
Bisma membanting semua barang yang ada di dekatnya hingga berantakan di mana-mana. Pinjai yang melihatnya pun langsung segera menahan Bisma agar tidak sampai melukai dirinya sendiri.
Apa lagi Pinjai sangat tahu betul jika Bisma sedang marah, maka dia tidak akan segan-segan untuk melukai dirinya sendiri atau pun orang lain. Siapa pun yang berani sedikit saja menyenggol Bisma di saat dia sedang tidak terkendali seperti sekarang, maka nyawa mereka yang akan menjadi taruhannya.
“Tuan, saya mohon jangan seperti ini. Jika Tuan tidak bisa mengendalikan emosi, maka Tuan akan melukai diri Tuan sendiri” ucap Pinjai sambil menahan tubuh Bisma yang tenaganya begitu kuat.
Pinjai berusaha untuk menghentikan amukan emosi Brian. Bahkan sampai beberapa kali Pinjai sempat terjatuh akibat besarnya kekuatan Brian, namun ia kembali bangkit untuk tetap menjaga Bisma.
“Lepaskan aku!!! Aku tidak akan membiarkan wanita itu mati dengan keadaan tenang, aku akan pastikan dia mati dengan rasa sakit. Akibat dari ulahnya sudah banyak korban yang menderita, bahkan sampai aku benar-benar tidak bisa melihat Qisya tumbuh dewasa! Arggghhh... Si*al! Bade*bah!!!” Bisma berteriak sekencang mungkin untuk meluapkan emosinya yang benar-benar memuncak.
Pinjai yang benar-benar susah untuk menahan emosi Bisma, seketika Pinjai berbicara tanda sadar.
“Apa saat ini Tuan telah mencintai Nona Qisya?” celetuk Pinjai dengan wajah serius.
Bisma yang mendengar kata-kata cinta tersebut, membuat dirinya terdiam hingga tak lagi mengamuk.
“Kenapa Tuan terdiam? Apa benar saat ini Tuan sedang merasakan jatuh cinta pada Nona Qisya?” ucap Pinjai yang membuat Bisma menoleh serta menatapnya dengan tatapan tajam memerah.
“Jatuh cinta? Cih! Apa itu cinta? Aku tidak percaya akan hal yang tidak menjamin kebahagiaan itu! Punya nyawa berapa kau Pinjai, sampai bisa berkata seperti itu padaku, hah!!!” ucap Bisma dengan nada bentakan yang membuat Pinjai tersadar lalu menundukkan kepalanya.
“Ma-maaf, Tuan. Saya salah sudah berbicara selancang itu, sekali lagi maafkan saya. Saya hanya menduganya saja karena saat Tuan mendengar bahkan mereka sudah pindah, lalu sikap Tuan menjadi sangat liar yang seolah-olah Tuan sedang merasakan jatuh cinta pada Nona Qisya, jadi Tuan sangat sedih dengan kabar itu” jawab Pinjai dengan suara bergetar.
“Sedih? Jatuh cinta? Bahaha... Kata-kata apa itu Pinjai, hah!! Aku tidak selemah itu, kau tahu bukan? Aku adalah King Mafia terkuat di dunia, jadi lemah tidak ada dalam kamusku, kau mengerti!!” saut Bisma dengan nada emosinya yang meledak-ledak.
Tanpa Brian sadari Pinjai sedikit mengintip ke arah wajah Bisma, yang mana saat sedang berbicara tiba-tiba Bisma mengeluarkan air matanya sambil tertawa yang di selimuti dengan amarah.
“Jika Tuan tidak merasakan itu, lalu kenapa dia terlihat sangat menyedihkan? Bahkan aku melihat dia seperti orang yang sedang menangis, di setiap sudut matanya menetes air yang tanpa dia sadari sambil tawa yang menunjukkan seolah-olah Tuan sedang baik-baik saja dan tidak merasakan hal itu. Apa Tuan berusaha menolak dirinya untuk merasakan cinta? Jika benar, maka pasti rasanya sangat sakit. Bahkan jauh lebih sakit dari pada kita putus cinta ” ucap Pinjai di dalam hatinya sambil menunduk.
“Jatuh cinta? Sedih? Mana mungkin, bahkan aku cuma merasakan jika saat ini aku benar-benar merindukan Qisya. Hanya sekedar itu, tidak lebih! Jika aku jatuh cinta, maka itu adalah hal yang tidak akan pernah terjadi. Cinta hanya bisa membuat luka, tanpa adanya kebahagiaan. Lebih baik aku hidup sendiri namun bahagia, dari pada aku harus hidup dengan seorang wanita yang nantinya hanya menginginkan harta lalu selingkuh dariku. Haha... cinta, cinta dan cinta. Kata-kata yang sangat menjijikkan !” ucap Bisma di dalam hatinya.
