Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Dia Suamiku


__ADS_3

Bulu kuduk Xiuhuan berdiri saat mendengar suara yang meminta bayaran 1000 keping emas. Tak salah lagi, itu adalah suara Bidadari Salju.


Xiuhuan lantas menoleh kebelakang dan melihat Lou Xue dikawal oleh beberapa Pemuda tampan.


“Lama tidak bertemu Saudari Xue!” sahut Xiuhuan dengan senyum hangat menatap Lou Xue, tetapi para pria disebelahnya malah menatap dengan tatapan permusuhan. Karena mereka terkejut Lou Xue berbicara dengan murid baru, sementara pada mereka ia sangat irit bicara. “Aku tak menyangka Anda masih mengenalku, bagaimana kabarmu?” Xiuhuan menyapa, ia sebenarnya kesulitan memikirkan topik pembicaraan dengannya, mengingat sifatnya yang sulit diajak bicara.


Lou Xue menjulurkan tangannya dan berkata, “1000 keping emas!” Dengan ekspresi seperti biasanya, datar dan dingin; untungnya dia sangat cantik, sehingga tetap juga aura kecantikannya tak pudar.


Xiuhuan langsung memberikan 1000 keping emas tanpa berpikir panjang. Karena ia tak ingin membuat musuh baru di Sekte Qingyun, ia harus segera menjadi kuat dalam sepuluh tahun kedepan untuk melaksanakan janji yang ia buat mengahadapi Huo Guan dan Ling Wentian.


“Terimakasih suamiku!” seru Lou Xue pelan, tetapi samar-samar terdengar oleh Xiuhuan dan kelima pemuda yang mengikutinya.


“Eh?” Xiuhuan kebingungan. Namun, tak berani bertanya apakah ia berhalusinasi atau Lou Xue benar-benar berkata begitu. Bisa juga dia sengaja mengatakannya agar Xiuhuan dimusuhi oleh murid-murid yang mencoba mengejar cintanya. “Aku tak boleh masuk perangkap, sangat sulit menebak isi hati Lou Xue,” gumam Xiuhuan tetap berdiri di tempatnya saat Lou Xue akan melangkah pergi.


Lou Xue menoleh kebelakang dan berkata, “Kenapa masih di situ? Nanti kamu tidak tahu di mana rumah kita.”


Bak disambar petir, Xiuhuan menampar wajahnya. Apakah ia sedang bermimpi disiang bolong atau sedang dihipnotis. Kenapa Bidadari Salju bertingkah seolah-olah menjadi istrinya dan Xiuhuan berpikir sejenak.


“Hanfu yang ia kenakan cukup longgar, walaupun kecantikannya tetap tidak berkurang dengan memakai pakaian itu. Tunggu ....” Xiuhuan merasakan ada tanda-tanda kehidupan di dalam perut Lou Xue. “Dia hamil!” Xiuhuan tersenyum.


Lengkap sudah kebahagiaan Xiuhuan. Walaupun ia ditolak surga—setidaknya ia mendapatkan peri-peri cantik di Dunia ini.


Lin Jingmi, kecantikan nomor satu di Pulau Niao, Huo Meigui kecantikan nomor satu di Benua Resifel dan Lou Xue kecantikan yang tiada duanya; Xiuhuan cuma tak bisa mendapatkan kecantikan nomor satu di Daratan utama yang merupakan murid Lou Yi dari Paviliun Shilin yang juga putri Kaisar—Kekaisaran Wei.


Xiuhuan berlari pelan mengejar Lou Xue, sedangkan kelima pemuda tampan yang mengikuti Lou Xue hampir muntah darah.


Mereka menduga-duga, mungkin Xiuhuan telah memasang guna-guna atau hipnotis pada Lou Xue. Tak mungkin gadis dingin itu tiba-tiba lunak terhadap pria.


“Hei, bung apa yang kau lakukan pada Nona Xue!” bentak Wu Ling yang merupakan generasi jenius dari Clan Wu.

__ADS_1


“Benar, kamu pasti melakukan sesuatu yang jahat terhadap Nona Xue!” Lou Tang—murid jenius dari Clan Lou atau satu Clan dengan Xiuhuan juga.


“Apa ada yang salah? Bukankah sudah jelas, aku adalah suami Lou Xue!” sahut Xiuhuan menyombongkan diri dan menatap sekilas Lou Xue yang hanya diam dan tak melakukan reaksi apapun, kecuali tetap melangkah pergi. “Mulai saat ini kalian tak perlu mengawal istriku dan aku Xiuhuan, sebagai suaminya; mengucapkan banyak terimakasih pada saudara-saudara yang telah menjaga istriku selama aku belum memasuki Sekte Qingyun.” Xiuhuan menangkupkan tinjunya dan menundukkan sedikit kepalanya menunjukkan rasa hormat pada mereka.


Tak ada yang bisa berkata apa-apa lagi, mereka bingung. Kenapa Lou Xue tak tersinggung dengan ucapan Xiuhuan. Apakah dia benar-benar suaminya?—Itulah yang ada dipikiran semua orang yang menyaksikan kejadian itu.


“Ah, tunggu aku istriku!” Xiuhuan berlari mengejar Lou Xue yang telah berjalan jauh meninggalkan mereka.


“Apa kau dengar itu? Ternyata Lou Xue telah memiliki suami.”


