Jangan (Salahkan) Cinta

Jangan (Salahkan) Cinta
SESION 2 PART 120


__ADS_3

menyadari kedatangan orang tua Alex Helena segera bangkit dari pelukan Alex. dan mundur beberapa langkah mengatur jarak dari ranjang Alex.


dengan langkah keras mama Rita melangkah mendekati Helena dan berkata, "Nak, aku tidak akan mengatai dirimu ini jalang. tapi, kau tahu dia suami temanmu. kau sepertinya baik-baik saja saat bersama menantuku tadi, tapi, aku heran kanapa kau diam-diam menikam dia dari belakang? kau posisikan andai berada dalam posisi Quen danberfikilah. sekarang kamu keluar aku akan bicara dengan putraku.


dengan sigap Alex menggenggam erat tangan Helena. sehingga wanita itu tidak dapat pergi meninggalkan ruangan berukuran 4x5meter itu.


"Ma, dia calon istriku. baru kemarin kami berencana untuk menemui kalian dan mengenalkan dia pada papa dan mama. tapi, aku malah kecelakaan. jangan begitu."


Helena tersenyum diam-diam mendapati rencana dia dan Aditya sukses besar.


"Quen. maafin aku. aku tidak merebut dia dariku. cukup memintamu agar mau berbagi saja denganku.


"Lex, ada apa di otakmu sebenarnya? kau tidak gegar otak kenapa harus pikun?" teriak mama Rita sambil kedua tangannya memegangi kepalanya.


Melihat istrinya yang nampak emosi, papa Nicolas pun berjalan menghampiri putranya dan berkata dengan pelan layaknya anak dan bapak.


"Lex, kau ini sudah menikah. dan usia pernikahan kalian juga sudah hampir satu tahun. Queen itu adalah istrimu. kau harus ingat. lihat ini ponsel papa." Papa Nicolas mengeluarkan benda pipih dari dalam saku celananya dan mulai membuka layar dengan pin sidik jari lalu, membuka galeri.

__ADS_1


di sana ia membuka foto pernikahan Alex dan Queen saat di New York. tidak hanya itu saja bahkan saat pesta ulang tahun mamanya dan juga ketika keduanya tengah asik bersantai dan bercanda. rupanya papa Nicolas banyak mengabadikan gambar-gambar mereka berdua diam-diam.


"foto-foto ini bukan rekayasa, Lex. ini rumah kita di New York, kan?" ucap papa Nicolas.


tapi, Alex masih tetap tidak percaya dan hanya tertawa sambil berkata, "Pa, jangan-jangan itu foto Queen sama pak dokter Aditya dirubah wajahnya menjadi wajahku. bukankah mereka pacaran dan menikah waktu itu?"


sontak papa Nicolas dan mama Rita terkejut dengan apa yang dikatakan putranya. apakah benar Queen pernah menjalin hubungan dengan anak menantunya itu. apa jangan-jangan saat Aditya dan Novita belum rujuk?


"Kau bilang apa, Lex?"


"Sayang, tenggorokan ku rasanya kering sekali. tolong ambilkan aku minum!" Seru Alex kepada Helena.


"Eh, i... iya, Lex." ucap Helena tergagap begitu ia sadar dari lamunannya.


bukan melamun. lebih tepatnya pikiran dia sendiri. andai saat ini Aditya ada di dalam ruangan ini, pasti dia akan sangat senang dan bahagia. Alex melupakan Queen sepenuhnya. tapi, ingat kalau Queen pernah menikah dengan Aditya. padhal sebelum moment itu hubungan Helena dan Alex juga sudah berakhir. ajaib, bukan kalau bisa di buat Alex seolah masih berpacaran dengan Helena?


Setelah mengambilkan minum Alex Helena berpamitan kepada Alex dan kerua orang tuanya. dia ingin segera menemui Aditya yang kebetulan hari ini ada jadwal mengajar.

__ADS_1


lagi pula dia juga belum diterima oleh kedua orang tua Alex. sedari tadi keberadaannya tidak dianggap oleh dua orang itu.


"Papa, Mama. Helena pulang dulu, ya? masih ada sesuatu yang harus dikerjakan. Alex. nanti kalau semua sudah beres aku kembali ke sini. jaga diri baik-baik, ya?" Dengan muka tebal Helena mencium kening Alex lalu membungkuk di depan kedua orang tua dari pria yang dicintainya itu hingga membuatnya gila.


Helena tidak memperhatikan bagaimana ekspresi wajah mama Rita dan papa Nicolas. dia gak mau tahu. toh. dia juga tengah memperjuangkan cintanya. buat apa rasa malu? singkirkan dulu.


usai Helena pergi, kedua arang tua Alex mati-matian berusaha menyadarkan putranya agar kembali ingat. soalnya tidak lucu lupa ingatan kok sama istrinya. sementara dengan yang lain tidak. apakah ini wajar? lupa ingatan jenis apa ini?


🍁🍁🍁🍁


Dari kejauhan Diaz mengamati Quen yang berlutut di samping blangkar tempat papanya terbaring. hatinya sungguh terasa ikut sakit dan teriris begit melihat wanita yang mungkin dia sukai itu bersedih seperti itu.


Quen terus mengeluh, menangis pada papa Vano, seolah papanya sadar dan mendengarkan. dan di saat keheingan ia terdiam dari segala keluhannya, hanya suara isakan gadis itu dan bunyi dari ventilator yang kian memilukan tiit... tiit...tiiit...


Tanpa sadar air mata Diaz pun ikut mengalir saking ibanya pada Queen saat ia mendengar kalimat yang seoalh membuat hatinya tertusuk dari hibir wanita itu.


"Papa, katanya kau tidak akan membiarkan aku sendiri, akan terus menemaniku sampai akhir hayatmu. tapi, kenapa kau tak juga sadar, Pa? umur mu masih ada, Pah. ayo bangunlah. putrimu ini membutuhkan figur ayah setelah suaminya kehilangan ingatan tentangnya. Pa... kau dengar aku, kan? ayo, Pa. bangun... bangunlah, Pa..."

__ADS_1


__ADS_2