Jangan (Salahkan) Cinta

Jangan (Salahkan) Cinta
SESION 2 PART 62


__ADS_3

Ketukan seiring dengan pintu yang terbuka mengagetkan keduanya, Clara mengingatkan keduanya kalau para tamu dan penghulu sudah lama menunggu.


"Ada apa, ini, Van?" Raut muka Clara mendadak berubah gelisah melihat anak dan ayah yang sama-sama tegang. Sementara Quen tak henti-hentinya menitikan air mata. Sepertinya Clara sudah bisa menebak apa yang akan terjadi nanti.


"Sayang, tolong sampaikan kepada petugas KUA untuk bersabar sebentar, dan panggilkan Aditya kemari."


Clara hanya mengangguk tak mengucap sepatah kata pun ia langsung beranjak pergi menuruti permintaan suaminya.


Tak lamak kemudian dia kembali dengan sosok laki-laki berpostur tinggi besar dengan kulit kuning langsat yang nampak menawan.


"Aku sudah siap, Quen." Raut sumringah di wajah Aditya pun memudar saat melihat dua orang di depannya nampak tegang.


"Apakah semua baik-baik saja?" tanya Aditya.


Suasana hening, hanya sesekali isakan Quen yang terdengar.


Aditya mengepalkan tangannya kuat-kuat. Seolah ia merasakan akan adanya hal yang tak ia inginkan.


Quen berusaha keras menguatkan hatinya. Dengan seluruh tenaganya ia berusaha berdiri, berjalan mendekati Aditya sampai jarak mereka sangat deket, kira-kira dua meteran.


Sementara segera menutup pintu agar suara pembicaraan tidak sampai terdengar keluar.


"Dit, maafkan aku, aku tidak bisa menikah denganmu, kembalilah kau pada Novita. Dia sangat mencintaimu," ucap Quen sambil mengembalikan cincin yang dulu pernah Aditya berikan padanya.


Aditya syock mendengar pernyataan dari Quen. Ia hampir tak mempercayainya Quen bisa setega itu.


Badannya terasa limbung, seolah dunianya berhenti berputar.


"Quen, aku benar-benar mencintaimu, kenapa kau lakukan ini, Quen? Pernikahan kita tinggal selangkah lagi. Izinkan aku membuktikan kalau hanya kau yang aku cintai." ucqp Aditya memohon. Ia tak lagi memikirkan hargadirinya sebagai seorang pria.


"Maafkan aku, aku sudah mencobanya tapi aku tidak bisa. Bahkan aku semakin yakin saat aku sudah bertenu dengan Novita, ada rasa penysalan yang besar terpancar pada matanya." Quen menunduk dan sedikit memalingkan wajahnya ke samping, ia tak mampu memandang pria yang tengan menggenggam erat kedua tangannya untuk memohon.


"Kau salah, Dit. Bukan aku yang kau cintai, tapi Axel. Kau menyanginya, kan? Maka berikanlah dia keluarga yang utuh, bukannya dulu kau pernah berjanji akan selalu menunggu mamanya Axel kembali dalam keadan serta kondisi apapun tetap kau terima dengan kedua tangan? Dia sudah kembali, kenapa kau sebagai laki-laki pengecut gini tidak tepati janji?" ucap Quen sambil tersenyum dengan wajah beruraian air mata.


Aditya terbenggong mendengar kalimat Quen, benar dia memang pernah berjanji demikian, tapi begitu dia mengenal gadis di depannya seolah dunianya yabg rapuh karna kepergian sang istri teralihkan. Dapam hati dan benaknya hanya ada Quen, bahagia dan harapan tuk bersama.


Aditya melepaskan genggamannya, perlahan-lahan ia melangkah mundur. dadanya terasa sesak, ia tak dapat membayangkan betapa kecewa dan malunya keluarganya yang turut hadir menjadi saksi pernikahan tapi, malah dibatalkan sepihak.


Sementara di luar, petugas KUA mulai gusar karena mereka ada jadwal menikahkan pasangan di lain tempat.


Al yang menyadari situasi menegang serta Quen yang tak kunjung datang, ia sudah bisa menebak pasti. Terlebih tadi, mama Clara sempat memanggil Aditya dan mengajaknya ke dalam ruang rias di mana Quen juga ada di sana.


Al berusaha memastikan melihat ke dalam kamar, dugaannya benar atau tidak.


Bersamaan dengan itu, Aditya tengah membuka pintu bermaksut untuk keluar, jadi ia berpapasan dengan Al.