Namun di saat Bisma mengucapkan kata-kata itu, dia bisa merasakan detak jantungnya berdetak semakin cepat seolah-olah menolak atas ucapan yang dia katakan barusan. Tapi semua itu Bisma tangkis sebisa mungkin karena dia tidak pernah percaya tentang cinta.
Bisma langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dan kemudian bersiap-siap untuk kembali ke markasnya untuk membereskan masalah yang belum selesai sambil menunggu kedatangan Cika.
Pinjai yang melihat Bisma sudah pergi, langsung menyuruh salah satu bodyguard agar membersihkan ruangan yang telah menjadi kapal pecah. Lalu Pinjai pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri kemudian pergi bersama Bisma ke markas.
__ADS_1
...*...
...*...
3 hari telah berlalu...
Di kantor polisi
Orang suruhan Bisma menyamar sebagai salah satu keluarga dari Cika untuk bisa masuk menemui Cika. Tanpa curiga, orang suruhan Bisma pun di perbolehkan masuk oleh petugas polisi lainnya untuk menemui Cika.
Salah satu dari polisi tersebut berdiri untuk selalu berjaga-jaga di dekat mereka agar bisa memantau pembicaraan mereka. Tak lama Cika pun datang yang di antarkan oleh salah satu polwan untuk duduk di kursi panjang khusus para pembesuk tahanan.
“Hai, Dek. Ini Abang, bagaimana kabarmu?” tanya orang suruhan Bisma sambil memeluk Cika.
Cika yang merasa bingung, seketika sedikit memberontak karena merasa risih dengan orang yang sedang memeluknya. Bahkan Cika tahu kalau dia tidak memiliki keluarga sama sekali, keluarganya sudah tidak ada bahkan orang tuanya entah dimana keberadaannya.
Namun orang suruhan Bisma yang hafal dengan gelagat Cika. Seketika berbisik tepat di telinga Cika sambil memeluknya dan berkata, “Jangan takut, Nona. Saya ini adalah orang suruhan Tuan Bisma. Saya ke sini ingin membebaskan Anda karena saat ini Tuan sudah menunggu kedatangan Anda di Korea”
Cika yang mendengar itu langsung berubah menjadi tersenyum senang.
“Tenang, Nona. Saya sudah selipkan kertas di belakang tubuh Anda. Ketika Nona kembali ke sel, maka segeralah buka serta membacanya atau pun saat di kamar mandi. Jangan sampai ada yang tahu, bahkan ikut membaca surat itu. Jika ada yang tahu, maka saya pastikan Anda tidak akan ada kesempatan untuk keluar dari sini” ucap orang suruhan Bisma sambil berbisik serta melepaskan pelukannya dengan senyuman.
Cika pun membalas senyuman itu dan mengangguk-anggukan kepalanya tanda bahwa ia sudah paham dengan tujuan pria di hadapannya yang ingin menyelamatkan dirinya, yang padahal orang tersebut akan membawa Cika masuk ke dalam jurang yang lebih dalam.
Kemudian mereka duduk, dan sedikit berbincang layaknya sebuah keluarga dan waktu sudah berjalan selama 5 menit. Kemudian sang polisi tersebut telah memberitahukan bahwa waktunya mereka bertemu sudah habis. Jadi dengan dramanya mereka kembali berpelukan, kemudian orang suruhan Bisma pun pergi.
Sedangkan Cika kembali ke sel, namun di pertengahan perjalanan Cika sedikit mengeluh.
“Aduh... Bu, boleh saya ke kamar mandi? Perut saya sakit banget ini sepertinya mules deh gara-gara makan sambal semalam” saut Cika sambil memegangi perutnya.
“Baiklah, saya antar ke kamar mandi dan saya menunggu di luar” jawab polwan dengan datar.
“Siap, Bu...” saut Cika dengan nada yang di buat seperti menahan kesakitan, lalu mereka berjalan menuju toilet.
Cika langsung buru-buru masuk ke dalam, sedangkan sang polwan menunggunya di depan pintu.
__ADS_1
“Haha... Dasar polwan bod*doh! Bisa-bisanya dia terjebak dalam tipuanku” gumam Cika dengan sangat kecil sambil menyalakan keran air.
Kemudian Cika langsung mengambil kertas yang berada di belakang tubuhnya.
“Kira-kira rencana apa ya yang Tuan Bisma lakukan agar bisa membuatku keluar dari tempat yang menjijikkan ini!” gumam Cika sambil membuka kertas tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Share 📲
Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️
Terima kasih semuanya 🙏🙏
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1