Jangan (Salahkan) Cinta

Jangan (Salahkan) Cinta
EXTRA PART 1


__ADS_3

Lima bulan sudah berlalu. Kini, Axel lebih memilih menjauh dari kehidupan Berlyn dan hanya melihatnya dari kejauhan saja. Ia bukan tidak percaya pada adiknya. Tapi, bagaimanapun, mereka berdua sama-sama masih muda dan labil tentunya. Jadi, tak ada pilihan selain hanya memantau mereka dari jauh saja. Soal hati, rasanya pria bermata biru itu masih belum bisa move in dari gadi belia yang usianya terpaut sangat jauh darinya, ya kira-kira tigabelas tahunan.


 


 


Sedangkan Clarissa, dia lebih mencintai apa yang ia jalani sekarang. Terang-terangan pada papanya kalau dirinya yang telah meretas akun miliknya dan menggunakan nama samaran Jenie. Sejak awal sebenarnya Al sudah tahu. Tapi, ia sengaja diam, karena berfikir yang telah meretas akun miliknya dan menambil alih sebagai pemilik sekaligus pemimpin adalah keluarga dari orang pemilik perusahaan itu yang sebenarnya, sosok yang telah menyelamatkan almarum kakek Andreas dari maut saat kecelakaan udara. Tapi, dia salah pelakunya adalah putrinya sendiri. Jadi, saat perayaan ulang tahun dirinya dalam kapal pesiar itu lah, Al berbicara pada putri kesasanyangannya dan menakan kebenaran berdasarkan bukti-bukti yang sudah ia kumpulkan. Ternyata, Clarissa tidak berkilah dan langsung mengakui.


 


 


Bilqis... Dia masih saja lebih lengket dengan papa tiri dan istri barunya. Yakni Al dan Queen. Tapi, sejak kejadian itu, ia lebih bisa menghargai mama kandungnya. Ia tak lagi mengingat masa nahasnya itu, Dia bukan adis yang malang. Tapi, justru sebaliknya, dia memiliki ayah walau tak ada hubungan darah dan dua mama serta saudari yang benar-benar menyayanginya.


 


 


***


 


 


"Lyn, Tahun depan aku sudah kuliah. Di sana pasti ada banyak cewek cantik," ucap Adriel dengan wajah serius. Tapi, dari ekor matanya ia melirik bagaimana ekpresi gadis yang sudah empat bulan ini dia pacari. Ia nampak cemburu dan marah, Namun masih tetap berusaha menahannya.


 


 


"Jika nanti aku tergoda dengan salah satu cewek glowing yang ada di kampusku baga.... "


 


 


"PLAK!"


 


 

__ADS_1


Dengan keras Berlyn langsung melayangkan handbagnya tepat pada muka Adriel. Ia melotot wajahnya memerah menahan emosi. Akhir-akhir ini, Berlyn menunjukkan sikap posesifnya jika Adriel memancing dan menggodanya. Tidak seperti dulu yang hanya berlari dan menangis diam-diam saja.


 


 


"Hahaha... kau kenapa, Lyn? Cemburu? Oke, ampun Sayang, Ampun!" ucap Adriel sambil menangkupkan kedua tangannya dan diletakkan di atas kepalanya sambil menghadapkan tubuhnya pada gadis yang duduk di sampingnya.


 


 


Berlyn menunjukkan ekspresi marahnya. Sementara bibirnya terkatup sangat rapat. Ia berusaha agar tak bersuara, karena ia sudah berjanji pada Clarissa agar tetap menjadi gadis bisu dihadapan semua orang selain Axel.


 


 


"Maafkan aku. Tak ada di dunia ini yang paling cantik dan baik selain kamu. Di hatiku akan hanya ada namamu selamanya." Tanpa ragu Adriel memeluk Berlyn dan mendekapnya penuh kasih sayang.


 


 


 


 


"Aku berencana melamarmu. Apakah kau mau jadi istriku? Kita nikah siri saja, sebagai pengikat agar tak adapihak ketiga yang masuk dalam hubungan kita," ucap Adriel setelah melepaskan pelukannya dari Berlyn.


 


 


Berlyn menatap lekat dua manik abu-abu di depannya. Tak ada tipu muslihat di sana selain ketulusan cinta saja.


 


 


"Jika kau takut, kita bisa membuat surat hitam diatas putih dengan saksi kedua orangtuamu, kakakku, dan juga om tanteku Aku taka akan menyentuhmu dan memintamu melakukan tanggung jawab sebagai istri selama pernikahan kita belum resmi di KUA, bagaimana? Aku benar-benar sangat mencintaimu, Lyn. Aku juga gak rela ada pria yang mendekatimu."

__ADS_1


 


 


Tanpa terasa, buliran bening jatuh dari sudut netra Berlyn. Ia tersentuh dan terharu. Dikalungkannya kedua lengannya pada leher jenjang pria di hadapannya dan memeluknya erat sambil terisak.


 


 


 


 


***


 


 


"Apa? Menikah? bahkan Berlyn masih kelas dua SMA, Driel! Kau sudah tidak waras, ya?" teriak Axel terkejut.


 


 


Sementara dua pasutri dews yang jadi orang tua dan wali dari mereka hanya bengong dan saling pandang dengan pasangan masing-masing.


 


 


"Tentu saja aku waras. Aku mencintai Berlyn dengan tulus. Tapi, tidak mau mengorbankan pendidikan kami. Daripada cuma pacaran, tapi melakukan hubungan suami istri sampai hamil duluan, apakah itu tidak memalukan?" jawab Adriel dengan mantap sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas hvs yang sudah terdapat tulisan yang isinya berupa perjanjian kontrak dari dalam tasnya. Terakhir, ia meletakkan pulpoin tinta hitam di atas lembaran kontrak tersebut.


 


 


"Aku sudah mendiskusikannya dengan Berlyn. Dia bersedia menjadi istriku. Kalian, bisa baca duku bagaimana isi dalam perjanjian itu, jika ada yang perlu dihilangkan atau ditambah, aku tidak keberatan," ucap Adriel lagi dengan mantap. lalu, mengambil satu langkah ke belakang dan menggenggam erat tangan Berlyn sambil menunggu keputusan dari lima orang yang usianya lebih dewasa dari mereka.


 

__ADS_1


 


Halo, apa kabar kalian? masih ada yang setia menunggu tidak? Anggap saja ini bonus, ya? Dan masih ada beberapa episode bonus lagi. Tapi, up kapan saya masih belum tahu. Mau move on dari novel ini kok susah banget, yak..... :D:D


__ADS_2