Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Tetua Kelima Clan Sin


__ADS_3

Kultivator Iblis sepuh tiba-tiba muncul di langit tempat makam berbentuk Piramida itu. Aura yang dipancarkan oleh Iblis sepuh itu tampak berwibawa dan anggota Clan Sin langsung menangkupkan tinju saat ia mendarat di depan makam tersebut.


“Selamat datang Tetua Kelima!” sapa Sin San menyambut kedatangannya dengan penuh hormat.


Tetua Kelima melambaikan tangannya dan berkata, “Apakah belum terbuka Segelnya tuan muda San?” Dia menatap pintu makam yang masih tertutup rapat dan yakin mereka kesulitan membuka pintu masuk makam tersebut.


Sin San menghela nafas dalam-dalam dan berkata, “Ya, kami telah mengerahkan banyak Kultivator ahli Segel, tetapi tidak ada yang bisa memecahkan Segel yang cukup rumit itu.”


Tetua Kelima Clan Sin itu mengangguk dan berjalan kearah pintu masuk makam—ia memerhatikan Segel yang menghalangi jalan masuk ke dalam.


“Senior yang dimakamkan di dalam sini memang luar biasa, mungkin ia adalah Kultivator Ahli Segel terbaik di jamannya,” kata Tetua Kelima sembari mengelus-elus jenggot putihnya. “Namun, dihadapanku ... ini hanyalah teka-teki anak-anak saja!” katanya lagi dan tiba-tiba seberkas cahaya menyilaukan muncul di pintu masuk makam—sehingga para Kultivator yang melihatnya menjadi kagum pada Tetua Kelima Clan Sin itu.


“Kalau sudah Tetua Kelima yang turun tangan, maka Segel itu akan segera hancur. Ayo kita bergegas ke sana, agar kita tidak ketinggalan mendapatkan harta peninggalan Kultivator Ranah Raja Iblis yang di makamkan di sana,” kata Kultivator yang berdiri di sebelah Xiuhuan.


“Baik!” sahut Kultivator wanita yang datang bersamanya.


Xiuhuan tidak ikut-ikutan mendekat, ia memilih memperhatikan situasi lebih dulu. Padahal seluruh Kultivator yang datang ke sini, berlomba-lomba merapat ke dekat Pintu makam berbentuk Piramida itu.


“Xiuhuan gege! Kenapa kita tidak mendekat juga?” tanya Yu Qingyi penasaran—padahal biasanya Xiuhuan sangat rakus bila berhubungan dengan harta Karun. Namun entah kenapa kali ini ia seperti tidak tertarik dan seperti telah menebak tidak ada harta apapun di dalam sana.


“Itu adalah makam salah satu Kultivator terkuat di masa lalu,” sahut Xiuhuan dengan senyum tipis. “Kita tidak perlu buru-buru, pasti ada banyak jebakan yang ia tinggalkan di sana dan mereka akan membukakan jalan untuk kita hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh.


Yu Qingyi menyadari, kalau ia terlalu khawatir berlebihan. Padahal tuannya itu selalu melakukan perhitungan matang saat melakukan sesuatu, ia jarang sekali bertindak gegabah.

__ADS_1


Tak butuh waktu yang lama, Tetua Kelima Clan Sin itu telah membuka Segel pintu masuk makam berbentuk Piramida itu, dan para Kultivator Iblis dari luar Clan Sin langsung berduyun-duyun memasukinya.


Sin San mengerutkan keningnya melihat para Kultivator dari luar Clan Sin yang malah masuk lebih dulu dari Clan mereka, padahal Clan Sin yang lebih dulu menemukan makam ini.


“Kalian!” umpat Sin San ingin menghentikan mereka, tetapi Tetua Kelima Clan Sin melarangnya.


“Biarkan saja mereka masuk,” sela Tetua Kelima melalui suara telepati padanya. “Di dalam sana pasti banyak jebakan, biarkan saja mereka membukakan jalan,” katanya lagi—Tetua Kelima memiliki pemikiran yang sama dengan Xiuhuan.


Dalam waktu singkat saja, ratusan Kultivator dari berbagai Clan sudah memasuki makam dan hanya meninggalkan puluhan anggota Clan Sin yang masih berdiri diluar makam menunggu instruksi dari Tetua Kelima dan tuan muda Sin San.


“Tuan muda San, lihat Keempat Kultivator di sana, sepertinya mereka tidak berniat memasuki makam!” bisik Sin Chan—Kultivator Iblis cantik yang selalu mendampinginya.


