Jangan (Salahkan) Cinta

Jangan (Salahkan) Cinta
will die 16


__ADS_3

"Ya sudah kak Axel duluan saja. Aku masih ingin jalan sendiri," jawab Bilqis dengan santun. Sebisa mungin gadis remaja itu menutupi kekecewaannya. Sebenarnya bukan kecewa, sih. Tapi, lebih tepatnya cemburu. Benar, Bilqis masih cemburu karena pada kenyataannya dia masih menyukai Axel.


"Kau tidak perlu sungkan! Masuklah ke dalam mobilku," ucap Axel sambil membuka pintu mobilnya.


Tapi, Bilqis juga kekeh dengan pendiriannya. Ia tetap menolak dan tidak bersedia masuk.


"Sekali lagi kuucapkan terimkasih kak Axel. Aku tidak


ingin naik mobil. Jika aku mau, sudah sejak tadi order taxi online. Tapi,


karena aku sedang ingin jalan-jalan, silahkan duluan saja," ucap Bilqis


tegas sambil berlalu. Dipercepatnya langkahnya sambil masuk gang mencari jalan alternateif. Ia sedih dan ingin menangis. Tapi, sekuat tenaga ia menahannya.


Setelah tiba lagi di depan jalan raya, gadis itu langsung


masuk ke dalam angkot. ia menggunakan masker dan menunduk untuk menyembunyikan


wajahnya. Karena ia tidak ingin terlihat oleh siapapun dalam keadaan seperti


ini.


"Turun di mana, Mbak?" kata seorang wanita paruh


baya, yang ternyata dia adalah kondektur dari angkot yang ia naiki.


"Di depan perum Graha kencana, Mbak," jawab Bilqis


sambil memberikan selembar uang duapuluh ribuan.


Wanita itu meberikan uang kembalian sepuluh ribu pada


Bilqis. Tidak berselang lama, ia sudah tiba di tempat tujuan. Bilqis


mengendap-endap jalannya. Ia mengintip dan melihat keadaan rumahnya yang sepi. Berharap

__ADS_1


mamanya keluar. Ternyata benar, pagarnya terkunci. Tapi, ia tidak bisa senang dulu. Sebab, terkadang pagar juga di kuci orang ada di dalam rumah. Barulah ia bernapas lega setelah mendapati pintu rumahnya juga terkunci.


Kali ini Bilqis tidak mau lagi menangisi orang yang tak pernah peduli dengannya. Ia mencari pengalihan untuk rasa galaunya dengan


makanan. Bodo aman dengan badan. Ini masih aman. Jika pun dia nanti gendut gara-gara kebanyakan makan, bukankah gendut masih bisa kurus? Jika sudah mati, mana mungkin bisa hidup?


Diletakkannya cindera mata pemberian Berlyn dan juga tas miliknya. ia beranjak ke dapur dan mulai eksekusi resep-resep makanan yang pernah ia lihat


dari postingan IG.Akhirnya, ia menjatuhkan pilihannya untuk membuat seblak.


Bikin yang simpel tapi enak merakyat dan disukai oleh banyak kalangan. Setelah selesai ia menikmatinya sambil melihat tayangan cartoon di tv.


Rupanya rasa pedas level tinggi  dari seblak yang ia bikin, benar-benar mampu mengalihkan kegalauannya tentang Axel. Bilqis hanya fokus pada makanan berkuah dengan isian


urak-arik telur, mie kunging, sosis, bakso sapi dan bakso ikan yang tersaji di dalam mangkuk di hadapannya. Terlebih, masih mengeluarkan asab karena belum dingin sepenuhnya. Membuat rasa pedasnya kian nampol dan ia melupakan tontonannya.


"Ssst... haaah, gila! Ini pedas banget," ucap Bilqis. Kemudian, tangan kanannya meraih air es yang sudah disiapkannya tadi sebelum memulai memakan seblak setan buatannya. Dia tidak tahu saja, kalau sebenarnya jika setelah memakan, makanan pedas, mulut akan terasa kian kepedasan setelah minum minuman


dingin. Lain halnya jika dengan minum air hangat yang sedikit panas. Ketika


****


Sementara Axel yang pertama kali mendapat penolakan dari


Bilqis merasa dongkol  dan emosi seorang diri. Berkali-kali ia menggebrak setir mobil.


Tapi, sejujurnya ia bukan marah karena penolakan dari Bilqis. Justru ia merasa senang. Dengan begitu, pasti gadis belia itu sudah bisa move on darinya. Jika belum, pasti ia akan sangat kegirangan dan kembali ke-GR an pasti.


