Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Adiva Haznaya Shaqeela


__ADS_3

“Jika kau tidak masuk dalam hitungan 3 maka hidupmu berakhir di sini” tegas Alex dari dalam kamar sehingga Joko yang mendengarnya langsung kocar-kacir berlari memasuki ruang rawat Alex.


...*...


...*...


Sementara itu di Indonesia tepatnya di Desa Suka Maju, terdapat 2 keluarga bahagia sedang menikmati hari liburnya dengan pergi bertamasya ke taman. Di sana mereka membuat acara piknik kecil-kecilan untuk menyenangkan anak-anak mereka.


Seorang gadis kecil bernama Adhisty Candrawan dengan usia 8 tahun dan merupakan anak dari Ipul dan juga Naya. Saat ini Isty sedang bermain sambil menjaga bocah kecil yang begitu aktif, bahkan anak laki-laki itu hanya 3 tahun lebih muda darinya. Siapa lagi jika bukan Iky, anak dari Arya dan Cantika.


“Kak Isty, Iky mau bunga itu dong... Toyong ambiyin yaa plisss...” ucap Iky dengan raut wajah yang sangat menggemaskan, membuat Isty pun tertawa kecil.


“Oke Kakak Isty bantuin, tapi dengan 1 syarat...” ucap Isty sambil menatap Iky.


“Salat? Salat apa Kak?” jawab Iky dengan wajah polosnya yang malah membuat Isty menepuk dahinya sendiri.


“Syarat Iky, syarat bukan salat... Memangnya ibadah apa” sahut Isti dengan sebal.


“Ya salat kan...” ucap Iky kembali yang langsung di balas dengan embusan nafas kasar oleh Isty.


“Huhhh... Ya sudah terserah kamu saja deh mau bilang salat kek lalat kek apa kek terserah, yang penting bagaimana tawaranku?” ucap Isty.


“Oke, salatnya apa? Tapi Kakak janji ambilin bunga itu ya, cali yang paling bagus” sahut Iky dengan menunjukkan deretan giginya.


“Syaratnya Iky harus belikan aku coklat, baru aku mau ambilkan bunganya” jawab Isty dengan menaik-naikkan kedua alisnya.


“Bental-bental...” ucap Iky sambil memeriksa kantong celananya, lalu Iky mengeluarkan tangannya dan menunjukkannya pada Isty.


“Ini Iky punya uang, jadi ayo kita beyi coklat. Ta-tapi dimana ya?” Iky melihat sekeliling untuk mencari warung atau orang jualan.


“Yahhh... kok cuma lima ribu sih, itu kan enggak cukup buat beli coklat yang enak Iky...” seru Isty dengan raut wajah yang sedikit kecewa.


“Yahhh... Teyus bagaimana dong...” ucap Iky dengan wajah yang sangat lucu.


“Bagaimana ya hemm... Ya sudah deh enggak apa-apa yang penting aku bisa makan coklat hari ini hehe...” ucap Isty dengan wajah senangnya.


“Ya sudah ayo kita beli coklat, di sana ada warung kok... ” ucap Isty.


Isty berjalan lebih dulu beberapa langkah, namun ia melihat di sampingnya tidak ada keberadaan Iky. Kemudian ia langsung berbalik menatap Iky yang terdiam dengan wajah di tekuk bagaikan monster kecil yang begitu lucu.


“Loh kok diam, ayo katanya mau beliin aku coklat” ajak Isty sambil melambai tangannya.


Tapi semua itu tidak di gubris oleh Iky, jadi jalan satu-satunya adalah Isty harus berjalan kembali mendekati Iky dan mengajaknya.


“Kenapa mukanya begitu, jelek tahu...” ucap Isty dengan sedikit cuek.

__ADS_1


“Kan Iky dah bilang, ambiyin bunga itu dulu balu deh Iky akan beyiin Kak Isy coklat. Tapi Kaka Isy malah lupa janjinya hump...” sahut Iky dengan membuang mukanya ke sambil dengan kesal serta kedua tangannya di lipat di dadanya.


Isty yang menyadari kesalahannya seketika membuat ia malah terkekeh.


“Uluhh... uluhh... Ternyata ada yang ngambek toh bagaimana ya... Kata Papah kalau orang ngambek itu cepat tua loh dan juga wajahnya pasti akan sangat jelek kaya monster” ucap Isty dengan nada menyindir yang mampu membuat Iky langsung menatapnya.


“Oke... oke... Iky enggak ambek lagi, habisna Kak Isy nyebalin sih...” jawab Iky dengan wajah yang sedikit kesal.


“Hehe... Maaf deh, ya sudah aku ambilkan bunganya ya. Tapi kamu mau mengasih bunga itu sama siapa? Aku?” ucap Isty yang langsung mendapat gelengan kepala dari Iky.


“Bukan, pokokna ada deh hehe... Ayo cepat Kak Isy...” ucap Iky sambil memohon.


Isty pun berjalan ke tempat bunga-bunga berada untuk mengambilkan bunga yang paling cantik untuk ia berikan pada Iky. Entahlah Isty juga bingung buat siapa bunga ini, tapi setidaknya ia sebentar lagi ia akan merasakan betapa manisnya coklat yang akan masuk ke dalam mulut kecilnya.


“Ambiyin 2 ya Kak hehe...” pekik Iky dengan wajah cerianya.


Sedangkan Isty hanya menoleh sekilas dan kembali berjalan menjauhi Iky beberapa langkah untuk mengambilkan bunga yang Iky minta. Lalu 2 bunga yang begitu cantik sudah berada di tangan Isty, dan ia berjalan kembali mendekati Iky.


