Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Bunuh Diri


__ADS_3

Liang Cheng terkejut melihat apa yang dilakukan oleh tetua-nya itu. Dia malah menawarkan diri menjadi budak pada anggota Clan yang mereka hancurkan, itu sama saja merendahkan harga diri Clan Liang sebagai penguasa tunggal kota Lan Hu.


Yu Fen yang Kultivasi-nya di Ranah Dark Star Tingkat Sembilan itu tertarik menjadikan tetua itu menjadi budak, karena itu akan meningkatkan Kultivasi-nya satu tingkat menjadi Ranah Demon God tingkat Satu.


“Tuan muda Xiuhuan, Aku setuju dia menjadi budakku,” sahut Yu Fen dengan seutas senyum karena senang akan naik tingkat Kultivasi tanpa harus bersusah payah berkultivasi.


Xiuhuan berpikir sejenak, kalau Yu Fen bersedia menjadikan tetua itu sebagai budak maka semua yang ada dalam Kediaman Clan Liang tidak jadi terbantai, karena mereka otomatis dibawah perlindungan Yu Fen.


“Siapa namamu tetua?” tanya Xiuhuan.


“Liang Song tuan muda!” sahut tetua itu.


“Baiklah tetua Liang Song,” kata Xiuhuan. “Baiklah tetua Song, lakukan kontrak budak dengan Yu Fen sebagai tuanmu!” seru Xiuhuan dengan seutas senyum tipis diwajahnya.


Ini adalah pemandangan menarik, ia penasaran apakah benar Iblis yang menyerah dan bersedia menjadi budak tingkat Kultivasi-nya akan berpindah satu tingkat pada tuannya.


Yu Fen menggores sedikit kulit telapak tangannya sehingga mengeluarkan sedikit darah. Kemudian ia menggambar Segel budak di leher Tetua Liang Song.


“Apa yang terjadi?" Xiuhuan penasaran, karena muncul sinar terang menyilaukan mata dari tetua Liang Song dan berpindah pada Yu Fen. “Hmm, gampang sekali prosesnya, seandainya Segel budak itu bisa digunakan pada manusia hehehe ... menjadi Ranah Absolute God itu sangat gampang,” gumam Xiuhuan.


Liang Song merasa tubuhnya seperti terbakar saat proses perpindahan satu tingkat Kultivasi-nya pada Yu Fen, sebaliknya Yu Fen merasa kehangatan dalam Dantian-nya dan tubuhnya terasa penuh energi—tak lama kemudian ia menerobos ke Ranah Demon God tingkat Satu.

__ADS_1


“Hebat! Aku sudah naik tingkat Kultivasi, apakah ada lagi tetua yang mau menjadi budak?” Yu Fen berkata dengan sombong, ia menjadi serakah dan berharap naik tingkat Kultivasi lagi.


Yu Qingyi hanya bisa senyum-senyum melihat tingkah bibinya itu, mungkin bibinya tak tahu betapa menyakitkannya proses perpindahan Kultivasi itu bagi budak sepertinya.


Karena proses perpindahan Kultivasi telah selesai, Xiuhuan berkata pada Liang Song, “Perintahkan anggota Clan Liang yang setia padamu untuk menyerahkan diri bila tetap ingin hidup.”


Xiuhuan ingin segera menyudahi pertarungan ini, karena sudah ada tetua yang menyerah—berarti tak perlu lagi bermain-main dengan Liang Cheng, ketua Clan Liang dan anak buahnya.


Liang Song menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Xiuhuan dan segera melesat ke udara. Dia kemudian berkata, “Kepada seluruh anggota Clan Liang, segeralah menyerah—maka, Kultivator misterius yang bersama dengan anggota Clan Yu akan mengampuni kita!”


“Apaaaaa?” Liang Cheng terkejut. “Kenapa Song bodoh itu malah menyerahkan diri pada mereka, apa dia ditawarkan menjadi Ketua Clan atau ia sengaja bersekongkol agar dibiarkan hidup?” gerutu Liang Cheng.


Beberapa anggota Clan Liang memilih menyerahkan diri karena mereka sudah prustasi melawan Kloning Manusia Air, mereka sudah yakin Clan Liang sudah tak ada harapan lagi. Namun, sebagian besar lainnya menunggu instruksi dari Liang Cheng.


