
Xiuhuan mengeluarkan Plakat khusus Paviliun Shilin dan mentransfer Poin miliknya sebesar 10.000 Poin.
“Ini?” Seakan tak percaya, Qianran lansung memeluk Xiuhuan lagi dan menangis sesenggukan. Kini pandangan Qianran pada Xiuhuan adalah laksana Dewa yang memahami penderitaan yang ia alami selama ini.
“Sudah-sudah ....” Xiuhuan membelai lembut kepala Qianran. “Sekarang ayo kita bayar hutangmu di restoran Kaefci. Buat apa lagi kau bekerja di sana. Kalau hanya jadi budak korporasi saja,” kata Xiuhuan lagi.
Qianran mengusap air matanya, ia sudah seperti anak remaja yang takut kehilangan pacarnya saja. Qianran kemudian tersenyum tipis dan melangkah pergi menuju restoran Kaefci.
Xiuhuan merasa lega, melihat Qianran sudah bisa tersenyum kembali. Kini ia harus mencari cara mengatasi pemilik restoran Kaefci yang tak akan dengan mudah melepaskan Qianran begitu saja. Karena keinginannya untuk menikmati tubuh Qianran belum terlaksana.
Xie Xi kaget melihat Qianran telah keluar dari rumah bordil Xiangshou. Padahal belum lama ia pergi ke sana.
“Ouh, ternyata kau meminta bantuan pada murid Sekte Pedang Taiyang itu, ya?” Xie Xi mencibir Qianran.
“Xie Xi kau diam lah, jalang laknat. Di mana nyoya Lie, aku ingin bertemu dengannya?” Qianran membentak Xie Xi.
Amarah yang ia pendam selama ini, ia tuangkan semua pada Xie Xi. Pelayan yang paling sering menindasnya, selain pemilik restoran tentunya.
“Kau kurang ajar!” Xie Xi melayangkan tangannya ke wajah Qianran.
Dengan sigap Xiuhuan menangkap tangan Xie Xi. “Ada apa denganmu nona Xi. Kenapa kau begitu iri pada nona Qianran. Apakah karena ia lebih bahenol darimu?” goda Xiuhuan.
Qianran yang mendengarnya begitu terkejut. Awalnya ia mengira Xiuhuan akan membandingkan kecantikan atau sifatnya dengan Xie Xi.
Namun yang ada justru mengarah pada fisik keduanya. Memang pria lah, selalu memandang fisik wanita dengan hasrat mereka.
Dengan ini, pandangan Qianran pada Xiuhuan yang awalnya, menganggapnya Dewa penolong, turun 40% menjadi Pangeran mesum namun baik saja.
“Hei, lepaskan brengsek! Aku jauh lebih cantik dari janda kegatelan itu Sedangkan aku masih suci tak bernoda!” Xie Xi memaki-maki mereka.
Xiuhuan tersenyum menyeringai mendengarnya. “Kau masih suci, ya?” Xiuhuan menampar bokong Xie Xi membuat para pengunjung tertawa saat Xie Xi mengeluarkan suara terkejut seperti mendesah.
Mukanya memerah, ia sangat malu sekali dipermalukan di depan para pengunjung restoran itu.
“Berani sekali kalian! Aku akan adukan pada tuan Shanyang. Dia akan menghukum kalian, terutama kau Qianran!” Bentak Xie Xi dengan mata berkaca-kaca, ia menahan tangisnya, karena tak mau terlihat lemah.
__ADS_1
“Oh, masih kurang, ya.” Xiuhuan kembali menyeringai menatap Xie Xi yang ketakutan, hal mesum apa lagi yang akan Xiuhuan lakukan padanya. Sedangkan Qianran sangat kasihan melihat Xie Xi diperlukan seperti itu. Namun ia tak berani melerai orang yang telah membantunya itu.
“Hei jangan dekat-dekat padaku. Aku sudah punya tunangan di desa,” teriak Xie Xi saat Xiuhuan memonyongkan bibirnya pelan-pelan.
Xie Xi lansung menahannya dengan tangannya. Ia sangat panik, ternyata sebagai murid Sekte besar, tak menjamin prilakunya akan baik seperti yang terlihat selama ini pada murid-murid Sekte Pedang Taiyang lainnya.
“Hei, awas tanganmu. Ganggu kesenanganku saja. Asal kau tahu, aku adalah preman terkuat di Sekte Pedang Taiyang. Jangan coba-coba menentangku, apa kau tak lihat anak Walikota Guangxi saja lari terbirit-birit melihat kesangaranku.” Xiuhuan menepis tangan Xie Xie.
“Sangar dari mana?”
“Kalau tampan tapi mesum, iya.”
“Mencoreng nama baik Sekte Pedang Taiyang saja kelakuannya.”
Para pengunjung berbisik-bisik memperhatikan tindakan Xiuhuan itu.
“Tapi dia ganteng bingitttt!”
