Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Dasar Luzer!!!


__ADS_3

Harapan besar di dalam hati mereka hanya ada 1, yaitu semoga takdir mempersatukan mereka kembali dalam keadaan penuh kebahagiaan. Dimana mereka juga berharap bahwa keluarga besar Sasya bisa memafkan semua kesalahan yang pernah Alex lakukan. Sehingga Alex harus lebih giat lagi untuk membuktikan bahwa dirinya sudah benar-benar berubah.


...*...


...*...


Keesokan harinya Alex pergi bersama dengan Pinjai dan juga keluarga kecilnya ke Indonesia, dimana Alex akan belajar memperbaiki diri. Sedangkan Pinjai dan keluarganya akan tinggal di sana sampai Alex kembali, di tambah Pinjai juga akan membangun perusaha untuk kedepannya supaya mereka tidak lagi menjalankan bisnis yang tidak berkah.


Sementara Sasya dia sedikit kurang bersemangat lantaran melihat sikap Ash mulai berubah padanya, hari ini Ash kebanyakan diam dan juga tidak lagi mengeluarkan perdebatan seperti biasanya.


Sasya yang sudah tidak bisa menahan rasa bingungnya langsung menegur Ash dan mencoba mengajaknya ngobrol berdua, namun Ash selalu mengalihkan perkataan Sasya supaya bisa menghindarinya. Hati Ash masih terasa sangat sakit ketika kejadian kemarin mampu membuat Ash susah untuk tidur dengan tenang.


"Ash, tunggu aku mau bicara sama kamu. Please jangan menghindar dari aku!!" Sasya berlari kecil mengejar Ash, hingga tanpa Ash sadari dia malah menabrak Anna sampai mereka terjatuh dengan posisi Ash berada di atas tubuh Anna.


Cuman tanpa di sengaja bibir mereka sampai bersentuhan, Sasya langsung berbalik membelakangi mereka sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


Ash dan Anna melototkan kedua matanya dalam keadaan bibir terus menempel satu sama lain, ketika Ash ingin menggerakan bibirnya tiba-tiba Anna langsung mendorong keras Ash dan membuatnya tergeletak di lantai.


"Aaawwshh.. kasar banget sih jadi cewek!" Keluh Ash sambil mengusap bokongnya, mereka segera bangkit dengan wajah yang sudah memerah satu sama lain.


"Apa-apaan sih, makannya kalau jalan itu matanya di pakai jangan cuman di jadiin pajangan doang! Lihat nih, akibat ulahmu bibirku udah enggak pera*wan lagi kan!!" Pekik Anna dengan kesal.

__ADS_1


"Ma-maaf a-aku tidak sengaja, An.." Ucap Ash yang sudah menundukkan kepalanya, ia merasa bersalah akibat ketidak sengajaannya malah membuat Anna menjadi marah padanya.


Sasya mendengar perdebatan Anna dengan Ash membuatnya malah tidak enak akibat Sasya mengejar Ash membuat mereka menjadi salah paham. Sasya langsung berbalik dan berjalan perlahan ke arah Anna.


"Sus Anna, maafkan saya. Ini semua salah saya karena Ash selalu menghindar dari saya, jadi saya berusaha mengejarnya dan pada akhirnya Ash malah menabrak sus Anna. Jadi maafkan saya, jangan salahkan Ash untuk ini. Kalau suster Anna mau marah, marah aja sama saya gapapa kok" Jelas Sasya dengan raut wajah bersalah.


Anna dan Ash terdiam menatap Sasya dengan tatapan berbeda. Anna tahu jika Ash bersikap seperti ini pasti dia sedang menghindari Sasya agar tidak kebawa emosi, akibat keadaan hati Ash masih sedikit panas.


"Ma-maaf aku sedang sibuk banyak pasien yang membutuhkanku, ayo Anna" Ash segera menarik tangan Anna dan membuatnya sedikit terkejut.


Sasya hanya bisa terdiam di tempat menatap ke pergian mereka berdua, lalu berkata "Ada apa denganmu Ash, kenapa sikapmu berbeda dari biasanya. Padahal kemarin kita biasa-biasa aja tidak ada masalah, cuman sekarang kamu seperti selalu menghindariku. Jika memang aku ada salah maka tegorlah aku bukan menghindar"


Sasya berbicara dengan kecil melihat tubuh mereka yang sudah tidak terlihat, kemudian Sasya berusaha menahan dirinya untuk menunggu waktu yang pas supaya bisa berbicara dengan Ash tanpa membuat Ash kembali menghindarinya.


