Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Bertemu Keluarga Lukas


__ADS_3

Walaupun mereka harus menyembunyikan semua ini dari Ayah Brian dan juga Lukas sampai waktu yang tepat itu tiba, tetapi seenggaknya Sasya bisa bahagia dengan Alex yang sedang berjuang untuk cintanya.


...*...


...*...


Hari demi hari, hubungan Nenek Mona dan Kakek Iram beserta Key semakin membaik. Bahkan Key menjadi cucu kesayangan mereka, ya walaupun Key terlahir tanpa status yang jelas dari kedua orang tuanya tetapi Key tetaplah cucu satu-satunya bagi mereka yang masih ada.


Awalnya keluarga Lukas ingin datang ke rumah Nenek Mona dan Kakek Iram, tetapi karena kendala Bunda Hana sedang kurang enak badan akhirnya mereka membatalkan dan menggantinya di lain waktu.


2 bulan berlalu pasca kejadian dimana terungkapnya Key, kini saatnya Nenek Mona membuat hidangan makan malam untuk tamu spesialnya yang sebentar lagi akan hadir.


Cuman di sini Nenek Mona atau pun Kakek Iram tidak ada memberitahu siapa tamu yang akan datang ke rumah, karena mereka mau memberi kejutan pada Key cucu kesayangannya. Siapa tahu Kakek Iram bisa menjodohkan Key dengan Lukas, cucu angkatnya.


"Apakah kau sudah menyusun semuanya diatas meja makan Key?" teriak Nenek Mona yang masih memasak di dapur sebelah ruangan makan.


"Sudah, Nek. Ini sudah beres, Key hanya perlu menyiapkan dissert buat pencuci mulut aja" pekik Key.


"Ya sudah kau siapin dulu, lalu masukan flizer agar tetap dingin. Jika sudah selesai makan malam nanti, barulah kamu bisa mengeluarkan dissertnya" sahut Nenek Mona yang tidak kalah kencangnya dari suara Key.


"Yayaya... Bawel banget sih! Udah jangan banyak omong, Nenek selesain aja masakannya! Ya kali tamu spesial tidak di berikan lauk utama untuk makan, malahan Nenek cuman buat makanan kesukaan Kakek!"


"Sebenernya ini tamunya siapa sih? Kakek sendiri atau orang lain!"


"Berisik! Kau tata aja enggak usah banyak bertanya, aku sedang repot! Mending cepat ke sini bantu aku, dasar cucu manja!"


Key dan Nenek Mona saling bersahutan dengan suara merdunya, hingga suara itu bergema ke seluruh penjuru rumah. Kakek Iram yang sedang duduk anteng menonton film kesukaannya menjadi sedikit terganggu.


"Astaga, apakah begini rasanya ketika memiliki cucu yang satu frekuensi dengan Neneknya? Benar-benar percis seperti Caca dan Mona pada waktu kecil"


"Enggak nyangka aja, ternyata Caca meninggalkan anak semanis Key. Bahkan sifatnya pun mirip denganku, tapi sepertinya ini bukanlah sifat Key yang aslinya! Pasti dia seperti ini hanya untuk menutupi rasa sakitnya"


"Cucuku, Kakek janji akan membuatmu bahagia! Aku juga sudah merencanakan sesuatu yang nantinya akan membuatmu mengetahui semua kisah dibalik apa yang terjadi dengan kematian Mommymu!"


Kakek Iram bergumam kecil dan kembali menonton film, dimana Kakek Iram hanya perlu sedikit menutup kupingnya yang saat ini terasa mau pecah.

__ADS_1


...*...


...*...


Waktu sudah menunjukkan pukul 7, Nenek Mona dan Kakek Iram telah berda di ruang tamu untuk menyambut kedatangan keluarga Lukas. Tetapi Key, dia masih meyelesaikan aktifitas mandinya akibat tadi dia terlalu asyik menonton drakor kesukaannya sampai lupa jika waktu sudah berjalan sangat cepat.


Tak lama bel rumah peun berbunyi membuat Kakek Iram dan Nenek Mona langsung membukakan pintu bersama munculnya keluarga Lukas.


Nenek Mona segera memeluk Bunda Hana serta Lily dan juga Lukas. Begitu juga dengan Kakek Iram yang memeluk Ayah Brian dengan gaya laki-lakinya.


Sedangkan Sasya, dia cuman berdiri tersenyum lantaran dia belum mengenal sosok kedua orang tua yang ada di hadapannya ini.


"Grandma dan Grandpa, perkenalkan ini Sasya anak pertama kami yang pernah diceritakan. Dia sudah kembali dari tugasnya dan akan meneruskan kuliahnya sampai gelar sarjanah kedokteran melekat di depan namanya"


Bunda Hana melirik Sasya yang hanya bisa sedikit menunduk tersenyum malu. Nenek Mona melihat Sasya seperti itu hanya bisa terkekeh, ternyata ketiga anak mereka memang berbeda sifatnya. Dimana Sasya si gadis pemalu, Lily si gadis menghibur, dan Lukas si pria dingin.


