Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Perasaan Bunda Tidak Enak


__ADS_3

“Ya ampun, Dek. Itu bukan pasar malam, ini di Korea loh bukan di Indonesia” ucap Qisya sambil menepuk jidatnya.


“Maklum saja, mainnya kurang jauh” saut Lukas dengan dingin.


“Yakk... Memang apa cih, olang sama kok. Tuh buktina banyak olang-olang lame pula” bantah Lily dengan wajah sedikit kesal.


“Yayaya... Terserah kamu saja adikku yang cantik” jawab Qisya dengan nada malasnya.


“Lily emang cantik dali lahil. Udah achh... Ayo ke cana Lily mau iyat-iyat lame banget jadi penacalan deh... Ada apa ya di cana?” ucap Lily dengan wajah keponya.


“Sudah-sudah jangan pada berantem dong, di sana rame banget sayang. Nanti bisa-bisa kalian terhempit oleh orang-orang dewasa loh... Mending kita cari tempat lain saja ya” ucap Hana dengan sedikit takut jika anak-anaknya kenapa-kenapa.


“Yaaah... Bunbun mah peyit deh, tan Lily mau ke cana iyat-iyat capa tahu ada jajanan enak kan bica beli juga” jawab Lily dengan wajah kecewa.


“Mulai lagi...” gumam Lukas dengan lirih yang masih bisa terdengar sama Lily.


“Apa?” saut Lily sambil cemberut menatap Lukas dan kedua tangan di lipat di dada.


Lukas pun hanya bisa mengangkat kedua bahunya acuh karena ia sedang malas untuk ribut dengan kembarannya yang super duper resenya tidak ketolongan.


“Sayang... Tidak boleh ngambek gitu dong, kan kita mau senang-senang. Kenapa jadi cemberut hem... Awas loh nanti cantiknya jadi hilang” ucap Hana sambil mencoba merayu Lily yang sedang cemberut ngambek.


“Ya sudah, kalau kalian mau tetap ke sana. Tapi Ayah ada syaratnya” jawab Brian.


“Syarat apa itu Ayah?” tanya Qisya dengan wajah bingungnya.


“Chalat itu apa Yayah? Lily ndak ngelti deh” saut Lily.


“Syarat bukan chalat. Kenapa enggak sekalian ada salat atau lalat sekalian” ucap Lukas dengan cuek.


“Ishh... Babang, diem deh Lily lagi bingung ini jadi jangan bikin Lily kecel ya...” ancam Lily dengan wajah kesalnya.


“Ayah yakin mau ke sana? Di sana ramai loh, kasihan anak-anak kalau sampai nanti terhempit atau ke injak-injak” saut Hana dengan ragu.


“Yayah ayo jawab, Lily ndak tahu altina chalat apa?” tanya Lily dengan menggebu-gebu.


“Baiklah, syarat itu adalah sesuatu yang akan Ayah beritahu kepada kalian semua jika ingin pergi ke sana. Dan kalian harus mematuhinya jangan sampai tidak, paham” ucap Brian dengan nada serius.

__ADS_1


“Oteh... Siap Yayah” saut Lily dengan bersemangat.


“Paham, Ayah. Jadi, syaratnya apa Ayah?” ucap Qisya dengan penasaran.


Hana dan Lukas hanya berdiam diri menyimak apa yang akan menjadi syarat dari Brian supaya mereka bisa tetap pergi ke tempat ramai tersebut.


“Jadi, syaratnya adalah Lily harus berada dalam gendongan Ayah. Sedangkan Kakak dan Abang harus saling berpegangan tanpa dilepas sedikit pun, mengerti? Jadi kita harus saling berpegangan supaya tidak sampai terpisah. Ayah harap kalian bisa ikutin syarat dari Ayah jika ingin masuk ke dalam sana. Jika tidak, maka lebih baik kita mencari tempat yang agak sepi saja” jawab Brian.


“Qisya paham kok Ayah, lagian Qisya juga penasaran ada apa di sana kenapa ramai sekali. Siapa tahu saja ada makanan Korea yang seperti di mukbang Tubeyou itu hehe...” ucap Qisya yang sedang membayangkan makanan tersebut.


“Bagaimana dengan Lukas dan Lily, hem...?” tanya Brian.


