
Di saat dulu mereka berandai-andai jikalau anak serta cucunya bisa bangkit kembali maka kehidupan mereka akan jauh lebih bahagia. Tapi ternyata berandai-andaian mereka malah benar-benar terjadi meskipun dalam keadaan yang tidak sama persis.
...*...
...*...
1 hari berlalu pasca operasi transplantasi hati, akhirnya Daddy Ken mulai terbangun dari tidurnya secara perlahan melihat Mommy Nisha yang sedang tertidur dalam keadaan duduk sambil membungkuk di samping bangkar Daddy Ken dan memeluk tangannya.
Hari ini jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, dimana Jay masih tertidur di sofa. Mereka memang selalu menunggu Daddy Ken di ruangan pribadi setelah di pindahkan dari ruangan operasi.
"Te-terima kasih Sayang, kamu sudah selalu ada di sampingku tanpa rasa lelah. Dari berjuta sifatku yang kasar, keras dan juga egois kamu tetap merawatku dengan sangat baik"
"Wajah lelah, lesu dan juga pucat yang saat ini aku lihat merupakan wajah yang paling cantik selama kamu menjadi istriku. Wajah ini adalah bukti bahwa kamu benar-benar mencintaiku dengan tulus"
"Meskipun aku selalu menyakitimu, namun kamu tetap berusaha untuk menjadi istri yang terbaik untukku. Sekali lagi terima kasih, istriku.."
Daddy Ken meneteskan air matanya menatap wajah Mommy Nisha yang masih tertidur sambil tangan Daddy Ken yang terimpus mengelus kepala Mommy Nisha.
Tak henti-hentinya Daddy Ken selalu tersenyum, menangis dan juga bersyukur karena dia masih di beri kesempatan bisa melihat istri beserta anaknya.
Mata Daddy Ken teralih menatap Jay yang tertidur pulas dalam keadaan posisi miring menghadap ke arahnya.
"Terima kasih, Jay. Kamu sudah menjaga Mommy-mu dengan sangat baik selama Daddy sakit, maafkan Daddy jika selama ini Daddy belum bisa menjadi orang tua yang baik untukmu dan Ke-..."
Ucapan Daddy Ken terhenti ketika Mommy Nisha terbangun akibat terdengar suara isak tangis yang cukup menggema di telinganya.
"Ke-ken? Ka-kamu u-udah bangun?" tanya Mommy Nisha terbata-bata penuh keterkejutan menatap Daddy Kena yang tersenyum dalam keadaan menangis.
"Selamat pagi, istriku.." ucap Daddy Ken tersenyum sambil mengusap pipi Mommy Nisha perlahan.
"Ke-ken, aku senang kamu sudah bangun lagi hiks.. A-aku sudah lama menunggu saat-saat ini, terima kasih karena kamu sudah mau membuka matamu demi aku dan Jay hiks.."
Mommy Nisha menangis bahagia karena suami yang beberapa minggu terakhir ini hanya bisa menutup kedua matanya, sekarang sudah kembali membuka matanya pertanda bahwa operasi yang dilakukan Daddy Ken benar-benar berhasil.
__ADS_1
"Stttt.. Sayang, heii.. Jangan menangis oke, aku tidak mau melihatmu menangis seperti ini lagi. Aku sadar selama ini aku selalu membuat air matamu terbuang sia-sia, jadi mulai saat ini aku berjanji akan menjadi suami sekaligus Daddy yang terbaik buat kalian semua"
"Sekali lagi ma-maafkan aku Sayang, aku sudah sangat menyakiti kalian akibat sikapku yang semena-mena hiks.. A-aku sadar, mu-mungkin ini teguran untukku dan kesempatan terakhir di dalam hidupku"
"Mungkin kedepannya aku tidak tahu, apakah aku masih bisa membuka mataku atau tidak sama sekali-.."
"Cukup, Ken cukup hiks.. A-aku tidak mau mendengar itu lagi. Aku mau kamu sembuh, sehat dan kita bisa memulai semuanya dari nol lagi hiks.."
Mommy Nisha menyenderkan pipinya di tangan Daddy Ken sambil menatap manik matanya, dimana keduanya menangis sambil tersenyum satu sama lain.
Di sela tidurnya Jay merasa antara bermimpi atau nyata kalau dia seperti mendengar suara isak tangis kedua orang tuanya.
Perlahan demi perlahan Jay mencoba membuka matanya yang sedikit susah, akibat Jay baru tertidur 2 jam lalu lantaran keasyikan bermain games online.
Jay mengerjamkan kedua matanya, lalu duduk sambil mengucek matanya dan berkata. "Da-daddy? Da-daddy udah bangun, Mom? A-apa Jay salah liat? A-apa Jay mimpi?"
