Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Insiden Di Penginapan Bai Bao


__ADS_3

Kereta kuda yang Xiuhuan sipiri, melenggang dengan mulus melewati penjagaan ketat di gerbang masuk kota Yan Luo itu. Xiuhuan berlagak menjadi Pengawal Putri Raja Qian Xun yang tegas dan arogan.


“Guru aku sudah menahan tawa dari tadi! Kau sangat cocok menjadi pemain Opera hahaha ....” Shuyan tertawa pelan sambil menutup mulutnya agar tak didengar oleh mata-mata yang tersebar di kota Yan Luo itu.


“Hahaha guru mau dikacangi, tak mungkinlah! Mau dikemanakan 10.000 tahun pengalaman guru ini,” sahut Xiuhuan tertawa pelan juga.


“Benar-benar akting yang memukau, walaupun kasihan juga tadi anggota Clan Yin itu harus tewas di tangan guru!” kata Huanran.


Sewaktu masih di istana Haitian, ia terkenal baik dan berhati lembut, sehingga sering ditindas oleh saudaranya di sana, akibat memiliki Roh Pedang yang bercahaya redup. Untung saja tetua Feng Yunji dari Sekte Pedang Naga Surgawi menyarankan Huanran untuk mendaftar ke Sekte Teratai Biru dan menjadi murid Xiuhuan.


Sekarang di kehidupan barunya ini, ia telah menemukan apa arti keluarga yang sesungguhnya itu. Xiuhuan walaupun rada-rada aneh, namun ia telah menjadi ayah pengganti yang baik buat Huanran dan teman-temannya.


Kereta kuda mereka kemudian berhenti di depan pintu masuk Penginapan Bai Bao. Tampak jelas dari luar, keadaan di dalam Penginapan itu ramai akan pengunjung.


“Sepertinya mereka ini Pendekar Pedang dari Paviliun Shadow yang datang dari berbagai tempat. Berarti persiapan penyerangan ke kota Hua semakin dekat!” guman Xiuhuan yang turun dari kereta.


Xiuhuan melirik kearah Pelayan Penginapan Bai Bao, kemudian berkata, “Hei kau kampret!” Xiuhuan menempeleng kepala Pelayan pria yang menjaga pintu masuk itu.


“A-ada apa tuan!” sahutnya terbata-bata sambil memegangi kepalanya. Pelayan itu tahu Xiuhuan adalah Prajurit Kerajaan dari jubah yang ia kenakan.


“Kenapa kau diam saja, hah!” seru Xiuhuan menendang kakinya, sehingga Pelayan itu hampir terjungkal. Xiuhuan berkata kembali, “tuan Putri Huanran akan turun! Kau seharusnya membukakan pintu bilik kereta kuda itu!”


“Ba-baik tuan!” sahutnya lagi terbata-bata sambil berlari membukakan pintu kereta kuda itu. “Selamat datang tuan Putri di Penginapan Bai Bao!” katanya lagi menyambut Huanran yang turun dari kereta. Pelayan itu membungkukkan badannya.


Huanran tersenyum tipis dan berjalan diiringi oleh tiga wanita sebaya dengannya, yang mengenakan cadar dan seorang gadis kecil yang juga bercadar ikut beriringan masuk ke dalam Penginapan Bai Bao.


“Tuan Putri Huanran memasuki Penginapan!” teriak Pelayan tersebut, agar Pelayan di dalam mengetahuinya dan memberikan pelayanan terbaik.


Mendengar nama Huanran, semua yang ada dalam lobby yang sekaligus restoran di lantai bawah Penginapan Bai Bao itu lansung bersikap cuek saja. Setahu mereka Huanran cuma anak tak dianggap dalam istana Haitian. Bahkan Raja Qian Xun saja, acuh tak acuh padanya.

__ADS_1


Melihat tak ada yang melayani Huanran, Xiuhuan tertawa. “Hahaha apa kuping kalian tak mendengar apa yang dikatakannya!” kata Xiuhuan yang lansung memotong kuping seorang Pendekar Pedang tahap 75 yang menghalangi jalannya.


Sontak saja semua yang ada di sana kaget. Mereka tak menyangka kalau Pengawal Putri Raja Qian Xun itu akan bertindak kejam begitu.


Setelah memotong kuping Pria itu, Xiuhuan kembali menendangnya hingga terpental beberapa langkah kedepan.


“Apa Penginapan Bai Bao ini saya hancurkan saja. Hah!” kata Xiuhuan dengan songong.


