
Hana yang entah kenapa hari ini benar-benar merasakan kebahagiaan yang tiada habisnya saat melihat keluarga kecilnya bisa tertawa lepas seperti ini.
Hana selalu berdoa di sepanjang harinya, semoga saja kedepannya tidak akan ada yang berani untuk merenggut kebahagiaan mereka apa pun alasannya.
...*...
...*...
...*...
5 Tahun Berlalu
Kini usia Baby twins sudah menginjak usia 5 tahun, sedangkan Qisya sudah menginjak usia 11 tahun. Qisya yang semakin bertambah usia, ia malah semakin bertambah dewasa untuk menjadi seorang Kakak bagi Baby twins.
Baby Lukas yang terkenal dengan sifat cueknya, namun di dalam hati kecilnya ia mempunyai jiwa kasih sayang yang sangat besar terhadap keluarganya.
Lalu, Baby Lily yang memang sangat manja terhadap Brian membuat Baby Lukas terkadang sangat bosan dengan drama-dramanya yang selalu saja mencari perhatian keluarganya.
Kemudian, Brian dan Hana yang semakin hari semakin menua ia merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Sudah 5 tahun berlalu, tapi rumah tangga mereka terlihat semakin harmonis tanpa adanya pengacau.
Tuan Ferry dan Nyonya Syifa sudah terlihat seperti Opa Oma yang mulai dihiasi dengan rambut putihnya yang semakin bertambah. Bahkan kondisi fisiknya pun mulai sedikit melemah. Tetapi, tidak menuntut kemungkinan mereka masih termasuk pasangan romantis yang tidak pernah mendapatkan gangguan dari pihak luar.
Bagaimana dengan nasib Abah, Umi serta Arya? Ya, mereka sudah hidup dengan harta yang terbilang sangat-sangat cukup dan berlimpah.
Arya yang sudah berhasil membangun usahanya sendiri bersama asisten pribadinya yaitu Saipul, kini sudah mulai terjun di dunia bisnis yang sangat besar dan bergabung dengan perusahaan Brian.
Abah dan Umi hanya bisa duduk manis di rumah dengan mengurus hewan-hewan ternaknya. Arya yang sudah mempunyai penghasilan yang cukup besar, telah berhasil membangun rumah istana yang sangat indah untuk Abah dan Umi.
Jika nanti Arya sudah menikah, maka ia akan tinggal bersama mereka. Arya tidak mau meninggalkan Abah dan Umi hanya berdua saja tanpa adanya pengawasan, Arya tahu umur Abah dan Umi sudah tidak seperti dulu. Bahkan Abah sudah mulai sakit-sakitan karena tenaganya selalu saja ia porsil untuk bertani di sawahnya.
Hingga akhirnya Arya memperkerjakan orang-orang desa yang menganggur untuk mengurusi sawah Abah serta mencari makanan untuk ternak Abah. Tak lupa, Arya pun membangun sebuah kebun yang sangat indah untuk Abah dan Umi agar mereka bisa menanam apa pun yang mereka sukai.
Arya tahu jika Abah dan Umi memang tidak bisa berdiam diri di rumah, jadi ia berinisiatif untuk membangun semua itu agar orang tuanya merasakan kebahagiaan.
Apakah kalian tahu... Setelah mendapatkan proyek besar untuk pertama kali, apa yang Arya lakukan dengan hasil kerjanya tersebut?
Ya, dia mengurusi semua biaya keluarganya bahkan keluarga Brian untuk pergi naik haji. Sampai seketika mereka semua terharu dengan sikap Arya yang mereka kenal sebagai anak yang jahil kini telah menjadi anak yang sangat bertanggung jawab atas keluarganya.
__ADS_1
Bahkan Brian sendiri tidak menyangka dengan sikap Arya yang sebegitu memperdulikan keluarga, dan sebegitu berharganya keluarga dalam diri Arya.
Sedangkan Brian saja yang sudah sangat sukses pun tidak sampai ke pikiran sejauh itu, ia awalnya malu dengan sosok Arya. Tetapi, kembali lagi. Semua selalu menasihati Brian agar tidak merasakan kesedihan yang dalam.
...*...
...*...
Brian telah merencanakan liburan ke Korea bersama Hana dan ketiga anaknya. Saat ini mereka sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Bandara.
Namun, tiba-tiba saja Hana merasakan sesuatu yang sangat mengganjal di dalam hatinya.
