Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Komplotan Genk Perampok


__ADS_3

Hingga akhirnya Alex berusaha merayu Sasya yang mana Sasya pun kembali tersenyum dan tertawa kecil saat melihat Alex terus menggodanya dengan lelucun yang banyol. Di luar dugaan Pinjai, Tuan Alex yang di kenal tidak pernah ngebanyol kini benar-benar berbeda.


Ternyata memang benar yang di katakan pepatah, jika cinta bisa merubah segalanya. Dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, dan dari yang tidak bisa menjadi bisa.


...*...


...*...


Malam hari di saat Alex sudah mulai tertidur dengan lelap, kini Sasya langsung beralih beranjak dari kursinya dan mendekati Pinjai yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Tuan, apakah kau masih mau memberitahuku bagaimana keadaan Tuan Alex pada saat kejadian itu? Dan apa yang sudah terjadi dengannya di masa kecil? Sepertinya aku melihat jika dia kaya memiliki trauma dimasa kecilnya, apa lagi tadi kau lihat bukan dia menangis saat berbicara tentang hidupnya" Ucap Sasya sambil berdiri di depan Pinjai.


Pinjai lalu mendongak keatas menatap wajah Sasya, lalu tersenyum kecil sambil mengangguk. "Baiklah, sesuai dengan janjiku. Aku akan mengatakan apa yang terjadi di kehidupannya"


"Terima kasih Tuan, ya sudah kita berbicara di taman saja biar tidak mengganggu waktu istirahat Tuan Alex" Sahut Sasya sambil melirik sekilas Alex yang kini tertidur pulas dengan wajah polosnya.


Pinjai pun berdiri berjalan mendahului Sasya, hingga Sasya pun mengikutinya dan keluar sambil menoleh ke arah Alex sebelum pintu di tutup rapat.


"Kalian tunggu di sini, dan jaga Tuan Alex dengan benar!!" Ucap Pinjai dengan sangat tegas.


"Siap, Tuan" Balas semua Bodyguard dengan aura dinginnya sampai membuat bulu kuduk Sasya merinding.


"Mari, Nona.." Ujar Pinjai dengan segala kelembutannya.


Sasya hanya terdiam menatap Pinjai dan sesekali melirik semua Bodyguard berwajah seram, yang mana Sasya langsung berjalan cepat mengikuti langkah kaki Pinjai yang panjang.


Hingga mereka telah sampai di taman rumah sakit, yang mana di sana hanya ada lampu yang saling menunjukkan sinarnya dan juga terdengar sangat sunyi. Maklum saja saat ini jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.

__ADS_1


Pinjai dan Sasya duduk di kursi taman dengan keadaan saling menoleh lalu kembali menatap langit yang sangat indah.


"Kau mau tahu kisah Tuan Alex dari mana dulu, Nona?" Tanya Pinjai.


"Terserah Tuan saja, aku akan mendengarkan semuanya. Jika memang adanyang harus di privasi lewatkan saja Tuan, aku tidak mau melewati batasan yang ada" Jawab Sasya sambil tersenyum menatap langit.


"Panggil saya Pinjai saja Nona, atau kau bisa memanggilku dengan sebutan Kakak. Aku tidak mau menganggapmu sebagai orang lain, karena sedari kau kecil aku sudah menganggapmu sebagai Adik kecilku sama seperti Alex yang akan selalu menjadi Adik bagi aku dan juga Kak Joko" Ucap Pinjai.


"Terima kasih Tu- eh ma-maksudnya Kak Pinjai. Sasya sangat senang jika kejadian di masa lalu tidak membuat hubungan kita menjadi buruk, Kakak juga boleh memangilku dengan namaku saja tidak perlu pakai embel-embel Nona segala. Aku kurang nyaman"


"Eohh.. ta-tapi tunggu deh, Joko? Siapa itu Kak Joko? Kenapa Sasya baru dengar nama itu, dan bukannya teman Tuan Alex hanya Kakak saja?"


Sasya terkejut dan langsung menatap Pinjai dengan wajah penasaran, hingga posisi duduknya menjadi miring menghadap Pinjai.


"Baiklah, kita mulai dari Kak Joko dulu ya.. Jadi begini.." Pinjai kembali membayangkan saat-saat pertama kali dia dan Alex bertemu dengan Joko.


...*...


...*...


Alex dan Pinjai sedang membuka lowongan Bodyguard yang sangat penting untuk menjaga Mansion Mafianya, karena Alex baru saja membuka serikat Mafia yang bernama Golden Fangs.


