
Setelah 12 jam menempuh perjalanan udara dari Jakarta ke Paris, dan sempat transit di bandara Dubai serta harus menunggu selama 3 jam an, akhirnya Clara dan Vano tiba juga di kota tujuan pukul 16.00 waktu setempat.
Kota paris lebih lambat 5 jam dari Jakarta, jadi di Jakarta sekarang pukul 20.00.
Tiba di hotel Clara memosting foto dirinya di dalam pesawat dan juga foto ketika dia menginjak kota Paris bersama Vano pada IG nya.
Bersamaan dengan Eren yang tengah santai di dalam kamarnya, membuka IG setelah mengerjakan tugas dari kamupus.
Dia melihat akun Clara lewat, memamerkan foto bersama dengan Vano di paris, sengan caption, Welcome to Paris kota mode, with my lovely Vano
Eren memberikan komentar.
Gila kamu, Ra? Katanya mau kuliah di US tapi malah jalan-jalan ke paris.
Ditutupnya IGnya dia ngechat Nita, "Nit, kamu buka IG, lihat profilnya Clara, beneran tu bocah."
"Iya, aku dah lihat, baru aja mau ngasih tau kamu, eh taunya .... "
Tak lama kemudian pesan grup yang beranggotakan Reza Selly dan Eren berbunyi, sebuah pesan dari Clara, dia menjelaskan, kalau ini hanyalah kejutan dari ortunya karena Vano menang tender besar di Jogja. Dan atas apa yang sudah Clara lakukan pada keluarganya.
Minggu depan, Clara akan kembali ke Indonesia dan tak akan ada kuliah di USA.
Selebihnya Clara sudah tidak ikut menyimak isi percakapam mereka, dia melempar asal ponselnya di atas kasur sementara dirinya sudah mulai terlelap.
Dua hari setelah Clara dan Vano berangkat ke paris, Vivian dan AndreanĀ kembali beraktifitas seperti biasa.
Suatu pagi sebelum ke kantor, terdengar bel rumah berbunyi,
Vivian keluar, melihat siapa yang datang, Sambil membuka pintu, "Eh, Jeng Rima, mari sini masuk!"
"Iya, terimakasih, maaf lo Jeng, pagi-pagi mengganggu, karena dua hari saya kesini, katanya kalian pergi," ucap Rima.
"Iya, itu papanya anak-anak ngajak liburan katanya, ga mau kalah sama yang muda," ucap Vivian sambil mengajak Rima isteri Heru masuk.
"Terus, anak-anak kemana?"
"Lihat Eivel katanya, ke Paris, ayok sarapan, pasti kamu belum sarapan, kan? Ajak Vivian sambil membuka kursi untuk tamunya.
Sedangkan Andrean baru saja datang di meja makan.
"Loh, ada tamu, Ma? Ayo di ajak sarapan bersama sekalian!"
__ADS_1
Ketika semua sudah duduk, Rima mengutarakan tujuannya datang kemari, "Andrean, Vivian, maksut kedatanganku kemari sebenarnya untuk meminta maaf atas nama suami dan anakku, ia mereka memang salah tapi sudikah kiranya kalian memaafkan mereka?"
Dilihatnya Andrean nampak berdiam, Rima faham dan mengerti apa yang ada dalam pikirannya, "Memafkan, bukan membebaskan dirinya dalam penjara, 10 tahun di penjara itupun tidak cukup dengan kejatan yang dia lakukan, jujur aku malu pada kalian mengetahui ini semua, tapi jika aku tidak meminta maaf, aku kan lebih malu andai kita berpapasan."
Vivian memengan tangan Rima, sudahlah, "Jangan kau pikirkan itu, kami sudah memaafkannya, o iya bagaimana kabar Yuna?"
"Dia, lebih baikan sekarang, dia seperti itu karena Heru terlalu memanjakan, sebenarnya Yuna itu .... " kata-kata Rima terhenti, dia malu mengatakan bahwa Yuna aslinya baik setelah apa yang sudah dilakukan.
"Aku tau dia anak baik, secara tak sadar, aku juga mengalami hal serupa, sudahlah semua pasti akan berlalu," ucap Vivian memeluk Rima.
Dua hari perjalanan pulang pergi Indonesia Paris, lima hari berada di kota Paris, membuat Clara merindukan para sahabatnya, dia pulang membawa banyak oleh-oleh untuk mereka dan yang baru jadian Reza dan Lusi, tak lupa untuk Andrean dan Vivian juga tentunya.
