Jangan (Salahkan) Cinta

Jangan (Salahkan) Cinta
Episode 45


__ADS_3

Tiga bulan sudah berlalu. Sudah


tujuh kali dengan cara sembunyi-sembunyi Lyli memberi pelayanan pribadi pada


dokter mesum di rsj tempat ia bekerja sebagai pelayan untuk menembus hutang.


Tanpa di sangka, si tua bangka itu pun benar-benar menepati janjinya. Ia


membebaskan Lyli dari tempat yang baginya mirip penjara ini. Sekalipun dia bisa


bebas makan dan menikmati hidup di sini, tapi, Sebagian besar juga orang gila penghuninya.


Yang ada dia juga akan ketularan edan seperti para pasien, karena terlalu


teropsesi untuk mendapatkan Al kembali. Dia tidak terima Al bisa bahagia dengan


wanita lain. Baginya, jika ia tidak bisa memiliki maka tak ada satu pun wanita


yang boleh memilikinya. Sekalipun itu Nayla yang dia kira adalah istrinya dan


juga Queen, yang dulu, berstatus adik angkat yang kini malah jadi selingkuhan.


“Kamu tanda tangan di sini!” seru


dokter Darto sambil melemparkan sebuah berkas di hadapan Lyli.


“Apa ini, Dok?” Lyli meraih berkas


itu, membuka tiap lembarannya dan mulai membaca satu demi satu tulisan yang tertera di sana.


“Hahaha. Itu adalah perjanjian


hitam di atas putih. Baca dulu, resapi. Jangan sampai kau lupakan itu, karena


aku tidak menyukai pelanggaran sekecil apapun,” ucap pria itu, sambil tertawa dengan penuh arogan.


Lyli melotot membaca isi surat


tersebut. Memang tidak ada yang ambigu di dalam setiap kalimat yang ada di


sana. Tapi, jika di pikir-pikir itu sangat menguntungkan si tua itu. bagaimana


tidak? Dia seperti di beli sebagai budak sex nya saja. Sebab di sana tertulis


selama masih hidup, atau selama pak Darto belum bosan, Lyli atau Bunga akan


tetap menjadi simpanannya dan tidak boleh menjalin hubungan dengan pria lain


tanpa terkecuali. Dia harus patuh terhadap perintahnya dan tak boleh menolak.


“Kenapa, Bunga? Aku tidak memaksamu


untuk bersedia. Cuma, aku jamin aku bisa bantu membalaskan dendammu pada dokter


cantik itu. tapi, jika tidak ya sudah bekerjalah seumur hidupmu di sini. Sampai


kau mati juga belum tentu bisa lunas.” Pria itu melangkah hendak meninggalkan


Lyli pergi untuk membiarkan berfikir dan mempertimbangkan. Tapi, beberapa


Langkah kemudian ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Dan


berkata, “Jangan pernah berfikir untuk bisa melaporkanku cabul terhadapmu. Kita


mau sama mau, karena setiap aku menyetubuhimu juga aku selalu memberimu uang,


bukan? Itu lebih dari cukup jika hanya untuk membayar orang yang sepeeti dirimu.”


Lyli menggembrak meja setelah


membanting berkas tersebut. Ia merasa kesal. “Kenapa aku dari dulu selalu sial, sih? Lalu, kenapa yang beruntung selalu si ****** Queen itu?” umpat Lyli seorang diri.


akhirnya dengan kesal dan pertimbangan yang matang ia menandatangi surat


perjanjian itu, tak peduli jika harus jadi budak sex oleh pria tua itu seumur


hidup. Yang penting dia bisa balas dendam cukup baginya.


Setelah menandatangani itu, ia


beranjak mencari dokter tua itu untuk menyerahkan surat tersebut ke padanya kembali.


“Hahaha. Sudah kuduga itu, Bunga.


Kau tak ada pilihan. Tenang. Di sana juga sudah tertera bukan kalau aku akan


bantu kamu membalskan dendam pada pelaku yang melecehkan mu beramai-ramai.”


Lyli tidak menunjukkan ekspresi


senang sedikitpun, ia melipat kedua tangan di depan dadanya dan membuang muka


menghindari tatapan mata si cabul yang berada di depannya itu.


“Kemarilah!” ucap pria itu sambil membuka tas kerjanya.


