Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Kecerobohan Pinjai


__ADS_3

Dengan berat hati Lukas pulang dalam keadaan wajah kesal serta datar karena paksaan dari Bunda Hana dan juga Ayah Brian supaya Lukas bisa menemani Lily bermain dengan semuanya.


...*...


...*...


Sasya yang sudah berada di kantin pun langsung mencari tempat yang kosong, namun dia mendapatkan tempat ternyaman yaitu di sudut pojok sehingga jauh dari keramaian pengunjung lainnya.


Sasya duduk di sana dengan wajah yang sudah tidak karuan lagi, yang membuat salah satu pelayan langsung mendekatinya dengan sedikit membungkuk.


"Permisi maaf mengganggu waktunya Kak. Di sini kamu menyediakan beberapa daftar menunya, silakan di lihat terlebih dahulu" Ujar seorang pelayan dengan sangat ramah yang membuat Sasya tersenyum lalu membuka menu tersebut.


Namun, di saat Sasya sedang melihat menu-menu yang ada di dalam buku tersebut tiba-tiba ada seseorang yang langsung duduk tepat di depan Sasya dan membuat Sasya terkejut langsung menatapnya.


"Maaf, jika saya lancang untuk duduk di sini. Kebetulan saat saya ingin membeli minum ternyata saya melihat Nona sedang duduk, jadi saya langsung saja mendekati Nona karena mau ada yang saya bicarakan. Apa Nona Sasya tidak keberatan?" Ucap seseorang dengan wajah seriusnya yang kini sudah menatap wajah Sasya.


"Aa-iya.. silakan Tuan Pinjai. Tapi, sebelumnya ada apa ya? Apa luka Tuan Alex kembali basah, atau terbuka? Jika itu yang akan Anda bicarakan lebih baik aku segera ke sana untuk melihatnya" Jawab Sasya dengan segala kepanikannya.


Ya, seseorang itu adalah Pinjai asisten Alex yang tadinya dia sedang duduk di taman namun karena haus langsung bergegas untuk kekantin sekalian mengisi perutnya.


Namun, di saat Pinjai baru saja memasuki kantin tanpa pengawalan tiba-tiba saja matanya menatap ke sudut pojokan dimana Sasya sedang membuka daftar buku menu yang akan dia pesan.


Pinjai tanpa menunggu lama segera pergi mendekati Sasya dan duduk di depannya hingga membuat Sasya terkejut saat menatapnya.


Entahlah ini keajaiban apa kebetulan, cuman kali ini Pinjai memberanikan diri untuk mengobrol dengan Sasya agar membuatnya tidak salah paham siapa Alex sebenarnya.

__ADS_1


Karena Pinjai merasa apa yang dikatakan Lukas memang sedikit benar, hanya saja Alex tidaklah sekejam mafia pada umumnya yang mana Alex hanya menghukum orang yang bersalah bukanlah orang yang tidak bersalah.


"Tidak Nona, bukan itu. Tuan Alex sedang istirahat dia tidak mau di ganggu semenjak Nona keluar dari ruangan, lalu dia menyuruhku juga untuk segera pergi meninggalkannya sendiri karena dia membutuhkan waktu untuk sendiri"


"Disitu saya merasa sangat bersalah karena saya membuat hubungan kedekatan kalian menjadi berantakan. Sekali lagi maafkan saya Nona, maaf banget saya tidak bermaksud seperti itu"


"Ya, memang Tuan Alex adalah Ki-..."


Saat Pinjai sedang mencoba untuk meminta maaf atas kesalahannya dan juga ingin menjelaskan semuanya membuat Sasya langsung memotongnya lantaran Sasya tidak nyaman saat Pinjai ingin menceritakan semua tentang Alex di tempat seramai ini yang mana nantinya akan membuat kehebohan secara mendadak.


Apa lagi Alex adalah King dari Mafia Golden Fangs yang terkenal sangat kejam dan juga identitasnya tidak banyak yang mengetahui namun saat mendengarnya namanya pasti akan membuat mereka langsung menyebar luaskan berita tersebut hingga membuat nyawa Alex berada dalam bahaya akibat para mafia akan mencecarnya.


"Cukup Tuan Pinjai. Jangan membahas soal privasi di sini, ini tempat umum. Lebih baik kita mengisi perut lebih dulu, baru nanti kita obrolkan ini di tempat yang lebih nyaman. Bagaimana?" Titah Sasya sambil melirik ke arah pelayan serta semua orang yang ada di sana.


Pinjai yang baru saja menyadari kebod*dohannya langsung mengikuti lirikan mata Sasya, dan dalam beberapa detik Pinjai langsung paham.


