
Seluruh Kultivator berbagai Clan telah memasuki Dimensi Heidong, kini giliran Xiuhuan dan Huo Meigui yang menyusul masuk.
Saat menjejakkan kaki di Dimensi Heidong, para Kultivator langsung menyebar ke berbagai arah, suara teriakan monster-monster yang menjerit karena diburu oleh para Kultivator terdengar dari berbagai arah.
Para Kultivator ini harus membunuh monster sebanyak-banyaknya, agar modal masuk sebesar satu juta keping emas balik lagi. Akan sangat rugi bila mereka hanya mendapatkan sedikit Kristal monster, apalagi mereka telah membuang-buang tenaga dan bertaruh nyawa di Dimensi Heidong.
“Berapa lama Dimensi Heidong ini terbuka Meigui‘er?” Xiuhuan perlu mengetahui itu, karena mereka hanya berdua, seandainya bertemu dengan monster Level Tian, itu sangat berbahaya. Xiuhuan tak ingin kejadian yang pernah ia alami saat memasuki bagian terdalam kawasan gunung Lou Feng terjadi lagi, di mana saat itu ia hampir mati oleh Monster Ular Hijau Daun yang merupakan monster Level Tian.
“Satu tahun di Dimensi Heidong, tetapi di dunia kita hanya sebulan saja. Karena perputaran waktu di sini lebih cepat gege,” sahut Huo Meigui.
Satu tahun adalah waktu yang lama, jadi tak perlu tergesa-gesa untuk berburu. Xiuhuan langsung menggunakan jurus seribu bayangan, di mana seribu Kloning Manusia Air muncul.
“Lahap semua monster Level Huang!” perintah Xiuhuan pada mereka.
Monster Level Huang menghasilkan Kristal Kuning, satu tingkat lebih tinggi dari Kristal Putih, kristal kualitas rendah. Kristal Kuning kalau dijual dipasaran berharga sekitar seratus ribu keping emas, kalau terkumpul banyak kristal Kuning selama setahun, itu bisa membuat kaya juga. Apalagi Xiuhuan memasuki Dimensi Heidong secara gratis.
“Wah gege hebat sekali. Padahal cuma Immortal Awal, tetapi bisa menggunakan jurus dengan kekuatan seribu Kultivator.” Huo Meigui memuji Xiuhuan, ia sebenarnya ingin diajari jurus tersebut. Namun, gengsi untuk mengatakannya, karena tingkat Kultivasi-nya lebih tinggi dari Xiuhuan. Huo Meigui adalah Immortal Akhir, kecepatan Kultivasi-nya cukup lambat, karena ia jarang berkultivasi saat menjadi germo rumah bordil.
Kuping Xiuhuan melebar mendengar pujian istrinya.
“Hahaha ... ini belum seberapa. Pertunjukan utamanya adalah ini,” kata Xiuhuan dengan sombong, sembari mengeluarkan Boneka Humanoid. “Boneka kayu ini bila dibiarkan bertarung dengan monster kuat, akan menyerap qi lawan dan bisa saja nanti ia setara Ranah Absolute God. Kalau itu terjadi, melawan Huo Guan sekali lagi—kita tak perlu khawatir.”
Huo Meigui berpikir sejenak, “Kalau bisa menyerap qi lawan, kenapa tak gege saja yang memberikannya qi. Toh dia akan lebih cepat menjadi kuat,” sela Huo Meigui.
Xiuhuan menjitak keningnya, “Harga Pill itu malah tahu. Belum lagi butuh waktu lama untuk berkultivasi,” jawab Xiuhuan memberikan alasan kenapa ia tak memberikan qi miliknya saja.
__ADS_1
Huo Meigui akhirnya mengerti, “terus kita ngapain kalau tak ikut berburu monster?”
“Kita ikuti boneka kayu ini, kita harus menghemat tenaga. Kalau bertemu monster Level Xuan atau Tian, barulah kita turun tangan membantu.”
“Xuan ... Tian!” Huo Meigui bergidik ketakutan, karena Immortal Akhir itu setara dengan monster Huang, sedangkan monster yang disebut oleh Xiuhuan setara dengan Kultivator Ranah Chaos Ancient God dan Absolute God.
Xiuhuan tahu istrinya takut, tetapi mereka saat ini ada di Dimensi Heidong. Jadi, dia akan menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya. Rencananya bila bertemu monster Level Xuan atau Tian, dia akan menggunakan kekuatan Roh Pedang Sidat Listrik.
“Tenang Meigui‘er ... boneka kayu ini tidaklah sederhana. Ini milik Ras Naga yang kutemukan di sebuah makam.” Xiuhuan meyakinkan Huo Meigui agar tak takut.
