Jangan (Salahkan) Cinta

Jangan (Salahkan) Cinta
SESION 2 PART 50


__ADS_3

"Hay, selamat pagi semuanya, Papa, Mama, Om, Tante, Kakek, Nenek. Quen Alex iparku, Kak Lyli, Kakak Ipar dan kakak sepepu Al," sapa Hanifah saat baru tiba di ruang makan. Gadis itu terus tersenyum setiap kali memanggil satu persatu yang ada di sini sampai giginya kering.


Sementara Quen puas dengan panggilan Hanifah yang baru untuk Al kakaknya. Dia sedikit tersenyum menahan tawa sambil menyembunyikan wajah di belakang tubuh Alex yang duduk di sebelah kanannya.


"Hanifah, ada apa denganmu? Apakah kau baik-baik, saja?" tanya Clara sambil menatap aneh kepada Hanifah.


"Kau sakit, sayang setelah mama tampar semalam?" tanya Eren yang juga tak kalah heran.


"Seperti Quen, aku akan duduk di sebelah papa dan mamaku saja, iya kan kakak sepupu?" kembali Hanifah memanggil Al dengan nama itu yang membuatnya justru merasa risih.


"Hanifah, kenapa kau meanggilku hegitu?" tanya Al, dengan muka datar dan cuek.


"Iya, Kakak sepupu Al. Karena Tuan Putri tidak mau berbagi kakak, semalam dia sudah menegur saya untuk tahu diri kalau posisi hamba hanyalah saudara sepupu," ucap Hanifah sambil mengambil piring dan mengisinya dengan satu centong nasi.


Hahahaha


Gelak tawa terdengar nyaring, kebersamaan yang hanya menonton Quen dan Hanifah ribut kini hanya ada canda tawa dari semuanya dan sedikit ledekan yang kadang keluar dari dua anak perempuan itu yang mungkin satunya lupa kalau ia sudah menikah.


"Mumpung di sini, bagaimana kalau kita jalan-jalan?" usul Hanifah.


"Makan saja dulu kau jangan banyak bicara!" Seru Quen.


"Iya Tuan Putri, mengerti," ucap Hanifah dengan kogat kalem dan senyuman lembut sepertu inces Syahrini.


"Aku ambilkan nasinya, Mas," ucap Nayla saat melihat tangan Al meraih piring.


Sepertinya kali inu Al sudah mulai habis kesabaran. Entah dua sudah muak atau hanya sekedar memberikan pelajaran pada istrinya, Nayla.


Pria itu hanya diam membiarkam wanita berambut hutam sebahu otu mengambil kan nasi untuknya.


"Segini, Mas?" tanya Nayla seraya menunjukan isi piring untuk Al.


Lagi-lagi Al hanya menjawab dengand anggukan pelan tanpa senyuman.


Vano yang duduk di depan Al, diam-diam mengamati gelagat putranya yang hari ini berbeda, dia lebih banyak diam dari pada ikut bercanda dengan Quen dan Hanifah.


"Sayang, apakah kau mau kuambilkan seperti kakakku?" ucap Quen sambil tersenyum genit menggoda suaminya.


"Boleh," jawab Alex tersenyum dengan tatapannya yang kian melembut.


"Hoy. Kalian berdua terlaknat bermesraan di depan Jomblo!" teriak Hanifah pada Quen dan Nayla.

__ADS_1


"Nona Hanifah, anda tidak sendiri, saya juga jomblo," ucap Lyli sambil tertawa riang.


Tiba-tiba Al teringat dengan kejadian tiga tahun silam saat dirinya hampir tunangan dengan Lyli. Ia berfikir kalau gadis itu sungguh mencintai dirinya dan menerima apa adanya Quen yang memang sejak awal sangat manja pada kakaknya dari pada ke papa mamanya.


Al menatap tajam ke arah Lyli. Rupanya gadis itu sadar jika diperhatikan oleh Al. Dia nampak gelagapan karna salah tingkah dan hanya menunduk.


"Kalian berdua yang jomblo mau gak jadi istri kedua dan ketigaku," ucap Al tersenyum tapi menatap serius pada Lyli.


Semuanya kaget. Termasuk Vano, Clara Hans juga Hans dan Eren. Bahkan para kakek nenek yang di sana. Hanya Hanifah saja yang jiwa humornya terlalu tinggi dia tidak menganggap serius ucapan Al malah menanggapinya dengan guyonan yang hanya mampi ditetima olwh Al dan Quen saja yang paling paham dengan sikap gadis tak waras itu.


"Astaga, Van, putramu punya jiwa poligami," ucap Hans sambil menahan tawa.


Sementara Vano hanya tersenyum kecut sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Bahkan Erwin tidak mau kalah.


"Al, auuu kau hanya mau poligami dengan dua gadis itu? Bagaimana dengan madam? Aku juga mau jadi madumu, Aaall!" Teriak Erwin.


"Madam, cewek masih banyak, bersikaplah maskulin seperti clasingmu, kenapa jiwamu bisa sefeminim ini, sih?" ucap Hanifah.


"Justru itu, karna aku feminin, Ifah..." ucap Erwin.


Sedangkan yang lain hanya tertawa geli, tapi malu sendiri dengan ucapan Hanifah yang terlalu vulgar untuk seorang gadis.


