih. Padahal ia sudah berharap akan ikut dengan Xiuhuan.
“Iya kenapa Hakim agung? Padahal aku belum melakukan itu dengan Ketua Xiuhuan,” kata Lin Jingmi ikutan protes.
“Aku juga belum melakukan itu,” sahut Qin Tan ikut-ikutan.
“Hei kenapa kalian berharap sekali ditiduri Xiuhuan. Aku saja menyesal kok?” sela Qian Yu yang justru membuat ketiga gadis cantik itu cemburu.
“Cih, ternyata Xiuhuan itu sudah sering meniduri wanita. Berarti aku bukan yang pertama,” guman Jia Li yang memperhatikan debat mereka.
“Ehm!” Jia Xiang berdehem. Kemudian berkata, “Masalah ranjang bisa kalian bahas tahun depan saja. Untuk saat ini, kita harus utamakan tujuan awal kita,” katanya lagi.
Para gadis-gadis penggemar fanatik Xiuhuan akhirnya diam, walaupun masih kesal tak diikutkan dalam misi ini.
Para murid-murid Xiuhuan senyum-senyum saja sedari tadi. Mereka kini sudah yakin dengan perkataan Shuyan, bahwa guru mereka adalah orang paling mesum sedunia.
***
“Besok Mei Yin, Lin Jingmi, Qian Yu, Zhang Yan dan Qin Tan. Kalian temani murid-muridku jalan-jalan berbelanja Hanfu terbaru, termasuk juga perhiasan terbaru. Itu adalah hadiah dari kompetisi kemarin,” kata Xiuhuan.
“Aman tu Ketua!” sahut Zongxian, si Tameng Babi. Padahal namanya tak disebutkan oleh Xiuhuan.
“Setelah selesai berbelanja. Kalian lansung kemari, supaya kita berangkat bersama ke kota Hua,” kata Jia Xiang.
“Baik hakim agung!” sahut murid-murid Xiuhuan serempak.
“Duan Mu! mulai sekarang kau ikuti arahan dari Jia Li dan Feng Yunji untuk misi setahun ke depan,” kata Xiuhuan.
“Baik Ketua Xiuhuan,” jawab Duan Mu yang diam saja sedari tadi.
“Baiklah Dou Yi! kau bisa gunakan Jurus Pembelah Dimensimu,” kata Jia Xiang.
Dou Yi mengeluarkan Pedang rohnya dan bersiap-siap melakukan jurus Pembelah Dimensi.
Tak ketinggalan Jia Xiang menempelkan tangannya di punggung Dou Yi dan mengalirkan Qi yang sangat besar padanya.
Dou Yi menutup matanya dan membayangkan tempat diluar Pulau Niao.
“Tebasan Pembelah Dimensi!” seru Dou Yi.
Sebuah lubang hitam muncul dalam ruangan tersebut. Xiuhuan kemudian berjalan kesana untuk melakukan misi mulia yang diembannya itu.
__ADS_1
“Guru!” Shuyan memegang tangan Xiuhuan, yang sudah dianggapnya sebagai orangtuanya itu.
Xiuhuan tersenyum dan mengusap kepala Shuyan. Seraya berkata, “Guru akan baik-baik saja Yan‘er.”
“Bukan itu yang Shuyan khawatirkan guru,” kata Shuyan.
“Apa itu?” tanya Xiuhuan penasaran dengan maksud dari muridnya itu.
“Berapa banyak nanti wanita yang akan guru tipu,” katanya.
Xiuhuan yang awalnya terharu, muridnya mengkhawatirkan keselamatannya berubah menjadi kesal.
“Kau masih anak-anak Shuyan. Jangan ikut-ikutan pikiran kotor mereka!” seru Xiuhuan menasehatinya sambil menunjuk gadis-gadis cantik anggota Kelompok Judgment itu.
“Toh, yang dikatakan Shuyan itu benar kok, kau harus ingat istri-istrimu ini masih suci. Kami akan sabar menunggu giliran,” sahut Mei Yin si Ular Penggoda itu.
“Hei cepat! Nanti efek Jurusnya menghilang,” sela Jia Xiang yang sudah mulai kelelahan menyalurkan Qi pada Dou Yi dalam jumlah besar.
“Baiklah selamat tinggal semuanya!” seru Xiuhuan yang lansung menghilang dari pandangan mereka.
Setelah Xiuhuan pergi, saat itu juga lubang hitam itu ikut menghilang.
Dou Yi lansung duduk lesu, karena memaksakan diri menggunakan perpindahan yang sangat jauh untuk pertama kalinya.
“Kau tak apa saudari Dou Yi!” seru rekan-rekannya menghampiri Dou Yi.
“Tak apa, cuma kelelahan saja,” jawab Dou Yi.
“Mudah-mudahan saja Xiuhuan berhasil keluar dari Pulau Niao,” kata Jia Xiang yang juga kelelahan.
“Takutnya ketua Xiuhuan malah keluar di Planet lain hahaha ....” Zongxian malah bercanda.
“Betul ia keluar di Planet wanita, sehingga ia terlena di sana dan tak pulang lagi kesini. Karena ia lupa jalan pulang,” kata Jiu Yuan. Yang membuat para gadis-gadis menatap tajam padanya. Jiu Yuan berkata lagi, “Ah, bercanda kok hehehe ....” ia tertawa masam.
***
Ditempat lain, sebuah retakan dimensi terjadi di langit Kekaisaran Ming. Tak lama kemudian Xiuhuan dimuntahkan dari lubang hitam itu dan terjatuh ke bawah.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!” Xiuhuan panik, padahal seharusnya ia bisa melapisi tubuhnya dengan jurus bertahan. Namun, Xiuhuan tak kepikiran ke sana. “Tuluuuuuuuung!” teriak Xiuhuan yang jatuh dari langit itu.
Bersambung ...
__ADS_1