“Apa kau dengar tadi, ia mengatakan namanya Xiuhuan. Bukankah dia yang memiliki istri banyak itu. Ah, sial! Kenapa ia begitu beruntung memiliki wanita cantik-cantik.”


Banyak murid-murid yang iri dengan apa yang dicapai oleh Xiuhuan. Padahal mereka tak mengetahui, tidak semua istri Xiuhuan itu cantik. Bahkan Jia Li yang merupakan Hakim agung di Kerajaan Han itu memiliki postur tubuh berotot dan jauh dari kata cantik.


Wu Ling mengepal tangannya dan niat membunuh yang begitu besar keluar dari tubuhnya, sehingga murid-murid yang berada didekatnya menjauh.


“Lou Xiuhuan memang memiliki reputasi jelek di Clan Lou kami. Bahkan beberapa bulan yang lalu ia membawa kabur kekasih Huo Guan dari aliran hitam dan juga adik Ling Wentian yang merupakan tuan muda dari kota Nan.”


Dia mendapat kabar itu tadi pagi, karena tetua wanita dari Clan utama Clan Lou mengingatkan agar para murid wanita Clan Lou fokus berkultivasi dan menghindari laki-laki bernama Lou Xiuhuan. Tetua itu mengatakan Xiuhuan adalah buaya darat yang suka mengoleksi wanita cantik.


Awalnya Lou Tang mengira pesan itu hanyalah lelucon saja. Namun, setelah melihat Lou Xue yang dingin saja bisa takluk; bagaimana wanita polos lainnya? Bisa-bisa ia malah membentuk batalyon Harem cantik


Wu Ling berbalik badan menuju area yang ditempati oleh murid-murid dari Clan Wei. Hatinya masih panas, tak terima dengan keadaan ini. “Tunggu saja Xiuhuan! Aku akan merebut Nona Xue darimu!” gumamnya.


Lou Tang menengadah menatap langit, ia tak menyangka; usahanya mendekati Lou Xue lima bulan ini sia-sia saja. Bahkan ia kadang sampai tak berkultivasi, demi menunggu Lou Xue keluar dari pekarangan rumahnya.


“Betul kata Kakek, lebih baik aku tak memikirkan duniawi dulu hingga mencapai Ranah Absolute God, karena setelah itu untuk mendapatkan wanita cantik sangatlah gampang, seperti membalikkan telapak tangan saja,” gumam Lou Tang juga kembali ke rumahnya untuk melakukan Kultivasi.


***

__ADS_1


Seharian ini Xiuhuan hanya bengong saja di dalam rumah Lou Xue dan hanya disuguhkan segelas teh dingin saja. Mereka duduk saling berhadap-hadapan, tetapi mata Lou Xue terpejam dengan posisi bermeditasi, hanya Xiuhuan saja yang memandangi wajahnya sambil berfantasi liar.


Matahari sudah terbenam, tetapi Lou Xue tak kunjung membuka matanya dan terpaksalah Xiuhuan menutup jendela rumah Lou Xue, begitu juga dengan pintunya.


“Kalau tahu begini lebih baik tinggal sendiri saja di rumah yang diberikan tetua,” gerutu Xiuhuan pelan. Namun, didengar juga oleh Lou Xue.


“Ayo kita tidur ke kamar!” seru Lou Xue beranjak dari tempat duduknya. “Jangan lupa mandi dulu, agar aku tak muntah mencium bau badanmu,” ujarnya lagi.


Xiuhuan tersenyum lebar, dengan semangat ia langsung menuju kamar mandi. Ini adalah hari-hari yang ditunggu oleh pejantan tangguh sepertinya.


Beberapa saat kemudian ia memasuki kamar Lou Xue dengan ranjang yang sebenarnya tidak terlalu besar. Di sana Lou Xue tidur dengan memiringkan tubuhnya memunggungi Xiuhuan.


Dengan detak jantung yang berdebar-debar, Xiuhuan berbaring disebelahnya. Walaupun ia sering melakukan ehem-eheman dengan istrinya yang lain. Namun, sensasi gugup terhadap Lou Xue memang beda—mungkin karena gadis cantik itu begitu dingin dan sangat tertutup.


Xiuhuan ingin memegang pundaknya, tetapi tiba-tiba ..., “Aaaaaaaa!” Xiuhuan terkejut; tembok es memisahkan mereka. “Apa kau gila! Kenapa tak sekalipun api neraka saja kau buat sebagai pembatas!” umpat Xiuhuan menggigil kedinginan.


Lou Xue kemudian mengganti dengan dinding angin dan berkata, “Tidak boleh melewati pembatas ini, kecuali aku minta!”


Xiuhuan menatapnya dalam-dalam, tetapi Lou Xue langsung memejamkan matanya dan akhirnya Xiuhuan mengerti, Lou Xue sebenarnya ingin menjadikannya sebagai suami pajangan saja, agar anaknya kelak memiliki orang tua lengkap dan tidak dikatakan anak haram.


“Ya, sudahlah ... aku akan mimpi basah tentangmu saja,” gerutu Xiuhuan memejamkan matanya juga. Namun, Lou Xue tak bereaksi apapun dengan ocehannya itu.


...*...


...*...


...*...


...~Jangan lupa 👍 Bosque~...

__ADS_1


__ADS_2