
Niatnya Ash itu mau membuat Alex terpancing emosi oleh perangkapnya, tetapi ini malah Ash yang terpancing. Sedangkan Pinjai hanya tersenyum kecil melihat tingkahnya dua sejoli itu yang membuatnya merasa gemas dan ingin langsung menarik mereka ke KUA agar bisa segera bersatu.
Setelah di rasa cukup Alex pun langsung berjalan melewati Sasya yang kini masih terdiam membeku. Lalu tak lama Sasya langsung membalikkan badannya.
"Oke baiklah... aku yang akan mengecek kondisimu, puaass!" celetuk Sasya yang membuat Alex malah terhenti di tempat sambil tersenyum penuh kemenangan.
Alex lalu berbalik dengan kembali untuk menunjukkan wajah datarnya itu dan berkata, "Baiklah, aku tidak jadi pulang"
Ash yang sudah tidak sabar itu langsung berjalan mendekati Sasya dengan wajah yang mulai memerah. Pinjai menoleh ke arah Ash yang saat ini sedang berjalan membuat ia langsung tersenyum miring.
"Panas yaa... makanya jangan menaruh minyak di sumbu kompor, jika kau tidak ingin terbakar..." bisik Pinjai secara kecil yang berhasil membuat Ash menoleh ke arahnya dengan tatapan sangat kesal.
"Berisik!!!" bentak Ash dengan nada kecil penuh emosinya sehingga Pinjai tertawa remeh menatap Ash yang kini dia sudah mendekati Sasya.
"Ini bukan tugasmu, jadi buat apa kamu menuruti semua kemauannya, Sasya... emangnya dia siapa? Apa kau lupa jika dia bukan lagi pasienmu, melainkan dia itu pasiennya dokter Rini dan dia adalah tanggung jawab dokter Rini dan bukan dirimu, paham!"
"Lebih baik kita pergi aja dari sini... Aku sudah lapar jadi biarkan dia mau cek-up atau tidaknya bukan urusan kita Syaaa... Jadi stop menjadi budaknya Sya, kamu itu seorang dokter sedangkan dia hanya pasien yang seharusnya ia itu mengikuti peraturan dari rumah sakit jangan malah seenak jidatnya membuat peraturan itu sendiri"
Ash berbicara dengan nada ketusnya itu sambil melirik Alex dengan tatapannya yang penuh amarah, namun Alex hanya bisa tersenyum menatapnya.
"Jika dokter Sasya ingin menangani aku, lalu kenapa jadi kamu yang repot coba? Sedangkan dokter Sasya sendiri tidaklah merasa keberatan, bukaan..." tekan Alex yang membuat Sasya hanya memutar mata malasnya.
"Huuhhh... kalau aku tidak turun tangan untuk menangani kamu, Tuan tidak akan pernah mau melakukan cek-up ke rumah sakit iya kan... Lalu bagaimana dengan nasib lukamu itu, hahh?" celoteh Sasya yang tanpa sengaja membuat Ash pun menatapnya, lantaran Ash merasa jika Sasya sedang memberi perhatian pada Alex.
"Terima kasih atas perhatiannya, dokter Sasya. Kau memang dokter terbaik yang pernah saya kenal..." ujar Alex sambil ia tersenyum.
Ash yang sudah merasa sangat kesal, marah dan juga emosi kini pun langsung menarik tangannya Sasya dan berjalan menjauhi Alex. Namun siapa sangka jika Sasya malah melepaskan tangannya itu dari genggaman tangannya Ash dengan wajah kesalnya.
"Stop Ash... stop!!! Aku kan sudah bilang jangan pernah menyentuh kulitku, apa kamu lupa hahh!!!" bentak Sasya dengan menghempaskan tangannya itu dengan kasar yang kini dia berhasil terlepas dari genggaman tangan Ash.
__ADS_1
Ash menatap Sasya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca, lantaran Ash sudah menyadari kesalahannya jika dia melupakan batasannya pada Sasya.
Ash lalu menundukkan kepalanya dan ia pun berkata, "Ma-maaf Kiss... aku lupa, aku tahu aku salah. Please ma-maafkan aku Kiss..."
Ash pun kembali mengangkat kepalanya yang saat ini matanya itu langsung saja bertemu dengan mata Sasya dan Sasya pun berkata, "Aku tahu Ash kalau kamu mungkin sedang kesal sama Tuan Alex, tetapi aku tidak suka ya dengan caramu bersikap sekasar ini kepada perempuan, mengerti!"
"Ya aku ngerti, jadi maafkan aku Kiss... aku tahu aku sudah sangat keterlaluan terhadapmu" ucap lirih Ash, yang malah membuat Alex yang berdiri di belakang Sasya tersenyum miring.
Alex merasa puas lantaran awalnya dia sudah mulai kepancing emosi sendiri, cuma karena Pinjai selalu mengingatkan Alex membuatnya bisa menahan semua itu. Mungkin jika saat ini Pinjai tidak ada di sampingnya Alex, pasti nasibnya Alex bisa lebih parah daripada Ash yang saat ini sedang mendapatkan semprotan dari Sasya.