“Kau tetap tenang di sini. Kita


main cantik saja, kau tak ingin dikata jual diri demi menebus hutang-hutang mu di sini, bukan?”


Lyli hanya diam tidak menjawab.


Melihat sisi lembut pria tua di depannya itu, hatinyan terasa tersentuh. Tapi,


dengan cepat ia segera menepis perasaan itu. dia tidak mau iba. Bagaimana pun,


pria tua dihadapannya ini tetap lah lawannya. Ia mau bekerja sama juga demi


tujuannya.


“Nanti akan ada seorang yang akan


datang mengaku sebgai keluargamu. Dia kemari untuk menebus utang-utangmu dan


membawamu pergi dari sini. Dan kau cukup patuh padanya, apapun yang kau butuhkan


minta padanya. Jangan pernah berfikir untuk kabur, megerti?”


“Baik, Pak. Saya mengerti,” jawab


Lyli lirih. Tiba-tiba saja dia teringat ayah ibu dan jga satu-satunya kakak


yang baru bertemu tapi, mereka tewas dibunuh secara sadis oleh anak buah Al di


depan mata kepalanya sendiri.


 Setelah seorang wanita datang mengaku sebagai


tante dari Lyli ke rumah sakit, ia pun membawa gadis itu pergi setelah melunasi


utangnya sebayak empat ratus tiga puluh enam juta.


“Kamu, ya yang Namanya Bunga?”


tanya wanita itu dengan datar. Pandangan matanya penuh dengan intimidasi dan


mata yang menyorot tajam membuat nyali Lyli menjadi menciut.


“Iya, saya,” jawabnhya lirih.


“Bikin perjanjian dengan pak Darto


jangan berfikir untuk lari dan mengingkarinya. Atau, kau akan mati dengan


tragis,’' ucap wanita itu.


“Saya menegerti,” jawab Lyli sambil


menatap kosong ke depan. Ia tak ada keberanian memandang gadis dengan rambut


panjang lurus diikat tinggi, mengenakan lengan panjang pres body serba hitam,


membuat aura ketegasannya kian memancar kuat. ‘Siapa wanita ini sebenarnya? Apakah


dia juga seorang budak sek? Sepertinya bukan.


Sekitar satu jam menempuh


perjalanan, mobil yang ia naiki berhenti di sebuah rumah megah berpagar besi


tinggi. Sehingga kemewahan yang ada di dalamnya tidak nampak selain atap bagian


atas dan teras atas yang dihiasi oleh batu alam membuat suasana rumah itu terlihat wah walau tak berkulauan.


“Mulai sekarang kau tinggal di

__ADS_1


sini. Apapun yang kau butuhkan katakana padaku. Aku akan mendapatkannya


untukmu,'’ ucap wanita itu lagi setelah memasuki ruangan.


“Baik,” jawab Lyli lagi. Ia


megedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan tersebut. Megah besar dan


luas namun sepi. Hanya ada beberapa pembantu saja yang tengah bekerja.


“Di sini adalah kamarmu. Di dalam


kemari sudah ada beberapa baju. Jika perlu bantuan, minta pada pembantu.”


Wanita yang belum Lyli ketahui siapa Namanya membuka sebuah pintu di dalamnya


ada sebuah kamar tidur dengan kasur ukuran queen size warna coklat plitur dan


kombinasi emas, membuat kasur itu terlihat sangat mewah namun elegant.


‘Gila. Si tua itu ternyata kaya


juga, ya?’ batin Lyli. Tidak hanya tinggal di tempat mewah dan segala fasilitas


yang ada. Makan pun juga mewah. Dia tidak menduga kalau akan hidup seenak ini


di bawah tangan si tua itu. memang sebelumnya ia sudah pernah tinggal di rumah


semewah ini. Tapi, sebagai pembantu. Bukan majikan. Sekalipun di sini ia


hanyalah seorang simpanan, setidaknya dia perlakukan bagaikan seorang ratu.


Bukan babu.


***


“Aduh. Kok sampai berdarah gini,


sih?” ucap Queen lalu buru-buru mengambil tisu yang ada di hadapannya.


“Kamu kenapa, Sayang?” tanya Clara


panik melihat mulut putrinya berdarah.


