
Jay dan Lily langsung kocar-kacir berlari menuju toilet yang mana mereka tidak mau sampai hukumannya ditambahkan atau pun harus menginap di sekolahan.
Belum lagi, Jay dan juga Lily takut jika sampai ketahuan oleh Kakaknya maka bisa-bisa mereka akan habis di marahi.
Tahu sendiri Lukas dan Key merupakan 2 orang yang memiliki karakter hampir sama hanya saja mereka terlalu cuek dengan siapa pun, namun bisa menjadi seekor singa yang buas kalau sampai ada seseorang yang ingin menyenggol keluarga mereka.
...*...
...*...
Di toilet wanita & pria
Toilet wanita & pria seling bersebelahan yang mana hanya di batasi oleh dinding tebal dan pintu, bahkan di setiap sudut pun terdapat rekaman CCTV yang aktif tetapi tidak sampai masuk ke dalam ruangan toilet. Kamera CCTV di pasang hanya menyorot ke arah daerah tertentu agar bisa memantau setiap pergerakan aktivitas para siswa/i lainnya.
Belum lagi sekarang banyaknya khusus pembullyan di sekolah sehingga pihak sekolah menjaga ketat semua muridnya untuk nama baik dan reputasi sekolahan agar sekolah yang terkenal ini namanya selalu aja terjaga dan bersih dari semua pemberitaan publik.
“Lihat kan... sudah aku duga kalau toilet sekolah itu tak pernah kotor seperti apa yang di bilang Pak Jordi. Lalu sekarang apa yang harus aku bersih? Toiletnya aja udah bersih dan juga wangi begini kok.... Aduh, Pak Jordi ada-ada saja...”
Lily menatap setiap sudutnya dari toilet untuk mengecek semuanya, namun dia hanya menemukan sedikit sampah yang berserakan dan segera membersihkan semuanya. Lalu untuk lantai pun sudah bersih dan juga di kamar mandi terdapat pengharum ruangan khusus yang tidak seperti sekolah pada umumnya.
Tentu saja Lily sangat bingung apa yang harus dia lakukan sedangkan toiletnya saja tidak pernah kotor. Mata Lily melirik plastik belas makanan yang ada di atas wastafel.
“Aduuhh... perutku lapar banget, apa aku makan aja jajanan yang di atas wastafel itu saja yaa? Ta-tapi bagaimana dengan CCTV? Pasti saat ini Pak Jordy sedang memantau dan juga mengawasiku dari ruangan tertentu, lalu aku harus ngapain dong...”
Lily terdiam sejenak dan dia memikirkan bagaimana dia bisa makan tanpa harus terlihat dengan CCTV. Walaupun di luar atau pun di dalam toilet, CCTV memang selalu ada di setiap penjuru sekolah ini.
Bahkan sekolah ini juga bisa di sebut penjara ilmu, yang mana penjagaannya terbilang sangat ketat.
Jadi tak ada satu orang pun yang berani macam-macam baik itu para guru, staf, pedagang, karyawan atau murid-murid lainnya karena terpantau jelas di dalam CCTV. Hanya daerah tertentu dan privasi yang tak di pasangkan CCTV oleh pihak sekolah. Namun di sela terdiamnya Lily, ia lalu mendengar suara seseorang yang memanggil dirinya dengan suara yang sangat kecil atau bahkan hampir tidak terdengar.
__ADS_1
“Suutt... suutt... suutt... Lily, hei Ly... aku di sini...” seseorang itu masuk ke dalam toilet itu dengan mengendap-ngendap untuk menghindari pantauan CCTV.
Lily pun berbalik mencari sumber suara tersebut, dan betapa terkejutnya melihat seseorang bisa masuk ke dalam toilet wanita yang mana seharusnya orang itu tidak boleh melewati batasannya.
“Jay ka-kamu nga-ngapain ada di sini?” tanya Lily dengan wajah takut campur panik sehingga membuatnya sangat bingung.
“Ya habis aku lapar sih jadi aku ke sini... tapi tenang aja ya, aku cuma mau minta jajanan sama kamu doang kok habis itu aku balik lagi ke sebelah”
“Lagian juga apa yang mau di bersihkan kan toiletnya aja sudah bersih kok... Pak Jordy saja yang mulai rada pikun. Mana ada sih sekolah seelite ini memiliki toilet yang sangat kotor, memangnya dia kira ini sekolah swasta apa...” Jay berbicara tanpa jeda, yang membuat Lily menjadi kesal.
“Ya ampun, Jay!! Kamu itu nekat banget sih! Bagaimana kalau sampai ketahuan Pak Jordy? Habislah kita kena hukuman lagi, sudah tahu dia itu guru yang galak eh... kau malah dengan santainya ingin mencari gara-gara lagi kan dengan Pak Jordy, dasar pria gila!!”
