
“Senior Yunji, apakah kita dapat mengalahkan mereka?” Xiao Liu bertanya sesuatu yang sebenarnya tak perlu dijawab lagi. Karena sudah jelas mereka kalah jumlah dan juga kalah kekuatan.
Feng Yunji tersenyum, “Aku merasa bersalah, membawa seluruh istri-istri Xiuhuan dalam situasi pelik ini. Mari kita lakukan yang terbaik.”
Xiao Liu menghela nafas panjang, ia teringat Xiuhuan. Dan berharap sosok tampan serta suami sableng itu segera muncul di hadapan mereka, walaupun sebenarnya itu hanyalah harapan semu saja.
***
Hakim agung memunculkan sepuluh Siluet Phoenix raksasa lagi, dia melayang di atas Jendral Qian Shing.
“Tamat sudah!” gerutu Jendral Qian Shing. Posisinya terkunci, mau lari tak bisa, melawan juga sia-sia.
Hakim agung lansung menukik tajam kebawah, ia bersiap menebas Jendral Qian Shing. Siluet Phoenix raksasa mengiringi tebasan pedang itu.
Jendral Qian Shing memasang kuda-kuda bertahan, ia menggenggam erat Pedang Rohnya. Ini adalah pertaruhan hidup-mati, sebuah Siluet Singa juga muncul disebelahnya.
Saat tinggal beberapa tombak lagi mencapai Jendral Qian Shing, Hakim agung tiba-tiba berhenti. Dia merasakan Siluet Naga Kutub melesat ke arahnya—sehingga ia membelokkan Siluet Phoenix raksasa menghadang Siluet Naga Kutub itu.
Boommmmm!
Ledakan besar terjadi, Jendral Qian Shing membuat kubah tanah untuk melindunginya dari dampak ledakan itu.
Dia tersenyum lebar, karena mengenali Siluet Naga Kutub itu adalah milik Ketua Paviliun Shadow, Houlang. Kalau begini, mereka pasti akan dengan mudah mengalahkan Jendral Qian Shing, karena bila Houlang telah bergerak, pasti dua Pendekar Pedang tahap 100 lainnya ikut bersamanya.
“Hakim agung!” Suara yang familier ditelinganya terdengar jelas. “Kau telah melanggar kesepakatan kita—bukankah kau yang mengusulkan agar kita berdua tidak boleh bergerak lagi ... tapi, nyatanya kau sendiri yang melanggar sendiri,” cibir Houlang.
Hakim agung tersenyum, “Bukankah kau tidak bosan duduk manis di singgasanamu. Aku takut, nanti kemampuan bertarungmu tumpul!” sahut Hakim agung dengan tatapan dingin.
“Tidak perlu berbasa-basi lagi, kamu pasti sudah tahu tujuan kami menyerang kota kecil ini. Dan tak mungkin juga kamu mempertahankan kota ini mati-matian. Berikan anak itu, kami akan membiarkanmu pergi dan menikmati hari tua di kota Tianwu.”
Hakim agung tak menjawab, dia malah memunculkan Seribu Siluet Phoenix raksasa lagi. Kali ini seluruh Rongqinya yang seluas Samudera itu ia kerahkan.
__ADS_1
“Kekuatan yang sangat besar—pantaslah ia sanggup mengimbangi Ketua Houlang,” gumam Jendral Qian Shing memilih mundur kebelakang.
Houlang dan dua Pendekar Pedang tahap 100 lainnya juga mengerahkan seluruh kekuatan mereka.
“Jangan menganggap remeh Hakim tua ini, ia memiliki Rongqi yang sangat luas dan mampu bertarung selama setahun tanpa henti.” Huolang mengingatkan anakbuahnya.
“Baik Ketua. Kami sudah menantikan pertarungan ini. Sudah seratus tahun, kami tak melakukan peregangan otot.”
Seribu Siluet Phoenix raksasa yang dimunculkan oleh hakim agung, lansung membuat gelap langit kota Hua.
Para Pendekar Pedang tetua Sekte Pedang Surgawi dan murid-muridnya berhenti mengepung aula timur.
“Inikah pertarungan antar Pendekar Pedang tahap 100, mengerikan sekali.”
“Betul, apa yang harus kita lakukan?”
“Sudah kita tunggu saja Ketua Sekte muncul, yang jelas kita telah mengepung aula timur ini. Mereka tidak akan bisa kabur lagi.”
Feng Yunji merasa aneh, belum ada musuh yang memasuki aula. Padahal mereka sudah bersiap bertarung sampai mati.
***
Dua Pendekar Pedang tahap 100 lainnya memunculkan Siluet Elang raksasa yang memiliki unsur angin.
