
Setelah mendapatkan izin dan restu dan Al dan Queen, kini dua keluarga itu telah melakukan persiapan untuk acara yang hanya dihadiri oleh orang terdekat saja, Queen juga tidak keberatan mengundang Nayla dan Bilqis yang sudah dia anggap sebagai bagian dari kluarga mereka. Meskipun saat ini, Queen tengah melakukan perang dingin dengan bocah yang dulu diasuh dan dibesarkan oleh suaminya.
Queen sendiri sebenarnya sadar dan paham, bahwa Bilqis bukanlah tandingannya dia hanyalah anak kecil yang tidak mungkin bisa bersaing dengan dirinya untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Al. Karena, di mata Al Bilqis hanyalah seorang anak kecil dan selamanya dia tetap dianggap sebagai anak tidak akan berubah menjadi seorang kekasih.
"Berlyn, lihatlah wajahmu di cermin. Kok tidak hanya terlihat cantik tapi dengan pakaian kebaya dan dandanan seperti ini kau terlihat seperti wanita dewasa padahal usiamu jauh lebih mudah dariku," ujar Bilqis pada saudari tirinya.
Berlyn hanya tersenyum. Menatap kagum pada dirinya di depan cermin. Jangankan orang lain, dia saja tidak percaya bahwa dirinya bisa secantik itu.
'Mungkin, Clarissa juga seperti ini jika menggunakan riasan pengantin dan memakai kebaya. Sayang sekali karena pilihan yang sudah ditentukan dari awal dia tidak bisa datang dan ikut menikmati kebahagiaan ini bersama. Tapi di manapun kau berada Clarissa aku akan selalu mendoakan agar kau selalu bahagia,' ucap Berlyn dalam hati.
Sementara Axel, dia masih enggan untuk keluar dari toilet. Memandang wajahnya di cermin dan berusaha untuk tenang dan tegar menghadapi kenyataan pahit ini.
'Bukankah kau telah memutuskan bahwa tidak akan lagi mencintai seseorang yang dicintai oleh adikku selama orang itu bahagia bersamanya. Axel dulu kau juga berjanji bahwa hidupmu hanya untuk melindungi dan memberi kebahagiaan kepada Adriel. Karena, sejak kecil dia sudah tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtua. Sementara aku, walaupun baginya sangat singkat, dia masih dapat merasakan kebersamaan ayah dan ibu mereka dulu."
Setelah cukup lama dia memandang pantulan dirinya, Axel pun memutuskan untuk keluar dan melihat sesi pernikahan siri yang hanya dihadiri oleh keluarga dan tetangga terdekat serta pak RT RW sebagai saksi.
"Berlyn, kak Bilqis ke toilet dulu, ya?"
Bilqis mengangguk. Kemudian, setelah memastikan bahwa gadis itu sudah benar-benar keluar dari kamarnya, dan para wo juga sudah berada di luar ruangan, Berlyn berjalan mendekati pintu dia mengunci pintu tersebut dengan baik untuk memastikan agar tidak ada seorangpun yang masuk ke dalam kamarnya. Karena dia ingin melakukan video call pada saudari kembarnya yang berada di Singapura.
"Astaga, Alin... Sumpah aku penting banget sama kamu," seru gadis itu sambil menunjukkan ekspresi keterkejutannya.
__ADS_1
"Seandainya saja kamu bisa datang ke sini. Pasti aku sangat bahagia," ujar Berlyn.d
"Tidak apa-apa. Walaupun aku tidak bisa datang dalam acara pernikahanmu. Kita ini satu hati meskipun jiwa kita berbeda Aku ada di hatimu begitupun kamu juga ada di hatiku karena kita ini kembar.
Apalagi sampai kapanpun Oma jesslyn meminta agar identitas kita harus tetap dirahasiakan."
"Iya, Sa. Aku mengerti."
"Kasihan sekali, Adriel. Walaupun pernikahan ini memang tidak seharusnya terjadi dan harus kita tunda untuk beberapa tahun ke depan, tapi kenapa kasihan banget tidak ada satupun orang tua dari mereka yang menyertai," ujar Zahara pada sang suami.
"Kan, kita juga orangtuanya. Andaisaja mereka itu adalah anak perempuan, maka akulah walinya," jawab Alex.
"Sudahlah, kamu nggak perlu baper sampai nangis begitu lagi pula, Adriel sudah bahagia sekarang bersama kita. Sebelum kita menikah, kan mereka sudah di asuh oleh mertuanya. Hehe," ujae Alex menghibur sang istri.
"Lex, kalau aku boleh tahu memangnya kedua orang tua mereka itu mati karena apa? Apakah kecelakaan?"
"Enthalah. Mau dibilang kecelakaan ya nggak kecelakaan ya mungkin efek dari perbuatannya aja, kakakku. Bukan iparku," jawab Alex.
Bilqis yang keluar dari toilet tiba-tiba mendengar percakapan Zahara dan Alex seketika diam di balik dinding dan menguping apa yang mereka pincangkan sepertinya ini cukup menarik bagi gadis itu.
"Almarhum Kak Aditya?"
__ADS_1
"Iya."
"Kamu kalau tidak mau cerita nggak papa jika cerita itu membuat kamu sedih dan sakit," jawab Zahara.
"Tidak. Aku akan bercerita sama kamu siapa tahu setelah aku menceritakan ini kau memiliki sudut pandang yang berbeda kepada keluarga Al dan Queen."
Mendengar pernyataan tersebut Zahara berkerut kening sementara Bilqis semakin semangat untuk menguntungkan tersebut.
"jadi begini dulu itu kakakku adalah seorang dosen, lekturnya Queen. keduanya sama-sama suka hingga akhirnya mereka akan menikah tapi tanpa disadari ternyata Aditya itu masih memiliki istri yaitu Novita dari pernikahan Novita dan kakakku mereka memiliki satu anak yaitu Axel.
Entah apa yang ada di pikirannya intinya seperti apa aku sedikit lupa dia mendadak berubah saking terobsesinya dengan Queen, kalau tidak salah setelah bercerai sama aku Queen diculik oleh Aditya dan diselamatkan oleh Al yang saat itu adalah kakak tirinya, keduanya saling bermain dengan maut di suatu tebing Al sampai hampir terjatuh di jurang sementara aku yang tak sadarkan diri.
Aku tidak tahu seperti apa detailnya intinya saat itu Aditya hendak membunyikan Al dari belakang, Al hal yang menyadari hal itu, langsung mematikan pelatuk pistol tepat mengenai kepala Aditya hingga dia meninggal. Itu pun dia lakukan juga tanpa sengaja karena kondisinya setengah sadar. Dia berusaha untuk tetap hidup tidak boleh mati demi menjaga adik angkatnya. Yang sekarang malah jadi istrinya."
"Astaga... Mulia sekali hati mereka itu apakah mereka manusia atau jelmaan malaikat yang turun ke bumi?" gumam Zahara.
"Makanya, kamu nggak usah lagi berpikir yang macam-macam apabila Aku selalu ada waktu untuk membantu keluarga ini. ini tidak sekedar aku merasa berhutang Budi atas mereka yang bisa menjaga kedua keponakanku dengan baik, atau aku yang tidak bisa move on dari mantan istriku yang kamu bilang cantik, hehehe!"
"heh! sembarangan ya Kamu bicara aku tidak pernah seperti itu dulu yang marah-marah saat kamu dekatku kan bukan aku tapi kembaranku Sekarang dia sudah ada di penjara jadi kamu nggak perlu was-was lagi."
"hehehe, iya iya... aku menggodamu saja sayang!" ujar Axel.
__ADS_1