"Dasar LUZER!!" Ucap Anna. Tangan Ash mengepal keras ketika Anna seperti mengatainya, padahal Ash tidak ada masalah dengan Anna. Namun kenapa Anna malah mengucapkan kata itu kepada Ash hingga membuat Ash merasa marah.


"Apa yang kau katakan barusan padaku, Anna?!" Geram Ash dengan tatapan tajam.


"Luzer, yang artinya kamu adalah seorang pe-cun-dang! Kenapa? Kamu marah aku mengatakan hal itu padamu, hem.."


"Jika memang kamu bukan seorang pecundang, lantas kenapa kamu malah menghindarinya? Kalau memang kamu laki-laki sejati maka kamu akan menerima semua kenyataan, anggap saja kamu sedang belajar mengenal cinta. Jadi tidak perlu melakukan hal bod*doh ini, kasihan Dokter Sasya, dia tidak tahu apa-apa!"

__ADS_1


"Pasti saat ini dia sangat bingung dan juga sedih, sahabatnya sendiri malah menghindar darinya tanpa sebab yang jelas. Ingat Ash, Dokter Sasya adalah orang yang baik jadi jangan membuatnya merasa sedih. Lebih baik kamu temui dia, lalu katakan semuanya yang ada di dalam unek-unekmu agar Dokter Sasya tahu jika kamu selama ini memiliki perasaan padanya!"


Anna berbicara dengan nada yang sangat tegas, namun Ash dia malah semakin memuncak. Sampai seketika Ash malah mendorong keras tubuh Anna ke arah dinding dan menguncinya.


Kemudian mata mereka saling menatap satu sama lain, Anna bisa melihat sorotan mata Ash begitu hancur ketika mengetahui bahwasanya cinta yang selama ini dia rasakan malah bertepuk sebelah tangan.


Ash yang melihat sudut mata Anna memancarkan kepedulian yang begitu besar membuat Ash merasa ada yang berbeda dari sudut mata Anna, sehingga Ash menonjok keras ke arah dinding.


Anna memejamkan kedua matanya sambil sedikit membuang muka ketika melihat emosi Ash semakin tidak terkendali.


"Apa hakmu mengatakan semua itu padaku, hah!! Siapa kau berani sekali mengajari tentang cinta, bahkan untuk memiliki kekasih saja pasti kau tidak becus, kan! Jadi gak usah mencoba menasehatiku jika kau sendiri pernah gagal dalam mencintai seseorang paham!" Bentak Ash.


Anna yang mendengar perkataan Ash membuat amarah di dalam dirinya mulai muncul, sehingga mata Fayra menatap tajam ke arah Ash.


"Kau benar Ash, hahah.. aku memang bod*doh dalam memilih cinta, bahkan di saat H-1 pertunanganku di-dia dia malah mengkhianatiku dengan wanita lain, yang lebih parahnya lagi saat aku main ke Apartemennya aku malah melihat mereka sedang melakukan hubungan badan!"


"Gila kan, ya memang gila. Tapi itu kenyataannya karena mungkin budaya di sini memang sudah terbiasa dengan semua itu. Jadi untuk mereka, apa yang dilakukan adalah hal biasa. Tapi bagiku itu adalah hal yang tidak akan pernah bisa aku terima, dimana dia sudah berhasil menghancurkan semuanya. Hati, kepercayaan dan juga mental. Semuanya hancur tak tersisa Ash, hancurrrr hhaha.."


"Sekarang kau puas Ash, puas!!! Dari sini kau masih belum bisa melihat bahwa nasibmu jauh lebih baik dari diriku, dimana kau hanya merasakan cintamu bertapuk sebelah tangan. Tetapi aku? Aku malah sempat ingin mengakhiri hidupku, tapi aku sadar bahwa semua itu percuma!"


"Lebih baik aku belajar menerima semua takdir yang sudah di tentukan, anggap saja ini adalah bentuk pembelajaran bahwa kita harus lebih berhati-hati lagi dengan yang namanya cinta! Sama halnya dengan kau, mungkin luka sayatan yang ada di dalam hatimu tidak sebanding dengan luka tusukan yang tidak bisa aku tutup sampai kapan pun!"

__ADS_1


Ash bisa melihat luka yang sangat mendalam dari sudut mata Anna ketika ia menatap Ash, mata memerah berair dan juga tarikan nafas Anna mulai membuat Ash merasa bersalah.


Hingga akhirnya Ash memegang rahang Anna sambil mengusap air mata yang masih mengucur deras, lalu Ash membawa Anna kedalam pelukannya. Disitulah Anna menangis sesegukan ketika semua kejadian itu kembali berputar di dalam ingatannya.


__ADS_2