"Eh, Quen. Gimana? Boleh gak kalau aku jadi istri mudanya kakak sepupu?" lontar Hanifah lagi.


Quen mengankat pundaknya dan berkata, "Mana kutahu. Aku sih ok saja kau mo jadi istrinya jika itu kemauan kakakku asal jangan ambil posisiku jadi adek semata wayangnya. Urusanmu dengan kak Nayla, donk!"


"Ah, mak lampir, horor dia Quen... Masa iyaa-" Clara memasukan sepotong tahu goreng pada mulut Erwin agar diam dan benar saja, dia langsung diam karena sibuk mengunyah.


"Enak, gak pecelnya, Win? Kami bikinnya kerja sama, loh." Clara menginjak kaki Erwin sambil memberi isyarat mata.


Nayla dari tadi hanya diam. Ia merasa isi kepalanya mendirih karena tingkah suaminya sendiri.


"Om, tante, Hanifah mau tuh jadi istri muda kakakku, boleh, gak?" tanya Quen.


Hans dan Eren tidak mau berkomentar mereka hanya diam sambil tertawa. Malah Eren yang berusaha keras menghibur Nayla.


"Nay, apakah selera humor suamimu setinggi itu?" ucap Eren sambil tersenyum.


"Mungkin tante, Nayla jarang bercanda dengan mas Al soalnya," jawab Nayla dengan air mata yang hampir saja mengalir.

__ADS_1


"Mak lampir mana tau bercanda, ya berantem donk! Gelut saja," lontar Erwin kesal. Rupanya sejak kejadian semalam dia berubah jadi gaters Nayla.


"Aku ogah kalau punya madu kek dia, mndi g maduku Quen aja, ya? Alex, gak ada cita-cita poligami, Nih?"


Alex yang sedari tadi hanya fokus makan tidak mengikuti candaan Hanifah dan istrinya tiba-tiba saja tersedah mendengar tawaran dari Erwin dan yang lain, jelas tak kalah tertawa.


"Sayang, apakah kau terlalu bahagia? Asal dia yang jadi maduku. Aku rela kok," ucap Quen sambil tertawa geli.


"Negata kita tidak melegalkan pernikahan sejenis," ucap Alex kesal.


Tiba-tiba saja terdengar suara deringan dari ponsel Erwin dengan kesal ia mengangat panggilan itu.


"Hah, iya. Aduhhh sory, cyn eyke lupi lupita kalaubada janji sama dese, bentar ya, siap-siap oteweh pokok ya." Kembali dengan gerakan endelnya dia menutup panggilannya dan berpamitan untuk segera ke boutiquenya.


Semua memandang kepergian erwin dengan ekspresi yang sudah di jelaskan.


"Nah, ular kadut sudah pergi, dah. Gimana mbak Nay, sudah siap di madu?" tanya Hanifah dengan konyolnya lagian, di mana ada wanita yang mau di madu dengan iklhlas.


"Jika itu maunya Mas Al utuk menikahimu, apakah aku bisa menolak?" Jawab Hanifah, tubuhnya bergetar karena menahan emosi.


Lyli yang sedikit tahu dengan wujud hanifah si ular betina itu hanya memberikan senyuman yang tak respeck sama sekali.


"Kak Lyli, kita nikah bareng dengan satu pria yang sama, gimana nih? Malam pertamanya mau barengan apa bergilir. Kamu dulu di ronde pertama lalu ke dua aku, atau aku malam berikutnya nih? Sebagai yang muda, aku tau diri, loh, kak." ucap Hanifah sambil tertawa seperti orang kesurupan saja. Bahakan di sela-sela tawanya gadis itu menyempatkan menyeka air matanya karena terlalunkuat tertawa.


"Saya Nona? Saya tahu diri hanya pembantu, tidak akan bermimpi mendapatkan hati tuan muda keluarga rumah ini," jawab Lyli pelan tapi menusuk bagi Nayla.


"Sudahlahlah. Kalian pada sibuk ngomongin cinta dan poligami saja, aku mau kuliah dulu," ucap Quen sambil menggeser kursinya.


Sementara Alex mengekor mengikuti Quen naik ke kamarnya. Karena dia hari ini juga ada jawdwal melatih di gym.


Sedangkan besok sore hari.


"Mama. Apakah kita cek up sekarang?" tawar Clara pada Vivian.


Dan dibalas dengan wanita paruh baya itu. Sedangkan duo Andre ham segini sudah pasti akan ke empang untuk menyalurkan hoby mereka.


"Al, aku sibuk tidak? Papa ada survey di Jogja hari ini, apakah kau mau ikut? Tawar Vano yang tahu kalau putranya tengah bermasalah.


"Iya. pah. Bosen di rumah. Bukannya Om dan tante juga mau pulang, Nif, kau kemari nanti malam ya? Kita makan malam bersama lagi" ucap Al dengan senyuman genitnya.


"Hanifah, dan kedua orang tuanya berpamitan terlebih dahulu, untuk pulang ke rumah mereka di jalan merdeka. Sementara Jeslyn dia selalu ikut bersama Clara kemanapun Clara pergi. Jadi Fix dinrumah hanya ada Nayla dan Lyli

__ADS_1


__ADS_2