"Sudahlah lupakan itu sejenak, kita fokus dengan kesehatan saja dulu. Oh iya, Tuan mau pesan apa? Silakan di lihat lebih dulu, nanti gantian dengan saya" Sahut Sasya sambil ingin menyerahkan buku menu tersebut, namun Pinjai menolaknya.


"Sama kan saja dengan pesanan, Nona Sasya.." Jawab Pinjai dengan sedikit tersenyum.


"Baiklah, saya pesan fried rice-nya 2 dan minumannya orange juice 2 ya.." Sasya berbicara sambil menatap pelayan yang kini sedang menuliskan menu di note book.


"Sudah, Kak? Apa masih ada lagi yang ingin di pesan?" Tanya pelayan tersebut dengan tersenyum.


"Itu saja, Kak sudah cukup" Ucap Sasya sambil memberikan buku menu tersebut kepada pelayan dan langsung di terimanya dengan sedikit membungkuk.

__ADS_1


"Baiklah, di tunggu sebentar ya Kak. Permisi.." Pelayan tersebut langsung meninggalkan Sasya dan juga Pinjai untuk memberikan sebuah catatan kepada penjuru masak agar segera membuatkan hidangan lezat untuk mengisi perut mereka.


"Jika kau ada di sini, lalu bagaimana dengan dia?" Tanya Sasya kembali membuka topik agar tidak membuatnya terdiam.


"Untuk saat ini saya tidak tahu, Nona. Sepertinya Tuan menunggu Nona Sasya untuk kembali keruangannya karena Tuan berkata jika dia akan menghubungiku jika perlu"


"Tapi, jika tidak dia mungkin tidak akan menyuruhkan untuk berada di sampingnya. Cuman, saya tidak akan menurutinya dan saya akan tetap berjaga di depan pintu ruangan Tuan lantaran saya takut jika terjadi sesuatu dengannya dan juga saya sudah menyiapkan beberapa Bodyguard yang stay by di sana"


Pinjai menjelaskan kepada Sasya yang mana malah membuat Sasya merasa sedikit khawatir, namun saat mendengar beberapa Bodyguard hati Sasya sedikit tenang.


"Apakah dia sudah makan dan minum obat tadi pagi?" Tanya Sasya kembali yang membuat Pinjai hanya menggelengkan kepalanya lesu.


"Baiklah, setelah ini kita ke ruangan Tuan Alex. Aku akan mencoba membujuknya untuk tetap makan dan minum obat agar kondisinya segera pulih, dan masalah Tuan Pinjai mau bicara denganku nanti malam saja di saat Tuan Alex sudah tertidur kita bicara di taman. Bagaimana?" Tawar Sasya sambil menatap wajah Pinjai.


"Baik, Nona. Saya ikut saja selagi semua ini demi kebaikan Tuan saya akan lakukan. Sekali lagi terima kasih atas waktunya, semoga setelah nanti Nona Sasya mengetahui semuanya Nona bisa sedikit membuka pintu hati agar Tuan Alex bisa singgah di sana" Ucap Pinjai dengan senyum kecilnya.


Sasya yang mendengar itu pun seketika langsung terdiam dengan wajah merahnya dan sedikit menunduk hingga menjadi salah tingkah. Namun, selang beberapa detik pelayan tadi datang dengan membawa pesanan tersebut yang membuat Sasya sedikit lega.


Tapi, jangan salah Pinjai bukanlah pria bod*doh yang tidak tahu apa-apa jika Sasya saat ini terlihat begitu lucu saat mendapati wajahnya merah merona akibat rasa malu jika membahas masalah hati.


Apa lagi Pinjai bisa melihat di dalam pancaran bola mata Sasya terlihat jika dia memang mencintai Alex hanya saja ada yang membuatnya seperti mempertahankan dirinya agar tidak membuka hatinya untuk Alex.


Begitu juga dengan Alex yang sangat mencintai Sasya, namun banyak rintangan yang harus di hadapinya dengan segenap keberanian serta kesabaran yang mana akan menguras semua emosionalnya saat banyak penolakan demi penolakan yang harus dia terjang dengan sekuat tenaga.


"A-ayo Tuan di makan, selamat makan.." Ujar Sasya sambil memakan makanannya tak lupa untuk memanjatkan doa terlebih dahulu.

__ADS_1


Begitu pun dengan Pinjai yang langsung menganggukan kepalanya sambil tersenyum dan segera memakannya dengan perlahan hingga tak lupa juga sebelum makan untuk memanjatkan doa terlebih dahulu dengan kepercayaannya masing-masing.


Hingga pada akhirnya, suasana kini menjadi tenang tanpa adanya obrolan satu sama lain dan hanya terdengar suara dentingan alat makan saja serta sesekali mereka saling menebar senyum kikuknya.


__ADS_2