"Kenapa sangat lama sekali?" tanya Al kepada Aditya berlagak tak tahu apa-apa.


"Aku tidak jadi menikah dengan Quen, dia membatalkannya sepihak!" Tukas pria itu sangat dalam.


Sedangkan di dalam Quen masih menangis dalam pelukan mama Clara.


"Quen, apakah kau sudah mempertimbangkan semua ini?" tanya Al memastikan.


"Sudah, Kak. Aku yakin. Biar kuterima sendiri konsekwensinya sekalipun aku dipandang rendah masyarakat dan tak laku nikah hingga jadi perawan tua aku tidak masalah!" teriak Quen. Tak lagi peduli dengan para taku undangan.


"Tidak akan, kau tidak akan mendapat penilaian buruk dari mana pun. Pernikahanmu tetap bisa terlaksanakan, Quen jika kau mau, bersediakah kau menjadi istriku?" teriak Alex yang entah sejak kapan ia berdiri di belakang Al.


Quen terperanjat mendengar suara tak asing itu. Dan saat ia melihat sosok laki-lami dengan postur tubuh atletis tinggi besar dengan warna rambut hitam kecoklatan ia semakin tak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengar baru saja.

__ADS_1


"Alex, apakah kau bermaksut melamarku?" teriak Quen mulai berhenti terisak.


"Jika memang iya, kenapa? Dari dulu aku juga sudah suka sama kamu, menikah dengan mantan pacar bukanlah hal besar, kan?" mata Alex melirik tajam ke arah Aditya seraya menyeringai. "Anggap saja kita CLBK!" teriak Al lagi.


"Mana mungkin kau masih suka sama aku? Bukankah selama tiga tahun ini kita tak pernah ketemu dan tak ada komunikasi sedikit pun?" tanya Quen lagi meyakinkan hatinya.


"Walau tanpa komunikasi kalau sudah jodoh, tetap saja bersama seperti hal nya ikan dan asam, Mereka tak ada komunikasi, kan?"


"Pak, maaf, bagaimana ini pernikahannya, jadi dilaksanakan, atau tidak?" tanya salah satu petugas KUA kepada Vano.


Lagi Vano berusaha membujuk pak penghulu. "Mohon maaf, Pak. Tolong anda tunggu sebentar lagi insyaallah pernikahan akan tetap di laksnakan. Tolong ya pak?" ucap Vano. Sementara di sana, Quen dan pria yang mengenakan kemeja putih itu masih terus mengobrol.


"Quen kau bersedia menerima lamaran nak Alex, tidak? Cepat beri keputusan, Sayang. Pak penghulu juga sudah di tunggu di tempat lain." Bisik Vano pada putrinya.


"Baiklah, aku mau menikah denganmu, tapi, apakah kau tidak meminta restu pada orang tuamu?" ucap Quen kepada Alex yang kini sudah berdiri di samping kakaknya sejajar.


"Restu? Asal menikah denganmu mama papaku akan setuju, biarkan saja mereka tidak tahu, lusa kita ke sana, beri kejutan di hari ulang tahun mamiku, akan kuhadiahi dia seorang mantu yang cantik," ucap Alex yang membuat orang di sekitarnya tertawa.


"Quen, kau minta mas kawin apa? Aku sungguh tidak bawa apa-apa, tabunganku saja, ya? Ini ada sekitar tigapuluh lima juta," ucap Alex megeluarkan ATM dari dalam dompetnya.


"Kau pikir aku mata duitan? Tidak. Aku mau yang lain saja!" jawab Qeun.


"Aku cuma ada cincin ini, Quen?" ucap Alex melngeluarkan kalungnya dari balik kemeja putihnya yang berleontinkan sebuah cincin polos berwana silver, tanpa mata berlian setitik pun.


Quen hanya mengangguk dan tersenyum manja kepada Alex. "Ya, aku mau cincin itu saja!"


"Tapi, ini hanya perak, Quen? dan harganya juga murah," ucap Alex, canggung.


"Ini cuma mas kawin saja, Alex, jika kau ingin memberiku emas dan berlian kelak, jika aku sudah jadi istrimu, ya aku terima. Tapi, setelah aku tidak mempersulitmu dalam urusan mahar, kau jangan seenaknya saja memperlakukanku sebagai istrimu," ucap Quen.


"Iya, aku akan tetap sayang sama kamu selamanya."


