
Nasihat Lily segera diangguki oleh Sasya, lalu Lily melepaskan pelukannya dan bergantian dengan Lukas. Lalu yang terakhir Ayahnya.
Ayah Brian terlihat begitu syok sekaligus bahagia, ini memang impian semua keluarga Sasya. Tetapi tidak menyangka, jika ucapan Ayah Brian tadi pagi bisa menjadi kenyataan secepat ini.
...*...
...*...
Keesokan harinya semua keluarga Ayah Brian, pergi kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan Sasya. Terlihat betapa bahagianya semua keluarga setelah mengetahui bahwa Sasya benar-benar mengandung anak sekaligus cucu pertama.
Keluarga di Indonesia pun merasa ikut bahagia mengetahu bahwa mereka akan memiliki ponakan, cucu sekaligus cicit. Mereka selalu melakukan panggilan video call untuk melihat Sasya diperiksa oleh seorang dokter.
Tak membutuhkan waktu banyak seorang dokter menjelaskan bahwa usia kandungan Sasya memasuki 3 minggu, sehingga dia tidak diperbolehkan untuk pergi jauh bahkan sampai melakukan perjalanan berjam-jam lamanya.
Disitulah Sasya dan Alex terlihat begitu binggung, hingga akhirnya tepat dirumah, Ayah Brian langsung berbicara kepada mereka berdua.
Ayah Brian mengatakan jika sebelum usia kandungan Sasya memasuki 5 atau 6 bulan, sebaiknya Sasya tinggal lebih dulu di New York. Kalau pun susah memungkinkan barulah, Alex bisa membawa Sasya untuk tinggal bersamanya.
Sasya dan Alex terdiam saling menatap satu sama lain, sampai beberapa detik pandangan mereka teralihkan setelah Bunda Hana membantu menjelaskan betapa rentannya usia kandungan yang masih muda.
Mau tidak mau, suka tidak suka. Sasya dan Alex segera menyetujuinya. Mereka berdua bersepakat untuk tinggal bersama disaat usia kandungan Sasya sudah mulai kuat untuk diajak pergi jauh.
...*...
...*...
Hari ini adalah hari dimana usia kandungan Sasya sudah memasuki 5 bulan, Alex pun sudah kembali ke New York untuk menjemput istri tercinta beserta anak yang ada didalam kandungannya.
Rasanya memang berat untuk melepaskan Sasya, cuman mau bagaimana lagi. Dia memang sudah seharusnya mengikut Alex dari lama, hanya saja keadaan baru mempersatukannya sekarang.
__ADS_1
"Bun, Ayah. Kalian sehat-sehat ya disini, kalau ada apa-apa segera hubungi Sasya atau Mas Alex. Ingat, kita setiap hari harus berkomunikasi. Sasya enggak mau sampai ada sesuatu yang terjadi sama kalian, dan kalian merahasiakannya."
Sasya memegang tangan Bunda Hana begitu erat sambil memeluknya perlahan, dimana Bunda Hana mencium seluruh wajah Sasya.
"Kakak juga baik-baik ya disana, ingat enggak boleh macem-macem. Dan juga jaga cucu Bunda, jangan kelelahan, terus hari-hati. Pokoknya Bunda mau lihat kalian selalu bahagia." nasihat Bunda Hana.
"Pasti Bun, Kalian juga bahagia disini ya. Segera selesaikan kuliah kalian, dan kembalilah ketempat dimana kalian dilahirkan. Sasya tunggu!" ucap Sasya tersenyum menatap semuanya.
"Aku titip anak dan cucuku, jaga mereka baik-baik. Berikan yang terbaik untuk mereka, bahagiakan mereka dan jangan biarkan mereka terluka. Jika sampai kamu lalai dalam menjaga keluarga kecilmu, maka aku akan langsung turun tangan. Paham!"
Ayah Brian menepuk-nepuk pundak hingga pipi Alex sambil menasihatinya yang saat ini sedang berpamitan padanya.
"Siap, Ayah. Kalian tenang saja, aku akan menjaga istri dan anakku sebaik mungkin. Kalian juga baik-baik disini, jika ada apa-apa atau perlu bantuan segera hubungan Alex. Maka disaat itu juga Alex akan mengangkatnya walau sedang sibuk sekalipun"
Alex menatap wajah Ayah Brian, dia begitu mengkhawatirkan kondisi Ayah Brian dan juga Bunda Hana yang semakin hari semakin menua. Rasanya ingin sekali Alex membawa mereka semua pulang.