“Ini, Ma. Pas makan tiba-tiba


kegigit. Parah banget ini kayaknya,” jawab Queen sambi membersihkan darah pada bubir bawahnya.


“Hati-hati, sana ke kamar mandi


kumurlah. Banyak konsumsi minuman penyegar, buah dan sayur biar tidak sampai


sariawan, Queen,” timpal Vano.


“Iya, Pa.” Queen pun berlari ke kamar mandi. Memang dia tadi


makan daging lumayan alot dan bersemangat. Jadi, saat tergigit pun juga pasti


sakit dan parah. Setelah kumur-kumur dan pendarahan berhenti, Queen mengambil minuman


penyegar yang bisa mencegah sariawan dan panas dalam di dalam lemari es. Setelahnya


dia kembali ke meja makan bersama papa, mama dan juga putrinya.


“Al kapan katanya kembali dari Jepang, Queen?” tanya Clara


setelah melihat putrinya kembali dari belakang.


“Nanti malam juga sudah tiba, Ma. Cuma mengurus beberapa hal dan menghadiri pertemuan


saja kok.”


“Satu bulan terakhir ini dia memang sering pulang pergi ke


Jepang. Apakah dia juga akan seperti dulu lagi? Bakal jarang pulang ke Indo?” timpal Vano. Meski ia terlihat tenang. Tapi, kecemasan terlihat jelas dari raut wajah serta sorot matanya. Queen sendiri tahu, sekalipun Al bukan anak kandung mereka, dan sekarang telah jadi menantu, rasa sayangnya setara dengan rasa sayangnya pada Queen.


“Sepertinya tidak Pa. kan sekarang apapun bisa dengan system


online. Ini hanya karena ada tamu besar saja. Jadi, Al mau tidak mau harus


menemuinya sendiri katanya.


“Ya sudah lah. Lanjutkan makan dulu.”


“Assalamualaikum,” suara dari luar.


urung. Ia merasa itu adalah suara suaminya. Tapi, bukankah dia bilang


nanti malam baru akan datang? Ini masih siang. Seketika wanita itu menoleh dan melihat ke


belakang ternyata benar. Suaminya sudah berdiri sambil tersenyum meski wajahnya lelah.


“Aal, bukankah kau bilang baru nanti malam akan sampai?”


ucap Queen yang langsung saja berdiri menghampiri suaminya. Ia langsung memeluk


pria itu menumpahkan kerinduannya. Padahal, baru tiga hari saja mereka tidak


bertemu. Bagaimana kalau sampai satu bulan, atau satu tahun?


“Kalian lagi makan siang, ya? aku Cuma kasih surpieses aja


kok,” jawab Al sambil mengelus itrinya sambil tersenyum tipis.


“Kamu pasti lelah, makan bareng, yuk!”


“Aku kenyang sayang.”


“Minum lah saja dulu, ya?”


Al hanya tersenyum dan mengacak rambut wanita yang lebih


rendah darinya, mungkin kira-kira Queen itu sebahunya saja. Dia memang paling tidak bisa menolak permintaan istrinya. Jadi, tetap ia turuti saja, meskipun sebenarnya ia hanya ingin rebahan saja karena lelah.


“Berlyn, makan apa sayang?” sapa Al ketika menghampiri putrinya.


Setelah cukup lama bercengkrama dengan papa mama dan juga Berlyn, Al pun


memutuskan untuk istirahat sejenak. Siang ini dia tidur bersama Berlyn


putrinya, karena kebetulan hari ini Queen jga tengah praktik siang. Jadi, saat


semuanya tidur dia berangkat. Awalnya Al bersedia untuk mengantarkan dirinya ke


rumah sakit. Tapi, wanita itu menolak karena berfikir kalau suaminya baru saja


tiba dan pasti juga masih sangat lelah.


Kembali Queen melihat mobil Zahara di jalan. Kali ini dia tidak


menggunakan mobil miliknya yang biasa ia pakai. Tapi, ia memamakai milik


papanya sekalian mengisinya bbm. Jadi, sekalipun ia mengikuti, sepertinya


wanita gila itu juga tidak tahu kalau yang ada di dalam mobil itu adalah Queen.


 Kali ini Zahara tidak


lagi masuk ke tempat terpencil yang sempat membuatnya terjebak dan menimbulkan


kesalah pahaman antara dia dan juga Alex.