“Onii-chan angkut Aku!” teriak gadis remaja labil seperti melihat biti-es saja.
“Oppaaaa! Angkut Aku juga!” teriak ABG lainnya.
“Ehemmm ....” Qianran berdehem. Ia tak mengira akan sekacau ini, padahal niatnya hanya untuk membayar hutang saja. Kalau begini, ia bisa dimusuhi oleh banyak pihak nantinya.
“Apa lagi, pergi kalian. Ini bukan tontonan kalian, nanti kalian dewasa pula, sebelum waktunya,” kata Xiuhuan mengartikan deheman Qianran adalah untuk mengusir ABG-ABG itu.
Padahal maksudnya adalah berhenti membuat kekacauan saja. Namun dasarnya tak peka, mau bagaimana lagi.
Buliran air mata akhirnya berjatuhan dari kelopak mata Xie Xi. Ia meronta-ronta agar dilepaskan oleh Xiuhuan.
Dengan gerakan cepat, Xiuhuan menyambar bibir Xie Xi yang berwarna merah muda itu. Para pengunjung melongo melihatnya, begitu juga dengan Qianran. Ia tak menyangka Xiuhuan akan melakukan itu.
“Hehehe Aku telah menodaimu, sekarang cepat panggil nyonya Liu atau aku akan merenggut kesucianmu.” Xiuhuan mengancam Xie Xi yang lansung bergegas berlari ke ruangan nyoya Liu dengan berderaian air mata.
“Lin Dong maafin aku, aku telah ternodai huhuhuhu ....” Xie Xi menangis sambil teringat dengan tunangannya di desa.
__ADS_1
“Ada apa denganmu Xi?” Nyoya Liu keluar dari ruangannya, setelah mendengar suara ribut-ribut di luar.
“Qianran datang bersama murid Sekte Pedang Taiyang, mereka membuat kekacauan di restoran,” sahut Xie Xi masih dengan cucuran air matanya itu.
“Apaaaa? Berani sekali pelacur itu bermain-main denganku!” umpat Nyoya Liu berjalan tergesa-gesa menghampiri mereka.
***
“Apa seperti ini terus caramu menyelesaikan masalah?” tanya Qianran setelah Xie Xi pergi.
“Hahaha ... Aku memang usil pada orang jahat. Tapi tak akan begitu kok, pada orang baik. Jangan khawatir, kau tak akan kuapa-apakan, kecuali kau yang meminta. Laki-laki normal sepertiku, pasti mau jika ditawarkan gratis hahaha ....” Xiuhuan kembali tertawa terbahak-bahak.
“Ih, dasar mesum!” seru Qianran, namun ia tersenyum tipis melihat sikap Xiuhuan yang berterus terang begitu.
“Qianran! Apa-apaan ini? Kau ingin melawanku!” bentak nyonya Liu yang tiba-tiba muncul.
“Cih, aku kesini mau membayar semua hutangku! Cepat katakan berapa? Aku sudah tak sudi bekerja di sini,” balas Qianran meninggikan suaranya.
“Kau ....” Nyoya Liu geram melihat keberanian Qianran yang tiba-tiba muncul itu. Padahal dulu ia seperti kerbau yang di cucuk hidungnya.
Nyonya Liu tersenyum tipis, ia yakin Qianran berani bertindak begitu karena telah memiliki pelindung dari murid Sekte Pedang Taiyang yang ada disebelahnya itu.
“Xie Xi! Ambil buku hutang dari mejaku!” Perintah nyonya Liu.
Xie Xi lansung bergegas kembali ke ruangan nyoya Liu, mengambil buku hutang yang dimaksudnya itu.
“Apa kau akan menjadi Pelacur saja, ya. Kau pasti ketagihan di grepe-grepe banyak pria hidung belang!” sindir Nyoya Liu sembari menatap sinis Qianran.
Bak disambar petir, Qianran sangat sedih mendengar ucapannya itu. Para Pelayan lainnya dan pengunjung berbisik-bisik membicarakannya. Mereka tak mengira, ternyata Qianran telah menjadi Pelacur dan pantasan mampu membayar hutang-hutangnya yang cukup besar di restoran Kaefci ini.
Xiuhuan menepuk pundaknya. “Jangan dengarkan mereka Ran‘er. Percayalah pada dirimu sendiri, niscaya kau akan kuat melewati cobaan ini.” Xiuhuan menghiburnya.
Qianran mengangguk, lagi-lagi Pendekar tampan walaupun sedikit mesum itu, menjadi matahari yang menjadi penerang jalannya yang hampir tenggelam di kegelapan hidup yang tak adil ini.
...⚔️Bersambung ⚔️...
__ADS_1
Jangan lupa Like bosku, yang like saya doakan dapat janda cantik seperti Qianran 😁😁
Tapi buat dijadiin istri, ya. Jangan ditiru sifat Xiuhuan. Tokoh ini tak terinspirasi dari siapapun.