Mommy Nisha dan Daddy Ken mendengar suara Jay langsung menoleh secara bersamaan dan tersenyum.
"Apa Jay enggak kangen sama Daddy?" ucap Daddy Ken. Jay langsung berdiri terkejut saat suara beberapa minggu terakhir tidak dia dengar sekarang telah kembali.
"Hiks.. A-akhirnya Daddy bangun juga, Jay seneng liat Daddy sudah sehat lagi"
Jay menangis memeluk Daddy Ken yang bikin Daddy Ken tersenyum sambil mengusap punggung Ken bersama Mommy Nisha.
Setelah selesai, Ken segera melepaskan pelukannya secara perlahan dan menatap Daddy Ken sangat tajam. Sehingga kedua orang tuanya saling menatap satu sama lain penuh kebingungan.
"Pakoknya Daddy jangan sakit lagi, oke! Kalau Daddy sakit sedikit langsung bilang Jay, awas kalau Daddy sakit enggak pernah bilang! Jay akan marah banget sama Daddy. Paham!"
Ken berbicara penuh ketegasan, Daddy Ken hanya bisa mengangguk kecil sambil tersenyum. Dia merasa benar-benar begitu bahagia ketika anak dan istrinya memiliki jiwa kasih sayang yang sangatlah besar.
Ya walaupun berkali-kali Daddy Ken menyakiti mereka, bagi mereka Daddy Ken tetaplah orang yang mereka cintai.
Terlepas dari sikap baik atau pun buruknya tetaplah Daddy Ken adalah orang yang berharga di dalam hidup mereka.
__ADS_1
Inilah yang buat Daddy Ken terus meneteskan air matanya tiada henti, ketika melihat mereka berusaha membuatnya kembali bertahan hidup.
Namun, sekilas Daddy Ken teringat dengan 1 dosa yang benar-benar begitu fatal. Dia melihat sekeliling ruangan, tetapi tidak melihat keberadaan anak yang selama ini dia sia-siain.
"Apa Key tidak datang menjengukku?"
1 pertanyaan terlontar dari bibir Daddy Ken, seketika mereka berdua sangat syok dan langsung menatap satu sama lain.
"Kenapa kalian diam? Apa jangan-jangan Key benci sama aku, ya?"
"Atau Key sudah tidak menganggapku sebagai Daddy-nya lagi?"
"Ya, memang pantas sih karena kesalahanku dengannya sudah tidak bisa di toleransi lagi"
"Aku memang Daddy terbo*doh yang pernah ada hiks.."
"Aku sudah menyia-nyiakan anakku sendiri yang tidak memiliki kesalahan apa pun hiks.."
Daddy Ken menangis sesegukan sambil memukul-mukul tubuhnya sendiri, mereka berdua melihat itu segera menahan Daddy Ken dengan keras.
"Stop Dad, stop!! Kak Key tidak membenci Daddy sama sekali, karena Kak Key sangat menyayangi Daddy!" tegas Jay menahan tangan Daddy Ken.
"Tenang Ken, tenang! Kamu itu baru saja selesai operasi jadi jangan aneh-aneh! Lihat kondisimu masih belum pulih bener.."
Mommy Nisha dan Jay mencoba menenangkan Daddy Ken, sampai-sampai Jay memencet tombol yang ada di atas agar dokter bisa segera datang ke ruangan untuk memeriksa kondisi Daddy Ken.
Mereka takut jika ada sesuatu yang akan membahayakan kondisi Daddy Ken, apa lagi saat ini Daddy Ken mulai merasa sesak dan untungnya seorang dokter segera datang untuk memeriksanya.
Jay dan Mommy Nisha pergi keluar ruangan meninggalkan Daddy Ken bersama sang dokter yang ditemani oleh asistennya.
Wajah panik, cemas dan juga takut menyelimuti mereka. Jay yang tidak tega langsung memeluk Mommynya, baru tadi mereka merasa bahagia karena Daddy Ken sudah mau membuka kedua matanya.
Tetapi sekarang? Daddy Ken kembali mengalami kondisi yang tidak baik akibat teringat dengan Key.
__ADS_1
Lalu bagaimana kondisinya nanti ketika Daddy Ken terjebak di dalam perangkap mereka? Apa kondisinya akan jauh lebih buruk dari ini. Belum lagi Daddy Ken sudah mulai menyadari atas kesalahannya pada Key.
Cuman apa boleh buat, mungkin memang ini pelajaran yang nantinya akan membuat Daddy Ken benar-benar tersadar bahwasanya anak yang dia sia-siain bukanlah anak yang tidak berguna ataupun anak pembawa sial baginya.