Al memang percaya dengannya. Tapi, Alex yang berhasil


diprivokasi oleh wanita ular itu pun menganggap Queen mengada-ngada kalau


Zahara ke sana. Toh buktinya Alex tidak melihat sama sekali mobil istrinya. Bukti terkuat lagi, semua jalan buntu. Mau lewat mana memang Zahara jika benar ada di depan Queen? Mengenai


foto, dia juga percaya dengan Zahara, Queen sudah merencanakan sesuatu untuk


merusak hubungan mereka. Dengan mengada-ada dan menyewa fotografer untuk


menimbulkan fitnah yang menguntungkan baginya. Bahkan, sampai saat ini


hubungannya dengan Alex mantan suaminya itu juga masih memanas saja. Queen sendiri


juga enggan menjelaskan berulang-ulang. Sayang sekali, kala itu dia tidak


merekam atau memfoto mobil Zahara. Dia juga tidak menyangka kalau wanita itu


bisa selicik itu. sebab, selama ini yang dia ketahui tetang Zahara adalah


aktifis muda yang baik dan kalem.


Tiba di sebuah gang sempit Zahara turun dari mobil dan

__ADS_1


dengan segera masuk sambil buru-buru dan setengah berlari. Tak mau kehilangan


jejaknya untuk yang kedua kali, Queen pun juga bergerak cepat. Ia tak peduli


dengan waktu praktinya. Bahkan, ia sendiri juga tidak sempat meminta izin untuk


tidak masuk. Yang ada dalam kepalanya hanyalah mengungkap apa sebenarnya yang


sudah Zahara sembunyikan selama ini.


Dengan Langkah mengendap-endap, Queen terus membuntuti


wanita itu sampai akhirnya ia masuk ke sebuah bangunan tua dan kosong.


‘Apa yang dia lakukan di sini?’ batin Queen dan terus


mengamati. Kemudian ia terkejut kala melihat pemandangan di depannya. Ia sampai


menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Hampir saja ia tidak mempercayai itu.


tapi, nyatanya ia melihanya dengan mata kepalanya sendiri.


“Aku mulai bosan memeliharamu di sini. Tapi, aku harus


bersabar demi janin yang ada dalam perutmu itu, jadi ya terpaksa aku harus rela


mengorbankan sedikit waktuku agar kau tetap hidup,” ucap Zahara pada wanita


yang dipasung itu dengan sombong dan penuh keangkuhan.


“Zara, kau jangan lupakan karma. Jika kau tak yakin karma,


apa yang kau taman itulah yang akan kau petik nantinya,’ ucap wanita yang dipasung itu dengan


lemah.


‘Zara? Siapa dia? Apakah mereka kembar? Itu, Zahara bukan yang


dipasung.’ Batin Queen, kemudian ia dengan segera mengambil ponsel dari dalam


tasnya dan memfotonya, kemudian mengirimkan pada Alex dan juga Al, suaminya,


beruntung di sana ada tempat dan lokasinya. Jadi, mereka bisa memperkkirakan,


toh dia jga selalu mengaktifkan gps telefonnya. Setelah gambar itu terkirim,


Queen tetap bertahan dalam posisinya sambil menunggu suaminya datang. Ia juga


tidak lupa mengirim share lock pada mereka berdua agar melihat sendiri apa


sebenarnya yang terjadi, saat sudah tiba nanti. Terutama Alex yang menganggap dirinya merekayasa dan


penuh siasat.


“Aaaah!” Tanpa sadar Queen tiba-tiba menjerit kala seekor


tikus berjalan cepat dan menabrak kakinya. Rapat-rapat ia menutup mulutnya


kembali dengan kedua tangan. Tapi sayang. Wanita yang bernama Zara itu


sepertinya menyadari kalau ada mata-mata di tempatnya menyekap Zahara yang asli.


“Siapa di sana?” teriak wanita itu penuh dengan amarah.


‘Celaka! Bagaimana ini? Aku tidak mungkin bisa lari juga,


kan? Lalu, bagaimana dengan Zahara yang asli? Kasian dia. Sekalipun wanita itu


tidak akan membunuhnya, tidak mungkin dia tidak memindahkannya,’ pikir Queen


dengan cepat. Akhirnya, demi bisa menyelamatkan wanita yang yang sebenarnya, ia


pun tetap berada di tempatnya.


