Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Antara Hati Dan Pikiran Brian


__ADS_3

Di kamar Brian dan Hana


Brian duduk di kasur dengan keadaan muka yang sudah tertekuk seperti orang yang sedang menahan kesal.


Hana yang baru saja memasuki kamar langsung melihat Brian malah membuat ia senyum-senyum sendiri.


"Masyaallah mas, kamu lucu banget sih kalau lagi ngambek begini. Tetapi jika lagi marah kamu malah terlihat seperti monster yang sangat menakutkan" ucap Hana di dalam hatinya.


Hana berjalan mendekati Brian lalu duduk di sampingnya dan berkata "Mas, mau mandi pakai air anget atau air biasa? Biar aku tidak kesalahan nantinya"


"Air panas!!" jawab Brian dengan nada dingin sambil memajukan mulutnya.


"Astagfirullah mas, enggak boleh ngomong begitu dong. Nanti kalau mas kenapa-kenapa bagaimana dengan aku dan Qisya?" tanya Hana sambil menarik perhatian Brian.


"Ya cari lagi saja sana, ribet banget!!" saut Brian dengan nada sewotnya.


"Memangnya kalau aku mencari suami yang baru, mas bolehin?" Hana mencoba untuk menggoda Brian.


"Yakk.. mana boleh, kau adalah istriku sampai kapan pun akan tetap menjadi istriku. Dan tidak ada seseorang yang bisa memilikimu. Paham!!"


Brian langsung memeluk Hana dengan sangat erat yang membuat Hana tersenyum sangat lebar.


Bagi Hana meskipun Brian terlihat sangat emosional tetapi menurut Hana, Brian mempunyai perasaan yang sama dengannya.


Hanya saja Brian belum bisa mengucapkannya, karena ia masih belum sepenuhnya bisa membedskan antara masalah masa lalu dengan masa depannya.


"Aku juga tidak akan mau jika harus mencari suami baru mas. Karena suamiku sudah lebih dari segalanya, dia tampan, baik, lucu bahkan aku sangat menyayanginya"


Hana mengucapkan kalimat itu dengan tidak sengaja mengatakan perasaannya sendiri yang malah membuat Brian tersenyum lebar dipelukan Hana.


Namun, sedetik kemudian Brian kembali menjadi datar lalu melepaskan pelukannya.


"Tadi apa yang kamu bilang barusan?" tanya Brian pura-pura tidak mendengarnya.


"Eh- e-enggak mas, hehe.. sudahlah aku mau nyiapin air hangat dulu buat mas ya, tunggu sebentar"


Hana pergi dengan tergesah-gesah menahan malunya karena telah mengucapkan perasaannya sebelum Brian yang mengucapkan lebih dulu.


Brian yang sedang melihat tubuh Hana semakin jauh, kini malah membuatnya tertawa cekikikan melihat tingkah konyol sang istri.

__ADS_1


"Haha.. Hana, Hana, kau bisa-bisanya membuatku tertawa di saat aku sedang ngambek padamu. Niatnya ingin memarahimu tetapi aku malah tidak bisa" gumam Brian.


"Dan apa tadi dia bilang? Di-dia su-sudah mulai mencintaiku? Astaga.., kenapa aku jadi gugup seperti ini sih. Lalu kenapa dengan hatiku yang berdetak semakin kencang? A-apa a-aku juga ada perasaan dengan Hana?" tanya Brian pada hatinya.


Tiba-tiba saja Hana dateng dengan memanggil Brian dan malah membuat Brian yang sedang melamun menjadi sangat terkejut.


"Mas" ucap Hana dengan sangat lembut.


"Ada apa, sayang?" Brian menengok ke arah Hana dan sedetik kemudian "Eh.. ma-maaf, maksudnya ada apa?" ucap Brian kembali dengan nada dinginnya.


"Ma-mas ta-tadi manggil aku apa? Sa-sayang?" tanya Hana dengan wajah memerah bagaikan tomat yang sudah kematangan.


"Hem, y-ya. Ke-kenapa? Tidak boleh suami manggil istrinya dengan sebutan sayang? Jika tidak ya sudah abaikan saja" ucap Brian dengan nada dingin dan langsung pergi ke arah kamar mandi dengan keadaan senyum-senyum sendiri.


"Eh, bo-boleh mas, Aku mau kok" Hana sedikit berteriak saat mengetahui Brian yang sudah memasuki kamar mandi dan menutupnya.


Brian yang mendengar ucapan Hana membuatnya menyender di belakang pintu sambil tertawa terbahak-bahak.


