
Namun yang membuat Alex dan Pinjai heran adalah, kenapa Joko malah terlihat sangat senang jika di suruh untuk mengurusi wanita itu? Apakah Joko menyukai wanita itu? Tapi mana mungkin selera Joko jatuh pada wanita gila itu. Ya walaupun begitu, semua kembali lagi pada diri Joko. Dia yang menjalankan hidupnya, maka dia sendiri pula yang memilihnya.
Alex yang sudah sangat capek berdebat terus-menerus dengan Joko hanya karena wanita itu, membuat kepalanya terasa pening. Jadi mau tidak mau, Alex melepaskan wanita itu dari siksaannya dan ia menyerahkan semuanya kepada Joko. Terserah Joko mau diapain, atau di bagaimanain pun Alex sudah tidak peduli.
Alex hanya fokus dengan tujuannya saat ini yaitu ia berharap jika suatu saat nanti ia bisa bertemu kembali dengan Sasya. Alex hanya ingin mendapatkan kata 'Aku Memaafkanmu' yang keluar langsung dari mulut Sasya supaya ia bisa kembali tenang untuk menjalani hidunya tanpa adanya bayangan Sasya di setiap saat.
Bayangan Sasya itu selalu muncul ketika Alex mengingat kembali kejadian itu, serta ia selalu di hantui oleh merasa bersalah kepada Sasya dan juga keluarganya. Mungkin jika waktu bisa di putar kembali, Alex tidak akan pernah mau ke makan dengan omongan wanita licik seperti wanita itu sehingga Alex terjebak di dalam penyesalan yang teramat dalam.
Joko lalu berjongkok di depan wanita itu sambil tersenyum.
“Bagaimana kabarmu, cantik?” ucap Joko dengan sangat lembut yang membuat wanita itu sedikit mengintip dari celah jarinya.
Dengan perlahan wanita itu membuka wajahnya yang tertutup tangannya sambil menatap Joko dengan tatapan sedikit ketakutan.
“Tenang ya, jangan nangis lagi kasihan wajahmu sudah sangat bengkak setiap saat selalu saja menangis seperti ini” ucap Joko sambil menghapus air mata wanita itu tanpa rasa jijik sedikit pun.
Padahal wajahnya sangat kotor, lusuh dan juga bau. Namun Joko seperti biasa saja saat menemuinya bahkan ia terlihat sangat happy.
“Tu-Tuan, ka-kau ke sini lagi?” ucap wanita itu dengan suara terbata-bata.
“Ya, aku ke sini karena aku akan menempati janjiku. Aku akan selalu melindungimu, asalkan kamu sungguh mengakui kesalahanmu dan mau berubah untuk menjadi wanita yang jauh lebih baik” ucap Joko.
“A-aku mau Tu-Tuan, a-aku menyesal hiks... Ji-jika waktu bisa di putar kembali aku tidak akan menjadi wa-wanita yang sangat menjijikkan ini hiks... A-aku tidak sudi mempunyai ba-badan seperti ini aku tidak mauuuuu huaaa...” wanita itu menangis serta mengamuk depresi hingga ia mencakar-cakar tubuhnya sendiri dengan kuku panjangnya.
Joko yang melihatnya segera memeluk wanita itu agar tidak semakin melukai tubuhnya akibat mentalnya yang benar-benar sudah terganggu.
“Heii... shuut... Tenanglah, coba untuk melupakan serta mengikhlaskan apa yang sudah terjadi di masa lalu. Sekarang saatnya kamu bangkit, dan tunjukkan pada semua orang yang sudah kau sakiti jika kau bisa berubah menjadi wanita yang baik"
"Kau akan menjadi wanita yang tidak akan menghalalkan segala cara lagi untuk bisa mendapatkan apa yang kau inginkan. Tapi ada satu hal yang harus kamu ingat, aku akan selalu ada di sini bersamamu”
Joko memeluk wanita itu dengan sangat lembut, hingga wanita itu bisa mengendalikan semua mentalnya agar bisa menjadi tenang. Saat wanita itu mulai tenang, Joko melepaskan pelukannya sambil meraup wajah wanita itu hingga menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya.
__ADS_1
“Lihatlah ke dalam mataku, Cika. Di sana kamu akan dapat melihat cinta yang begitu besar hanya untukmu” Cika menatap mata Joko dengan sangat dalam hingga ia benar-benar melihat semua itu.
“Lalu pejamkan kedua matamu agar kamu bisa merasakan hatiku, betapa aku selalu merindukanmu di setiap malam. Bahkan aku tak henti-hentinya memohon dan memohon agar Tuan Alex tidak lagi menghukummu, itu karena aku sangat hancur saat melihat tubuhmu penuh luka seperti ini”
Cika menangis dengan mata yang tertutup saat ia mencoba untuk mengingat dimana Joko selalu membelanya hingga bertengkar dengan Tuannya sendiri.
