Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Terungkapnya Key


__ADS_3

Kakek Iram yang melihat itu begitu kesal dan langsung memekik keras sampai berhasil membuat Key dan Nenek Mona tertawa gemas di dapur ketika mendengar rengekan suara Kakek Iram.


...*...


...*...


Hari Minggu, hari dimana Key libur sekolah sehingga dia bisa membantu Nenek Mona untuk membersihkan kamarnya karena sudah beberapa hari tidak di bersihkan termaksud debu-debu di setiap celah.


Nenek Mona memang tidak pernah membiarkan seseorang untuk memasuki kamarnya karena di sana banyak barang-barang berharga tentang kedua anaknya.


"Key tolong bersihkan di lemarin kaca itu ya, tapi pelan-pelan soalnya di sana banyak barang-barang kenangan anak kami. Jangan sampai terjatuh, nanti Kakekmu bisa-bisa pulang dari acara temannya ngamuk kek singa kelaperan hihi.."


Nenek Mona berbicara sambil membersihkan sofa menggunakan alat yang begitu canggih. Sedangkan Key dia membersihkan sela-sela lemari menggunakan kain yang sedikit dibasahi agar bisa menyapu bersih debu tersebut.


"Ya Nenek bawel! Percayakan sama Key, lagian Key sudah besar kali bukan anak kecil yang suka memecahkan barang-barang" sahut Key dengan nada malasnya.


Nenek Mona terkekh kecil menggelengkan kepalanya, lalu mereka kembali membersihkan semua debu agar tidak mengganggu pernafasan Nenek Mona dan juga Kakek Iram, apa lagi usia mereka sudah mulai menua jadi harus benar-benar menjaga kesehatan.


Di saat Key sedang membersihkan semuanya, tiba-tiba dia menemukan kotak kecil yang sangat indah. Lalu mengambilnya dan melihatnya secara intens sambil menatap punggung Nenek Mona.


"Nek, ini kotak apa? Kenapa bentuknya indah banget?" tanya Key membuat Nenek Mona langsung menoleh.


"Oh itu adalah kotak perhiasan yang di desain oleh anak kami bernama Caca. Bahkan isi di dalamnya juga ada 2 kalung kembar sangat cantik yang diberikan Kakek ketika mereka masih kecil"


"Namun ketika Maria meninggal dunia, Kakek mengambil kalung itu sebagai kenang-kenangan. Cuman jika Caca, dia malah pergi tanpa menggunakan kalungnya di kotak yang dia desain sendiri"


Nenek Mona berjalan mendekati Key yang masih setia memegang kotak tersebut, kemudian Nenek Mona malah mengambilnya dan membuka secara perlahan.


Kalung indah dengan desain langka terpampang jelas di depan mata Key dan juga Nenek Mona yang telah tersenyum. Satu persatu kalung Nenek Mona ambil dan memperlihatkan secara dekat kepada Key.

__ADS_1


Cuman kalung milik Caca yang berhasil menarik perhatian Key hingga matanya melotot dan tanpa Nenek Mona sadari Key mengeluarkan air matanya.


"Mo-mommy..." Key bergumam dengan air mata yang terus menetes di pipinya. Perlahan Key memundurkan langkahnya menjauhi Nenek Mona.


"Mommy? Apa maksudnya Key?" tanya Nenek Mona penuh kebingungan melihat Key. Lalu dia langsung menaruh kalung Caca dan Maria kembali ke dalam kotak tersebut dan mengembalikannya ke lemari kaca.


"Mo-mommy hiks..." Key menangis sambil duduk di pojokan membuat Nenek Mona semakin panik, dengan cepat Nenek Mona langsung menolong Key hingga memeluknya dan membawanya duduk di pinggir kasur.


"Hiks.. Mo-mommy, i-itu kalung Mommy hiks.. Bernica Grizzly na-nama itu, nama panjang Mommy hiks.. ta-tapi kenapa di belakang nama Mommy ada nama marga keluarga Kakek? Apa i-itu tandanya Caca yang Nenek maksud adalah Mommy?"


Mendengar ucapan Key, Nenek Mona langsung melepaskan pelukannya dengan tatapan tak percaya.


Nenek Mona pun menangis melihat Key sesegukan ketika beberapa saat yang lalu melihat kalung Caca terukir nama asli dari Mommynya yang selama ini sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya.


"Mo-mommy? Ma-maksudnya ini apa Key, jawab! Apa kamu kenal dengan Caca anakku? Lalu kenapa kamu memanggil Caca dengan sebutan Mommy? Jawab Key jawab!! Hiks.."


Nenek Mona meletakan kedua tangannya di bahu Key serta menggoyang-goyangkan tubuh Key tak percaya jika Key mengenal Caca sebagai Ibunya.


