
“Astaga, sebenarnya ini ada apa ini? Kenapa Tuan dan Nona malah seperti seorang pasangan? Bukankah panggilan itu khusus untuk Sugar Daddy and Sugar Baby, yang artinya apakah mereka memiliki hubungan khusus? Masa iya, hanya dengan keluar sebentar saja bisa membuat mereka jadian? Ckk... Ckk... dunia memang begitu kejam. Balas dendam yang akan di lakukan oleh Tuan malah menjadi petaka untuk dirinya sendiri. Benar-benar permainan yang ekstrem ” ucap Pinjai di dalam hatinya dengan perasaan kaget serta bingung yang bercampur aduk.
Pinjai masih terdiam di tempatnya dengan keadaan berdiri serta wajahnya yang sangat bingung terlihat jelas oleh Bisma.
“Pasti saat ini dia sedang berpikiran aneh tentangku. Arghhh... Si*al, bocah ini benar-benar membuat imageku runtuh di depan asistenku sendiri. Pasti dia kira aku ini doyan dengan anak di bawah umur. Yakk... Tidak, tidak, tidak! Aku ini tidak akan sudi dengan bocah di bawah umur ini, apa lagi dengan julukan Sugar Daddy dan Sugar Baby. No!! Itu tidak akan mungkin terjadi. Aku harus segera menjelaskan kepada Pinjai, sebelum ia salah mengartikan semua ini Argh...” ucap Bisma di dalam hati kecilnya sambil menatap Pinjai yang masih melamun.
“Om... Om Pinjai kenap diam aja? Om sedang memikirkan apa? Apa Om sedang sakit? Cape? Atau kelelahan?” tanya Qisya bertubi-tubi saat melihat ekspresi wajah Pinjai yang sedikit pucat karena keterkejutannya.
Saat mendengar suara Qisya, Pinjai pun tersadar dari lamunannya sambil berkata “Eh, I-iya, Non. Ada apa? Maaf tadi saya tidak fokus” saut Pinjai dengan gugup.
Qisya berdiri dan berjalan mendekati Pinjai. “Sepertinya Om lagi kurang sehat, ya sudah. Sini duduk, biar Qis eh maksudnya Rose saja yang buatkan minuman untuk kalian. Jadi, Om istirahat ya di sini duduk temani Daddy”
“Dan tolong bilangin ke dia untuk tidak bekerja malam-malam lagi, karena bahaya. Takut banyak tante-tante yang mau menculik Daddy” ucap Qisya sambil menarik Pinjai untuk duduk di samping Bisma.
Lalu, Qisya berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat untuk mereka dan minuman dingin untuk dirinya. Seketika suasananya hening, membuat Pinjai dan Bisma saling berpandangan. Kemudian Bisma memulai pembicaraan yang pertama kali untuk menjelaskan kesalah pahaman pada Pinjai.
“Dengar ya, jangan berpikir aneh tentang aku dan bocah itu. Dia yang menyuruhku untuk memanggilnya dengan sebutan ‘Baby’ sedangkan dia memanggilku dengan sebutan ‘Daddy’. Itu bukan semata-mata karena kami memiliki hubungan spesial, tapi karena dia menganggap panggilan itu untuk seorang Ayah dan anak. Jadi, dia hanya paham sampai situ dan selebihnya dia belum paham apa arti Daddy dan Baby yang sebenarnya. Jadi, stop berpikir jauh tentangku dan bocah itu. Tidak mungkin aku berpasangan dengan bocah seperti dia, aku sudah dewasa jadi tidak pantas jika mendapatkan pasangan bocah di bawah umur. Paham!” jelas Bisma.
Pinjai yang mendengarkan semua penjelasan dari Bisma, seketika langsung mengerti maksud dari panggilan tersebut.
__ADS_1
“Jadi, ternyata Nona Rose tidak paham betul makna dari panggilan itu, Tuan?” tanya Pinjai untuk memastikannya lagi.
“Tidak! Bocah itu memang sangat polos, dia hanya melihat dan mendengar panggilan itu dari Drakor. Namun, makna atau arti dari panggilan tersebut dia belum paham dan yang dia tahu panggilan itu hanya untuk seorang Ayah dan anak. Dan yang kita tahu, panggilan tersebut adalah panggilan kesayangan untuk sebuah pasangan yang berbeda jauh usianya. Tapi, berbeda dengan pikiran dia” jawab Bisma sambil menatap televisi.