Sin San menoleh kearah Xiuhuan, “Dia cuma Ranah Demon God tingkat Sembilan dan ketiga wanita disebelahnya juga memiliki Kultivasi yang rendah. Jadi, wajar mereka tidak berani masuk. Sudah, lupakan saja mereka, paling mereka berharap sisa-sisa harta tingkat rendah saja nanti,” sahut Sin San.


Boommm!


Tiba-tiba terjadi ledakan besar dari dalam makam dan puluhan Kultivator yang lebih dulu memasuki makam berhamburan keluar dengan kondisi tubuh penuh dengan luka-luka.


Sin San tak menyangka dugaan Tetua Kelima ternyata benar-benar terjadi, dan makin banyak Kultivator yang kabur dari dalam makam, karena tidak sanggup menghadapi jebakan yang ada di sana.


“Apa yang terjadi?” tanya Sin Chan pada salah satu Kultivator yang kabur dari dalam makam.


“Ada Segel lain di dalam makam yang mengeluarkan monster Semut Api,” sahut Kultivator itu. “Cepat tinggalkan tempat ini kalau tidak ingin mati,” katanya lagi sembari merobek dimensi—menjauh dari makam berbentuk Piramida itu.

__ADS_1


Sin Chan mengerutkan keningnya dan menatap Sin San yang masih tampak tenang, membiarkan para Kultivator dari luar Clan Sin tersebut kabur dari area makam.


“Apa kita bisa mengatasi monster Semut-semut itu Tetua?” tanya Sin San—yakin Tetua Kelima pasti sudah memiliki rencana untuk mengatasi mereka, karena ia tidak menyegel kembali makam itu—padahal sudah membunuh puluhan Kultivator Ranah Raja Iblis.


Tetua Kelima tersenyum dan berkata, “Mereka muncul karena ada yang menyentuh Segel, jadi langkah paling mudah mengatasi mereka adalah dengan merusak Segel itu.”


Monster Semut akhirnya keluar dari pintu makam dan menyemburkan kobaran api yang sangat besar, sehingga ketiga istri Iblis Xiuhuan terkejut melihatnya—dan mereka ingin kabur dengan merobek Dimensi, tetapi Xiuhuan melarangnya.


“Di hadapan babang tampan ini, Api hanyalah alat untuk memanggang daging monster saja,” kata Xiuhuan dengan senyum lebar dan membuat Perisai Air, sehingga kobaran api itu tidak mengenai mereka.


“Aduh, kami tidak ingat kalau Xiuhuan gege memiliki elemen air hahahaha ....” Kong Xia tertawa terkekeh-kekeh, padahal ia sudah panik sebelumnya—karena tidak yakin mampu menangkis serangan monster-monster Semut Api itu.


Kultivator dari Clan Sin melayang di udara dan Tetua Kelima memerintahkan untuk menyerang ekor monster semut itu, karena di sanalah kelemahannya—atau letak Segel yang membuat mereka kebal dari serangan apapun padahal mereka cuma monster Level Huang saja.


Dalam sekejap monster-monster Semut itu dihabisi dengan mudah oleh Kultivator Clan Sin, bahkan mereka tidak mengambil Kristal Kuning yang ada pada tubuh monster. Mereka lebih memilih memasuki makam mencari harta yang lebih berharga peninggalan Kultivator hebat yang dimakamkan di dalam makam berbentuk Piramida itu.


“Ayo ikuti mereka!” seru Xiuhuan langsung melesat ke dalam makam bersama ketiga istri Iblisnya.


“Ah, sayang sekali Kristal Kuning ini dibiarkan begitu saja,” kata Yu Fen—jiwa miskinnya bergetar, padahal ia sudah memiliki banyak Kristal setelah memasuki Pulau Terapung.


“Tenang saja, aku akan mengambilnya untuk kita—tetapi kalau Clan Sin mengetahui perbuatan kita, maka mereka akan memburu kita nanti,” sahut Xiuhuan sembari mengeluarkan Seribu Kloning Manusia Air, mengambil Kristal Kuning dari mayat-mayat monster Semut Api tersebut.


Yu Fen mengerutkan keningnya, ia tak menyangka mereka akan menjadi buruan Clan besar nanti. Entah bagaimana cara suaminya itu akan mengatasinya, apakah ia akan memanggil Clannya yang masih misterius itu? Yu Fen hanya bisa menduga-duga saja.

__ADS_1


__ADS_2