
Dari kemarin mau nambahin cast nya dokter Diaz kok lupa mulu.. hehehe.
Queen merasa jengah ketika melihat Al di depannya. sejak kejadian itu, ia merasa jijik melihat wajahnya. Dengan segera ia menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
Tapi sayang, keteledorannya dari dulu masih tidak berubah. ia terkejut saat keluar dari kamar mandi, untuk mencuci muka melihat Al sudah duduk di tepi ranjangnya.
Queen yang sudah merasa jengah dan hilang respect terhadap kakak angkatnya itu, tak mau lagi berbasa-basi menanyakan apa perlunya malam-malam masuk ke dalam kamarnya. Ia yang mulanya hendak membuka laptop untuk chat pada Diaz menanyakan prihal Hanifah pun urung.
Dia berputar arah, meletakan handuk yang digunakan untuk mengelap wajah di tempat yang memang sudah disiapkan di sebelah pintu toilet kamar nya.
cukup lama dia berdiri di situ mengulur waktu dengan harapan setelah ia berbalik badan Al sudah pergi.
Tapi, Quen salah. Al bukanlah sosok penampakan hantu saat diabaikan lama-lama menghilang. Atau jenis hantu yang lainnya, bukan menghilang tapi, malah mendekat.
Queen membalikan badannya dengan harapan Al sudah pergi karena merasa diabaikan. ya, pria itu memang pergi dari ranjangnya. tapi, malah berpindah tepat ada di belakangnya. maju selangkah saja, Quen pasti sudah menabraknya.
"Queen, kakak minta maaf. Maafin kakak kemarin malam itu khilaf. Kakak janji tidak akan mengulanginya lagi."
Wanita itu diam tidak menjawab. ia malah memalingkan wajahnya agar tak melihat Al yang ada di depannya.
"Ini hp kamu kemarin ketinggalan di kantor. Aku mengambilnya saat kembali ke sana untuk mencari mu lagi bersama kakek." Al menyodorkan benda pipih berwarna merah itu pada adiknya.
Dengan Enggan Quen menerima benda itu dan masih dengan memalingkan muka.
Cukup lama Al berdiri di depan Quen keduanya sama-sama berdiam diri. Al pun juga bingung mau berkata apa karena adiknya benar-benar tidak mau berbicara dengannya. melewati tigapuluh detik saja berhadapan tanpa kata sudah terasa lama bagi keduanya.
Al pun akhirnya keluar kamar dan menutup pintunya dengan perlahan. Setelah Al pergi Quen buru-buru mengunci pintu kamarnya. ia membuka ponselnya. ternyata batreinya sudah terisi 100%. Tapi, sepertinya tidak dicek sama sekali oleh kakaknya. karena, pesan dan beberapa panggilan tak terjawab masih tetap tak terbaca.
Queen tidak peduli dengan itu. Tanpa membukanya dia sudah bisa menebak siapa saja yang kebingungan mencarinya.
dengan segera Quen menghubungi Diaz. Tapi sayang. nomor kekasihnya itu tidak aktif. Mungkin Diaz sengaja menonaktifkan karena menghindari Hanifah dan lagi, setahu dia kan hp ku masih ada di kak Al. pikir Quen.
🍁🍁🍁🍁
Setibanya di rumah kontrakan, Diaz segera mengambil wudu dan menunaikan sholat Isyak.
Pria itu merasa galau bukan karena bingung memilih salah satu dari dua wanita cantik yang sama-sama mencintainya. Justru dia sudah memantapkan pilihannya hanya satu pada Quen saja. Hanya saja dia tidak menyangka kalau Hanifah ternyata serapuh itu menjadi wanita.
"Ya, Allah... Ampunilah hamba jika tanpa sengaja telah menggores hati hambamu yang lain. Dan hapuskah rasa cinta atau kekaguman Hanifah pada diri saja jika itu hanya membuatnya terluka."
hanya sepenggal doa itu saja yang mampu Diaz panjatkan. selebihnya pria itu beroda dalam hati mendoakan keluarga dan juga hubungan dia dan Quen agar baik-baik saja. Dia tidak ingin menjadi seperti Alex yang bisa dengan mudah berpaling. atau lebih buruknya, Jika Alex memang karena pengaruh hipnotis, Dia taku, rasa kasihan dan tidak teganya terhadap Hanifah menjadikan candu dalam hatinya. tidak ada yang bisa ia lakukan selain menghindari Hanifah.