Sontak Quen tertawa melihat betapa berantakannya dirinya. Mekap luntur, warna hitam yang menghiasi mata berceceran kemana-mana hinga ke pipi.


"Alex, kau pergi, keluarlah!" Teriak Quen seraya menutup mukanya dengan kedua tangan karena malu, "Mama, bagaimana dengan mekapku ini?"


Clara yang sedari tadi geli melihat putrinya pun kini tawanya juga meledak, bagaimana tidak, matanya menghitam karna riasan yang berantakan bahkan lebih horor dariata panda.


"Hapus saja, cepat! Kau tak perlu bermekap juga sudah cantik," ucap Alex sambil terkekeh lalu keluar.


Bahkan Al yang sedari tegang ia juga ikut tertawa dengan wajah Quen yang nampak jenaka itu.


Alex menghampiri Aditya menyalami dan memeberikan pelukan kecil. "Sory, bro! Aku tidak pernah ada niatan untuk menikung milikmu, tapi, dia adalah mantan yang dulu berusaha kukejar. Karna engkau aku mundur. Anggap saja kedatanganku yang menjadi tamu, kini menjadi penyelamat untuk masa depannya." ucap Alex, dengan gentle.


"Ya, aku mengerti. Selamat, ya? Mungkin memang benar dia adalah jodohmu, dan aku hanya ditakdirkan dengan kakakmu, selamat!" ucap Aditya lagi memeluk dan menepuk perlahan punggung Alex yang mungkin nanti akan jadi adik iparnya kembali.


Bersamaan dengan Alex yang duduk di depan penghulu, waktu itu juga Vano berbisik pada petugas KUA.


"Pak, mohon maaf sebelumnya, mungkin kasus ini jarang terjadi, tapi, memang ini benar terjadi pada keluarga saya saat ini, semuanya murni mengalir begitu saja tanpa rekayasa," ucap Vano ragu-ragu.


"Memangnya kenapa, Pak? Ada apa?" tanya petugas KUA tak sabar.


"Begini, pria yang akan menikah dengan putri saya bukan yang tadi, tapi yang saat ini ada di depan anda," jelas Vano.


"Jadi nama mempelai putranya berubah? Dan juga orangnya beda?" petugas KUA dan penghulu pun tak kalah kaget dengan apa yang baru saja terjadi, mungkin dia juga baru saja mengalami kejadian ini.


"Iya, Pak. Bagaimana bisa, kan?"


Bersamaan dengan itu Clara berjalan menuntun Quen bersama dengan Al untuk duduk bersanding dengan Alex.

__ADS_1


Jelas hal itu membuat para tamu dan keluarga besar yang tak tahu apa-apa heran dan bertanya tanya.


Termasuk duo Andre, Vivian, Jeslyn yang duduk bersama Lyli juga Nayla.


Terlihat penghulu tengah berbisik pada petugas KUA, keduanya nampak berembuk lalu kemudian memberi keputudan. "Ya, bisa, pakm tapi. Tidak tercatat dalam buku nikah atau negara. Artinya masih ijab siri. Buku nikah akan jadi setelah mempelai pria melengkapi data-data yang dibutuhkan KUA. Dan tanggal pernikahan akan sesuai dengan jadinya buku nikah itu, bagaimana?" ucap petugas KUA.


"Iya, Pak. Tidak apa-apa."


Acara ijab qobul pun dilaksanakan dengan hikmat dan berjalan dengan lancar.


Hal ini tidak hanya menyisakan pertanyaan pada tamu lain, tapi jika pihak keluarga mempelao pria. Dengan perlahan Aditya menjelaskan kepada papa mamanya dan juga salah satu kakak laki-lakinya yang turur serta dari Bandung untuk menjadi saksi pernikahan kedua adiknya.


"Ma, ini semua bukanlah kesalahan Quen. Percayalah dia adalah gadis yang baik, semua ini murni karna kesalahanku yang tak mampu melupakan Novita, dan Alex, ternyata mantan pacar Quen semasa SMA. Alex masih mencintainya, dia melamar untuk menyelamatkan masa depan gadis itu," ucap Alex panjang lebar.


Livia tersenyul lebar sambil menepuk tepuk kedua bahu putranya. "Aku bangga padamu, Nak. Mungkin ini karna janjimu dulu, biarlah semua mengalir apa adanya, ikhlaskan dan pasrahkan pada yang maha kuasa.


"Maaf, apakah aku terlambat!" teriak seorang wanita yang nampak tergopoh gopoh. Bahkan ia sampai menenteng hilsnya. .