Zahra berjalan cepat dan melihat di balik tumpukan papan ada


seorang wanita mengenakan pakaian rapi. Tapi, ada hal yang tidak dia duga,


wanita itu langsung berdiri dan mendorong tumbukkan papan hingga merobohi


tubuhnya.


“Hey, sialan kau! Berani kau, ya?” teriak wanita itu marah.


“Siapa kau sebenarnya? Aku sudah mengira, kalau Zahara tidak


seperti itu, dia gadis baik, lain denganmu, kau seperti iblis!” teriak Queen.


Tidak terima dengan apa yang Queen umpatkan padanya, wanita


itu hendak menampar Queen. Tapi, dengan cepat Queen menangkis dan memegang erat pergelangan


tangannya dan malah balik menampari berulangkali pipi kiri dan kanan wanita itu hingga


lebam.


“Siapa kau sebenarnya, kau sangat kelewatan, aku tahu, kau


mau menghancurkan hubunganku dengan semua orang. Bahkan, kau juga merayu


suamiku, kan? Menghasut kalau aku dan Alex selingkuh dan kau ingin mengajknya


selingkuh juga? ingat, pria yang setiap malam menidurimu bukanlah milikkmu, kau


merebut dari pemilik aslinya, dengan pura-pura menjadi dirinya,” ucap Queen tak kalah kesal.


“Ya, aku benci kau dan juga Zahara. Siapapun yang berani


menyaingiku, dia akan kubuat menderita,” teriak wanita itu sambil menendang keras


kaki Queen tepat mengenai tulang keringnya. Sehingga ia pun roboh karena kesakitan.


Melihat lawannya tak berdaya, wanita yang sebenarnya adalah


Zara itu tertawa puas, lalu menyeret tubuh Queen tanpa belas kasihan dan


menginkat kedua tangan dan kakinya bersama Zahara.


Sebenarnya Queen sempat melawan. Tapi, wanita licik itu terus menyerang di area vital Queen. Bahkan yang terakhir ia sempat menendang area ulu hati dan belakang kepala Queen, sehingga wanita itu menjadi tak berdaya.


“Kau pantas di sini menjadi mangsa tikus dan serangga liar. Aku


mau kau mati saja, karena, tak ada satu pun yang bisa aku manfaatkan darimu,”


ucap wanita itu.


Queen hanya diam, menatap tajam pada wanita itu sedangkan


Zahara yang asli hanya menangis dan terus memohon agar melepaskan Queen.


“Zara, lepaskan dia. Kau boleh mengambil anak dan juga suamiku,


bunuhlah aku jika perlu agar kau puas. Tapi, aku mohon lepaskan dia, ya? kita


ini saudara, anggap saja ini permintaan terakhir dari kakakmu, ya?”


“Diam!” bentak Zara sambil menampar keras Zahara yang tubuhnya sudah lemah.


Queen yang melihat itu terkejut.


“Kau jangan beraninya pada yang lemah saja, dasar pengecut!”


ucap Queen.


“Baik, karena kau belum lemah, aku bermain denganmu saja. Lagi


pula, dia juga sedang hamil, bukan?”


Tiba-tiba saja Zara mengeluarkan sebilah pisau dari balik


bajunya. Mungkin juga dia sengaja meyelipkan pada pinggannya, dengan keras ia


menusuk paha Queen hingga dua wanita itu bertariak. Queen kesakitan, sementara


Zahara tidak mampu melihat hal setragis itu di depannya.


“Zara. Yang kau lakukan ini salah. Dia tidak meiliki hubungan denganmu. Atas apa permasalahanmu dia tidak tahu, kenapa kau harus


melibatkan dia?” ucap Zahara sambil terisak. Untuk mendekati Queen saja dia sampai ngesot. Tak mampu berdiri.


“Siapa bilang? Dia berani ikut campur dengan urusanku. Sudah


dua kali dia menguntitku, maka orang seperti ini harus mati!” seru Zahra sambil


mengayunkan pisau di tangannya yang berlumuran darah dengan keras ke arah Queen yang tengah merintih kesakitan

__ADS_1


karena luka pada pahanya cukup dalam dan lebar.


"Zahra, jangan!" teriak Zahara histeris.


__ADS_2