
Bugh..
Bugh..
Bugh..
Suara pukulan bergema di dalam kamar mereka.
Sampai akhirnya ketua perampok mulai panik karena anak buahnya sudah hampir kewalahan.
Sehingga ia langsung mengarahkan pistolnya ke arah Brian yang sedang asyik memukuli perampok 1 dan 2.
“Brian awas...” teriak Sandra dan langsung memeluk Brian.
Brian sangat terkejut karena lagi sibuk memukul sang perampok tiba-tiba saja Sandra memeluknya.
Dan..
Door..
Door..
Door..
Suara tembakan bergema di kamar sang pengantin yang baru saja ingin memulai kehidupannya.
3x tembakan ketua perampok pas mengenai punggung Sandra.
“A-aku me-mencintaimu Bri-Brian” Sandra pun terjatuh pingsan dengan Brian yang sigap langsung menangkap tubuh Sandra.
“Hikss.. sayang, bangun..” Brian menepuk pipi Sandra secara perlahan mencoba untuk membuatnya agar tersadar.
Tetapi sayang, tubuh Sandra yang sudah penuh dengan darah dimana-mana malah membuat Brian menjadi sangat frustrasi serta kebingungan.
Sang perampok yang melihatnya pun langsung kabur kocar-kacir meninggalkan Brian dan Sandra dalam keadaan Sandra yang sudah terbujur lemas.
Dengan sigap Brian langsung menggendong Sandra dan membawanya ke luar rumah untuk segera dibawa kerumah sakit terdekat.
Tetapi sesampainya Brian dirumah sakit, banyak dokter yang menolak karena rumah sakit tidak memadai untuk melakukan operasi besar.
Brian yang mendengar itu pun dibuat kalang kabut harus kemana lagi dia membawa Sandra.
Tapi Brian langsung ingat bahwa ada 1 rumah sakit yang memang sangat besar dan itu pun milik keluarga Brian.
Brian langsung meminta ambulance untuk membawa mereka agar cepat sampai karena membutuhkan jarak 1 jam untuk sampai di rumah sakit tersebut.
*
*
*
*
Sesampainya di rumah sakit Brian langsung berlarian membawa tubuh Sandra yang sudah terbujur kaku serta darah yang menetes dimana-mana.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Brian berhasil membawa Sandra ke dalam ruangan operasi, kemudian langsung ditangani oleh sang dokter.
Hampir 3 jam lamanya lampu ruangan operasi belum juga mati, berarti operasi di dalam belum selesai di lakukan.
Brian yang sudah sangat cemas, khawatir dan ketakutan itu membuat air mata yang terus menetes bahkan sampi lupa untuk mengasih kabar kepada kedua orang tuanya.
Sampai akhirnya sang dokter keluar dari ruang operasi dengan wajah yang sangat kusut.
“Bagaimana keadaan istriku dok?” tanya Brian dengan nada cemas.
“Maaf Tuan, kami gagal untuk menyelamatkannya. Karena istri anda mengalami kehilangan banyak darah, serta 3 peluru itu pun sampai menembus dan mengenai jantungnya, dan yang lebih mengejukan lagi peluru itu diselimuti oleh racun yang mematikan” ucap sang dokter.
Duaarr...
Hati Brian bagaikan ditusuk beribu jarum saat mendengar perkataan sang dokter yang sangat membuat dirinya terkejut.
“Ba-bagaimana bisa istriku tidak selamat dok, jangan bercanda!!! Kami baru saja menikah beberapa jam lalu. Kenapa harus meninggal hah”
Brian langsung memegang dan menarik kerah baju sang dokter yang membuatnya sangat terkejut.
“Ma-maaf Tuan, kami sudah berusaha semampu kami untuk menyelamatkan istri anda. Namun, Tuhan berkata lain dan mengambil istrimu dengan sangat cepat” jawab sang dokter dengan nada gugup.
“Tidaaakkkkkk...." suara terikan Brian sambil menghempaskan sang dokter.
"Hiks.., Sandra kamu tidak boleh meninggalkan aku sayang” sambung Brian sambil terjatuh dilantai dengan keadaan frustrasi menjambak rambutnya sangat keras.
“Tuan yang sabar ya, jangan seperti ini nanti bisa-bisa mental anda akan terganggu” sang dokter mencoba untuk menenangkan Brian.
“Hikss.. impianku hancur dok, hancur!! 5 tahun aku menunggu dia. Pada akhirnya dia malah meninggalkanku” isak tangis Brian membuat sang dokter pun meneteskan air mata.