Liang Cheng menatap tajam pada Liang Song dan berkata, “Apa yang ditawarkan oleh mereka untukmu, apakah dia akan menjamin keselamatan keluarga Liang kita?”


“Aku menawarkan diri menjadi budak dan mereka akan menjamin keselamatan keluarga Liang kita,” sahut Liang Song.


Liang Cheng terkejut dengan keputusan yang diambil oleh Liang Song. Menjadi budak adalah sebuah penghinaan bagi Kultivator—bisa saja Kultivator misterius itu berbohong dan melenyapkan mereka nantinya, tetapi disisi lain ia juga percaya—karena Kultivator misterius itu sebenarnya dapat mengalahkan mereka sejak tadi, tetapi ia seperti bermain-main saja.


“Semuanya berhenti melawan, kita akan menyerah pada Kultivator misterius itu dan aku akan bunuh diri agar dendam keluarga Yu terbalaskan. Aku berharap kalian tidak bertindak gegabah dan patuhilah perintah Nona Yu Fen,” kata Liang Cheng sehingga para anggotanya terkejut, begitu juga dengan tetua lainnya.

__ADS_1


“Kenapa Anda tidak menjadi budak saja dan kita masih bisa membangun kota Lan Hu ini dibawah perintah Nona Yu Fen,” sahut Liang Song menyayangkan keputusan yang diambil oleh Ketua Clannya itu.


“Betul Ketua Cheng, kalau semua tetua menyerah dan bersedia menjadi budaknya maka Nona Fen akan menjadi Ranah Demon God tingkat Lima,” kata salah satu anggota Clan Liang itu, karena masih ada empat tetua Ranah Demon God tingkat Delapan disebelahnya.


Liang Cheng menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku lebih baik mati daripada menjadi budak. Itu adalah aib yang sangat memalukan,” sahut Liang Cheng dengan senyum masam. “Mulai sekarang kalian ikutilah tetua Song, selamat tinggal. Maafkan aku istriku ....”


“Ketua Cheng!” teriak para anggota Clan Liang saat Liang Cheng melakukan bunuh diri dengan menyerang dirinya sendiri menggunakan tenaga dalamnya, sehingga tubuhnya hancur berkeping-keping.


Xiuhuan geleng-geleng kepala, “Apakah kita sedang menonton drama, lebay sekali. Kalau mau mati, ya mati saja!” cibir Xiuhuan—sehingga Yu Qingyi tersenyum masam mendengarnya. Perkataannya itu sangat kejam sekali, padahal selama ini ia kelihatan sangat baik.


“Mungkinkah sudah seperti ini sifat Xiuhuan gege, kejam pada musuh dan lemah lembut pada Iblis terdekatnya. Apalagi saat ....” Yu Qingyi tersipu malu sendiri membayangkan adegan jalan menuju surga dengan Xiuhuan.


Liang Cheng terkejut dengan tindakan yang diambil oleh Ketua Clannya itu dan menatap keempat tetua Clan Liang lainnya. Namun, mereka langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Liang Song dan berkata, “Tetua Song, kami menitipkan keluarga Liang padamu. Selamat tinggal!”


Mereka juga memilih melakukan bunuh diri agar terhindar dari perbudakan.


Liang Song menarik nafas dalam-dalam dan menengadah menatap langit. “Apakah aku telah membuat keputusan yang benar?” gumam Liang Song. “Ketua Chen dan para Tetua, tenang saja aku akan menjaga keluarga Liang kita dengan sekuat tenaga,” katanya lagi.


Setelah adegan bunuh diri massal dari para petinggi Clan Liang, seluruh anggota Clan Liang yang tersisa bertekuk lutut dihadapan Xiuhuan, sembari menangkupkan tinju.


“Hormat pada tuan muda dan Nona Fen!” seru mereka serempak.

__ADS_1


Xiuhuan tersenyum lebar mendengarnya dan melirik Yu Fen.


“Apa yang akan kau lakukan pada mereka? Mulai sekarang kau adalah pemimpin Kota Lan Hu ini, sedangkan aku cuma memberikan jalan saja dan tentunya berikanlah beberapa harta milik Clan Liang sebagai upahnya hehehe ...." Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh, sehingga Yu Fen mengerutkan keningnya. Karena tak menyangka tuan muda dari Clan besar malah mata duitan, begitu juga dengan Yu Qingyi.


__ADS_2