“Aku tidak pernah memandang siapa dirimu, bagaimana masa lalumu, dan apa saja yang telah kamu lewati selama ini. Aku hanya ingat satu hal di saat aku pertama kali melihatmu, maka di situlah cinta ini mulai tumbuh"
"Namun aku mencoba menangkis itu semua, karena aku kira aku menyukaimu hanya karena kecantikan wajahmu tetapi aku salah. Bahkan di saat keadaanmu seperti ini pun, cinta itu malah semakin besar untukmu"
"Jadi inilah jawaban kenapa aku selalu membelamu dari Tuan Alex dan juga menggagalkan semua aksi bunuh dirimu itu. Ya aku sadar kok, aku cuma seorang pria biasa yang banyak melakukan dosa, bahkan tadi saja aku sudah membunuh seseorang untuk membalaskan dendamku karena Tuan Alex tertusuk di perutnya berkat ulahnya”
“Sehingga aku pantas jika aku tidak bisa memiliki seorang pasangan yang benar-benar tulus mencintaiku tanpa melihat siapa diriku, bagaimana kisahku dan apa pekerjaanku”
Joko duduk sambil bersandar ke dinding hingga ia mendongakkan kepalanya ke atas dalam keadaan mata tertutup dan kedua tangan memegang kakinya yang di tekuk sebatas dada. Cika yang benar-benar terharu mendengar ucapan Joko, membuat hati kecilnya sangat-sangat tersentuh.
Inilah impian Cika dari dulu, ia ingin sekali mendapatkan pasangan yang benar-benar tulus padanya. Namun karena obsesinya akan cinta, sehingga membawanya sampai di sini.
“Bukan hanya senang, melainkan aku merasakan kebahagiaan yang tidak pernah aku bayangkan. Tetapi aku tidak mau kamu berbicara seperti itu karena kamu terpaksa untuk mencintaiku hanya demi melihatku bahagia, Cika..."
"Sedangkan jauh di dalam hatimu, kamu tidak merasakan hal yang sama. Jadi lebih baik kamu anggap saja kalau aku tidak pernah berkata apa pun tentang perasaanku ini” jawab Joko sambil tersenyum.
“Ji-jika di izinkan, apa-apakah boleh aku belajar untuk me-mencintaimu, Tuan?” sahut Cika yang membuat Joko langsung berbalik dan menghadapnya.
“Ka-kau se-serius mmau belajar untuk mencintaiku?” tanya Joko dengan mata berbinarnya.
Cika tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, “A-aku serius, asalkan Tu-Tuaan mau membantuku. Ji-jika tidak maka aku tidak akan bisa me-mencintaimu karena aku lupa bagaimana ca-caranya untuk mencintai seseorang dengan tu-tulus...”
“Aku mau, kok mau malah mau banget. Aku janji sama kamu, aku akan mengajarimu bagaimana caranya mencintai pasangan dengan tulus dan aku juga janji akan segera mencari cara supaya kamu bisa di bebaskan. Lalu kita bisa menikah serta memiliki keluarga kecil yang sangat bahagia” ucap Joko dengan antusias.
Sedangkan Cika, ia hanya tersenyum manis menatap Joko karena baru kali ini dia perlakukan sebaik ini dengan seorang pria yang mana hanya dengan melihat Joko tersenyum saja Cika seperti mendapat ketenangan tersendiri di dalam hatinya.
__ADS_1
“Ja-jadi ki-kita pasangan, dong?” tanya Joko dengan wajah bahagianya.
Cika menggelengkan kepalanya secara perlahan dan tersenyum, “A-ajari aku dulu bagaimana ca-caranya agar aku bisa me-mencintaimu tanpa syarat apa pun da-dan murni aku mencintaimu karena kamulah pria yang aku ci-cintai”
Ucapan Cika mampu membuat Joko meneteskan air matanya. Baru kali ini Joko bisa merasakan bagaimana rasanya bahagia sambil menangis. Dengan perlahan Cika mengusap air mata Joko menggunakan kedua tangannya yang masih terikat oleh besi sehingga saat ia mengangkatnya maka terdengar jelas suara besi yang saling bertabrakan.
Joko langsung memeluk Cika dengan rasa bahagia, bahkan ia mencium kening Cika tanpa rasa jijik sedikit pun. Inilah yang dinamakan cinta tanpa memandang apa pun, dan inilah cinta sejati yang sesungguhnya.
Setelah selesai, Joko menyuruh mafioso lainnya agar membawakan makanan serta minuman untuk Cika karena Joko ingin sekali menyuapinya sampai habis tak tersisa. Joko sangat tahu jika Cika selalu tidak menghabiskan makanannya, jadi ini saatnya Joko membuktikan serta menunjukkan arti kata cinta yang sebenarnya.
Cika pun makan sambil tersenyum menatap Joko yang tak henti-hentinya melebarkan bibirnya, bahkan mafioso lainnya yang melihat kisah mereka di buat sangat terharu. Bagaimana perjuangan Tuannya untuk mencoba melindungi Cika dari siksaan King-nya.
Hari sudah semakin larut, dan Joko menyuruh Cika untuk beristirahat. Cika tertidur dengan keadaan kaki di pasung, tangan di rantai dan hanya beralaskan tikar tipis yang sewaktu-waktu bisa membuat tubuhnya merasakan dinginnya lantai di dalam tahanan.
Bertahun-tahun Cika menghadapi semua ini hingga mentalnya sangat terganggu, namun ia senang karena di sini ia bisa menemukan seorang pria yang benar-benar tulus mencintainya tanpa di minta, tanpa di rebut, dan tanpa adanya ancaman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat sore menjelang maghrib semua pembaca setia Author... 😁😁😁
Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗
Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗
Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1