Malam ini, pria itu sengaja menonaktifkan ponselnya. agar Hanifah dan Quen tidak menghubungi dirinya, Andai dia sudah meminta ponselnya yang ada pada kak Al. yang Diaz butuhkan saat ini hanyalah ketenangan saja.
🍁🍁🍁🍁
Pagi itu, Aditya terjaga dalam pelukan boneka kesayangannya. Karena dia sudah benar-benar sendirian di rumah, Ia mengajak bonekanya untuk tidur di dalam kamarnya yang biasa ia tempati dengan Novita.
Aditya mengeliat lalu menyapanya, "Selamat pagi, sayang. Bagaimana tidurmu tadi? Apakah nyenyak?
seperti yang sudah-sudah, boneka itu hanya diam tak menjawab apapun sebab memang boneka itu tidak bernyawa dan tak hidup. Hanya khayalan Adit saja yang menganggap boneka itu dapat menjawab pertanyaannya, dan hidup layaknya manusia.
"Oh, baguslah jika kau bisa tidur nyenyak semalam. Oke, aku beri tahu kamu, nanti aku pulang sore, sebab, aku ada jadwal praktik dan mengajar hari ini. jadi, jaga diri baik-baik. tunggu aku pulang, ya sayang." Beberapa kali Aditya mengecup boneka itu.
Diliriknya jam yang tergantung di dinding kamarnya baru menunjukan pukul 05.30. WIB. Kembali pria itu menyeringai sambil menatap ke arah mata sang boneka dengan bulu mata lentik dan bola mata hitam pekat.
"Masih setengah enam, sayang. Artinya masih ada waktu tiga jam setengah. Kau lelah tidak setelah semelaman aku hajar? Mau lagi, atau simpen tenaga aja dulu agar malam nanti kita bisa lebih hot?" ucap Aditya dengan nada sexy dan menggairahkan.
__ADS_1
Namun, sayang boneka itu diam saja tidak meresponnya. hanya khayalan Aditya saja yang menganggap boneka itu hidup. Sungguh Aditya seperti memiliki dua alam layaknya seekor katak yang bisa hidup di daratan dan di air. Tapi, dia hidup di alam nyata dan alam gaib,karena hanya dia yang dapat tahu, mengerti dan merasakan. Mungkin jiga merasa melihat.
"Kita bermain sebentar saja sayang. Sebab kau selalu meminta di bawah tak pedulikan pinggangku yang sakit karena selalu berada di atas mu." Aditya mencubit dagu boneka dan mulai melakukan persetubuhan lagi dengan boneka sex nya.
Setelah melakukan Itu, Aditya pun pergi meninggalkan kamarnya menuju dapur menyiapkan sarapannya sendiri. Ini adalah hari pertama di mana iya akan menjalani rutinitas harian nya tanpa seorang istri dia harus benar-benar mandiri dan menyiapkan segala keperluannya sendiri.
usai memasak nasi goreng dan memakannya ia pun mandi dan bersiap ke kampus. Tepat pukul sembilan pagi, dia sudah tiba di sana.
Begitulah dokter Aditya yang dikenal oleh kebanyakan orang. Dia adalah sosok yang baik, ramah, santun dan juga pandai dalam bergaul. Wajar saja, hal iru membuat dia di sukai banyak orang, tidak hanya dari kalangan dokter dosen juga profesor. Bagi para siswa siswinya dia adalah dosen cerdas yang sangat bagus penyampaiannya. sebab, setiap materi yang diberikan mudah di pahami.
Jika dari kalangan pasien yang pernah sekali atau bahkan berkali-kali periksa kepadanya, Dia adalah seorang dokter yang baik, sabar dan telaten dalam menangani pasien tanpa pandang bulu, mulai dari si kaya dan si miskin sekaligus. bahkan, tak tanggung-tanggung, jika melihat pasiennya seperti orang yang hidupnya pas-pasan, menggratiskan biaya periksa dan pengobatan. memasukan tagihan si pasien ke dalam pembayaran pribadinya.
