Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Maaf Aku Terlambat


__ADS_3

Sedangkan bodyguard satunya berjaga tepat di samping mobil Jay dan Key dengan berdiri tegas dan memperlihatkan wajah tegas serta datarnya.


Jay yang melihat bodyguard itu membuatnya sedikit merasa takut, lantaran baru kali ini Jay melihat penjaga rumah yang bagaikan seorang pembunuh yang berada di dalam film-film drakor.


"Astaga, Kak! Kenapa mereka terlihat sangat menyeramkan, apa setiap orang kaya raya memiliki bodyguard seperti itu ya? Tapi, kenapa aku tidak pernah melihat mereka berada di dekat Lily?" bisik Jay dengan suara lirihnya sambil melirik ke arah bodyguard yang saat ini menatap ke arah lain.


"Aku pernah melihat mereka, namun berbeda orang. Cuman, mereka berjaga dari jarak jauh hingga jika kita tidak akan menyadari jika mereka di jaga ketat oleh seorang bodygurd" jelas Key dengan suara kecilnya.


"Oh gitu... pantas saja Kakak terlihat tidak ketakutan saat berbicara dengan mereka. Malah mereka yang sangat terkejut ketika melihat Kakak lebih galak dari mereka hihi..." canda Jay yang kini tawanya sampai terdengar oleh bodygurd, yang mana bodyguard itu langsung menoleh ke arah Jay.


Jay yang melihat bahwa bodyguard itu menatap ke arahnya itu pun langsung terdiam serta membuang wajahnya ke samping untuk menghindari tatapan bodyguard yang begitu menyeramkan.


Tapi, berbeda dengan Key yang awalnya Key mau marah sama Jay kini malah membuatnya tersenyum lantaran melihat tingkah Jay yang begitu kocak.


*


*


Di depan pintu utama, sang Bodyguard langsung mengetuk pintu terlebih dahulu dan tak lama pintu terbuka lebar bersamaan dengan munculnya seorang wanita paruh baya yang bekerja menjadi pembantu di sana.


"Maaf mengganggu Bi, boleh tolong sampaikan ke Nyonya jika saya ingin membicarakan sesuatu dengannya dan juga Nona Lily?" ujar sang Bodyguard dengan nada yang sedikit merendah.


“Baiklah, tolong tunggu sebentar ya... aku akan menyampaikan hal ini pada Nyonya dan Nona Lily di dalam” ucap Bibi tersebut sambil berjalan menuju ruang tamu yang mana semua orang berkumpul di sana.

__ADS_1


“Permisi semuanya, maaf mengganggu. Saya ingin menyampaikan pesan dari bodyguard yang berjaga di luar. Dia bilang ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada Nyonya dan juga Nona Lily” ucap Bibi dengan nada sopan sambil menundukkan kepalanya.


“Kalau begitu suruh bodyguard itu masuk dan katakan di sini” ucap Brian dengan nada dan wajah datarnya.


“Baiklah Tuan Besar, permisi...” ucap Bibi tersebut sambil berbalik dan berjalan ke pintu utama dan meminta bodyguard itu masuk menemui semuanya di ruang tamu.


“Permisi Tuan dan Nyonya, saya ingin menyampaikan bahwa di depan ada seorang Nona dan Tuan kecil yang mengatakan bahwa mereka adalah teman sekolah dari Tuan Lukas dan Nona Lily” ucap bodyguard dengan penuh kesopanan.


“Temannya Lily dan Lukas? Siapa mereka? Kenapa tiba-tiba ada orang yang mengaku-ngaku sebagai temannya Lily dan Lukas” ucap Brian dengan semua rasa kebingungan yang dia miliki.


“Ohh... Itu pasti Jay dan Kakaknya Ayah, Bunda. Hari ini Lily ada kerja kelompok dengan Jay, tapi harusnya Jay ada di sini jam 11 tapi sekarang sudah hampir jam 2. Aku pikir Jay tidak akan datang ternyata dia malah datang terlambat” ucap Lily dengan wajah kesalnya.


“Jay dan Kakaknya? Maksud Lily itu Key? Wanita menyebalkan dan dingin itu? Ngapain juga dia ikut datang ke sini? Apa jangan-jangan Jay itu takut datang sendirian jadi dia mengajak Kakaknya itu? Ciihh... dasar pria lemah” gumam Lukas di dalam hatinya.


“Baiklah Nyonya, kalau begitu saya akan membawa mereka ke sini. Saya permisi dulu Tuan dan Nyonya...” ucap bodyguard tersebut yang berjalan ke luar dan kembali menuju gerbang masuk.


