Jangan (Salahkan) Cinta

Jangan (Salahkan) Cinta
SESION 2 PART 77


__ADS_3

Eh, Lex. Tapi, dugaanku benar, kan tentang permaisurimu itu?"


"Ya, kau tahu dari mana?"


"Dari penampilannya yang elegan dan dari cara dia berbicara, duh, jiwa kejantananku, meronta-ronta memaksaku agar segera tobat saja,Lex."


"Ya sudah buruan tobat sebelum mati, tapi, setelah kau kembali menjadi kelelaki normal awas, jangan berani-beraninya mendekati apalagi menggoda istriku, ya?" ancam Alex sambil mengepalkan tangan di depan muka Byonce.


Waria itu tersenyum lembut dan nampak luwes sekali layaknya seorang wanita tulen saja.


Alex mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru halaman rumah di mana pesta di gelar. Tapi, Quen tidak nampak.


Tanpa banyak bicara, pria itu melepaskan diri dari Byonce dan menjauh berjalan mencari istrinya yang entah kemana, cukup lama ia mencari, karena merasa kalau Quen tidak berada di halaman, ia pun memutuskan untuk masuk, barangkali Quen ada di dalam.


Saat Alex mulai membuka pintu utama, suasana ruangan itu masih sangat sepi, lalu ia memutuskan untuk ke kamarnya. Dan benar saja, terdengar suara gemircik air shower dari dalam. Alex yakin yang ada di dalam adalah Quen.


"Quen, sayang. Apakah kau di dalam?" teriak Alex sambil menempelkan telinganya di pintu kamar mandi.


Quen yang dalam keadaan seperti ini jelas kelabakan. Alex akan curiga melihat kondisinya.


"Bahkan aku lupa tidak melepas gaun ku, bagaimana ini?" batin Quen nampak bingung sambil menggigit jarinya.


Sebisa mungkin ia berusaha tenang dan menyembunyikan kesedihannya. Dia harus menghadapinya. Tidak memberi tahu akar masalah bukan berarti bohong, kan?


"Ya, Alex. Aku ada di dalam. Sebentar," jawab Quen dari dalam.


"Apa yang kau lakukan? Apakah terlalu gerah buatmu sampai harus mandi di malam hari, sayang?" Tangan Alex iseng membuka gangganh pintu kamar mandi.


Alex tercengang Quen basah-basahan masih dengan gaun dan riasan rambut lengkap. Sepertinya wanita itu mengalami kekacauan hingga tidak melepaskan tatanan rambut dan juga gaunnya.


Alex menghampiri istrinya yang nampak bermasalah meskipun bibirnya berusaha untuk tersenyum. Tapi, Alex tidak semudah itu dikelabuhi, dia bisa membedakan mana senyuman bahagia dan yang sekedar menutupi luka.


"Kau kenapa sayang? Maafin aku, ya tidak bisa menjagamu." Alex buru-buru memeluk Quen dan tak pedulikan dengan pakaiannya yang juga ikut basah.


Dia bahkan sempat berfikir kalau Quen melihat ia bersama Byonce, daj mengira istrinya telah cemburu.


Tapi, menjelaskan saat ini bukanlah hal yang tepat. Besok adalah pesta pernikahan keduanya tidak lucu, kan kalau sampai Quen sakit? Yang terpenting sekarang mengajak Quen keluar kamar mandi berganti pakaian dan memberikan minuman hangat baru ajak bicara.


Dengan perlahan Alex menuntun Quen untuk keluar, "Kau lepas sendiri gaun basah kamu, atau aku yang nglepasin?" tanya Alex sambil menatap ke dalam mata Quen.


"Aku bisa melakukannya sendiri. Tolong ambilkan saja aku handuk," jawab quen malu-malu.


Alex pun keluar mengambil selembar handuk besar berwarna putih polos dan memberikan pada wanita itu.


Sedangkan dia menuju dapur untuk membutkan Quen teh panas.


Saat Alex kembali, Quen sudah berada di atas ranjang sambil mengeringkan rambutnya. Ia mengenakan pyama berwarna putih polos dari bahan satin.

__ADS_1


Alex meletakan gelas berisi air teh panas itu di atas nakas lalu, dudul di sebelah Quen.


"Ada apa kok tiba-tiba saja pergi tanpa ngajak aku?" Sementara tangamnya mengambil handuk dari Quen dan menukarnya dengan teh panas buatannya sendiri.