“Tu-tuan ma-maafkan Pelayan kami, mereka tidak mendengar perkataan anda tadi!” seorang wanita cantik yang tampak berusia 30-an lansung menghampiri Xiuhuan. Ia adalah Qian Yu, manajer Penginapan Bai Bao.


“Kau digaji oleh istana Haitian, tapi beginikah caramu mengajarkan anak buahmu bersikap pada tuan Putri Huanran!” Bentak Xiuhuan sambil menarik rambut panjang Qian Yu, membuat wanita itu menjerit kesakitan.


“Maaf tuan!” Qian Yu yang meringis kesakitan itu mulai meneteskan air mata.


Para Pendekar Pedang dari berbagai Sekte dan Clan itu sangat geram melihat tindakan Xiuhuan. Beberapa Pendekar Pedang yang tak tahan lagi dengan tindakan Xiuhuan itu mengeluarkan Pedang Roh masing-masing, bersiap menyerang Xiuhuan.


Namun Qin Mou mencegat mereka. Qin Mou tak mau mereka merusak rencana yang telah lama dibuat oleh Paviliun Shadow, hanya gara-gara tindakan Pengawal Putri Raja Qian Xun itu.


“Maaf tuan! Bisakah anda mengampuninya—”


Belum selesai Qin Mou berbicara, Xiuhuan lansung menyela perkataannya.


“Kau mau apa, hah?” jawab Xiuhuan. Kemudian ia berkata lagi, “Bukannya kau yang membela Pendekar Pedang cengeng tadi!”


“Betul tuan, saya adalah Pengawal tuan muda Yin Song dari Clan Yin,” kata Qin Mou memperkenalkan diri.


Huanran yang kasihan melihat wanita yang juga masih Keluarga Raja Qian Xun itu segera angkat bicara.


“Pengawal lepaskan saja dia. Biarkan ini pelajaran buat kalian semua! Aku adalah Putri Raja Qian Xun, jadi kalian harus menghormatiku, layaknya kalian menghormati para Pangeran yang merupakan kakak-kakakku juga.”

__ADS_1


“Hormat tuan Putri Huanran! Terimakasih atas kebaikan Anda yang mau memaafkan kami,” kata Qin Mou sambil membungkukkan badannya.


Qin Mou yang berusia 150 tahun itu, tentu saja memiliki pengalaman menghadapi orang-orang seperti Xiuhuan ini.


Xiuhuan melepaskan pegangannya dari rambut Qian Yu.


“Perintahkan anak buahmu melayani tuan Putri Huanran dengan baik dan sediakan kamar VVIP untuknya dan juga untukku!” Bentak Xiuhuan pada Qian Yu yang sudah gemetaran itu.


“Ba-baik tuan!” jawabnya terbata-bata. “Cepat bawa tuan Putri ke kamar VVIP dan juga berikan layanan ekstra!” kata Qian Yu pada para Pelayan.


Mereka lansung mempersilahkan Huanran menuju kamar VVIP yang diikuti oleh teman-temannya yang menyamar sebagai Pelayannya itu.


“Ternyata benar, dia itu Huanran Putri Raja Qian Xun dari salah satu Selirnya,” guman Qin Mou yang memperhatikan Huanran yang berjalan meninggalkan lantai bawah itu.


Qian Yu segera pergi mengikuti Huanran, namun Xiuhuan menarik tangannya.


“A-ada apa tuan!” kata Qian Yu yang kebingungan, padahal Huanran telah mengampuninya.


Xiuhuan menyeringai melihatnya. Kemudian berkata, “Kau temani aku malam ini! Badanku pegal-pegal saat di kerata kuda. Kau harus memijitku!”


“Ta-tapi aku tak pandai tuan! Bagaimana saya panggil saja Pelayan yang pandai memijit tuan!” kata Qian Yu terbata-bata, apalagi tangan Xiuhuan kini merangkulnya.


“Hehehe ... Kau akan pandai sendiri nanti!” sahut Xiuhuan sambil mencium leher Qian Yu.


“Ah ....” Qian Yu mendesah, kaget tiba-tiba Xiuhuan mencium lehernya.


“Ayo! Aku sudah tak sabar lagi!” seru Xiuhuan yang sebenarnya memprovokasi para Pendekar Pedang yang ada di lobby dan restoran Penginapan Bai Bao itu.


Apalagi hampir semuanya adalah Pendekar Pedang dari Sekte Pedang Naga Surgawi, Clan yang ada di kota Yan Luo ini dan anggota Paviliun Shadow.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2