Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Perasaan Bahagia Hana


__ADS_3

Mereka semua berunding untuk kembali menghibur keluarga kecil Brian dan Hana agar bisa tersenyum kembali. Mereka tahu jika ini adalah masalah yang benar-benar menguras mental serta hati, jadi apa salahnya mereka menghibur Brian dan Qisya yang lebih utama karena merekalah yang sangat hancur.


...*...


Sore hari di halaman belakang rumah


Arya memberikan sebuah ide kepada semuanya untuk mengajaknya mengadakan BBQ untuk mencairkan suasana yang sangat mencengkam. Arya telah menyusun semuanya di bantu oleh penjaga rumah serta Bi Tin untuk menyiapkan semuanya yang telah dibutuhkan.


Brian dan Qisya masih terlihat sangat murung, namun mencoba untuk beradaptasi menghilangkan semua rasa kekecewaan mereka akibat masalah mereka sendiri. Hingga malam hari pukul 7, kini semuanya sudah berkumpul di halaman belakang dan langsung membagi tugasnya masing-masing. Lalu saat Arya melihat Qisya hanya duduk saja, ia mencoba untuk sedikit menarik perhatiannya.


“Kakak, mau bantu Om olesin bumbu di dagingnya enggak? Om cape nih, aduh...” ke*luh Arya yang mencoba menarik perhatian Qisya.


“Baru juga mulai, sudah langsung cape. Ya begitulah kalau orang sudah mendekati tua” ucap Qisya yang langsung berjalan mendekati Arya.


“Yeee... Enak saja, Om masih muda loh. Bahkan nikah saja belum” saut Arya.


“Yayaya, mungkin jodohnya ke selip kali” jawab Qisya yang membuat Arya hanya bisa menggelakkan kepalanya.


“Kamu kira jodoh Om sekecil itu sampai-sampai bisa ke selip?” tanya Arya.


“Mungkin saja hehe...” saut Qisya.


“Lily uga au oles-oles dong, maca Kakak doang cih” ucap Lily dengan cemberut.


“Haha... Aduh, ini ponakan Om gemas sekali sih. Ya sudah sini bantu Om sama Kakak oke...” ucap Arya sambil menggendong Lily.


“Yeeeey... Oteh Om, ay ay capten hihi...” ucap Lily yang membuat semuanya tersenyum senang.


“Alhamdulillah, akhirnya Om bisa melihat kamu tersenyum lagi Qisya. Semoga dengan ini bisa membuat kamu kembali menjadi Qisya yang sangat ceria... Amin ya Allah ” ucap Arya di dalam hatinya sambil melihat Qisya tersenyum sambil mengolesi dagingnya.


“Aduh... Suamiku tambah tampan deh kalau senyum, coba dong senyum untuk aku ayo... Jangan cemberut terus nanti mukanya kaya bebek loh yang selalu manyun-manyun hehe...” ledek Hana saat melihat Brian terus sama memanyunkan bibirnya.


“Hyaaakk... Dasar istri menyebalkan, mana ada mukaku kaya bebek. Aku ini kaya Opa Korea kamu tahu? Bahkan suamimu ini lebih tampan dari mereka” ucap Brian yang sangat kesal sambil menatap Hana.


“Mulai berulah lagi, dasar pria tua” gumam Lukas yang membuat Brian langsung menatapnya.


“Apa kau bilang tadi? Tua? Kau tidak lihat Ayahmu masih muda, tampan dan gagah seperti ini? Kalau masalah tua itu Opamu yang tua, bukan Ayah” saut Brian.


“Hyaakk... Kenapa aku dibawa-bawa, hah! Dari tadi aku diam saja loh, jangan sampai aku yang akan memukulmu dengan capitan ini atau kau mau aku panggang sekalian” saut Opa Ferry dengan kesal.

__ADS_1


“Ya ampun, kalian ini sudah besar masih saja kaya anak kecil. Malu tuh di liat Qisya, Lily dan Lukas. Kalau Opa dan Ayahnya bagaikan pinang di belah 2” ucap Oma Syifa.


“Maklum Oma, masa kecil kurang bahagia jadi begitu” saut Lukas dengan entengnya yang membuat Brian dan Tuan Ferry terkejut.


Lalu, mereka mengode matanya untuk menyerang Lukas. Lukas yang sangat pintar bisa membaca gerak gerik mencurigakan dari Ayah sama Opanya itu, lalu ia berlari mengelilingi halaman.


"Huaaa... Haha ayo sini kejar aku kalau bisa” teriak Lukas sambil tertawa.


“Hyakkk... Dasar anak menyebalkan” teriak Brian sambil mengejarnya.


“Heii... Tunggu, Opa enggak kuat lari lagi aduh... Pinggang Opa encok nih” teriak Opa Ferry yang saat ikut berlari dan kini pinggangnya terasa sangat nyeri.


Sementara semua orang yang mendengar ke*luhan lucu Opa Ferry, langsung membuat mereka tertawa bersama. Bahkan Brian dan Qisya pun sudah mulai menyesuaikan dirinya dan ikut tertawa.