"Haha.. astaga, perutku sakit banget ya ampun Hana. Lama-lama aku bisa gila karenamu. Entah kenapa hati ini merasa sangat ingin selalu berada di dekatmu.Tapi jika aku sudah berada di dekatmu membuatku malah selalu ingin memarahimu"


"Arghhh.. kenapa sih aku masih harus terbayang dengan masa laluku? Aku ingin lepas dari semua itu!! Masa lalu adalah sebuah kenangan yang tidak harus aku ingat kembali. Dan masa depanku adalah Hana sama Qisya jadi aku tidak boleh terus menerus seperti ini. Aku harus bisa melawan diriku sendiri"


Brian berusaha bertempur dengan perasaan serta pikirannya yang membuat ia menjadi sangat dilema.


Hatinya berkata jika Brian harus memulai hidup barunya bersama Hana, tetapi pikirannya berkata jika cinta pertamanya tidak boleh tergantikan oleh siapa pun.


Brian langsung merendamkan tubuhnya sambil memejamkan matanya, entah kenapa bayang-bayang Hana dan Sandra bercampur jadi satu.


"Mas Brian" ucap seseorang yang membuat Brian langsung membuka matanya.


"Sa-sandra? Ke-kenapa kamu bisa ada di sini?" Brian terkejut dan untungnya dia masih menggunakan celana pendeknya saat berendam, kemudian bediri keluar dari bathup.


"Apa mas Brian bahagia menikah dengan Hana? Lalu bagaimana perasaan mas kepadaku, apakah mas sudah melupakanku?" tanya Sandra.


"A-aku tidak tahu Sandra, yang aku tahu saat ini adalah masa laluku bersama dirimu. Dan masa depanku bersama dengan Hana, tetapi aku harus bisa membedakan antara ke duanya. Jika masa lalu biarlah berlalu yang hanya untuk di kenang. Tetapi jika masa depan, aku harus memperjuangkannya" saut Brian.


"Kamu benar mas, Hana adalah wanita yang sangat pantas untukmu. Cepatlah tersadar sebelum terlambat, semoga kalian bahagia. Sandra pamit ya mas, tugas Sandra sudah selesai. Dan Sandra sudah bahagia bisa melihat mas mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Hana. Bahkan jika Sandra ada di posisi Hana, Sandra tidak akan mau menikah dengan calon suami yang masih terbayang-bayang akan masa lalunya. Jadi Sandra pesan sadarlah sebelum terlambat"


Sandra tersenyum dan melambaikan tangan berjalan mundur menembus dinding kamar mandi kemudian hilang begitu saja.

__ADS_1


"Entahlah aku masih bingung dengan semua ini, Arggghhh... si*al kenapa aku tidak bisa melawan diriku sendiri sih"


Bugh! ..


Bugh! ..


Brian memukul tembok dengan sangat kencang yang membuat Hana yang berada di kamar sedang menyiapkan pakaian Brian di buat sangat terkejut.


Kemudian Hana berlari dan menggedor pintu kamar mandi.


"Mas, mas tidak apa-apa kan di dalam. Tadi aku dengar seperti ada suara orang terjatuh. Mas buka dong pintunya, aku khawatir loh, mass...."


Hana terus saja menggedor pintu kamar mandi dengan keadaan yang begitu cemas.


Brian kemudian mendekati pintu dan membuka kuncinya.


Ceklek! ..


Creekk! ..


Hana langsung menerobos masuk kedalam langsung memeluk Brian yang masih keadaan basah dan sedikit membuat Brian terhuyung ke belakang.


"Hiks... mas, gapapa kan. Mas habis jatuh ia?" tanya Hana yang langsung melepaskan pelukannya kemudian mengecek seluruh tubuh Brian lalu menaup wajah Brian.


"Hiks.. mas kenapa diam saja, jawab mas jawab!!" ucap Hana sambil menggoyangkan tubuh Brian.


Brian yang menatap Hana dengan sangat dalam kini membuat hatinya bergetar sangat hebat, bahkan kini Brian sudah meneteskan air matanya.


"Hiks.. mas, please jawab aku mas, jawab!! Mas kenapa sih diam seperti ini, jangan bikin aku tambah panik mas hiks.." saut Hana yang sudah menangis dengan perasaan cemas.


Seketika Brian langsung menumpahkan semuanya dengan menangis di dalam pelukan sang istri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readres, othor ada rekomendasi suatu novel yang mungkin saja sesuai dengan genre kalian loh..


Mari di serbu yaa.. cus melimpir ke sini 👇


__ADS_1


__ADS_2