"Aku sudah berusaha mencarimu, tapi...."


"Kau minum dulu agar tubuhmu hangat tidak sampai masuk angin, gih!" Perintah Alex.


Quen menyesab sedikit teh buatan Alex, pria itu memang tahu seleranya. Hangat sedikit panas dengan aroma melati yang kuat dan tidak terlalu manis yang utama. Rasa hangat menjalar mulai dari kerongkongan hingga ke perut, beberapa detik kemudian gadis itu sendawa. Sambil menutup mulut dan tertawa memandang Alex.


"Maaf. mungkin aku kelamaan di dalam kamar mandi, jadi sedikit masuk angin," ucap Quen malu-malu.


Alex juga ikut tersenyum melihat tingkah Quen yang tetap saja menggemaskan sepertu dulu, bahkan sekarang, rasanya dia mulai bertambah cinta saja pada wanitanya itu.


"Tadi aku bersama Byonce. Kau tidak perlu risau, dia memang nampak anggun dan luwes tapi, sebenarnya dia adalah waria. Anak dari paman. Katakanlah sepupuku," ucap Alex menjelaskan.


Quen menatap pria di depannya dengan rasa penuh bersalah. Dia yang salah, tapi, malah pria itu sibuk menyalahkan diri sendiri. Pertama saat malam pertama dengan tes itu, dia kawatir punya penyakit rahim makanya tes, nyatanya hanya kurang pemanasan hingga mengeluarkan darah seperti gadis perawan. Tapi, Alex merasa kalau Quen menganggap dirinya kotor, dan dengan mudah memaafkan Quen dan tak lagi membahaa persoalan ini lagi sampai detik ini.


Dan ini, adalah kedua kalinya. Mungkin Alex tidak tahu dia tadi berdansa dengan siapa dan apa yang dikatakan pria yang bersamanya setelah Alex. Tapi, dia takut kalau Quen salah paham pada Byonce.


Quen meletakan gelas itu dan memeluk erat Alex. Sampai pria itu jatuh terbaring karena tidak ada kesiapan kalau wanitanya akan memeluk begitu eratnya.


"Kau benar-benar sukses membuatky terkesan dan jatuh cinta sehatuh-jatuhnya, Alex. Berjanjilah, disaat aku lagi sayang-sanyangnya sama kamu, kamu jangan pergi, atau aku kan membunuhmu!" Seru Quen yang berada di atas tubuh Alex.


Alex tersenyum lebar sambil tangannya melingkar pada punggung Quen yang menimpanya.


Kreeeekkk....!


Kedua insan itu sontak menoleh ke arah pintu dengan posisinya saat ini.


"Ups, sorry. Aku kira cuma Quen saja yang ada di dalam. Maaf," ucap Novita merasa malu melihat adik dan iparnya yang mungkin tengah memulai aktifitasnya.


"Hay, apa yang kau lakukan, Alex?" ucap Quen marah sambil memukul lengan Alex dan buru-buru berdiri menghampiri kakak iparnya.


Sedangkan Alex hanya tertawa dan membatin, 'Apa yang aku lakukan? Hahaha, dasar wanita selalu saja benar dan tak pernah salah."


"Ada apa, Kak mencariku?" tanya Quen saat berhasil mendapatkan Novita.


"Eh, maaf aky mengganggu kalian, ya? Itu tadi WO yang mama pesan kemarin datang. Karena mendadak disempatkan malam ini juga. Kan acara besok sore." ucap Novita sambil menggandeng tangan Quen.


"Ini pengantinnya? Cantik sekali, sini sayang coba gaun-gaun ini. Ada lima pilihan yang terbaik, kau bisa mencobanya semua dan pilih mana yang ingin kau pakai besok," ucap seorang wanita dengan pawakan tinggi kira-kir 170cn dengan badan langising. Rambutnya hitam lebat lurus diikan tinggi seperti Ariana Grande.


Quen nampak mengamati lima model gaun itu dan berfikir mana yang akan ia kenakan besok, semuanya bagus dan nampak elegant.


Quen tersenyum memandang ke arah mama Rita, Novita dan sang desainer sendiri.


"Ok, aku paham. Biar kupanggilkan Alex untuk membantumu memulih gaun," ucap Novita bersemangat.

__ADS_1


Sungguh di luae dugaan. ternyata Alex pun juga menyusul istrinya karena penasaran apa yang dilakukannya tak kunjung kembali ke kamar.