“Siap Ayah” jawab Lukas dengan nada dinginnya yang hanya mendapatkan gelengan kepala oleh Brian.


“Lily kan cudah besal, Yah. Napa di gendong? Kakak cama Babang aja cuma gandengan tangan teyus napa Lily di gendong?” tanya Lily dengan bingung.


“Kamu itu masih kecil, jadi jangan banyak nanya. Kasihan Ayah pusing jelasinnya sama anak bawang kek kamu” saut Lukas.


“Cetopppp!...” teriak Lily.


“Why?” tanya Lukas dengan cuek.


“Mulai lagi deh, sudahlah kalau kalian berantem terus Kakak mending pergi saja” ucap Qisya dengan tidak sadar.


“Kakak! Kamu bicara apa sih, Bunda enggak suka ya kamu bilang seperti itu. Pamali tahu, apa lagi ini di negeri orang. Jadi, jangan bicara aneh-aneh. Bunda enggak suka” jawab Hana dengan sedikit kesal yang membuat Qisya ketakutan.


“Ma-maaf, Bun. Kakak hilap, lagian mereka ribut terus kapan kita masuknya coba kalau gini caranya. Kan Kakak semakin penasaran karena dari tadi banyaknya orang lalu lalang keluar masuk dengan membawa beberapa bungkusan. Pasti banyak makanan yang enak di sana” jawab Qisya.


“Ayah... Bunda enggak yakin. Perasaan Bunda tidak enak, mending kita pulang saja ya” ucap Hana dengan perasaan yang sangat tidak tenang.


“Bunda kenapa? Bunda sakit?” ucap Brian sambil mengecek suhu dahi Hana.


“Enggak kok, Bunda cuma ngerasa tidak enak saja. Seperti akan terjadi sesuatu gitu di sini” ucap Hana dengan cemas.


“Coba Bunda Istighfar dulu deh, biar lebih tenang. Mungkin Bunda lagi banyak pikiran jadi seperti itu, lagian kita tidak akan kenapa-kenapa kok. Kan masih ada Allah yang selalu melindungi kita semua. Lagian, di sini suasananya sangat indah loh Bun. Ayo dong ke sana ya pisssss...” ucap Qisya dengan nada memohon.


“Pissss... ya ya ya, Bunbun cantik deh hehe...” saut Lily dengan cengengesan.

__ADS_1


“Ya, Bun. Kita ke sana ya, Lukas ingin cobain kuliner di sini” ucap Lukas dengan memohon.


“Ayah...” ucap Hana dengan lirih seolah-olah meminta jawaban dari Brian.


Dan Brian pun hanya bisa tersenyum sambil mengedipkan matanya perlahan. Hana langsung memejamkan matanya beristighfar di dalam hatinya sambil menghembuskan nafasnya dengan berat.


Haaaahh !...


“Baiklah, Bunda izinkan kalian tapi dengan syarat dari Ayah tadi kalian harus bersedia untuk selalu berpegangan tangan dengan erat jangan ada yang di lepas oke? Kalau ada yang ingin melepaskan tangannya panggil Bunda dan Ayah lebih dulu. Paham kalian” ucap Hana dengan tegas untuk memperingati ketiga anaknya.


“Yeeess...” ucap Lukas dengan semangat.


“Yeeey... Holee...” saut Lily dengan perasaan bahagia sambil melompat-lompat kecil.


“Alhamdulillah... “ jawab Qisya dengan senyum lebarnya karena telah berhasil merayu Hana.


Dengan berat hati Hana pun merelakan untuk mereka semua pergi ke tempat yang sangat ramai. Mereka pun saling bergendengan satu sama lain. Brian menggendong Qisya sambil menggandeng Lukas.


Dan Lukas pun menggandeng Qisya. Sedangkan Qisya pun juga menggandeng Hana dengan kuat. Perlahan demi perlahan, langkah demi langkah mereka memasuki tempat tersebut.


Dan betapa terkejutnya bahkan apa yang mereka lihat sangat ramai dari luar tidak terlalu buruk jika sudah berada di dalam.


Merek berlima masih bisa bernafas dengan lega, karena di dalam tempatnya lebih luas sehingga tidak terlalu berdempetan saat berjalan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗


Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗


Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2