“Baiklah, Tuan. Saya sudah paham apa maksud dari panggilan itu, dan saya ingin meminta maaf karena sudah berpikir buruk tentang Tuan bersama Nona Rose. Kalau Tuan...” ucapan Pinjai terpotong saat Bisma langsung menyelangnya.
“Cukup! Tidak usah di teruskan. Aku sudah memaafkanmu, karena wajar saja jika kamu berpikir sejauh itu. Bahkan, tadi pun aku kira juga seperti itu, namun saat mendengar penjelasan dari bocah itu aku juga kaget. Jadi, kesimpulannya dia hanya tahu panggilan tanpa tahu makna dari semua itu” tegas Bisma.
“Sekali lagi, saya minta maaf Tuan. Atas kesalahan saya yang sudah salah paham pada anda, dan saya siap untuk menerima hukumannya” ucap Pinjai sambil menundukkan kepalanya.
“Hukuman? Apa kesalahan Om Pinjai sampai-sampai Daddy mau menghukumnya? Aku tidak setuju ya, Dad. Aku tidak suka jika Daddy menghukum Om Pinjai tanpa sebab, apa lagi Aku tidak suka dengan kekerasan. Paham, Daddy!” tegas Qisya yang baru saja kembali dari dapur dan mendengar ucapan Pinjai membuat ia merasa kesal kepada Bisma.
Bisma dan Pinjai pun terdiam tanpa berani berkata-kata lagi, ini kali pertamanya Qisya menunjukkan sifat tegas kepada mereka yang sedikit membuat mereka terkejut.
“Bagaimana nanti jika Nona Rose tahu siapa Tuan Bisma yang sebenarnya? Apakah ia akan marah besar kepada Tuan? Atau ia akan merubah Tuan untuk kembali kepada sifat yang dulu? Semoga saja Nona Rose tidak akan marah pada Tuan dan juga Nona Rose bisa mengembalikan sifat Tuan Bisma yang dulu ” ucap Pinjai di dalam hatinya sambil berharap jika Tuannya bisa kembali seperti Bisma yang dulu.
Qisya pun langsung menyuruh Pinjai dan Bisma untuk meminum minuman yang sudah Qisya siapkan sambil tak lupa Qisya membawakan camilan kue yang ada di dapur.
“Kue? Sejak kapan di sini ada kue seperti ini? Apa kau membelinya, Pinjai?” tanya Bisma sambil menatap kue tersebut dan melirik tajam ke arah Pinjai.
__ADS_1
“Ti-tidak, Tuan. Sa-saya tidak pernah membeli kue apa pun di sini. Lagian sepertinya kue ini tidak ada di Korea, atau jangan-jangan Nona Rose memesan kue ini dari Indonesia?” ucap Pinjai sambil menatap Rose bersamaan dengan Bisma.
“Benarkah apa yang di katakan, Pinjai. Gadis kecil?!” ucap Bisma yang kembali menekan kan kata-katanya sambil menatapnya dengan tajam.
“Eh, hehe... E-enggak kok, Dad. Kemarin saat kalian tidak pulang, aku menyuruh salah satu body guard untuk belanja ke supermarket dengan uang yang Daddy kasih. Terus aku meminta tolong untuk belanja sesuai dengan apa yang sudah aku catat, lalu dengan begitu aku isi saja waktu luang itu untuk membuat camilan yang mudah, daripada aku diam saja bosan tahu, Daddy...” ucap Qisya dengan memasang wajah yang dibuat sedih.
Tanpa basa basi lagi, Bisma langsung mengambil satu kue tersebut dengan memakannya secara perlahan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat siang dan selamat beraktivitas semuanya 🤗🤗🤗
Selalu semangat dan jalani semuanya dengan senyuman ya... ☺️😊😊
Sama kayak Author yang nulis cerita sambil senyum-senyum sendiri 🤭🤭🤭
Udah ahh malu nehh ngomongnya mending Author kasih rekomendasi Novel aja yaaa... 😁😁😁
Jangan lupa jelajahi dan tinggalkan jejak cantik dan imut kalian 😆😆😆
__ADS_1
...*...