"Wah.. Cucuku nambah banyak aja hehe.. Perkenalkan aku Grandma Mona dan ini suamiku Grandpa Iram. Senang bertemu dengan kalian, ayo masuk. Kami sudah menyiapkan hidangan istimewa loh buat kalian, apa lagi kami punya cake hasil buatan cucuku yang spesial untuk kalian"


Nenek Mona dan Kakek Iram menggiring mereka untuk masuk ke dalam rumah menuju ruang makan, mereka semua duduk dalam keadaan wajah yang bingung.


Nenek Mona tersenyum sambil mengeluarkan sedikit cake untuk menarik perhatian mereka sebelum memulai makan malamnya, apa lagi Key masih membutuhkan waktu untuk bersiap.


Kakek Iram menceritakan kejadian Nenek Mona bertemu dengan Key, lalu mengangkatnya menjadi cucu dan terungkapnya siapa Key sebenarnya ketika melihat kalung bernama Ibu kandungnya.


Hanya saja di sini Kakek Iram belum menyebutkan nama Key, dia hanya menggunakan kata cucuku. Semua pun menatap satu sama lain dengan tersenyum dan tak lupa mengucapkan selamat kepada mereka atas kembalinya cucunya yang telah mereka impikan.


"Ayo silakan di cicipi dulu cake buatan cucuku, ini spesia loh dia buat menggunakan resepnya sendiri untuk kalian tamu spesial" ucap Nenek Mona yang sudah memberikan sepotong cake cantik sangat menggiurkan.


Satu suapan masuk ke dalam mulut mereka, namun hanya Lukas dan Lily lah yang hafal dengan rasa cake tersebut. Sehingga mereka langsung menatap satu sama lain.


"Ba-bang Lu-lukas? Ke-kenapa rasa cake ini sama percis dengan rasa cake buatan Kak Key yang pernah dia berikan pada kita waktu itu?" gumam kecil Ara menatap wajah Lukas.


"Kau benar, Dek! Ini rasanya benar-benar mirip cake buatannya, tapi siapa tahu ada yang berbeda. Tidak mungkin Key ada di sini, aku sudah melacaknya dia tetap tidak ada kota ini. Terakhir aku menemukan sinyal ponselnya di negeri lain, habis itu sudah tidak bisa aku lacak kembali!" ucap Lukas.


"Ekhem.. Apa yang sedang kalian bisikan, hem..? Jangan berulah lagi Lukas, Lily! Ini di rumah orang, ingat!" sahut Sasya dengan memberikan peringatan membuat semuanya menoleh ke arahnya.

__ADS_1


Sasya hanya bisa tersenyum kikuk ketika semua penatap ke arahnya, sedangan Lily dan Lukas cuman bisa sesekali melirik.


"Ada apa? Apa cake buatan cucuku tidak enak?" tanya Kakek Iram sangat serius.


"Akh, tidak! Cake ini sangat enak kok, ya kan Dad" ucap Bunda Hana yang langsung diangguki oleh Ayah Brian.


"Lantas ada apa dengan wajah anak kembali kalian itu, kenapa mereka seperti orang kebingungan?" tanya balik Nenek Mona.


"Sudah Grandma, biarkan saja. Mereka memang suka seperti itu, bentar-bentar aneh bentar-bentar berantem. Jadi biarkan saja, nanti juga balik sendiri" jawab Sasya membuat Nenek Mona dan Kakek Iram mengangguk kecil.


Kemudian mereka kembali melanjutkan melahap cakenya sampai habis, cuman lagi dan lagi Lily serta Lukas benar-benar bingung dengan rasanya. Ini sama percis yang dibuat Key ketika dia baru mau membuka toko cake bersama Mommy Nisha.


"Bang, ini beneran seperti buatan Kak Ke-..."


"Permisi semuanya, maaf aku terlam-..."


"Lu-lukas, Li-lily?"


"Kak Key!!!"


"Key!!"


Semuanya terkejut melihat Key yang baru saja datang tanpa terbayangkan bahwa mereka malah bisa bertemu di sini, padahal Key sudah berusaha menjauhi semuanya tetapi mereka malah kembali di pertemukan.


"Ka-kalian semua kenal dengan cucuku? Lalu Key, apa kamu juga mengenal mereka?" tanya Nenek Mona penuh kebingungan.


Lily yang begitu merindukan sosok Key, langsung berlari memeluknya sangat erat menumpahkan rasa yang selama ini dia pendam.


Melihat itu membuat semuanya berdiri dari kursinya, belum lagi Bunda Hana pun meneteskan air matanya bergegas memeluk Key yang sudah dianggap anaknya sendiri.


"Ya Allah Key, kami semua mencarimu kemana-mana ternyata kamu ada di sini. Mommymu benar-benar merindukanmu Key, pulanglah. Kasihan Mommymu selalu menangis memikirkanmu, belum lagi kata Lily sekarang sifat Jay tidak seperti dulu dia begitu pemarah dan tidak bisa di senggol"


"Jadi Bunda harap kamu pulang ya ke sana, hiks.. Bunda sayang sama Key, please Key jangan pergi lagi. Bunda enggak kuat setiap hari selalu mendengar suara isak tangis Mommymu yang sangat merindukanmu!"


Key sedikit meneteskan air matanya, sedangkan Sasya dia cuman terdiam karena banyak kisah yang tidak dia ketahui selama pergi meninggalkan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2