Setelah sampai di gerbang masuk, lalu bodyguard tadi menyuruh supir Jay dan Key untuk masuk ke dalam sambil bodyguard yang tadi mengikuti mobil mereka dari belakang. Sedangkan bodyguard satunya tetep di gerbang dan menjaga semuanya jika ada yang akan datang lagi.


Lalu Key dan Jay turun dari mobil dan bodyguard tersebut menunjukkan jalan kepada mereka dan membawa mereka menuju ruang tamu di mana semua orang sudah berkumpul di sana.


“Permisi... Maaf mengganggu waktu semuanya. Saya adalah Key, Kakak dari Jay yang mana adalah teman sekelasnya Lily. Saya juga teman sekelasnya Lukas, salam kenal semuanya” ucap Lily sambil menundukkan kepalanya dan Jay yang mengikutinya.


“Tidak perlu terlalu sopan seperti itu sayang. Kemarilah... dan duduk di sini bersama dengan Lily dan juga Lukas” ucap Bunda Hana sambil berjalan di tengah Jay dan Key.

__ADS_1


Lalu Jay dan Key duduk di sofa di mana saat ini Lily dan Lukas sedang duduk di lantai. Lily yang menatap Jay dengan wajah datarnya tapi bibirnya melengkung ke bawah. Sementara Lukas, dia tetap fokus pada games yang sedang dia mainkan.


“Kenapa kau baru datang sekarang? Kita kan janjian jam 11, lalu kenapa kamu malah datang jam 2? Kamu terlambat Jay, aku pikir kamu tidak akan datang...” ucap Lily dengan nada kesalnya sambil berdiri menatap Jay.


“Ma-maaf Lily a-aku terlambat. A-aku ketiduran karena a-aku begadang bermain games. Sekali lagi aku minta maaf ya Lily...” ucap Jay dengan menundukkan wajahnya.


“Tolong maafkan adikku ini ya, dia ini memang sangat suka bermain games. Tapi sebenarnya dia sangat menyesal karena datang terlambat ke sini, jadi mohon maafkan kesalahan adikku ini ya...” ucap Key dengan nada lembut tapi wajahnya tetaplah datar.


“Ckk... bilang saja kalau dia itu pria yang omongannya tidak bisa di pegang, ngapain juga di belain. Kalau dia menyesal harusnya dia tidak akan datang terlambat seperti ini” gumam Lukas yang mama masih bisa di dengar oleh semuanya.


“Sudahlah... meskipun Jay datang terlambat, tapi Jay tetap datang bukan? Jadi lebih baik kalian mulai saja kerja kelompok kalian sekarang supaya selesainya tidak sampai malam” ucap Bunda Hana sambil mengelus-elus kepala Lily.


“Baiklah kalau begitu Lily akan meaag Jay hari ini, karena bagaimanapun Jay sudah datang ke sini. Kalau begitu Lily akan pergi ke kamar dan mengambil buku-buku Lily di sana” ucap Lily sambil berjalan menuju kamarnya dan mengambil buku-bukunya.


“Kalian tunggulah di sini ya, biar Bunda siapkan minuman dan camilan untuk kalian makan” ucap Bunda Hana sambil berdiri dari sofa.


“Aku akan membantu tante, karena aku merasa tidak enak jika aku hanya duduk saja. Bagaimanapun aku ke sini hanya untuk menemani adikku saja” ucap Key sambil berdiri dan menatap Bunda Hana dengan wajah datarnya.


“Baiklah kalau begitu, ayo ikut Bunda ke dapur dan kita siapkan minuman dan camilan untuk semuanya” ucap Bunda Hana yang berjalan menuju dapur dan ikuti oleh Key di belakangnya.


Sekarang hanya ada Jay, Brian dan Lukas di ruang tamu. Jay merasa seperti dirinya berada di tengah-tengah kandang binatang buas, karena saat ini Brian dan Lukas menatap Jay dengan tatapan penuh mengintimidasi. Jay hanya bisa menutup matanya dan menundukkan kepalanya.


Jay hanya berdoa di dalam hatinya agar Lily atau Key bisa segera kembali ke ruang tamu. Jay sangat takut dengan tatapan Brian dan Lukas padanya saat ini, yang mana mereka sedang menebak-nebak tentang Jay. Brian dan Lukas tidak mau kalau Lily sampai memiliki teman yang tidak baik, itu sebabnya mereka melihat Jay seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2