“Aku ini sudah kapok, Jay! Kau lihat, ini semua gara-gara kau yang membawaku ke taman, dan sekarang kita berujung ada di dalam toilet yang mana semua murid saat ini pasti lagi asyiknya belajar. Sedangkan kita, malah terjebak di dalam ruangan yang menjijikkan ini”
Lily mengeluh yang malah mendapatkan tatapan aneh dari Jay, seakan-akan Jay berpikir jika Lily selalu saja menyalakan dirinya atas kesalahan-kesalahan yang lakukan mereka berdua. Tetapi hanya karena Jay yang mengawalinya, maka semua kesalahan ada padanya.
“Ckk... dasar, cewek itu makhluk paling menyebalkan di dunia yang hanya mau menang sendiri!” gumam Jay di dalam hatinya.
“Bagaimana caranya kita makan dengan aman? Sedangkan semua CCTV selalu memantau gerak-gerik kita” ucap Lily dengan wajah bingungnya.
“Aku tahu caranya, kau ikuti saja caraku jangan sampai salah, paham!” sahut Jay yang di angguki oleh Lily.
Kemudian Jay pun memberikan aba-aba kepada Lily agar ia bisa berjalan sesuai arahannya supaya tidak bisa terpantau oleh CCTV karena hanya tempat dimana Jay berdiri yang sama sekali tak tersorot oleh CCTV. Dengan perlahan-lahan Lily mengambil semua jajanan mereka lalu melangkahkan kedua kakinya mengikuti arahan dari Jay, sampai akhirnya Lily berhasil.
“Akhirnya sampai juga, huhh...” ucap Lily dengan perasaan lega, namun wajahnya terlihat sedikit khawatir yang membuat Jay mengangkat alisnya sebelah seperti meminta jawaban dari ekspresi wajah Lily.
“Kenapa wajahmu?” tanya Jay.
“Gapapa kok, nih... aku cuma takut jika sampai Bang Lukas tahu aku di hukum, pastinya dia akan sangat marah karena untuk pertama kalinya aku di hukum di sekolahan...” jawab Lily dengan wajah sedihnya.
__ADS_1
“Tenang saja, mereka tak akan tahu kok. Aku juga takut jika Kak Key mengetahui semua ini, jadi kita ini sama-sama jaga rahasia aja biar mereka tidak tahu. Lagi pula sebelum pulang kita udah kembali ke kelas kok”
“Ya anggap saja jika kita sudah selesai membersihkan toilet yang mana kamu hanya perlu berpura-pura membersihkan toilet aja agar bisa ke sorot sama CCTV. Jadi Pak Jordy tidak akan memarahimu, dan aku juga akan begitu. Seenggaknya kita bisa kembali ke kelas sebelum jam pulang kan...”
Jay memberikan solusi pada Lily, yang malah membuat Lily ikut menyetujuinya. Pokoknya bagaimana pun itu, akan Lily melakukannya selama tidak membuat Lukas tahu jika ia dan Jay mendapatkan hukuman akibat mereka pergi ke taman di jam kosong, yang seharusnya bisa di manfaatkan dengan belajar bersamanya atau pun mengerjakan hal lainnya tanpa harus keluar dari kelasnya.
“Ya sudah, ayo makan aku lapar...” keluh Jay sambil ia duduk di lantai bersamaan dengan Lily yang juga ikut duduk.
Lalu mereka membuka plastik tersebut dan memakan jajanannya dengan lahap. Sesekali mereka berebutan dan tertawa kecil. Hanya dengan makan di dalam toilet, membuat mereka terlihat begitu bahagia. Padahal mereka sedang ada di masa hukuman, tetapi dengan cueknya mereka makan seperti tidak mempunyai kesalahan.
“Makan yang banyak Ly... aku tahu pasti kamu sudah lapar kan, jadi maaf ya aku lakukan ini bukan berarti aku yang lapar tapi karena aku tidak mau lambungmu kumat karena telat makan”
“Tidak apa-apa kamu makan seperti ini, karena setidaknya ada sesuatu untuk mengganjal perutmu. Dari pada kosong, bisa-bisa kamu akan kesakitan dan juga kembali masuk ruang medis lagi huhh... aku tidak sampai itu terjadi dan aku pun tidak mau jikalau sampai melihat kamu kenapa-kenapa, titik!”
Jay berbicara di dalam hatinya sambil ia makan, serta dia memperhatikan betapa lahapnya Lily saat makan namun terlihat begitu menggemaskan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