Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Mirza Fachreza Adijaya


__ADS_3

Dari sinilah, Lily bisa merasakan betapa sulitnya dahulu Bunda Hana biaa mengurus 3 anaknya sekaligus dengan perbedaan jarak yang tidak terlalu jauh.


Ditambah Lukas dan Lily merupakan anak kembar, jadi tidak mudah bagi Bunda Hana untuk mengurus semuanya. Dari anak, suami, rumah dan juga lain-lain.


...*...


...*...


Berbeda halnya dirumah kediaman keluarga kecil Lukas yang penuh dengan kedinginan dan juga kesunyian.


Saat ini Lukas sudah mengambil alih perusahaan Ayah Brian, lantaran Lukas tidak mau jika sang Ayah yang usianya semakin menua sampai harus kelelahan mengurus semuanya seorang diri.


Ayah Brian hanya di tugaskan untuk duduk manis dan mengoreksi cara kerja semua pekerjanya. Sehingga Ayah Brian masih bisa mengontrol perusahaannya, meskipun hanya dari rumah saja.


Hari ini adalah hari libur. Dimana Lukas, Key dan putranya sedang menikmati sarapan dimeja makan dalam keadaan sunyi.


"Anak ini benar-benar mirip dengan Ayahnya yang tidak banyak ngomong, tetapi tindakannya selalu membuatku tersentuh." gumam batin Key, saat melihat anaknya makan dengan caranya sendiri.


"Abang Mirza, pelan-pelan makannya ya. Kalau kurang bilang, nanti Bunda ambilkan." ucap Key, sambil tersenyum.


"Iya, Bun. Bunda makan yang banyak biar Adik diperut Bunda sehat, habis itu kita ke rumah sakit." ucap Mirza, spontan membuat kedua orang tuanya bingung.


Mirza Fachreza Adijaya adalah anak pertama mereka dengan usia 5 tahun.


Mirza termasuk anak yang memiliki kepintaran dan juga daya ingat begitu tinggi, sehingga disaat kedua orang tuanya lupa akan sesuatu, maka Mirzalah yang akan menyadarkannya.


"Ru-rumah sakit?" gumam Key, terkejut.


"Sayang, apa kandungamu baik-baik saja? Kenapa Mirza bisa berbicara seperti itu?" tanya Lukas, cemas sambil menatap istrinya.


"E-enggak kok, a-aku baik-baik aja. Bahkan kandunganku juga tidak ada masalah. Makannya itu aku juga kaget, kenapa Mirza bisa berbicara seperti itu." jawab Key dalam keadaan khawatir.

__ADS_1


Lukas melihat istrinya biasa saja tidak ada keluhan apa pun, membuatnya sedikit heran. Lalu kembali menatap Mirza yang saat ini sedang asyik menikmati makan paginya.


"Memangnya ada apa dengan adikmu, Bang? Bunda bilang baik-baik saja, terus kenapa kamu menyuruh Bunda ke rumah sakit? Apa ada yang kalian sembunyikan dariku?" Lukas menatap anak dan istrinya secara bergantian.


Key yang melihat tatapan suaminya begitu tajam hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena dia sendiri pun bingung sama apa yang diucapkan sang anak.


"Aishh, apa kalian lupa ini tanggal berapa?" tanya Mirza, sambil menatap mereka sekilas dan kembali memakan makanannya.


Lukas dan Key saling menatap satu sama lain, mereka mencoba untuk mengingat dengan tanggal ini. Tetapi nihil, mereka juga lupa ada apa sama tanggal ini.


"Katakan dengan jelas, Abang! Ayah tidak suka bertele-tele, ada apa sama tanggal ini? Lantas, apa hubungannya dengan Adikmu yang ada didalam perut Bunda?" tegas Lukas.


"Huhh, maklum saja mereka sudah tua. Jadi daya ingatnya hampir sama seperti Eyang Dewi dan juga Eyang Syifa." gumam lirih, Mirza.


"Mirza Fachreza Adijaya!" pekik Lukas, membuat Key langsung mencoba menenangkannya.


"Yayaya, maaf. Memangnya kalian beneran lupa, jika tepat di tanggal ini kita bisa melihat apakah Adik didalam perut Bunda itu laki-laki ataukah perempuan." jawab Mirza.


Hari ini, Key ada jadwal bertemu sama dokter kandungan untuk mengetahui gender serta mengecek semuanya. Dimana usia kandungan Key sudah memasuki 5 bulan.