Dia juga dokter yang disukai oleh anak-anak, dan para mama muda yang terpikat oleh pesona dan kharismatik yang dimilikinya, tentunya.
Pagi itu, Aditya memasuki ruang kelasnya, sesuai bidang yang ia tekuni, ia pun juga akan mengajar mengenai THT di kelasnya hari ini.
"Selamat pagi," ucap Aditya dengan nada tegasnya namun tetap berwibawa.
"Selamat pagi pak..." sahut siswa siswinya serempak.
"Mengenai tugas yang saya berikan Minggulalu bagaimana? sudah dikerjakan?" tanyanya sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruang kelas. "sekarang kumpulkan, dan kita akan membahas mengenai telinga," imbuhnya.
Setelah para siswanya mengumpulkan tugas yang sudah di print pada kertas HVS itu, mereka kembali duduk di kursinya untuk menerima materi yang akan disampaikan dosen kesayangan mereka terutama para gadis yang sering caper bahkan terang-terangan mengajak dosennya berkencan. Namun, hal itu selalu Aditya anggap guyonan belaka agar tidak menyakiti hati dan perasaan mereka.
"Kali ini, kita akan bahas mengenai kerusakan telinga. Apa itu Kerusakan dan Penyakit Telinga: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati
Apa itu Kerusakan dan Penyakit Telinga? ada yang bisa jawab?" Kembali Aditya mengedarkan pandangannya pada seluruh siswa siswinya.
Tak ada yang menjawab. semua muridnya hanya diam dan berisap mendengarkan dari pada harus menjawab pertanyaan dari pak dosen gantengnya. kecuali murit perempuan jika ditanya maukah kau jadinpacar saya, pasti segera menjawab iya.
"Kemampuan mendengar sering kali tidak diperhatikan. Banyak yang tidak menyadari proses mendengar sebenarnya merupakan proses yang rumit, juga mudah hilang karena cedera atau penyakit pada telinga. Faktanya, jutaan orang di seluruh dunia menderita tuli pada tingkat tertentu. Kehilangan pendengaran umumnya terjadi secara tiba-tiba atau bertahap, dibandingkan yang tuli sejak lahir atau bawaan.
Suara merupakan getaran yang timbul dari suatu sumber kemudian bergerak melalui udara. Proses mengubah suara sehingga dimengerti oleh otak disebut proses mendengar. Proses mendengar terjadi hanya jika seluruh komponen telinga berfungsi normal. Rusaknya salah satu komponen atau lebih dapat menyebabkan berkurangnya hingga hilangnya kemampuan pendengaran seseorang.
Telinga luar berfungsi sebagai saluran utama untuk menangkap getaran suara. Daun telinga, berfungsi untuk menangkap gelombang suara dan mengarahkannya masuk ke dalam telinga tengah melalui saluran telinga.
Telinga tengah terdiri dari gendang telinga, membrane timpani, tulang martil, tulang landasan, tulang sanggurdi, dan tabung Eustachius. Fungsi dari telinga bagian tengah adalah untuk memperkuat gelombang suara dan mentransferkannya ke telinga bagian dalam.
Teling dalam terdiri dari tulang sanggurdi, koklea, dan saraf akustik. Ketiga komponen ini mengubah gelombang suara yang telah diperkuat menjadi impuls saraf. Kemudian, otak akan menerima impuls untuk menyelesaikan proses pendengaran.
Proses mendengar dapat terganggu akibat kerusakan pada salah satu komponen dari bagian dalam, tengah, maupun luar telinga. Namun, proses pendengaran juga bisa hilang karena otak mengalami masalah dalam menangkap sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan oleh telinga. Masalah tersebut seringya merupakan akibat dari tumor otak.
Penyebab Kerusakan dan Penyakit Telinga
Salah satu penyebab utama dari gangguan pendengaran adalah cedera telinga karena pukulan tiba-tiba, suara keras, tekanan, atau masuknya benda asing ke dalam saluran telinga. Penting untuk diingat bahwa komponen telinga sangatlah sensitif dan rentan terhadap kerusakan.