Secara teori, Hakim agung akan kalah. Karena lawannya memiliki unsur Es dan angin, tetapi Hakim agung telah memiliki pengalaman bertarung dengan Houlang dan dia sudah tahu kelemahan serta kekuatannya.
Hakim agung menggenggam erat Pedang Rohnya, “Pusaran Badai Api Phoenix!” seru Hakim agung melesat ke arah Houlang.
Siluet Phoenix raksasa dan Api yang lebih mirip tsunami mengiringi tebasan pedang Hakim agung. Dia langsung mempertaruhkan semua dalam serangan ini.
Hakim agung terkejut, ia mengira akan melakukan pertarungan panjang, seperti sebelumnya. Ternyata Hakim agung lansung mengerahkan semua kekuatannya. Mau tak mau Houlang juga mengerahkan seluruh kekuatan miliknya.
__ADS_1
Houlang memunculkan tembok Es setinggi puluhan kaki muncul di hadapannya untuk mencegat badai api yang datang bersama Hakim agung. Sementara Siluet Naga Kutub dan Siluet Elang juga melesat ke arah Siluet Phoenix raksasa.
Booommmmm!
Ledakan besar yang juga menimbulkan gempa bumi menggoyang kota Hua. Bangunan-bangunan yang menghiasi kota rata dengan tanah. Untung saja penduduk kota Hua telah diungsikan beberapa hari sebelumnya.
Asap tebal muncul di lokasi pertarungan, karena benturan api dan es. Untung saja, Pendekar Pedang yang datang bersama Houlang menghembuskan asap itu.
Hakim agung dan Houlang masih berdiri tegak, tetapi Hakim agung telah kehabisan qi miliknya. Begitu juga dengan Houlang, tetapi Houlang tersenyum lebar. Karena Jendral Qian Shing masih memiliki kekuatan besar—dia tidak ikut menyerang Hakim agung tadi.
“Hahahaha ... Ketua Houlang—kita apakan Hakim tua bangka ini,” ejek Jendral Qian Shing memunculkan tombak tanah mengunci Hakim agung, Sehun tak dapat bergerak.
“Sudah bunuh saja! Aku akan memulihkan kekuatanku lagi. Mungkin butuh ratusan tahun; aku serahkan kendali Paviliun Shadow padamu. Ambil alih saja Kerajaan Han dan bunuh semua keluarga Raja, Sekte-Sekte yang membangkang, begitu juga dengan Sekte Teratai Biru dan Kota Hua—Lenyapkan saja semua,” perintah Houlang yang tak ingin kejadian seperti ini terulang di masa depan.
“Dengan senang hati Ketua Houlang,” sahut Jendral Qian Shing.
Dia menjentikkan jarinya, sehingga tombak-tombak tanah itu menancap di tubuh Hakim agung. Tak ada teriakan kesakitan atau memohon ampunan keluar dari mulutnya. Hakim agung hanya menatap tajam Jendral Qian Shing, sehingga membuatnya makin geram pada Hakim tua itu.
“Sudah jadi mayat, tetap saja sorotan matanya membuatku merinding,” gerutu Jendral Qian Shing menghancurkan tubuh Hakim agung.
***
Feng Yunji dan istri-istri Xiuhuan dikelilingi oleh tetua Sekte Pedang Surgawi. Saat gempa bumi tadi, mereka terpaksa keluar.
“Feng Yunji! Di mana anak itu!” bentak Tetua pertama, Sekte Pedang Surgawi hanya melihat keberadaan wanita dewasa saja di sekitar Feng Yunji.
“Cih, langkahi dulu mayatku!” sahut Feng Yunji menggenggam erat Pedang Rohnya.
“Sudahlah! Kalian menyerah saja dan menjadi wanita penghibur untuk Jendral Qian Shing lansung dan Ketua Houlang. Mereka pasti menerima kalian, karena sangat cantik-cantik,” kata Tetua itu lagi. “Cepat katakan di mana anak itu, sebelum kami akan menyiksa kalian. Jangan harap kami akan membunuh kalian, palingan aku akan memotong kaki dan tanganmu serta membiarkan burung pemakan bangkai menggerogoti tubuhmu. Itu lebih menyakitkan dari pada kematian Feng Yunji,” ancamnya lagi.
Feng Yunji diam saja, sedangkan Zhang Yan menangis tersedu-sedu. Karena ia bukanlah Pendekar Pedang, dia hanya pemilik penginapan dan istri Xiuhuan saja. Membayangkan ancaman tetua pertama Sekte Pedang Surgawi itu membuatnya merinding dan terkulai lemas.
__ADS_1
“Jangan dengarkan mereka saudari Yan! Itu hanya omong kosong belaka, mereka tak akan bisa mengalahkan kita,” kata Su Bimbing memegang pundak Zhang Yan.
...~Bersambung~...