Pagi tiba di Jakarta, siangnya Clara sudah berkumpul dengan dua teman wanitanya di apartemen, dia ceritakan semuanya ketika berada di Paris.
"Cie ada yang menhias di lehernya," ucap Selly sambil tersenyum menggoda.
Eren langsung mengalihkan pandangannya ke leher Clara.
"Kamu di lamar Vano pas di Paris, ya?" tanya Eren penasaran.
Suasana kamar yang remang-remang oleh hiasan lilin memebntuk jalan yang di tengahnya terdapat ribuan kelopak mawar. Di ambang pintu Vano berdiri dengan sebuah lue tart di tangannya.
Dengan suaranya yang sedikit serak Vano menyanyikan lagu selmat ulang tahun untuk Clara.
Dengan tanganya sendiri Vano memakaikan kalung itu dan mengecup kening Clara.
Rasa haru menyelimuti hati Clara, ia menangis dalam pelukan Vano.
"Kenapa kamu menangis? Tidak suka hadiahnya, ya?"
"Tidak."
"Lalu, kenapa?" Vano nampak kebingungan.
"Aku terlalu bahagia."
"Waaaah, Vano romantis banget ya, Ren?" ucapSelly mendengar cerita Clara.
__ADS_1
"Ho'oh, aku jadi baper deh, boro-boro,Alfa bisa apa dia kaya gitu?" ucap Clara sambil manyun
"Kalian tau, hari ketiga, setelah kami pulang dari pont des art, dia mengajakku ke sine river dan Eifel, intinya hanya di beberapa tempat terpopuler saja, sih."
Suasana malam di sekitar Eivel memang romantis, lampu-lampu gemerlip menhiasi ibu kota Prancis, di tepian sungai sine yang airnya nampak berkilau memantulkan cahaya bulan dan bintang, Vano mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, "Clara, will you merry me?"
Clara terpaku melihat sepasang cincin di tangan Vano, dia tak percaya akan dilamar secepat ini dalam momen yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Clara memberikan tangan kanannya. "Yes, I will mery you."
"Jangan-jangan yang kamu pake itu, ya Ra?" ucap Eren menujuk cincin emas warna putih polos dengan 1 titik berlian.
"Iya, ini cincinnya, dia beli di Paris lo,"
"Hmmm sebentar lagi ada yang mau Nikah, dong," sindir Selly.
"Ah, tidak, lah, aku kan belum lulus kuliah,"
"Aku penasaran deh, Ra, kalian kan selama di Paris pesan satu kamar hotel saja .... "
"Ngomongnya jangan kenceng-kenceng, Ren," ucap Clara sambil melototi Eren.
"Ups, sory, hehe tapi iya, kan?" bisik Eren, Clara enggan menjawab.
"Di kamar kalian ngapain aja, uda di DP belum kamu sama Vano? Kaya apa Vano itu? Di lihat dari wajahnya, dia itu sukanya maen .... "
"Udah lah, jangan bahas itu, kami ga ngapain kok, kan uda capek jalan-jalan ya langsung tidur saja, orang kasurnya sendiri-sendiri," ucap Clara wajahnya bersemu merah.
Eren dan Selly hanya terkikik melihat ekpresi sahabatnya, memang dari penpilan luar Clara itu seolah sangat berani, dan banyak yang beranggapan kalau Clara itu sudah ga prawan lagi, padahal selama ini dia hanya sebatas making out saja, itupu tidak hanya dengan Vano dan Reza saja, sama Farel kalau ingat.
Dulu ketika Clara masih SMP dia biasa berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki, suatu hari dekat dengan rumahnya ada tetangga yang bertengkar.
"Kamu tega banget sih mas selingkuh di belakangku?" suara dari wanita dari dalam rumah itu, lalu dijawab oleh suara laki-laki kemungkinan sang suami.
" Heh, aku mau selingkuh atau apa emang kenapa? Toh aku ga ceraian kamu, sadar aku dulu nikahin kamu dah sisa orang, kamu tu dah barang secon, ga prawan ngerti?"
Mendengar itu Clara buru-buru berlari untuk pulang, namun dia terus memikirkan ucapan laki-laki itu, dia tak ingin mengalami hal serupa dengan wanita itu, dan dari situlah dia perpegang dengan prinsip yang tak akan dia ingkari, untuk memberikan keperwanannya kepada suaminya saja. Walaupun sudah sangat cintati pada pacarnya sekalipun tidak.
__ADS_1