Sontak semua mata terpana ke arah pintu melihat wanita yang mengenakan sanggul dan stelan kebaya maroon lengan sebatas siku dan roknya yang selutut.


Wanita itu terkejut mendapati pengantin pria duduk bersama sederet para tamu dan saksi, sedangkan yang bersanind di depan penghulu adalah pria lain, dan adiknua sendiri. Sehingga wanita itu pun menjadi bengong dan nampak salah tingkah karna kini dialah yang jadi pusat perhatian.


Aditya bersimpuh menghadap Livia, diraihnya tangan mamanya dan diciumnya berkali-kali.


"Mama, apakah kau merestui jika aku rujuk dengan mamanya Axel?"


"Jika memang itu keputusanmu, mama merestuimu, Nak!" ucap Livia sambil tersenyum lebar.


Aditya pun berdiri mendekati Novita, dia nampak nervous tapi matanya memacarkan keseriusannya.


"Nov, apakah kau masih ingi rujuk denganku? Jika ya, ayo kita segera menikah kembali dan hidup bersama Axel putra kita. Kita ciptakan keluarga yang utuh tanpa terpecah lagi," seru Aditya,


Novita menganga dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, bahkan ia rupanya tak sadar kalau tangan kirinya masing menenteng sepasang hels hitam yang tadi ia kenakan.


"Kau jangan bercanda, Dit!" seru Novita.


"Aku serius, aku masih sayang kamu, makanya Quen tidak mau denganku." Aditya bejongkok dan menyodorkan cincin emas milik ibunya yang baru saja diterimanya dari Quen sebagai tanda penolakan.


Novita menurunkan tangan kirnya, mepar hils dalam genggamannya keluar, ia menoleh ke arah semua tamu dan mertuanya. Begitu kedua mertua dan kakak iparnya tersenyum dan memberi isyarat anggukan lembut, Novita pun memberikan tangannya untuk di pasang cincin di jari tengah oleh Aditya.


Al beranjak maju berembuk dengan Vano dan petugas KUA. Meminta agar penghulu mengadakan dua ijab sekaligus pada dua pengatin.


Suungguh aneh, tapi, memang itu nyatanya yang terjadi.


Ketegangan yang terjadi tadi langsung dibayar kontan menjadi sebuah kebahagiaan dari berbagai pihak. Bahkan calon mempelai laki laki yang hampir saja mempermalukan keluarganya karena tak jadi menikah, kini pun terselamatkan berkat kehadiran Novita sang mantan istri yang sempat meminta rujuk, tapi sudah merelakan bahkan menitipkan dia dan putranya kepada Quen.


Suasana pun berubah penuh kebahagiaan meski banyak para tamu yang bingung dan bertanya-tanya. termasuk Jeslyn dia tak kalah bingung dan menghampiri Clara.


"Apa yang sebenarnya terjadi, Ra?"


Clara tersenyum memeluk Jeslyn dan menceritakan inti dari permasalahannya. Tapi sungguh ini sangat kebetulan, bagaimana bisa Alex ikut hadir menyaksikan acara ijab Qobul dan membuatnya malah menjadi mempelai pria.


Sementara Novita, dia memang sudah berjanji sebelumnya kepada Quen untuk turut mendoakan di acara pernikahannya dan akan pergi ke New York menyusul kedua orang tuanya. tak menyangka, ia justru dapat kembali pada dua pria yang dia cintai Aditya dan Axel putranya.


Akhirnya pak Penghulu pun dan petugas KUA memohon diri untuk pamit ke acra pernikahan yang lainnya, karena mereka sudah terlambat, tak lupa pula mereka berpesan pada dua pasang pengantin baru, untuk Quen dan Aditya agar segera melakukan perubahan laporan pada surat keterangan yang terkumpul karena nama pasangan mereka berubah. Dan untuk Alex dan Novita, mereka harus segera mengumpulkan data-data dan surat yang diperlukan agar buku nikah segera jadi. Sebab, pernikahan mereka kali ini terhitung sebagai ijab siri.


*Kakak di sini ada yang penasaran dengan Alex? Ok ini bayanganku ya bagi si Alex. dan tungu saja nanti madam Erwin berjumpa dnegqn Vano, Al juga Alex kaya apa ekspreainya serta Helena yang kaget karena berdiri dengan pakaian jas bersanding dengan Quen dan dua mertuanya saat acara resepsi.


__ADS_1


__ADS_2