Gendang telinga atau yang disebut juga membran timpani merupakan jaringan tipis yang berada di antara telinga luar dan tengah. Pecahnya atau berlubangnya gendang telinga merupakan gangguan pendengaran umum yang terjadi akibat suara terlalu bising, tekanan, dan masuknya benda asing. Gangguan ini juga dapat mengakibatkan infeksi telinga (otitis media) yang perlu segera diobati. Jika dibarkan begitu saja, infeksi telinga dapat menyebar ke telinga bagian dalam dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Infeksi ini bahkan dapat menyebar ke otak dan merusak jaringan dan saraf meskipun jarang terjadi. Jenis infeksi telinga lainnya adalah penyakit telinga perenang dan neuritis vestibular.
Penyakit tertentu juga dapat merusak telinga. Beberapa penyakit yang paling umum adalah otosklerosis, kolesteatoma, penyakit Meniere, Herpes Zoster Otitis, dan akustik neuroma.
Penyakit otosklerosis menyerang telinga tengah dan mengganggu fungsi dari tulang kecil. Penyakit ini menyebabkan gangguan pendengaran konduktif. Penyakit ini dapat menyebar ke telinga bagian dalam (otosklerosis koklea) dan kemudian mengakibatkan kondisi yang disebut gangguan pendengaran sensorineural permanen.
Kolesteatoma atau kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan sel kulit pada telinga bagian tengah, dapat menghancurkan atau mengganggu bagian telinga tengah dan dalam, sehingga menyebabkan hilangnya pendengaran. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan telinga parah.
Penyakit Meniere terjadi ketika cairan pada telinga bagian dalam tidak seimbang, sehingga menyebabkan telinga berdenging (tinnitus) dan tekanan berlebihan. Kondisi in harus segera ditangani dengan pengobatan yang tepat karen."
Seperti biasa, setelah memberikan materi, Aditya menetes muridnya dengan memberikan pertanyaan seputar apa yang barus aja ia sampaikan.
Seperti biasanya, sebagian besar dari mereka paham dan selalu bisa menjawabnya dengan benar.
__ADS_1
Aditya tersenyum puas dan melihat ke arah arloji yang melingkar di pergelangan tangan kanannya itu. waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 artinya waktu kuliah telah usai, ia pun menutup pertemuannya dan pergi meninggalkan kampus.
🍁🍁🍁🍁
Pagi itu Quen tidak ada kegiatan. bahkan nomor Diaz pun Pasih juga dinonaktifkan, tidak hanya nomor pribadinya,semua akun sosial medianya pun juga tidak aktif.
Ia bingung harus berbuat apa, dirumah hanya ada dia, Kakek dan bibi pengurus rumah, sebab Al sudah berangkat sejak pagi tadi setelah mereka sarapan dan Nayla, masih belum kembali dari mengantarkan Bilqis ke sekolah.
"Queen, jika kau hari ini ada jadwal praktik siang, kenapa tidak pergi ke kantor? kasian kakakmu harus mengurus semuanya sendiri," ucap Andrean yang tiba-tiba saja muncul dari ruang depan.
Queen diam tidak langsung menjawab pertanyaan kakeknya. dia bingung harus berkata apa. bukan takut menutupi perseteruan nya dengan Al. melainkan dia takut ditanya apa kesalahan Al.
mana mungkin dia akan bilang pada kakeknya kalau sang kakak berusaha melecehkannya? Ah,. Queen pun merasa malu untuk mengakui itu. jadi, diam lah pilihan yang tepat untuk saat jni.
"Kamu boleh saja marah sama dia. Tapi, ingat. dia itu sudah banyak mengorbankan semuanya untuk keluarga kita. Jika dia tidak anggap kita ini keluarga, dia pasti tidak akan segan-segan memanfaatkan situasi ini. papamu tak berdaya dan kakek tak tahu apa-apa mengenai tiga perusahaan itu. tapi, dia mati-matian mengelolanya dengan baik, jadi. bantulah dia, ya?"