"Oh, ini Alex putramu itu, Rita? Waaah sudsh dewasa dan sangat ganteng sekali, ya?" ucap Celine. Teman baik mama Rita.


Alex tersenyum melihat tante Celine. Dulu saat ia kecil sering di ajak jalan-jalan oleh beliau karena sampai saat ini masih belum memiliki anak sendiri. Cuma, kabarnya dia memiliki tiga anak angkat dua laki-laki dan satu perempuan. Tapi, meski begitu tidak mengurangi rasa sayangnya kepada Alex.


"Tante Celine," Sapa Alex menghampiri wanita itu dan memeluknya.


"Bagaimana kabarmu, Nak? Lama tak ada kabar tau-tau sudah kembi bawa istri, bahkan tante belum lihat remajanya,  ya?" ucap Celine sambil menepuk-nepuk lengan Alex sambil melihat ke arah mama Rita.


"Oh, iya. Kemarin mamamu meminta Tante kemari, ini lima gaun terbaru, kalau melihat body istri kamu, kayaknya pas-pas saja ini, hanya perlu sedikit permakan. Kamu bantu pilih dia, ok!" ucap tante Celine kembali pada topik.


Alex nampak memandangi lima gaun itu dan beralih memandang ke arah Quen. Sementara Quen melempar pandangan pasrah saja. Menunjukan kalau dirinya juga bingung.


"Coba kau pakai ini, sayang." Alex menunjuk gaun berwana putih agak pink dengan ekor lebar menyerupai awan.


Quen tersenyum, "Apakah itu tidak berlebihan? Sepertinya ini terlalu lebar, sayang. Aku mau yang simple saja, tapi, elegant," ucap Quen sambil melirik pada gaun putih deretan paling kiri.


"Ok, tapu, aku mau kamu coba ini dulu untutku," ucap Alek memohon.


"Baiklah, akan aku coba," ucap Quen.


Dengan dibantu Molly asisten tante Celine, Quen mencoba gaun yang dipilih Alex.


Wah, benar saja. Meski tanpa riasan sedikitpun dan rambut diikat asal saja Quen sudah sangat cantik.



"Wow, Quen! ini sangat luar biasa, pilihan Alex tidak buruk ternyata. jika kau memakai ini rambut di curly saja dan memakai mahkota pasti sudah sangat terlihat canti, Quen," ucap Tante Celine.


Quen tersenyum malu-malu menunjukan gigi gingsulnya sambil merebahkan kepalanya dinbelakang pada punggung Alex.


"Aku tidak pede, Sayang," ucap Quen setengah berbisik.


"Kenapa? cantik, kok. Ya udah kalau gak mau, kau boleh coba semua dan jika semua pantas, akan kubelikan semua gaun itu," ucao Alex.


"Ok, baiklah. aku akan pakai ini besok," ucap Quen akhirnya terpaksa mengalah.


Usai ngobrol dan berbincang-bincang, Tante Celine pun mohon diri, sebab, pagi sebelum kesini, ia masih ada clien untuk jasa rias.


Sementara Quen, Alex Novita dan Adit berkumpul di ruang keluarga bersama papa Nicolas dan mama Rita. Yang jadi topik pembicaraan adalah masa kecil Alex yang super nakal. Bahkan, mama Rita menunjukan dua buah Album foto-foto Alex dari bayi hingga dewasa. Saat melihat remaja Alex, Quen terpaku pada sebuah foto Alex di pantai tengah berpose melawan ombak. ia menyentuh dan mengambilnya sambil tanpa sadar ia berkata, "Ini, saat kau masih SMA, kan?"


"Kau masih ingat itu, sayang?" tanya Alex.


"Mana mungkin aku bisa lupa?" Mata Quen memandang Alex penuh dengan Arti.


"Mungkin inilah takdir, sekuat apapun badai yang beusaha memisahkan juga akan kalah dengan takdir tuhan meski sampai akan menikah, ya tetap saja jatub dari atas pelaminan digantikan sosok yang memang sudah digariskan sebagai pasangan si gadis. sekalipun awalnya hadir sebagai tamu undangan," ucap Alex sambil tersenyum sinis melirik Aditya.

__ADS_1


"Ma, kami istirahat dulu, ya?" ucap Alex berpamitan pada mama dan papanya. sedangkan Novita dan suaminya masih di sana berkumpul di ruang keluarga. sementata Axel sudah tidur sejak tadi, setelah acara potong kue.


__ADS_2