
Lou Rong sudah tak tahan lagi mendengar bisikan murid-murid Clan Lou lainnya. Dia kemudian bertanya pada Lou Xue, “Apa kamu menyukai murid itu?” Dia penasaran dengan isi hati Lou Xue.
“Hmm ....” Cuma itu sahutan dari Lou Xue yang sudah tak melihat punggung Xiuhuan lagi. Dia kemudian menyeduh habis kopinya dan lansung beranjak keluar dari kafe sturbak.
“Lou Xue tunggu!” seru Lou Rong meletakkan sepuluh keping perak di meja dan bergegas mengikuti Lou Xue. “Kita mau ke mana?” tanyanya lagi dengan senyum hangat yang membuat gadis-gadis di kafe sturbak meleleh melihatnya, kecuali bidadari salju yang tak menganggap keberadaan Lou Rong—walaupun ia berusaha keras untuk menjadi kekasihnya.
“Aku mau pulang!” sahut Lou Xue dengan suara pelan. “Tuan muda Rong kembali saja ke aula Anda, karena percuma mengikutiku—kalau ujungnya kamu tetap kalah juga saat bertarung denganku,” kata Lou Xue mengusir Lou Rang.
Dia hanya tersenyum masam, dan lansung kembali ke aulanya. Lou Rang tidak akan sakit hati mendapatkan perkataan begitu. Besoknya ia pasti akan muncul kembali bersama Lou Xue, sehingga murid lelaki lain tak bisa mendekati Lou Xue.
***
“Aku mau dibawa ke mana?—Susah sekali berjalan dengan kaki dirantai begini,” keluh Xiuhuan pada Penjaga gerbang yang menyeretnya.
“Diam saja! Kita akan segera sampai,” sahut Penjaga gerbang memasuki aula tetua Lou Zui.
“Xi-Xiuhuan!” seru Lou Mei terbata-bata, air mata kebahagiaan pun membasahi pipinya. Dia langsung menerobosnya barisan murid-murid yang mengerumuni Xiuhuan, penasaran dengan kesalahan yang diperbuat olehnya. “Kamu masih hidup!” Lou Mei memeluk Xiuhuan.
Murid-murid di aula tetua Lou Zui itu lansung terkejut, gadis yang sering memperbudak laki-laki itu tiba-tiba menangisi seorang pria.
Xiuhuan tersenyum lebar. “Hehehe ... nasib orang tampan selalu dirindukan wanita,” gumamnya menyeka air mata Lou Mei. “Apakah Mei‘er yang arogan ini ingin menjadi istri kedua puluh satu-ku?” canda Xiuhuan.
Murid-murid Clan Lou di aula tetua Lou Zui lansung tercengang mendengar ucapannya.
“Dasar lelaki mesum!”
“Hei, apakah dia benar anggota Clan Lou atau aliran hitam yang menyusup?”
“Anggota Clan Lou itu beristri atau bersuami selalu satu; dasar murid kampret membawa nama buruk untuk Clan kita saja.”
Murid-murid Clan Lou di aula tetua Lou Zui itu lansung memberikan umpatan pada Xiuhuan yang hanya tersenyum lebar menanggapinya.
__ADS_1
“Siapa yang ingin menjadi istrimu, aku hanya senang kau kembali lagi. Kami mengira kau tewas saat melawan monster Harimau Shenmi," sahut Lou Mei tersenyum, walaupun air matanya tetap mengalir.
Xiuhuan tak menyangka Lou Mei akan berubah hanya gara-gara dia dikira telah mati. Saat Xiuhuan ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba Penjaga gerbang mengusir Lou Mei, karena Xiuhuan akan dibawa ke kediaman tetua Lou Zui.
“Cih, kenapa dia kembali lagi? Padahal Aku mulai dekat dengan Mei‘er,” gerutu Lou Nian dalam hati. Dia berdiri di sebelah Lou Mei dan tanpa sengaja mengeluarkan aura pembunuh yang ditujukan pada Xiuhuan.
“Sepertinya cinta bertepuk sebelah tangan, hehehe ... kenapa Aku yang dibencinya, padahal ia saja yang tak bisa menggoda wanita,” gumam Xiuhuan tahu Lou Nian yang telah mengirim aura pembunuh padanya, walaupun ia tak menoleh kebelakang. Karena dari sorotan matanya saja tadi, ia sudah cemburu melihat Lou Mei memeluk Xiuhuan.
Tetua Lou Zui menatap Xiuhuan dengan seksama saat mereka memasuki kediamannya. Dia penasaran, kenapa Lou Mei berubah menjadi baik setelah menjalankan misi dengan Xiuhuan, bahkan murid terbaiknya itu merengek meminta ia menyelematkan Xiuhuan di kawasan gunung Lou Feng saat Lou Mei pulang menjalankan misi tersebut.
