
Keluarga yang dia sayang telah mengusirnya, hingga menjebaknya masuk ke lingkungan gelap dan terakhir kekasih yang di cintainya telah melupakan janjinya.
...Flashback Off......
Nenek Mona dan Key yang melihat Kakek Iram hanya terdiam membuat mereka sedikit bingung, tak lama mereka segera menyadarkan Kakek Iram agar tidak terlarut dari lamunannya.
"Ehh.. I-iya ada apa?" ucap Kakek Iram dengan wajah terkejut.
"Kamu lagi ngapain sih, orang lagi cerita malah bengong sendiri!" sahut Nenek Mona.
"E-enggak Sayang, a-aku cuman keingat dengan anakku, setelah menatap bola mata Key begitu mirip dengan Caca"
"Apa yang dikatakan Caca dulu sebelum pergi dari rumah ini benar-benar terbukti, percuma saja kita memiliki umur panjang namun semua anak kita sudah meninggalkan kita untuk selamanya!"
"Maria beserta keluarga kecilnya telah tiada akibat kecelakaan, bahkan disaat-saat terakhir Maria selalu menanggil nama Caca. Sedangkan Caca dia pergi entah kenapa, kita pun tidak bisa menemukannya. Belum lagi kita tidak tahu bagaimana nasibnya sampai saat ini"
Kakek Iram berbicara dengan bola mata yang sudah berlinang, Nenek Mona mendengar itu pun sudah berkucuran air mata. Namun berbeda dengan Key, dia cuman bisa terdiam tidak mengerti apa yang Kakek Iram bicarakan.
"Kalian pada kenapa sih! Harusnya itu aku yang nangis kenapa jadi kalian yang nangis? Terus juga siapa itu Caca Marica atau apalah itu" ucap Key mampu membuat semuanya langsung mengusap air matanya.
Kemudian mereka tersenyum kecil, dimana Kakek Iram berpamitan untuk kembali ke kamarnya meninggalkan mereka dengan wajah Key yang semakin bingung.
"Sudah malam, mending kita istirahat ya. Ayo Nenek antar, nanti kamu tinggal pilih aja mau kamar yang mana. Nenek ada 2 kamar utama tetapi bekas kedua anak Nenek, apa kamu mau? Atau kamu mau di kamr lain ya silakn saja yang penting kamu bisa nyaman"
Nenek Mona langsung membawa Key ke arah kamar agar sedikit mengalihkan topik pembicaraan mereka. Apa lagi Nenek Mona sangat tahu, pasti kondisi Kakek Iram saat ini sedang tidak baik-baik saja lantaran teringat kembali dengan anak kandungnya yang tidak tahu keberadaannya.
Satu persatu kamar Key kunjungi, tetapi tidak ada yang cocok untuknya. Bahkan kamar Maria terlihat sangat megah dan mewah saja tidak mampu membuat Key tertarik.
Nenek Mona tersenyum melihat Key benar-benar bukan tipe wanita yang gila dengan kemewahan, tetapi Key lebih mementingkan kenyaman untuk dirinya sama halnya seperti Caca.
Dengan perlahan mereka masuk ke dalam kamar Caca, kamar yang penuh dengan semua kesederhanaan. Aroma parfum kamar pun mampu membuat Key merasa begitu tenang.
__ADS_1
Key duduk di pinggir kasur sambil mengelus pelan kasur itu, lalu menatap Nenek Mona yang saat ini berdiri di hadapannya.
"Nek, jika boleh Key tahu ini kamar siapa? Kenapa kamar ini berbeda dengan kamar sebelah? Katanya kalian memiliki 2 anak perempuan, tetapi kenapa desain kamar mereka sangat berbeda?"
"Kamar sebelah terlihat sangat mewah, tetapi di sini malah sederhana. Cuman di balik kesederhanaan ini desainnya benar-benar terlihat lebih mewah dari kamar sebelah"
"Atau jangan-jangan ketika kalian masih muda selalu membanding-bandingkan ke-2 anak kalian satu sama lain?"
Pertanyaan Key berhasil menghilangkan senyuman di wajah Nenek Mona dan berubah menjadi air mata. Lagi dan lagi Key benar-benar penasaran ada apa ini, kenapa setiap membahas masalah anak perasaan mereka selalu saja sensitif.
Key yang tidak tega melihat Nenek Mona menangis langsung menggiring Nenek Mona agar duduk di sampingnya. Key mengusap air mata Nenek Mona sambil mencoba menenangkannya.
"Ada apa, Nek? Kenapa dari tadi kalian selalu menangis? Apakah perkataanku membuat kalian sakit hati? Jika benar, Key minta maaf. Key tidak ada mksud seperti itu. Key hanya spontan bertanya sesuai fakta yang Key lihat saat ini. Cuman jika itu membuat Nenek bersedih, maka maafkan Key" Ucap Key menggunakan nada yang lembut.
Nenek Mona segera menggelengkan kepalanya dengan cepat sambil berkata. "Tidak Key tidak, kamu tidak salah. Maaf jika kami sudah membuatmu menjadi bingung, ta-tapi.."