“Nih bunganya... Sekarang ayo kita beli coklat” ucap Isty sambil menyerahkan kedua bunga pada tangan Iky yang lebih kecil darinya.


“Yeeeyy... Teyima kasih, Kak Isy. Ayo kita ke Bubu, habis itu baru Iky telaktil Kak Ist beli coklat” ajak Iky sambil tersenyum menatap kedua bunga yang ada di tangannya.


Kemudian Iky berlari kecil menuju tempat pikniknya, sehingga Isty yang begitu penasaran pun langsung saja mengikuti Iky. Sesampainya di tempat piknik mereka, ternyata semua orang tuanya sedang bermain bersama Baby Adiva Haznaya Shaqeela yang saat ini berusia 1 tahun lebih.


“Ya ampun Baby Iva lucu banget sih, gemes deh lihatnya...” ucap Naya dengan mencubit kecil pipi Iva.


“Hahaha... Syukurin lu Ya, di kata bikin anak kaya bikin kue kali yaaa...” ucap Ipul sambil tertawa bersama Naya.


“Yayayaaya... hahaha...” Iva ikut tertawa yang membuat semuanya seketika tertawa lepas melihat anaknya sendiri ikut menertawai Babanya.


“Loh kok Iva ngetawain Baba? Memangnya Iva enggak mau punya adik lagi?” tanya Arsya yang membuat Cantika geram.


Entah mengaja semua melihat ke arah Iva yang sedang menggelengkan kepalanya seolah-olah menolak permintaan Babanya, kini makin pecahlah tawa Ipul dan juga Naya.


“Terima nasib Ya, lagian pemerintah kan menganjurkan 2 anak saja sudah cukup bwahaha...” tawa Ipul yang membuat Naya langsung memukul kecil.


“Ishh... Udah kenapa Mas, ketawa mulu nanti cape tahu” ucap Naya.


“Aduhh... hahaha... Kenapa aku yang di pukul sih...” sahut Ipul menatap Naya.


“Hehe... Habisnya kalau aku pukul Mas Arya nanti betinanya ngaung-ngaung lagi haha...” ucap Naya yang membuat Ipul dan juga Arya ikut tertawa.


“Hemm... Sudah puas ya kalian meledekku, memangnya aku macan apa” ucap Cantika dengan wajah sebalnya.


“Bubuuu, Babaa...” sapa Iky dengan berjalan sambil menyembunyikan kedua tangannya di belakang.

__ADS_1


“Loh itu bocil ngapain ngumpetin bunganya? Ini sebenarnya apa sih yang dia rencanain kok aku jadi penasaran begini...” gumam Isty di dalam hatinya.


“Hai... Sayang, aduh dari mana ini anak Bubu hem... Kenapa lama sekali mainnya” ucap Cantika.


Arya pun mengambil alih Baby Iva dari Cantika yang sedang mencoba untuk merangkak.


“Hehe... Iky punya cecuatu buat Bubu Cantik dan juga Bubu Naynay” ucap Iky sambil berlutut di depan keduanya menggunakan kedua lututnya dengan tersenyum lebar.


“Wahh... Sepertinya ada yang mencoba merayu kita nih” ucap Cantika sambil melirik ke arah Naya.


“Hem... Aku seperti mencium bau-bau pria kecil yang romantis” sahut Naya sambil tersenyum.


“Iky jangan coba-coba buat Bubu Naya meleleh ya... Ingat loh Bubu Naya cuma punya Baba Ipul oke...” ucap Ipul dengan waspada.


“Emangna Bubu Naya itu Es ya Bab? Kok bica meleleh?” tanya Iky dengan tatapan bingung.


“Ssttt... Sudah jangan di dengarkan omongan Baba Ipul. Dia cuma iri melihat pangeran kecil ingin memberikan hadiah pada bidadari cantik hehe..” sahut Naya yang membuat Ipul merengek.


“Sayaangggg...” rengek Ipul dengan wajah memelasnya.


Naya yang mendengar itu langsung melirik tajam ke arah Ipul yang membuatnya langsung terdiam.


“Iky mau memberikan apa ke Bubu, kok kayanya spesial banget” ucap Arya sambil bermain dengan Baby Iva.


“Ya dong, jadi Bubu Cantik ama Bubu Naynay tutup matana ya... Nanti itung baleng-baleng sampai 3 balu buka matanya oke... Siap...” ucap Iky dengan penuh semangat.


Isty yang dari tadi hanya memperhatikan Iky sehingga membuatnya benar-benar sangat bingung.


“Ya ampun bocil, timbang mau ngasih bunga aja pakai tutup mata segala” gumam Isty dengan wajah penuh penasaran.


Cantika dan Naya pun memejamkan kedua mata mereka sambil tersenyum, bahkan Arya serta Ipul juga dibuat sangat bingung. Apa yang akan di lakukan anak seusia Iky, kenapa kesannya Iky lebih romantis dari pada Babanya.


Entahlah semua itu memang sudah melekat di dalam diri Iky. Jadi Iky selalu saja spontan membuat Bubunya merasa senang. Lalu Iky dengan perlahan menunjukkan kedua tangannya yang sudah terdapat 2 bunga cantik dan tak lupa Cantika dan juga Naya sudah mulai berhitung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello guys... Selamat beraktivitas dan tetaplah semangat... 💪🏻💪🏻💪🏻


Author sangat berterima kasih karena selalu mendukung Author 🥺🥺🥺


Semoga Author bisa memberikan cerita yang lebih menarik untuk kalian 🤗🤗🤗


Jaga diri kalian dan teruslah tersenyum karena senyum adalah Ibadah 😁😁😁


Sampai jumpa lagi dan Salam sayang dari Author semuanya... 😆😆😆

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2