Namun, sayangnya. Lily dan Lukas harus menyelesaikan kuliahnya lebih dulu, barulah mereka sepakat untuk kembali ke Indonesia.
"Kakak baik-baik ya disana, Lily pasti akan sangat kangen sama Kakak dan juga Baby. Pokoknya Lily mau setiap hari kita video call atau pun ketika Baby lahir, Lily mau Kakak harus memberikan video lucu kepada Lily setiap jam. Janji?" ucap Lily memberikan jari kelingkingnya.
"Janji, Adikku yang paling cantik. Kamu juga disini sehat-sehat, jaga Bunda sama Ayah dan belajar yang benar, supaya nanti kamu bisa lulus dengan nilai terbaik. Oke?" sahut Sasya sambil meneteskan air matanya dan menyatukan kelingkingnya.
Lily mengangguk antusias dengan air mata yang masih mengucur deras. Lily dan Sasya kembali berpelukan bersama Bunda Hana.
"Kak, a-aku titip Kak Sasya dan ponakanku. Jaga mereka, bahagiakan mereka dan jangan buat mereka menangis. Sekali saja Kakak mengecewakan kepercayaanku, jangan harap aku kembali menganggapmu sebagai Kakak ipar." tegas, Lukas.
"Kamu tenang aja, aku tidak akan mengecewakanmu untuk kedua kalinya. Lebih baik kamu fokus untuk jaga kedua orang tuamu dan juga kembaranmu, belum lagi kamu harus giat belajar agar kamu bisa lulus dengan nilai terbaik."
"Disaat itulah aku akan menjemput kalian semua kembali ke Indonesia dan bertemu dengan anak-anakku. Siapa tahu ketika kalian sudah kembali maka aku dan Sasya sudah memiliki anak lebih dari satu, ya kan Sayang."
__ADS_1
Alex melirik ke arah Sasya yang hanya melongos kesal. Padahal perut Sasya saja belum kempes, tetapi dia sudah menginginkannya kembali. Bunda Hana dan yang lainnya hanya bisa terkekeh.
Tak lama mereka semua bersiap-siap untuk pergi ke bandara, dimana Sasya dan Alex harus melakukan penerbangan ke Indonesia 2 jam lagi.
...*...
...*...
1 jam lebih akhirnya mereka telah sampai di bandara. Cuman sayangnya, mereka hanya bisa mengantar Sasya dan Alex sampai dilobi bandara.
Disitu isak tangis kembali pecah, membuat mereka sepertinya sangat berat meninggalkan satu sama lain. Bahkan Alex langsung memeluk sambil merangkul istrinya yang masih menangis.
Perlahan mereka berdua berjalan memasuki lobi sambil menoleh kearah belakang dan melambaikan tangannya.
Ayah Brian merangkul pinggang istrinya, dan Lukas merangkul Lily. Dimana mereka terlihat sangat sedih melepaskan Sasya. Padahal suatu saat nanti mereka pun akan menyusul ke Indonesia, setelah urusan di Amerika selesai.
"Sudah, biarkan Kakak pergi bersama suaminya. Lebih baik kita doakan semoga mereka selalu sehat dan juga bahagia. Sekarang sudah waktunya kita pulang ke rumah." ucap Ayah Brian, langsung diangguki oleh semuanya.
Mereka pun bergegas kembali ke rumah meninggalkan bandara. Saat ini Alex dan Sasya sudah berada di dalam pesawat.
Alex berusaha keras menghibur istrinya agar dia tidak berlarut-larut menangisi keluarganya. Apa lagi itu tidak baik bagi kesehatan kandungan istrinya.
Lain halnya di Indonesia, keluarga Joko dan Pinjai sedang mempersiapkan penyambutan untuk Sasya dan juga bayi yang ada diperutnya.
Sama dengan keluarga besar Brian dan juga Hana, mereka semua lagi mempersiapkan acara untuk 7 bulanan Sasya yang nanti akan diadakan sebentar lagi bersama mereka dirumah kediaman keluarga besar Brian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys ... jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Terima kasih.. 🙏🏻...
__ADS_1