“Makanya jangan belagu, sudah tahu tua masih saja tidak ingat umur” saut Oma Syifa yang segera menolong Opa Fery.


Namun, saat Lukas lengkah kini saatnya Brian menangkapnya.


“Ahaaa... Kena kau terima ini haha...” ucap Brian sambil menggelitiki Lukas.


“Haha... Bunda tolongin Lukas hhaha... Ayah ampun haha...” saut Lukas dengan tawa gelinya yang membuat semuanya tersenyum bahagia.


“Ayah lepaskan Lukas, kasihan dia sudah sangat lelah” ucap Qisya yang mencoba menolong Lukas.


“Siapa kau mau menolong monster kecil yang menyebalkan ini, bukannya kau sedang marah padanya?” tanya Brian dengan memancing Qisya agar kembali berbaikan dengan Lukas.


“Aku ini adalah Kakaknya yang akan selalu melindungi adik-adikku” tegas Qisya.


“Oh jadi, kau adalah Kakak dari monster kecil ini. Berarti kau juga monster dong, wah... Aku jadi bisa menyantap keduanya hah...” ucap Brian berlaga seperti monster besar.


“Huaaa... Kakak, Babang kabulll haha...” teriak Lily saat mencoba menyelamatkan kedua Kakaknya.


“Huaaa... Monters jelek ngamuk haha...” teriak Lukas.


“Haha... Dasar monster jelek huuuu...” teriak Qisya.


Kini ketiganya kabur berlari sambil bergandengan yang membuat semuanya kembali tersenyum melihat adegan kecil yang begitu harmonis. Brian pun merasa sangat senang saat melihat Qisya dan Lukas kembali berbaikan, tidak sia-sia ia berakting.


“Semoga kalian selalu bahagia sayang, Bunda sangat senang bisa melihat tawa kalian lagi bersama-sama seperti ini. Maafkan Bunda yang telah lalai menjaga kalian ” ucap Hana di dalam hatinya sambil tersenyum bahagia dan tak lupa air matanya menetes.

__ADS_1


Hana langsung sadar dan menghapus air matanya agar tidak membuat semuanya kembali sedih. Umi yang bisa merasakan perasaan bahagia Hana, kini hanya bisa tersenyum sambil mengusap punggung Hana untuk memberikan kekuatan padanya agar bisa menjadi wanita yang lebih kuat lagi dari pada ini.


Akhirnya saat makanan sudah selesai di masak, kini semuanya mulai memakannya secara bersamaan seperti layaknya orang yang sedang berkemah. Bahkan saat selesai makan, tak lupa Arya menyanyikan sebuah lagu agar bisa menghibur semuanya untuk ikut bernyanyi bersamanya.


Hingga tak terasa hari sudah semakin larut, dan udara pun semakin terasa dingin. Akhirnya mereka kembali masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri serta langsung beristirahat.


...*...


...*...


2 hari kemudian...


Brian datang ke kantor dengan wajah dinginnya bahkan membuat semua karyawan merasa ketakutan. Mereka tahu bahkan terlihag dengan jelas jika Tuannya saat ini seperti sedang menahan emosi.


Brian berjalan memasuki lift kemudian ia sampai di lantai yang mana itu adalah tempat khusus untuk Brian bekerja yang di temani oleh Cika dan asistennya Brian. Saat Brian sudah sampai, ia langsung berjalan menuju ruangannya yang mana sudah ada sang asisten untuk menyambutnya.


“Selamat datang kembali Tuan Brian” ucap sang asisten dengan sopan sambil sedikit membungkuk untuk menyambut Brian.


“Hem, dimana Cika?” tanya Brian dengan suara baritonnya.


“Sepertinya Bu Cika sedang ke toilet, Tuan. Memangnya ada apa, Tuan?” tanya balik sang asisten.


“Jika dia sudah kembali, suruh dia langsung masuk ke ruanganku dan jangan lupa, kamu panggil Komisaris Jendral untuk segera datang ke kantorku” tegas Brian yang langsung masuk ke dalam ruangannya.


“Ada apa dengan Tuan Brian, tumben sekali menyuruhku untuk memanggil Komisaris. Atau jangan-jangan Tuan Brian tahu siapa pelaku penggelapan uang perusahaan? Astaga kenapa aku malah mikir sih bukannya segera hubungi Komisaris, dari pada nanti kena amuk Tuan bisa-bisa aku tidak akan mendapatkan gaji bulan ini” gumam sang Asisten yang langsung pergi ke ruangannya untuk menghubungi Komisaris.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kembali lagi dengan Author kalian yang masih banyak kekurangan ini... 😆😆😆


Bagaimana menurut kalian? Apa yang akan Brian lakukan? 😗😗😗


Kenapa Brian memanggil Komisaris Jendral ke kantornya? 🤔🤔🤔


Jika kalian penasaran maka tunggulah kelanjutan ceritanya disini... 😁😁😁


Terus dukung Author dan jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗


Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak semuanya... 🙏🏻🥰❤️🤍

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2