
Namun di saat semuanya sedang sibuk dengan ekspresi mereka, kini dibuyarkan oleh suara pintu yang terbuka begitu saja.
Ceklek !...
“Permisi...” ucap seorang wanita cantik dengan pakaian suster masuk sambil ia tersenyum lebar dan berjalan mendekati bangkar sang Nenek.
Ash dan semuanya pun menoleh ke arah pintu, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat seorang suster yang cukup cantik dengan lesung pipi cukup manis.
“Sorry Sus, ada apa ke sini?” tanya Ash dengan wajah bingungnya, lantaran dia tidak mengenalnya.
“Maaf jika kehadiran saya mengganggu kalian, dan maaf juga untuk dokter Ash jika saya telat. Perkenalkan nama saya Elleanna Greisan Jovanca”
“Awalnya saya di sini itu untuk menjadi asisten dokter bedah, namun sekarang saya di tugaskan untuk menggantikan suster yang biasanya membantu dokter karena saat ini dia sedang sangat sibuk membantu dokter lainnya. Jadi untuk sementara, saya yang akan membantu Dokter Ash”
Suster Anna tersenyum sambil menatap semuanya yang membuat Nenek sedikit kesal lantara Nenek itu merasa tersaingi oleh kecantikan suster Anna. Elleanna Greisan Jovanca adalah seorang gadis cantik dengan usia 23 tahun. Anna juga seorang mahasiswi di sebuah kampus yang berbeda dengan Ash dan Sasya.
Anna di tugaskan oleh pihak kampusnya untuk menjadi relawan di rumah sakit ini tapi sayangnya Anna kurang beruntung. Dia malah ditempatkan di sebuah rumah sakit yang berbeda dari semua teman kampusnya. Di sini Anna hanya seorang diri, tapi tak apa karena setidaknya Anna memiliki semangat yang tinggi dalam meraih cita-citanya.
Ash pun langsung menatap suster Anna dari bawah hingga ke atas, lalu menatap wajah Suster Anna dengan tatapan yang menyelidik.
“Apa kamu juga seorang relawan yang ditugaskan di rumah sakit ini oleh pihak kampusmu?” tanya Arsya dengan rasa penasaran dan Suster Anna tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Heii... wanita genit! Jangan coba-coba kau menunjukkan kembali senyuman itu pada doktel Esku. Jauhi doktel kalena ia adalah milikku, paham!” ucap Nenek itu dengan nada cemburu.
Suster Anna menoleh dan ia tersenyum, lalu Suster Anna pun berjalan mendekati bangkar sang Nenek.
“Tenang saja ya Nek... Anna tidak akan menganggu milik Nenek kok Anna cuma mau bantu Nenek buat awasi dokter Ash biar dia enggak genit sama cewek lain, boleh? Kalau enggak di awasi takutnya nanti dokter Ashnya bisa kepincut loh...” ucap Suster Anna yang malah membuat Ash sangat terkejut.
Sang Nenek terdiam mencerna ucapan suster Anna, yang kini malah membuat Ash menahan rasa kesalnya. Rasanya seperti ingin sekali Ash berkata kasar, namun dia urungkan niatnya itu dan mencoba terlihat setenang mungkin.
__ADS_1
“Jadi kau itu mau bantu aku buat jagain doktel Es? Kalau begitu, baiklah... aku izinkan kok...” ucap sang Nenek sambil tersenyum kepada suster Anna yang membuat Ash semakin kesal.
“Sabar Ash, sabar... mungkin aja dia itu berbicara begitu karena mau membujuk Nenek supaya tensinya tetap stabil. Jika tensinya Nenek itu naik maka dia akan semakin lama ada di sini dan juga terus menggangguku huumpp... dasar Nenek peot!” gumam Arsya di dalam hatinya.
Tak butuh waktu lama Ash pun langsung memeriksa Nenek di temani oleh suster Anna. Setelah di pastikan kondisi Nenek itu kalau semuanya aman, mereka pun berpamitan yang mana terdapat sedikit drama dari sang Nenek. Tapi atas usaha suster Anna yang sudah berhasil untuk membujuk sang Nenek, akhirnya mereka bisa keluar dari ruangan Nenek dengan perasaan lega.
Di luar ruangan sang Nenek itu, Ash pun langsung membuang nafasnya secara kasar yang malah membuat suster Anna tersenyum sambil menutup pintu. Lalu dia berjalan mendekati Ash.