"Sudah Nek, tidak apa-apa jika Nenek tidak bisa menceritakan semuanya. Key paham, di sini Key adalah orang lain. Jadi tidak berhak jika Key menanyakan hal tentang kehidupan kalian, Key minta maaf jika pertanyaan Key membuat Nenek bersedih"
Nenek Mona langsung memeluk Key membuat Key sedikit terkejut. Tetapi Key bisa merasakan bahwa pelukan ini benar-benar berbeda dari pelukan Mommy Nisha yang selama ini dia rasakan, bahkan pelukan ini lebih nyaman. Layaknya seorang cucu dengan Neneknya.
"Kamu tidak perlu pergi dari sini Key, pokoknya Nenek tidak mau kamu pergi atau kerja. Lebih baik kamu sekolah yang tinggi biar kamu bisa jadi orang sukses, anggap saja aku ini Nenekmu. Paham!" Tegas Nenek Mona sambil memeluk Key begitu erat.
Uhukk.. Uhukk..
"Astaga Nek, lepasin! Aku ini orang bukan boneka, kalau aku mati bagaimana?"
Key memasang wajah sangat kesal, Nenek Mona langsung melepaskan pelukannya dan tertawa kecil.
"Hihihi.. Ma-maaf cucuku, ohya.. Jadi kamu mau memilih kamar ini?" Tanya Nenek Mona.
"Ya aku mau di kamar ini, Nek. Apa boleh sama kalian?" Tanya balik Key.
__ADS_1
"Boleh dong, asalkan kamu harus janji akan merawat kamar ini sebaik mungkin dan satu lagi jangan pernah menyentuh barang apa pun yang berharga di sini ya. Soalnya Kakek Iram tidak suka jika ada barang milik anaknya di sentuh, pahamkan maksud Nenek" Ujar Nenek Mona sambil sedikit tersenyum.
"Anaknya? Memang ini kamar siapa sih, Nek? Lalu ini foto siapa?" Sahut Key sambil memegang bingkai foto
Ibu kandungnya sendiri.
"Ini namanya Caca, dia anak kandung dari Kakek Iram. Sedangkan yang di kamar sebelah itu namanya Maria, dia anak kandung kami. Ya sudah kamu istirahat ya, kita sambung besok lagi"
Nenek Mona berdiri sambil mengelus kepala Key, lalu dia pergi meninggalkan Key yang masih memandangi foto wanita cantik dengan sedikit tersenyum. Tapi entah kenapa tangan Key terarah untuk mengelusnya perlahan, sorot mata wanita yang ada di foto itu seperti memberikan efek kesedihan yang sangat besar.
Tanpa di sadari Key malah meneteskan air mata, enggak tahu kenapa dia merasa begitu sedih ketika menatap foto itu terus menerus.
Beberapa menit Key tersadar dan langsung menaruh foto itu kembali di tempatnya, Keu segera menghapus air matanya sambil berkata. "Astaga, apa-apaan sih ini! Kenapa aku nangis ketika melihat foto itu? Belum lagi aku seperti bisa merasakan apa yang dia rasakan"
"Aissshhh.. Sudahlah, besok-besok aku juga bisa menanyakan lagi tentang wanita itu. Apa lagi ketika aku mendengar dari ucapan Nenek bahwa Caca dan Maria itu anak yang berbeda, berarti seperti aku dengan Jay dong?"
"Ohya.. Ngomong-ngomong soal Jay, dia lagi apa ya? Terus bagaimana keadaan Mommy Nisha? Pasti mereka sangat sedih setelah tahu aku tidak ada di rumah"
"Lalu Daddy? Apakah Daddy menyesal ketika kehilnganku? Tapi, tidak mungkin! Jika Daddy bersedih itu pasti mustahil, palingan juga saat ini Daddy tersenyum lebar ketika tahu aku sudah tidak ada di rumah!"
"Uhhh.. Sudahlah mungkin memang itu yang Daddy inginkan selama ini, supaya Daddy bisa terbebas dari gangguanku. Jadi biarkan mereka bahagia Key, ingat! Jika kamu kembali sama saja kamu merebut kebahagiaan 2 orang sekaligus, Jay dan Mommy Nisha. Lebih baik sekarang kamu istirahat, dan fokus memikirkan langkah apa yang akan kamu ambil ke depannya"
"Semangat Key, semangat! Kamu itu wanita yang kuat, jadi pasti kamu bisa menjalani kehidupan yang pahit ini dengan kerja kerasmu. Meskipun kamu adalah anak dari wanita malam, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa Mommy kandungmu adalah orang baik. Jadi belajarlah untuk berpikir hal yang positif tentang Mommy mu!"
"Dahlah, mending aku bersih-bersih ganti baju terus istirahat. Biar besok bangun pagi, terus bantuin Nenek Mona"
Key langsung membuka tasnya mengambil 1 pasang baju, kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket.
Setelah selesai Key segera merebahkan tubunya di kasur yang terasa nyaman untuknya, Key menyelimuti tubuhnya lalu memeluk guling dalam keadaan miring ke kiri.
Key memejamkan kedua matanya untuk memasuki alam bawah sadarnya, namun di sela Key tertidur dia seperti merasakan kepalanya di usap oleh seseorang yang tidak bisa Key lihat. Apa lagi saat Key mau membuka matanya terasa begitu berat, hingga dia langsung kembali tertidur dengan nyenyak.
__ADS_1