Xiuhuan dan Huo Meigui menyaksikan kehebatan Boneka Humanoid dalam menaklukkan puluhan monster Huang, sehingga Huo Meigui sangat senang, karena tak perlu bertarung dan hanya perlu memungut Kristal monster saja.
Namun, saat asyik-asyik menyaksikan Boneka Humanoid bertarung, tiba-tiba tanah bergetar dan ratusan Kultivator dengan jubah Clan Nie kabur dengan kecepatan tinggi.
“Hei, cepat kabur!” seru salah satu Kultivator Ranah Chaos Ancient God Clan Nie mengingatkan Xiuhuan. “Kami dikejar oleh ribuan monster Badak Level Xuan,” katanya lagi.
“Tenang sayang. Bukankah sudah kukatakan akan menggunakan kekuatanku yang sebenarnya,” sela Xiuhuan. “Sekarang bawa aku memantau mereka.”
Xiuhuan langsung melompat ke punggung Huo Meigui yang hampir terjungkal dibuatnya.
“Gege ngapain?” keluhnya.
“Bawa aku melayang di udara. Aku tak bisa terbang lho sepertimu,” bisik Xiuhuan.
“Apaaaaaa?” Kultivator pastilah bisa menggunakan jurus sederhana itu. Namun, suaminya ternyata tak bisa melakukan itu. “Apa gege bercanda? Kalau terbang saja gege tak bisa, bagaimana gege melawan serbuan kawanan monster itu?” Huo Meigui berpikir apakah sudah ditipu oleh Xiuhuan dengan ketampanannya selama ini, ternyata ia hanya Kultivator lemah.
__ADS_1
“Kau meragukan kehebatan suamimu. Bukankah tadi malam kau sudah melihat keperkasaan belum tampan,” canda Xiuhuan memperhatikan kawanan monster Badak yang sudah dekat ke arah mereka.
Gumpalan asap hitam menyulitkan mereka untuk memperkirakan jumlah monster Badak itu. Namun, aura pembunuh besar dari kawanan monster Badak itu membuat monster Level rendah ikutan kabur juga.
Huo Meigui memilih diam, ia tak tahu harus percaya atau tidak pada Xiuhuan. Kini, ia hanya bisa pasrah saja dengan nasibnya.
Xiuhuan melompat dari punggung Huo Meigui dan mendarat di bawah. Xiuhuan langsung menjentikkan jari untuk menghilangkan Kloning Manusia Air.
Selanjutnya Xiuhuan mengeluarkan Pedang Roh Sidat Listrik yang membuat Huo Meigui terkejut, ia tak pernah melihat Pedang Roh seperti itu.
“Ternyata banyak rahasia yang ia simpan dariku,” gumam Huo Meigui menggigit bibir bawahnya. “Gege, jangan-jangan kau bukan berasal dari Dunia ini, siapakah kau sebenarnya?” Kekuatan yang dipancarkan oleh Xiuhuan jauh lebih kuat saat ia bertarung di Kota Houshan.
Tubuh Xiuhuan mengeluarkan sengatan-sengatan listrik, rambutnya melawan gravitasi, melayang ke atas. Langit tiba-tiba berubah gelap dan awan hitam tebal dengan kilatan-kilatan Petir saling menyambar.
“Sudah lama aku tidak menggunakan kekuatan belut tampan,” gumam Xiuhuan memandangi langit, dan berkata, “Badai Petir!”
Badai Petir adalah salah satu jurus terkuat dari Kitab Seribu Dongeng yang ia dapatkan di Aula Kitab Sekte Pedang Taiyang di daratan utama.
Sambaran-sambaran Petir tiada henti langsung menghantam kawanan monster Badak, bukan hanya monster Badak yang hancur, tetapi kawasan hutan Dimensi Heidong juga ikutan terbakar dan meninggalkan kawah-kawah besar.
Huo Meigui merinding melihatnya, apakah ia benar-benar suaminya? Jangan-jangan pria tampan itu adalah Dewa yang sedang menyamar menjadi manusia.
Dia mengusap matanya beberapa kali, apakah Xiuhuan benar-benar manusia atau tidak.
“Kenapa melayang saja? Ayo bantuin mengambil Kristal monster itu, nanti Kultivator lain datang. Bisa berabe nanti,” teriak Xiuhuan dari bawah—Dia juga kembali menggunakan jurus seribu bayangan, membuat seribu Kloning Manusia Air untuk membantunya mengumpulkan Kristal Hitam dari kawanan monster Badak.
__ADS_1
Huo Meigui tersadar dari lamunannya, ternyata Xiuhuan masih suaminya. Sikapnya telah kembali ke bentuk semula lagi, mata duitan dan bicara ceplas-ceplos saja.
...{Jangan lupa 👍 Bosque}...