Ini merupakan anak ketiga mereka, setelah 2 tahun lalu Key pernah mengalami kehamilan anggur. Dimana dia harus merelakan anaknya tidak bisa berkembang layaknya janin pada umumnya.


Hamil anggur (mola hydatidosa) disebabkan oleh proses awal pembuahan yang tidak normal. Kondisi tersebut bisa terjadi karena ****** yang membuahi sel telur kosong, atau terdapat dua ****** yang membuahi satu sel telur.


Kondisi sel ****** yang membuahi sel telur kosong disebut dengan hamil anggur lengkap. Pada kondisi ini, plasenta tumbuh tidak normal dan tidak ada embrio.


Sebagian besar penderita hamil anggur akan mengalami keguguran spontan. Keguguran tersebut biasanya ditandai dengan keluarnya jaringan berbentuk gumpalan-gumpalan yang menyerupai sekumpulan buah anggur.


Jika tidak mengalami keguguran, dokter akan melakukan tindakan penanganan secepatnya guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih buruk. 


Jadi, mau tidak mau dokter tersebut harus segera mengambil tindakan yaitu kuret. Supaya kedepannya, Key bisa kembali melakukan program hamil berikutnya.

__ADS_1


Mungkin, pada saat itu berat bagi mereka untuk kehilangan anaknya. Cuman, kembali lagi. Mereka harus mengikhlaskan apa yang sudah terjadi demi keselamatan Key.


Namun, kesabaran mereka yang kurang lebih 2 tahun lebih ini sekarang telah membuahkan hasil. Key bisa kembali mengandung anak ketiga mereka dengan sehat.


"Ya ampun, apa yang dikatakan Mirza benar, Sayang. Hari ini jadwal aku mengecek kandungan dan mengetahui gender anak kita. Bahkan jamnya pun sangat mepet, aduh. Bagaimana ini?"


Key terlihat begitu cemas saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 9, padahal dia harus mengecek kandungan tepat di jam 10.


"Tenang, Sayang. Jangan panik, masih ada 1 jam lagi, bukan? Jadi cepat selesaikan makannya, terus kita pergi ke rumah sakit." Lukas berusaha untuk menenagkan Key, yang terlihat panik.


"Kenapa harus panik Bun? Bukannya Ayah bisa menelpon suster atau dokter disana, terus minta jadwal Bunda diundur sampai kita tiba dirumh sakit." ucap Mirza sambil minum.


"Oh iya, benar juga. Ya sudah kalian teruskan makannya, Ayah mau menghubungi dokter dulu sebentar." ucap Lukas sambil memegang ponselnya.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah selesai makan langsung bergegas bersiap untuk pergi ke rumah sakit.


Didalam mobil mereka terlihat begitu tenang saat udah mendapatkan keringanan waktu, jika sewaktu-waktu mereka sampai sedikit telat.


"Abang, terima kasih ya sudah mengingatkan Bunda dan Ayah tentang Adikmu ini." ucap Key, sambil menoleh sekilas kebelakang menatap Mirza.


"Sama-sama Bun, itu udah tugas Abang untuk menjaga Adiknya. Mirza tidak mau jika Adik kembali disayang oleh Allah. Pokoknya Mirza akan menjaga Adik sampai kapan pun." sahut Mirza, penuh ketegasan.


Lukas dan Key hanya bisa tersenyum mendengar ucapan anak kecil dibawah umur, bisa mengatakan semanis itu hanya demi menjaga Adiknya.


Ya, memang usia Mirza masih 5 tahun lebih. Tetapi sifat Mirza hampir sama persis seperti Lukas pada waktu kecil. Jadi bagi Lukas itu sudah tidak aneh lagi, yang terpenting Mirza bisa menjadi anak yang membanggakan.


Hampir 40 menit lebih, mereka tiba di depan rumah sakit. Kemudian berjalan beriringan, dimana Key berjalan sedikit tergesa-gesa. Langsung membuat 2 pangeran disampingnya memarahinya dengan aura dinginnya.


Key hanya bisa terkekeh, dia merasa bagaikan Tuan Putri yang berada dilindungan 2 pangeran tampan yang akan selalu menjaganya kapan pun.


Sampai akhirnya mereka berada di depan ruangan dokter kandungan, cuman mereka harus menunggu giliran. Karena gilirannya sudah terlewat cukup jauh.

__ADS_1


Setelah pasangan lain telah selesai memeriksa kandungan, lalu keluar dari ruangan sang dokter. Kini giliran mereka bertiga yang masuk untuk memeriksakan si kecil yang saat ini sudah mulai aktif didalam perut Bundanya.


__ADS_2