Jangan (Salahkan) Cinta

Jangan (Salahkan) Cinta
SESION 2 PART 119


__ADS_3

mendengar suarateriakan itu, Diaz bisa mengetahui di mana keberadaan sahabatnya. ia segera bergegas menemui Quen dan akhirnya ketemu. gadis itu meringkuh dan terisak.


"Queen. kau di sini?" ucap Diaz dengan raut wajah yang juga nampak bersedih atas apa yang menimpa sahabatnya itu.


"Quen, rupanya kau di sini?" ucap Diaz yang membungkuk sambil ngos-ngosan.


Pria itu pun berjalan mendekatinya karena Quen tidak menjawab ia masih menyembunyikan wajahnya. Diaz ikut duduk di sebelah Quen. Ia tidak berani berkata apapun sekalipun ucapan kata sabar.


"Kamu yang kuat, ya? Kamu masih punya kakek dan kakak yang sangat sayang sama kamu. Aku juga akan berusaha sebisaku untuk selalu ada untukmu." 


Queen masih bergeming. Menangis terisak dan menyembunyikan wajahnya memeluk lutut.


Bahkan badan pria itu pun terasa kaku untuk digerakkan. Mau apa juga tidak tahu.


'Kenapa hatiku rasanya sakit banget melihatnya terisak seperti ini?' gumam Diaz dalam hati.


"Diaz!" Seru Quen tiba-tiba memeluk tubuh pria di sampingnya dengan sangat erat.


Diaz semakin beku dan mematung. Selain tidak pernah bersentuhan dengan wanita, dan ini pelukan wanita yang pertama kali dia rasakan, di sisi lain, dia juga merasakan bagaimana sakitnya hati Quen. Hatinya seolah ikut tersayat dan perih mendengarkan keluhan Quen dengan suara yang sangat entah lah... Bahkan ingin rasanya dia juga ikut menangis.


"Kamu istirahat saja dulu, ya? Aku antarkan kamu pulang," bujuk Diaz sambil mendorong tubuh Quen yang menempel di tubuhnya perlahan.


"Aku gak mau pulang, Diaz."


"Terus mau ke mana? Apakah kau tetap di sini?"


Queen menggelenkan kepalanya sambil menangis tanpa suara tangannya berkali-kali menyeka air mata yang mengalir deras di kedua pipi cantiknya.


"Terserah, kamu mau bawa aku ke mana. Aku butuh tenang kali ini," ucap Quen sedikit terbata-bata.

__ADS_1


Diaz diam berusaha berfikir sejenak. Tidak masalah baginya mengajaknya pergi. Tapi, yang jadi masalah adalah Quen ini statusnya masih istri orang walaupun suaminya tak lagi mengingatnya. Jika ada yang lihat mereka berdua dan menggosipkan yang tidak-tidak kan malah rumit urusannya nanti. Terlebih dia termasuk publik figur walaupun bukan dari kalangan artis. Tapi, dia putri pembisnis terkemuka di negeri ini.


"Apa tidak apa-apa? Aku takut akan terjadi hal buruk yang tak diinginkan nanti."


"Memangnya kenapa? Kau tidak mau?" tanya Quen dengan tatapan mata tajam dan penuh kecewa.


Diaz menghela napas dalam-dalam dan ngebatin, "Apalah kau paham Quen orang luar yang tidak suka padamu dan ingin menjatuhkan keluargamu itu peduli dengan alasan kita sebagai sahabat? Mereka akan tutup mata dan telinga hanya melihat kau sudah bersuami dan di saat suamimu terluka kau malah bersama pria lain. Terlebih papamu dalam kondisi yang seperti ini. Apakah tidak dimanfaatkan?"


"Baik, antar aku ke tempat papa mamaku," pinta Quen.


"Quen mertua dan iparmu baru saja pulang, apa tidak sebaiknya kau pamit dulu bagaimanapun dia juga orang tuamu. Katakan bagaimana kondisi putranya untuk menghindari kesalahpahaman," usul Diaz sebelum ia menyetujui permintaan sahabatnya.


"Iya, kamu benar. Tapi, lebih baik aku datang saja ke rumah. Kamu mau kan anterin aku ke sana?"


Diaz hanya menjawab dengan anggukan kecil dan sedikit senyuman.


Tiba di kediaman Alex, Quen mendapati papa dan mama mertuanya hendak pergi kembali. Mungkin dia akan kembali ke rumah sakit membawakan pakaian ganti utuk Alex.