Apa yang Kakek Andrean katakan memang benar, akhirnya Queen pun tidak mampu menolak permintaan sang kakek. Ia pun bersiap dan segera pergi ke kantor tapi setiba di sana, dia meminta salah satu cleaning service untuk mengambil semua barang-barangnya yang ada di ruang pribadi Al.
"Permisi, maaf, Pak. barusaja mbak Quen datang. dia meminta saya mengambil barang-barangnya dan memindahkan di tempat karyawan," ucap seorang cleaning service yang dimintai tolong Quen ketika tiba di ruangan Al.
"Oh, dia mau datang ya? ya sudah. baiklah turuti saja duku permintaannya," jawab Al dengan raut wajah sedih. Namun, aura tegas dan kepemimpinannya tetaplah tidak pudar sedikitpun.
Setalah mendapat izin dari Al cleaning service itu mengambil laptop dan juga berkas-berkas yang ada di meja Queen bekerja membawanya ke ruang kursus Varia karyawan dan staf lainnya.
"Ini, mbak. di bawa ke mana?" tanya cleaning service pria itu dengan santun.
"Sebentar, sini aku bantu bawa, ikuti aku, ya? aku sudah menemukan meja kosong tadi."
pria itu pun berjalan mengekor di belakang Quen.
Keputusan Quen itu, tidak hanya membuat Al bersedih, melainkan juga menimbulkan banyak pertanyaan dari semua staf karyawan dan karyawati yang bekerja di perusahaan itu.
"Eh, lihat deh. kenpa dia pindah di sini bersama karyawan biasa kek kita, ya? Kita aja yang ada di sini ingin satu ruangan sama pak Al, iya kan?"
"Iya, lihat saja, sudah jam berapa ini baru tiba. Enak banget. dia telat dua jam lebih Lo. kita lima menit telat saja dah dapat teguran. ini kok keluar masuk kantor seenaknya seolah kantor ini milik nenek moyangnya, Ya?"
Queen hanya tersenyum mendengar para karyawati membicarakan dirinya. dia cuma membatin, 'Memang faktanya begitu, perusahaan ini milik kakekku, dan Al adalah kakakku. jika saja beliau tidak memaksanya untuk bekerja,dia juga pasti lebih memilih untuk tetap di rumah untuk tidur.
Mereka semua berhenti berbicara dan kembali bekerja saat melihat Al masuk ke dalam ruang kerja para karyawan. Dengan mata tajamnya, pria itu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. pandangannya berhenti ketika ia sudah menemukan sosok yang dicarinya duduk di pojokan.
Pria itu tersenyum tipis dan berjalan ke arah Quen dan meletakan satu cup kopi susu di mejanya.
"Minum, gih! biar gak ngantuk pasti kamu begadang semalam ya?" ucapnya, pelan.
"Queen tidak menjawab,dia tetap fokus dengan data yang ada di dalam laptopnya.
"Kamu tidak mau, ya? keluar saja, yuk! kita cari makanan. tadi pagi,kamu sarapan cuma dikit."
Tidak ada seorang pun yang berani bersuara. tapi, sudah di tebak. hati para staf perempuan yang mendengar perkataan Al pasti bergemuruh. mati-matian menahan gejolak gosipnya yang sudah meronta-ronta.
Bagaimana bisa tahu,si bos kalau Quen sarapan cuma sedikit? apakah mereka tadi sarapan bersama? tapi di mana kok tidak berangkat bersama apa mungkin sudah satu rumah dan Quen adalah simpanan si bos?
"Queen... kamu jangan begini, janga kondisi kesehatan mu! Seru Al.
Queen tidak menjawab, ia malah pergi begitu saja. hanya saja, dia mau berbicara sedikit. mungkin karena da banyak staf karyawan di sekitarnya.
"Maaf, Pak. saya mau ke toilet dulu."
Al hanya diam, memandang dengan tatapan kehilangan dan penuh penyesalan pada Quen yang sudah lenyap tak terlihat di balik pintu.
__ADS_1
Author kasih bonus foto Axel ya, pantes jadi keponakannya Alex, ga