Golden Fangs memiliki arti taring emas, dimana Alex membentuk Mafia ini hanya karena mempunyai tekat untuk membantu rakyat kecil yang ada di seluruh dunia akibat di tindas oleh Mafia kelas kakap yang hanya mementing sebuah harta dari pada nyawa seseorang.


Alex banyak menerima keluhan demi keluhan dari beberapa sumber bahwasanya banyak Mafia kecil ataupun besar yang saling merebut kekuasaan hingga banyak terjadinya perampasan demi perampasahan untuk menjadi seorang pemenang.


Banyak rakyat kecil yang tidak bersalah menjadi korban kebrutalan Mafia, sampai seketika Alex bertekat untuk membuka serikat Mafia yang suatu saat nanti akan berkuasa di atas Mafia lainnya.

__ADS_1


Dan benar saja, Mafia Alex terdapat di urutan ke-1 yang mana Alex menjadi ketua King terhebat dan juga sangat kejam terhadap musuh. Tetapi, itu hanya berlaku jika musuhnya tidak bisa di ajak kompromi.


Jadi, banyak mafia kecil yang merasa tertindas oleh mafia diatasnya meminta tolong pada Alex sehingga Alex mau membantunya dengan syarat mereka akan membagi hasilnya sebanyak 40% tetapi Alex tidak bod*doh!


Alex membuat suatu perjanjian dimana setelah misi selesai mereka tidak akan pernah mengatakan bagaimana wajah Alex selaku King dari Golden Fangs. Jika sampai itu terjadi, maka mereka yang sudah di tolong oleh Alex akan merasakan betapa sakitnya kematian yang akan mereka hadapi.


Bukan hanya sekedar kalangan Mafia saja yang bisa meminta pertolongan pada Alex, tetapi rakyat kecil pun bisa jika mereka merasa di tindas oleh komplotan penjahat seperti retenir, juragan, mafia kecil atau sebagainya. Asalkan mereka mempunyai bukti yang kuat jika mereka adalah korban tindak pemerasan.


Sampai seketika Alex dan Pinjai sedang berada di jalan arah pulang tepat di tengah malam, tiba-tiba saja ada sekomplotan penjahat yang sudah menghadang mereka dengan menodongkan sebuah senjata tajam. Pinjai yang mulai panik memberhentikan laju mobilnya, sedangkan Alex hanya bisa tersenyum miring.


"Kau tenang saja, mereka belum tahu siapa kita! Jika mereka tahu pun mereka akan langsung bersujud di kakiku. Biarkan saja, kita lihat sampai mana dia akan memeras kita. Pura-pura saja ketakutan dan siapkan beberapa senjata di dalam Jas. Setelah aku memberikan kode maka kita akan langsung menghabisi mereka. Paham apa yang aku maksud?"


Alex menjelaskan kepada Pinjai dengan sangat hati-hati, lalu mereka mempersiapkan senjata kesayangannya yang di simpan di tempat tertentu di dalam mobil.


Kemudian mereka memulai aksinya dengan berpura-pura menjadi rakyat biasa yang sedang mengalami tindak kejahatan.


"Cepat keluar dan serahkan semua harta yang kalian miliki, sekarang!! Atau Genk gua akan menghabisi kalian tanpa ampun!" Ancam seorang ketua Genk komplotan perampok dengan wajah yang di tutupi kain berwarna hitam.


"Bagaimana Tuan, apakah kau sudah siap dengan segala kemampuan aktingmu?" Tanya Pinjai menatap Alex dari kaca spion atas.


"Sudah lama kita tidak bermain dengan orang seperti mereka, jadi mari kita bersenang-senang. Hitung-hitung kita berolah raga di tengah malam yang sunyi ini" Ucap Alex dengan senyum devilnya.


Pinjai hanya bisa tersenyum miring, dan mengangguk lalu dalam hitungan ke 3 mereka membuka pintu secara bersama-sama dengan tampang ketakutan, yang mana membuat Genk perampok langsung mencekal tubuh Pinjai dan juga Alex.


Disana Alex dan Pinjai benar-benar mendalami perannya layaknya seseorang yang ketakutan akan ancaman dari Genk perampok.


Sampai seketika Alex melirik Pinjai saat komplotan Gank perampok tersebut ingin memeriksa tubuh, dengan secepat kilat Alex sama Pinjai berhasil terlepas dari genggaman Genk perampok dengan melumpuhkan 4 orang perampok yang kini tergeletak di jalan.

__ADS_1


__ADS_2