“Tidak!! Jodoh saya hanya Sandra istri saya. Dan saya tidak mau wanita lain” Brian berdiri dan masuk ke dalam ruang operasi dengan langkah gontai.
Brian langsung menatap tubuh Sandra yang seolah-olah Sandra sedang tertidur.
“Sayang ayo bangun, kan kita baru menikah masa kamu mau tidur saja seperti ini. Kapan kita buat anaknya hehe..” ucap Brian dengan senyum disertai tangisan.
Saat ini pikiran dan mental Brian benar-benar sangat terganggu.
Bahkan Brian melihat Sandra yang meninggal itu seperti melihat Sandra yang sedang tertidur pulas.
Sedangkan sang dokter yang melihatnya merasa kasihan terhadap Brian.
Bagaimana tidak terpukul, baru ingin memulai malam pertamanya yang panas itu malah menjadi malam yang sangat menyedihkan.
Sang dokter langsung menyuruh suster untuk menghubungi keluarga Brian.
Hampir sejam Brian mencoba untuk membangunkan Sandra dengan sentuhan hangatnya serta lelucon-lelucon yang Brian lontarkan agar bisa membuat Sandra terbangun dari tidurnya.
“Mungkin kamu kelelahan sayang, makannya tidurnya pulas banget hehe..” celetuk Brian sambil tertawa dan meneteskan air mata.
Dan tak lama pintu pun terbuka lebar bersamaan dengan masuknya kedua orang tua Brian.
“Hiks.. sayang” teriak sang mamah dan memeluk Brian yang sedang duduk.
“Aduh.. mamah apaan sih jangan berisik kasihan Sandra lagi tidur, dia sedang kelelahan lihat tuh..” unjuk Brian dengan senyum mengembang.
__ADS_1
“Kasihan sekali kamu nak.. baru saja menikah sudah ditinggal pergi dengan istrimu” ucap sang papah dalam hati.
“Sayang dengarkan mamah, tatap mata mamah” ucap sang mamah sambil meraup wajah Brian.
“Sandra itu sudah tidak ada, dia sudah meninggalkan kita semua dan bertemu dengan keluarganya. Ingat kamu laki-laki jadi tidak boleh lemah” sambung sang mamah dengan air mata yang menetes.
“Hua.. hiks.. mamah kenapa Sandra tega meninggalkan Brian, padahal kita baru saja ingin memulai kehidupan yang baru” Brian langsung menangis dan memeluk mamahnya.
Mamah dan papahnya Brian benar-benar sangat terpukul karena mereka tahu bahwa ini adalah impian Brian yang sudah lama sekali ditunggu-tunggu agar segera meminang Sandra untuk menjadi istri Brian.
5 tahun Brian berjuang menahan hasrat dan hatinya untuk selalu memperlakukan Sandra dengan sangat baik tanpa sedikit pun menyentuh Sandra yang terkadang memang cara berpakaiannya sangat menggoda.
“Sudah nak,.. kamu harus menjadi laki-laki yang kuat. Mungkin Sandra bukan jodohmu, insyaallah suatu saat nanti kamu akan menemukan wanita yang sudah Allah takdirkan untukmu” ucap sang papah sambil mengelus punggung Brian.
Brian melepaskan pelukannya dari sang mamah dan mencoba untuk menghapus air matanya.
“Mamah yakin kamu kuat sayang, ikhlaskan Sandra ya.. biar dia bisa beristirahat dengan tenang” ucap sang mamah dengan nada yang lembut.
Brian hanya menampilkan muka datarnya dan menatap tubuh Sandra yang terbujur kaku dengan wajah pucat pasi.
“Mas, aku takut jika Brian kembali dingin seperti dulu sebelum bertemu dengan Sandra” bisik sang mamah kepada papah.
“Aku juga sedang memikirkan itu sayang. Karena jadian ini yang akan membuat Brian semakin terpuruk dan melupakan sikap yang baru saja dia tanamkan pada dirinya” bisik sang papah.
“Lalu bagaimana ini mas, apa Brian akan bisa menemukan wanita pujaan hatinya kembali dengan sikap dia yang bahkan lebih dingin?” tanya sang mamah sambil berbisik.
“Kita lihat saja nanti sayang, aku juga tidak tahu harus menjawab apa. Aku cuman bisa mendoakan semoga Brian bisa menemukan dambaan hatinya kembali dan bisa membuat Brian tidak bersikap dingin” bisik sang papah.
Kemudian mereka berdua menatap Brian yang sedang membelai wajah Sandra dengan air mata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para leaders 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung othor terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Terimakasih 🙏🙏
Papay 🤗🤗
__ADS_1