Tapi tidak semuanya Key ketahui tentang Caca, karena hanya Mommy Nisha lah saksi kunci yang sebenarnya tentang kejadian masa lalu bagaimana Key bisa bersama mereka.


Hati Nenek Mona terunyuh mendengarkan semua penjelasan Key yang sangat pilu, hingga Nenek Mona hanya bisa menangis memeluk Key.


Bahkan Nenek Mona meminta Key untuk menyudahi semua ceritanya karena dia sudah tidak sanggup lagi mendengar penderitaan Caca setelah meninggalkan keluarganya dan malah terjebak di dunia yang sangat menyedihkan.


"Hiks.. Cu-cucuku hiks.. Akhirnya aku bisa memiliki cucu, pokonya Key enggak boleh kemana-mana Key harus tinggal sama Nenek dan Kakek ingat! Kami ini keluargamu bukan mereka!" jawab Nenek Mona.


"Hiks.. Nek, kalau memang Mommy adalah anak kalian itu artinya aku cucu kalian? Jika benar begitu apa Kakek akan senang mendengar ini, apa lagi Caca anak kandungnya meninggal dunia karena mengakhiri hidupnya hiks.."


"Dan aku? Aku hanya anak yang di hasilkan dari dosa Mommy dan Daddy Ken hiks.."

__ADS_1


"Key enggak mau Kakek marah sama Daddy, Nek! Apa lagi Mommy Nisha sudah sangat baik merawat Key selama ini, maka dari itu Key meninggalkan rumah agar tidak membuat rumah tangga mereka hancur lantaran Mommy Nisha selalu membela Key hiks.."


Kek menangis memeluk Nenek Mona sampai beberapa kali Nenek Mona menciumi wajah Key, apa yang dikatakan suaminya memang benar.


Mata Key memang sangat mirip dengan mata Caca. Bahkan rambutnya pun sama persis dengan Caca, Mommy kandungnya.


Dari sini Nenek Mona mencoba untuk membuat Key agar sedikit tenang, lalu satu persatu Nenek Mona memperlihatkan barang-barang berharga milik Caca agar Key bisa mengetahuinya.


Ada satu kalung yang bentuknya sangat cantik hasil desain buatan Caca sendiri untuk anaknya kelak.


Ya meskipun Caca mendesainnya ketika usianya masih muda tetapi dia pernah bermimpi untuk menikah dan memiliki seorang anak perempuan. Lalu mereka akan hidup bahagia selamanya, cuman sayangnya itu hanyalah mimpi.


Kalung berbentuk love dengan permata langka membuat Key langsung memeluknya dan menangis.


Key tidak menyangka Mommy-nya begitu menyayanginya bahkan sebelum Key hadir. Tidak seperti apa yang dikata oleh Daddy Ken padanya ketika Key selalu menanyakan alasan di balik meninggalnya Caca.


Nenek Mona tersenyum sambil meneteskan air mata kebahagiaan, Nenek Mona segera mengambil kalung tersebut dan langsung memakaikannya di leher Key bersamaan dengan masuknya Kakek Iram.


Kakek Iram begitu terkejut ketika kalung Caca yang dibuat untuk anaknya malah di pakai oleh Key, tanpa basa basi lagi Kakek Iram langsung menarik keras Key dan menyuruhnya untuk melepaskan kalung itu.


"Cepat lepaskan kalung itu atau kau pergi dari rumah ini!!" pekik Kakek Iram penuh dengan amarah.


"Hiks.. A-aku tidak bisa melepaskannya Kek, karena ini kalung milikku. Jadi aku mau memakainya sampai kapan pun, titik!" tegas Key sambil memegang kalungnya.


Kakek Iram yang mulai terbawa emosi segera mencoba ingin menarik paksa kalung tersebut hingga tak disengaja berhasil membuat leher Key tergores kuku Kakek Iram yang panjang. Namun Key tetap mempertahankan kalung tersebut.


Nenek Mona beberapa kali mencoba menenangkan Kakek Iram, tetapi dia tetap saja tidak bisa terkontrol sampai Nenek Mona langsung memaksa keras Kakek Iram agar menjauhi Key yang saat ini lehernya sudah mulai mengeluarkan darah.


Kakek Iram terduduk di tepi ranjang melihat Nenek Mona memeluk Key sambil menangis dan kembali memicu amarah didalam diri Kakek Iram.

__ADS_1


Belum lagi Kakek Iram seperti beranggapan bahwa istrinya terlalu memanjakan Key, sehingga dia menjadi kurang ajar menyentuh barang-barang yang bukan menjadi miliknya.


__ADS_2