Alex pun melirik Pinjai yang juga dibalas lirikan matanya Pinjai dengan kode-kode tersenyum yang artinya mereka berhasil membuat Ash terjebak dalam perangkap miliknya sendiri.
"Baiklah aku memaafkanmu... tetapi jika ini sampai terjadi lagi, maka jangan kau salahkan aku jika aku tidak mau lagi jadi sahabatmu karena aku sangat tak suka dengan kekerasan. Apa lagi jika sampai ada seorang pria yang berani menindas wanita, paham!" tegas Sasya.
Ash pun hanya menundukkan kepalanya perlahan dengan wajahnya yang terlihat sedikit menyedihkan. Lalu Alex berjalan mendekati mereka dengan tujuan untuk mencairkan suasananya, yang mana ini adalah kesempatan bagi Alex supaya ia terlihat bahwa dirinya jauh lebih dewasa dan bisa mengendalikan emosinya.
"Sudah jangan berantem di sini, malu di lihatin banyak orang. Lebih baik kita ke kantin dan makan, dari pada ribut di sini tidak akan membuat perut kita menjadi kenyang" ucap Alex yang langsung saja membuat Sasya menoleh ke arahnya bersamaan dengan Ash.
"Jika kau tidak mau ya sudah jadi kami bisa makan bertiga dengan sahabatku, atau kalau perlu hanya berdua dengan dokter Sasya saja biar sahabatku pulang menemani anak dan istrinya di rumah" sindir Alex.
Tanpa di sadari wajahnya Sasya sedang menatap Alex dengan tatapan terkejut dan juga pipinya mulai memerah. Begitu juga sama Ash, Ash malah jadi semakin emosi lantaran ucapannya Alex seperti dia ingin merebut Sasya darinya secara halus.
"Tidak jadi... tiba-tiba aku sangat lapar, jadi ayo kita ke kantin. Kalau perlu ajak aja semua orang hitung-hitung kau itu berbuat kebaikan kepada semua orang untuk menebus semua dosa-dosa yang tidak pernah kamu sadari..." sahut Ash yang langsung membuat Alex terkekeh kecil.
"Se-senyumnya i-itu... Ke-kenapa terlihat sa-sangat ma-manis ya huuaa... Bunda, Ayah... putrimu ini sudah dewasa dan ia juga sudah bisa merasakan apa itu yang di namakan jatuh cintaaa..." teriak Sasya di dalam hati kecilnya.
Ash pun melirik ke arah Sasya yang kini sedang menatap Alex begitu dalamnya, sehingga Ash bisa melihat jikalau Sasya seperti mulai tertarik pada Alex.
"Ckk! Lamaaaa... sudahlah ayo kita pergi makan" pekik Ash dengan wajah begitu kesal hingga membuat Sasya langsung tersadar dan menatap Ash.
__ADS_1
"A-ayoo... tapi aku ke kamar mandi dulu" jawab Sasya yang langsung saja ia pergi terlebih dahulu menuju ke kamar mandi meninggalkan kedua pria itu yang kini saling menatap satu sama lain dengan tatapan penuh persaingan.
Ash mengarahkan kedua jarinya ke arah mata Alex, yang menandakan bahwa ia akan terus mengawasi pergerakan Alex supaya tidak bisa mencari kesempatan untuk selalu berdekatan dengan Sasya.
Kemudian Ash pergi dan ia pun berjalan terlebih dahulu dengan menghentakkan kedua kakinya yang terlihat bahwa Ash benar-benar sangat kesal dengan Alex.
Pinjai kemudian maju beberapa langkah mendekati Alex yang masih terdiam saja dan berdiri di tempatnya. Lalu Pinjai pun menepuk pundaknya Alex sekali dan itu pun membuat Alex menoleh ke arahnya.
"Dia itu hanya hama kecil untukmu, jadi jangan pernah biarkan hama itu merebut milikmu, karena aku sangat yakin jikalau Nona Sasya juga mempunyai rasa yang sama denganmu. Aku bisa melihat itu semua dari cara Nona Sasya bersikap dan juga dari tatapan matanya"
"Dia hanya berusaha untuk menjauhimu karena dia masih memiliki kekecewaan terhadapmu di masa lalu, namun jauh di dalam hatinya dia menolak keras untuk semua itu sehingga Nona Sasya merasa dilema dengan perasaannya sendiri"
"Ini adalah tugasmu Lex untuk membuat Nona Sasya bisa menyadari serta mulai mempercayai dirinya sendiri kalau Nona Sasya tidak bisa akan bisa menghindari cintanya..." Nasehat Pinjai yang berhasil membuat Alex tersenyum dengan lebar penuh kebahagian.
Lalu mereka berdua berjalan menyusul Ash yang pergi entah kemana, tapi yang jelas Alex dan Pinjai itu berjalan menuju kantin sesuai dengan kesepakatannya untuk makan siang bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