“Astaghfirullah... Kenapa ya kok perasaanku tidak enak seperti ini” gumam Hana saat sudah selesai menyiapkan beberapa pakaiannya serta pakaian Brian ke dalam koper besar.
“Ya Allah ada apakah ini... Kenapa hamba tiba-tiba merasakan sesuatu yang akan mungkin terjadi pada keluarga hamba. Tolong lindungi keluarga hamba ya Allah, jangan biarkan keluarga hampa kenapa-kenapa” gumam Hana sambil berdoa dengan wajah yang penuh kekhawatiran.
Brian kini sudah selesai mandi, rapih, dan penampilannya yang terlihat begitu tampan. Namun, di saat Brian mendekati Hana ia melihat wajah sang istri begitu cemas bahkan saat ini Hana sedang terdiam dengan posisi pandangan kosong yang lurus ke depan.
“Sayang...” panggil Brian dengan suara lembutnya dan berdiri di depan Hana.
Hana masih terdiam tanpa menjawab panggilan dari Brian.
Hana sama sekali tidak menggubris apa yang di bicarakan oleh Brian, dan itu membuat Brian sedikit kesal. Dia sudah cape-cape berdandan layaknya seorang sugar Daddy tetapi Hana sama sekali tidak meliriknya. Bahkan tidak ada satu kata pun yang terucap dari mulutnya.
“Sayang, kamu kenapa sih kok bengong begini? Aku dari tadi ngomong loh kenapa diam saja seperti ini sih” ucap Brian yang sudah kesal sambil duduk di samping Hana.
Hana pun masih terdiam dengan seribu bahasa tanpa adanya pergerakan sedikit pun. Entahlah, kenapa kini perasaan Hana semakin tidak enak bahkan ia memikirkan apa yang akan terjadi dengan mereka nantinya. Dan perasaan tidak enak apakah ini?
“Sayang!!” teriak Brian yang sudah jengkel melihat Hana terus saja terdiam.
“Eh, i-iya Mas Brian. A-ada apa? Sudah selesai mandinya?” tanya Hana yang sudah terkejut dengan teriakan Brian.
“Ada juga aku yang menanyakan hal itu” saut Brian dengan kesal.
“Hal apa Mas? Mandi? Loh bukannya Mas sudah lihat sendiri Hana kan mandi lebih dulu, baru Mas Brian yang mandi” ucap Hana dengan wajah bingungnya.
Brian seketika terdiam dan menatap wajah Hana dengan sangat lama, Brian merasa ada sesuatu dengan Hana. Sehingga, ia langsung menanyakannya.
__ADS_1
“Ada apa? Hem...” ucap Brian sambil menatap Hana.
“A-ada apa bagaimana maksudnya, Mas. Hana tidak mengerti” jawab Hana yang berusaha menutupi perasaannya.
“Ada apa denganmu Han?” ucap Brian dengan nada yang sangat serius.
“Han? Ha-hana?” jawab Hana dengan wajah yang begitu panik.
“Kamu tahu kan jika aku sudah memanggil namamu berarti itu tandanya aku benar-benar serius menanyakan ada apa denganmu” ucap Brian dengan datar.
Hana yang sudah tahu dengan semua itu, membuat dirinya semakin ketakutan.
“Ma-mas, a-apakah ki-kita jadi ke Korea?” tanya Hana dengan gugup.
“Ya. Ada apa emangnya, lalu... Kenapa kamu menanyakan hal konyol itu” jawab Brian yang mengangkat alis sebelahnya.
“Ti-tidak apa-apa, apa ke Korea tidak bisa naik Bus, mobil atau kereta api saja Mas?” tanya Hana.
“Memangnya kamu kira kita mau pergi di dalam negeri. Ini Korea Hana, Korea. Dia tempatnya di luar negeri, bagaimana bisa kita menaiki kendaraan darat? Mau sampai kapan kita di sana?” jawab Brian dengan kesal.
Hana pun terdiam saat melihat wajah Brian yang sudah mulai kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁
Author ingin mengumumkan sesuatu kepada kalian 😗😗😗
Kisah Novel ini akan segera berakhir atau tamat 😱😱😱
Hanya ada beberapa bab lagi dan Novel ini akan tamat 😢😢😢
Lalu bagaimana dengan pendapat kalian tentang Season 2? 🤔🤔🤔
Mohon berikan saran kalian di kolom komentar ya... 🥺🥺🥺
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya 🤗🤗🤗
__ADS_1
Terima kasih semua... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