Jangan (Salahkan) Cinta

Jangan (Salahkan) Cinta
SESION 2 PART 50


__ADS_3

Seorang wanita memarkirkan mobilnya di seberang Rumah Sakit Medica. dari gerak geriknya ia tengah mengawasi setiap mobil yang keluar dari area rumah sakit.


"Duapuluh lima menit lagi, seharusnya dia sudah pulang, kan? Aku harus menunggunya," gumam wanita itu seorang diri.


Sebuah senyuman memerkah di bibirnya mana kala mendapati mobil CRV hitam dengan plat B xxxx TYA keluar dari gerbang rumah sakit. dengan cepat dipasangnya sabuk pengaman dan menghidupkan mesin mengejar mobil itu dan menghadangnya di sebuah tikungan yang lumayan sepi.


Dengan segera wanita berpawakan tinggi langsing serta berkulit putih itu keluar dari mobil mengetuk kanca mobil Aditya.


Pria itu mulanya engan berbicara dengan wanita itu, tapi, karena ia bersikeras, dia hanya menurunkan kaca jendelanya saja.


"Mau apa lagi kamu, Nov?" tanya Aditya dengan ketus.


"Mas, kita perlu bicara! Tolong keluarlah," ucap wanita itu memohon.


"Yang perlu kau katakan, katakan saja, aku tjdak ada banyak waktu. Dengan aku keluar masuk mobilku itu pun sudah waktu yang terbuang bagiku."


Novita melongo tidak percaya, pria yang setengah mati mempertahankan dirinya tiga tahun silam dan meresmikan perceraian demi dirinya bisa menikahi pria lain malah bersikap begitu dingin dan acuh. Apakah mungkin dia sudah tidak ada rasa cinta lagi padanya?


"Mas, aku mau rujuk."


Aditya menatap tajam pada mantan istrinya yang dulu pergi meninggalkan dia dan putranya tanpa perasaan demi laki-laki lain.


Ingin rasanya Aditya memaki, tapi, itu bukanlah karakter dirinya. Ia hanya diam. Tersenyum sinis ke arah Novita.


"Apa, rujuk? Aku tidak salah dengar?"


"Tidak, Mas. tadi aku sudah sangat lama menunggumu di rumah Mama, tapi, mama bilang kau tak pasti kapan pulang. dan Axel katanya masih les. Makanya aku menunggumu di depan rumah sakit.

__ADS_1


"Nov, kemana saja kau selama ini? Saat kami benar-benar butuh dirimu, tanpa perasaan kau pergi dengan laki-laki lain, bahagiabdi atas penderitaanku dan Axel. Sekarang? dan sekarang saat kami sudah terbiasa tanpamu kau dengan gampangnya meminta rujuk? Kau hanya membuka kembali luka di hati kami yang bahkan belum mengering."


Tubuh Aditya bergetar hebat, giginya saling berkeratan dan tangannya menggenggam setir erat-eray akibat menahan luapan emosi yang luar biasa.


"Maafkan aku, Dit. Jika kau tidak bisa menerimaku sebagai istrimu lagi, kau bisa pertimbanhkan demi Axel kita kembali." Mohon gadis itu mulai terisak.


"Kau pergi! Menyingkirlah!" Bentak Aditya menghidupkan mesin. Namun, hal itu tidak membuat Novita menghindar, ia malah lebih erat berpegangan pada jendela mobil Adiya.


Karena emosinya kian memuncak, Aditya dengan keras menugundurkan mobilnya, tak peduli pada Novita yang jatuh terpelanting karena terus berpegangan pada jendela.


Merasa tidak terima, wanita itu terus mengikuti Aditya yang pulang ke rumah Livia.


Mereka sama-sama memarkirkan mobil di halaman, Novita terus mengejar Aditya dan sampai di ambang pintu Novita berhasil meraih pergelangan kiri Aditya dan merangkulnya.


"Nov, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" hardik Aditya sambil melotot.


"Nov, bukankah sudah kubilang, Aditya tidak akan pernah menerimamu lagi," ucap Livia datar.


"Atas dasar apa Mama berkata demikian? Aku ini ibu kandung Axel, Ma. Aku mengajak mas Adit rujuk demi Axel."


"Kau bilang demi Axel? Apakah kau memikirkannya selama ini? Saat ia menangis memanggilmu memintamu kembali apakah kau peduli? Ketika dia terkaku syock dengan perceraian kita hampir sebulan dia di rawat di rumah sakit ada kau menjengkuknya sekedar memberi semangat agar dia sembuh? Tidak, kan? Kau tidak menyayangi siapapun, Nov. kau hanya menyayangi dirimu sendiri. Dengan Axel kau jadikan alasan sebenarnya kau eudah dicampakan suami barumu, kan?"


Novita terbelalak kaget tak percaya bagaimana bisa pria selembut Aditya bisa berkata sekasar itu padanya.


Aditya mengibaskan tangannya dengan kasar dan mengusir Novita. "Kau pergi! Kedatanganmu sudah tak dibutuhkan lagi.Sebentar lagi aku akan menikah dengan wanita yang jauh lebih baik darimu, dia tidak hanya menyangiku, tapi juga Axel. Buktikan jika memang kau peduli dengan Axel. Maka jangan ganggu keluarga kami."


Aditya pun bergegas masuk ke dalam. Sementara Novita berjalan pelan, badannya terasa limbung. dia hampir tidak percaya kalau Aditya akan menikah lagi, pasalnya dia terlalu percaya diri kalau dialah satu-satunya wanita yang Aditya cintai.

__ADS_1


"Seperti apa wanita itu? pasti dari kwluarga tak jelas, maunya menikahi duda beranak satu. Pasti dia silau harta karena Aditya adalah dokter spesialis terbaik di kota ini." batin Novita.


Sementar aditya yang merasa lelah langsung masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam. ia membaringkan badan di atas ranjang untuk mengusir penat dan kesalnya hari ini.


Pria itu berusaha menenangkan pikirannya menarik napas dalam-dalam, dihembuskannya perlahan, terus seperti itu berulang-ulang.


Di tarikan napas ketiga, suara ponselnya berdering dari dalam tas kerjanya. segera ia meraih, lalu wajahnya terlihat lebih cerah saat mendapati nama penelfon.


dengan sangat antusias Aditya menjawan panggilannya.


"Halo sayang," Jawab Aditya, mendadak moodnya membaik.


"Hay, kau sudah pulang?" tanya gadis itu dari seberang.


"Ya, ini baru saja aku sampai rumah." Aditya menghembuskan napas lega, sambil tangan kanannya melonggarkan dasi yabg ia kenakan.


"Kau kenapa? apakah baik-baik saja? tidak ada masakah, kan di Rumah Sakit?" tanya Quen penuh perhatian.


"Tidak ada Sayang, aku cema sedikit lelah saja." Aditya memijat lembut pelipisnya sendiri sambil memejamkan mata.


"Ya sudah, kau mandi saja dulu, dan beristirahatlah. Besok pagi aku akan menghampiri Axel. Sekalian mengantarnya sekolah, aku juga ada kuliah sekitar jam delapan, bagaimana?" usul Quen.


Aditya diam sesaat, dia takut kalau mantan istrinya juga kemari besok pagi, dan keduanya salibg bertemu. Walau ia tetap memilih Quen tetap saja tidak enak kalau harus bertemu, kecuali Novita tidak memaksa rujuk mungkin tidak masalah.


"Ok, Aku mandi dulu, ya? Byeee."


Aditya pun bergegas mandi agar badan dan pikirannya kembami frash.

__ADS_1


__ADS_2