“Sabar Dok, namanya juga Nenek sudah berumur ya pasti sifatnya akan kembali seperti anak kecil yang manja dan juga pengennya di perhatikan melebih anak kecil pada umumnya” ucap suster Anna yang membuat Ash segera menolehnya dengan tatapan begitu tajam sehingga suster Anna yang melihatnya pun sedikit ketakutan.
“Wh-what's w-wrong, Doc? Apa ada yang sa-salah denganku?” tanya suster Anna yang sudah terbata-bata lantaran sedikit gugup.
“Apa maksudmu tadi bilang kalau aku ini genit hem... bisa kau jelaskan!” ujar Ash yang malah mendapatkan cengengesan dari suster Anna.
“Hehee... maaf Dok, habisnya aku hanya ke pikiran itu aja sih. Lalu jika aku tidak bicara seperti itu, pasti saat ini aku tidak bisa berada di sampingmu karena sikap posesifnya Nenek itu” ucap suster Anna yang malah membuat Ash melototkan matanya.
“Yaaaaakkk... enak saja, mana mungkin aku memiliki kekasih setua itu. Aku juga masih normal tahu... kayak di dunia ini enggak ada wanita lain saja” ucap Ash yang berhasil membuat suster Anna itu terkekeh kecil.
“Cutie...” gumam Ash di dalam hatinya dengan wajahnya yang sudah memerah seperti jambu rusak itu, namun sedetik kemudian Ash langsung menyangkalnya
“Yaaakk... apa-apaan ini sih, kenapa aku memujinya aarrgghh... tidak, tidak, tidak! Cukup Kiss aja yang cantik dan tak ada wanita lain, titik!!” ujar Ash di dalam hati dengan perasaan kesal.
Suster Anna yang melihat wajahnya Ash sangat aneh itu membuat dia langsung bertanya, “Dokter Ash... ada apa dengan wajahmu itu? Kenapa terkesan seperti seorang maling yang habis di gebukin massa?”
“No-nothing... aaiish... sudahlah jangan banyak bertanya, lebih baik kita periksa pasien yang lain. Kasihan mereka sudah menunggu gilirannya...” Ash segera pergi dengan tampang gugupnya.
Ash langsung mengalihkan pertanyaan yang malah membuat suster Anna juga mengikuti di belakangnya dengan wajah sedikit bingung. Sesampainya di depan kamar pasien lainnya, mereka masuk dengan wajah penuh senyuman untuk menyapanya.
“Excuse me... selamat siang Kakek...” sapa Ash sambil dia berjalan mendekati sang Kakek.
__ADS_1
“Siang juga suster hehe...” jawab Kakek dengan mata genitnya itu dan membuat suster Anna pun sedikit terkejut namun dia harus berusaha tenang, sedangkan Ash yang melihat wajahnya suster Anna sedikit berubah itu malah membuat Ash tersenyum penuh kepuasan.
“Nahkan... kena dah tuh hahaha... kalau begini pasti ia juga merasakan apa yang aku rasain tadi hahaha...” gumam Ash di dalam hatinya.
“Hehee... Si-siang Kakek...” sahut suster Anna dengan nada tertekannya, lalu Ash pun mendekati telinga suster Anna dan membisikan sesuatu padanya.
“Bagaimana rasanya? Enak bukan hihi... itulah yang aku rasakan, jadi bersiaplah menjadi kekasihnya haha...” bisik Ash.
Suster Anna pun membolakan matanya dengan keadaan wajahnya tetap penuh senyuman. Kemudian Suster Anna pun menoleh menatap Ash dengan tatapan tajam bagaikan predator, tapi sayangnya Ash hanya menatapnya dengan sangat acuh dan seperti mengejek suster Anna.
“Suster cantik, mau enggak suapin aku makan siang? Mulutku pahit, tapi kalau di suapni suster cantik rasanya jadi enak hehe...” ucap sang Kakek sambil duduk bersandar di bantalnya.
“Oh tentu saja boleh dong Kek... dengan senang hati dia akan menyuapi Kakek sampai sembuh kok ya kan Sus...” tanya Ash yang menoleh ke arah suster Anna dan seketika suster Anna tersenyum penuh paksaan dan menganggukkan kepalanya.
Kini sang Kakek terlihat sangat bahagia dan juga bersemangat. Padahal tadi dia sangat susah di bujuk untuk makan atau pun minum obat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