Quen tidak menjawab sepatah katapun. Dia tertunduk dan melangkah pelan mendekati mama Rita.


"Yes, Ma. Alex is awake."(iya, Ma. Alex sudah sadar.") Saat mengatakan itu, air mata Quen kembali meleleh lebih deras dia menangis sejadi-jadinya dalam pelukan mama mertuanya.


"Quen, what's wrong with you? Why are you sad when your husband wakes up?" (Quen. Ada apa dengamu? Kenapa kau malah bersedih saat suamimu sudah sadar?" Mama Rita kebingungan dan berusaha menerka apa yang kiranya terjadi.


"Mama, Alex doesn't remember me anymore if I'm his wife. He only remembered Helena as a girlfriend. And I'm just an ex girlfriend." (Mama, Alex tidak ingat lagi kalau aku ini adalah istrinya. Yang dia ingat hanya Helena sebagai pacarnya. Sementara aku hanya mantan pacarnya." Queen mengadu menangis meratapi nasibnya.


Mama Rita bahkan sangat syok dengan apa yang Quen katakan barusan. Tas berisi pakaian Alex pun terjatuh di lantai.


Wanita paruh baya itu hanya menatap Quen dengan tatapan iba, ia tidak mampu berkata apa-apa. Melihat kesedihan dari wanita yang benar-benar tulus mencintai putranya dan mau menerima semua keburukan putranya dilupakan begitu saja, ia pun juga tak sanggup. Tapi, apakah ini salah putranya? Dia benar-benar tidak ingat. Lalu, salah siapa?

__ADS_1


"You calm down first. I'll help as much as you can. You can go somewhere to make your mood improve first." (Kamu tenang dulu. Mama akan berusaha membantumy sebisa mama. Kau pergilah dulu ke tempat di mana kiranya bisa membuat suasana hatimu menjadi lebih baik."


"Ma, aku akan ke rumah sakit jenguk papa dan mamaku sama diaz, ya?"


"Iya, hati-hati."


🍁 🍁 🍁 🍁


Setelah Quen pergi mama Rita menelfon Novita menanyakan tentang siapa Helena. Dia tidak tahu siapa saja pacar Alex. Yang dia tahu dulu, Alex adalah seorang playboy dan Quen adalah salah satu mantannya yang bisa membuat dia berubah.


Begitu semua info tentang Helena terkumpul, termasuk dianitu traveler blogger dan seorang YouTubers. Mama Rita melihati foto dan postingan tentang gadis itu dan membatin.


"Hemb... Dia tidak sebaik menantuku. Cuma modal paras aja. Padhal cantikan Quen kemana-mana," dengusnya.


"Papa, ayo kita ke rumah sakit sekarang!" Teriak mama Rita pada suaminya.


begitu sampai di rumah sakit mama Rita melihat wanita itu tengah memeluk putranya yang terbaring lemah dengan selang infus di tangannya.


beruntung kamar yang di sewa Alex adalah ruangan VVIP. jadi, teriakan mama Rita tidak begitu mengganggu ketenangan pasien lain.


"Alex! begitu kah kelakuan kamu sebagai pria yang sudah menikah hah?" mama Rita nampak melotot emosi melihat pemandangan di deoannya.


menyadari kedatangan orang tua Alex Helena segera bangkit dari pelukan Alex. dan mundur beberapa langkah mengatur jarak dari ranjang Alex.


dengan langkah keras mama Rita melangkah mendekati Helena dan berkata, "Nak, aku tidak akan mengatai dirimu ini jalang. tapi, kau tahu dia suami temanmu. kau sepertinya baik-baik saja saat bersama menantuku tadi, tapi, aku heran kanapa kau diam-diam menikam dia dari belakang? kau posisikan andai berada dalam posisi Quen danberfikilah. sekarang kamu keluar aku akan bicara dengan putraku.


dengan sigap Alex menggenggam erat tangan Helena. sehingga wanita itu tidak dapat pergi meninggalkan ruangan berukuran 4x5meter itu.


"Ma, dia calon istriku. baru kemarin kami berencana untuk menemui kalian dan mengenalkan dia pada papa dan mama. tapi, aku malah kecelakaan. jangan begitu."

__ADS_1


Helena tersenyum diam-diam mendapati rencana dia dan Aditya sukses besar.


"Quen. maafin aku. aku tidak merebut dia dariku. cukup memintamu agar mau berbagi saja denganku.


__ADS_2