“Cukup tampan, dan wajar banyak gadis yang lengket padamu. Namun, sayang sekali, kau tidak mengikuti tradisi Clan kita yang turun-temurun hanya mencintai satu wanita saja,” kata Lou Zui menyambut kedatangan mereka. “Tak perlu lagi disidang, kurung dia enam bulan di penjara bawah tanah. Sebelum kau dijebloskan ke sana, apakah kau ingin membeli sesuatu? Karena nanti tak ada yang boleh menjengukmu dan makan pun tak akan diberikan,” kata tetua itu lagi.
Xiuhuan mengekerutkan keningnya, itu akan sangat membosankan seorang diri di ruangan gelap penjara bawah tanah, bahkan ia tak bisa menemui para istri-istrinya di kota Hua lagi.
“Aku pesan 10 artefak matahari level rendah dan makanan untuk enam bulan ke depan,” sahut Xiuhuan.
“Cuma itu saja? Kau tak membutuhkan Pill untuk berkultivasi?” tanya Lou Zui penasaran, karena ia melihat Xiuhuan telah berada di Immortal Awal puncak, mungkin tahun depan ia sudah mencapai tingkat Immortal Menengah.
“Tidak!” sahut Xiuhuan yang masih memiliki banyak stok Pill di cincin dimensi miliknya. Sebelum datang ke kota Nancheng, ia berjalan-jalan lebih dulu ke kawasan kota Qingyun membeli banyak Pill Neraka dan Pill Surga berlevel tinggi. Bahkan ia membeli ramuan lain dari berbagai alkemis di sana; Xiuhuan juga tak tahu apakah dibodohi atau tidak, yang penting kata mereka khasiatnya bagus untuk meningkatkan kultivasi.
Kawasan bebas; yang boleh dikunjungi siapapun setelah melewati pemeriksaan Penjaga gerbang dan masuk atau keluar hanya melalui gerbang utara.
Luas kawasan ini setara sepuluh kali kota Nancheng dan di sini berdiri Paviliun Qingyun yang merupakan pusat perdagangan dan produksi—Baik itu senjata atau berbagai macam Pill.
__ADS_1
Kawasan Pelataran Luar; untuk murid-murid luar Sekte Qingyun, yang juga merupakan zona paling luas, karena menampung ratusan ribu murid luar beserta guru-guru dan tetua luar.
Kawasan Pelataran Dalam; untuk murid-murid dalam bagi yang telah naik ke tingkat Immortal Akhir. Zona ini terluas kedua setelah Kawasan Pelataran Luar.
Kastil Qingyun; untuk murid yang mencapai Ranah Chaos Ancient God dan juga markas aliansi aliran putih. Di tempat inilah Kastil Qingyun berdiri tegak yang bahkan terlihat ratusan mil dari luar Sekte.
Tidak sembarangan orang yang bisa memasuki kawasan ini, hanya tokoh-tokoh penting aliran putih saja, kecuali setiap sepuluh tahun sekali akan ada kompetisi Naga Qingyun, mencari sepuluh murid terkuat yang boleh diikuti oleh seluruh murid Sekte Qingyun. Pada saat tersebut gerbang kastil akan terbuka lebar hingga kompetisi Naga Qingyun berakhir.
***
Tetua Lou Zui tersenyum dan mengeluarkan ribuan roti kering dari cincin dimensi miliknya, begitu juga dengan sepuluh artefak matahari level rendah.
“50 keping emas!” seru Lou Zui meminta bayaran.
“Mahal sekali tetua!” Xiuhuan terkejut mendengarnya. “Kalau aku membeli sendiri ke aula Besi dan restoran dengan uang segitu, sudah dapat 10 artefak matahari level tinggi, gulai rendang, sambal tuk-tuk, capcay, ayam goreng Kaefci, pizza hot, ramen dan batagor,” protes Xiuhuan.
“Hahaha ....” Lou Zui tertawa terkekeh-kekeh, “Kau itu kriminal, kalau makan enak di bawah sana; itu sama saja kau tidur di penginapan mewah—bukan hukuman lagi namanya. Cepat bayar dan buang dia ke bawah sana!” seru tetua itu lagi.
Dengan wajah masam, Xiuhuan membayar 50 keping emas dan menyimpan artefak matahari beserta roti kering ke dalam cincin dimensi miliknya.
__ADS_1
Xiuhuan pun digiring ke penjara bawah tanah. Dia akan berada di ruangan sempit yang hanya bisa membungkuk dan berbaring saja di sana selama enam bulan ke depan.
...~Bersambung~...