Kekesalan Axel yang sebenarnya itu sejak di rumah. Ia sengaja langsung keluar rumah untuk mencari pengalihan saja. Tiba-tiba hatinya terasa sakit dan terbakar ketika melihat bagaimana reaksi dan


ekspresi Berlyn ketika ia sudah sampai rumah om dan tantenya, dan bertemu dengan Adriel adiknya. Bayangan adegan demi adegan terus terbayang di benaknya bagaikan role film yang diputar secara berulang-ulang dan hanya ia sendiri yang bisa melihatnya sampai merasa gila sendiri.


"Berlyn! Akhirnya kau datang, juga. Aku lama sekali menunggumu bersama kak Bilqis tadi,'' ucap adiknya dengan ceria yang disambut


antusias dari Berlyn yang tak kalah ceria. Kebahagiaan gadis itu, sungguh tak dapat disembunyikan ketika bertemu dengan adiknya. Lain halnya ketika Berlyn bersama dirinya.

__ADS_1


"Adriel! Ini mainanmu, kau katanya meminta mobil remot yang bisa berubah menjadi robot seprti di film trasformer, kakak sudah memberikan untukmu," ucap Axel sambil memberikan sebuah bok besar warna biru dan hitam gambar mobil dan robot yang keren pada adiknya.


"Oh, terimakasih, Kakak. Kau memang yang terbaik!" seru Adriel sambil menerima benda itu dari kakanya. Kemudian, ia masuk ke dalam kamar, meletakannya di sana. Sebab, tidak lama kemudian ia kembali dengan tangan kosong, dan berlari keluar menghampiri Berlyn dan


mengajaknya bermain di halaman belakang.


Sementara Axel hanya melihat mereka berdua yang tengah asik


berlarian ke sana ke mari sambil tertawa. Tak jarang pula, Adriel memberinya perhatian kecil pada gadis itu dengan memberinya sebuah bunga dan menyisipkan ke telinga gadis kecil yang diam-diam telah berhasil menjadi ratu di hatinya dan membuat ia tak mampu melihat keindahan dari wanita manapun selain pada bocah itu.


“Berlyn, kau sebenarnya diam selama perjalanan bukan merindukan papa dan mamamu, kan? Aku tahu, kau juga tidak mengantuk, kok. Kau hanya rindu Adriel. Oke tidak masalah. Kemarin aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku sendiri. Tapi, tidak untuk saat ini, nanti dan seterusnya. Aku akan membuatmu lebih sering bersamaku. Bahkan


lebih sering dengan ku dari pada Adriel,” ucap Axel dalam hati. Kemudian, ia


pergi meninggalkan rumah. Ia pergi ke gym. Tak peduli dengan kondisi fisiknya yang mungkin masih sangat capek karena baru saja tiba dan belum sempat istirahat. Jangankan merebahkan tubuhnya. Duduk saka ia belum sempat malah langsung pergi. Mungkin remaja yang mulai beranjak dewasa itu berfikir kalau lebih baik lelah fisik dari pada lelah hati.


Tapi, ia tidak menyangka, di jalan setelah beberapa ratus meter dari kediaman om dan tantenya ia bertemu Bilqis yang tengah berjalan


sambil menunduk di atas trotoar.


Yang lebih mengejutkan lagi, gadis yang biasanya selalu cari perhatian dan cara agar bisa bersamanya kini malah menolak saat ia menawarinya tebengan bersedia mengantar ke rumah. Luar biasa.


*comeback….


Axel tertawa seorang diri setelah puas meluapkan kekesalannya.


Ia jadi berfikir, mungkin seperti ini juga yang dirasakan Bilqis. Ternyata cukup


sakit juga mencintai seorang yang sedikitpun tidak mencintai kita. Tapi, gadis yang dicintainya malah mencintai pria lain yang ia sayangi. Yaitu adik


kandungnya. Lantas, apa bedanya dengan gadis itu? Walau tak sedarah, Bilqis juga menganggap Berlyn seperti adik kandung. rasa sayangnya pada Berlyn juga nyata terlihat dan semua juga tahu, seperti apa.


“tidak masalah. Aku masih bisa menunggunya lagi. Sampai ia


dewasa dan bisa menentukan tentang perasaannya sendiri. dan teruntuk kamu, Bilqis! Semoga kelak kau juga menemukan cinta sejati mu walau itu bukan aku. kuharap kau bahagia." gumam Axel, menghibur diri.

__ADS_1


__ADS_2