Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Menceritakan Kisah Alex


__ADS_3

Sampai seketika sang dokter meninggalkan ruangan Pinjai dan mereka pun di perbolehkan untuk menjenguk Pinjai secara bergantian dalam batasan waktu hanya 5 menit 1 orang.


3 hari telah berlalu, kini Pinjai sudah sadar dan juga kondisinya mulai membaik. Bahkan Joko pun selalu ada di samping Pinjai tanpa mengeluh karena memang Joko tidak memiliki keluarga dan hidup sebatang kara.


"Alex, siapa dia? Kenapa dia ada di sini? Apa yang terjadi selama aku tertidur?" Tanya Pinjai dengan tatapan bingung.


"Ohya aku lupa buat kenalin dia sama Kakak. Kenalkan dia Joko yang akan menjadi asistenku di Mafia, aku rasa keahliannya dalam bersenjata sangat lihai. Jadi kita tidak akan susah payah mengajarinya, hanya memolesnya sedikit aja saja sudah menjadi Mafia terhebat"


Alex menjelaskan semuanya yang mana malah membuat Pinjai dan Joko terkejut bukan main. "Yaaakkk.. namaku Vizan bukan Joko, Tuan!!"


"Bukannya namamu Vizan Joko Ignatius kan, jadi ya sudah Joko saja itu lebih cocok dengan penampilanmu yang culun dan juga tidak berkelas!" Sahut Alex.


"Ckkk.. kau ini bisanya selalu saja merendahkan penampilanku. Padahal umurku jauh di atas kalian, harusnya kalian bisa berbicara sopan padaku bukan malah meledekku!" Celetuk Joko, namun seketika ia kembali mengingat ucapan Alex yang pertama matanya membola bukan main bahkan hampir saja copot.


"Tu-tuan, ja-jadi kalian itu semua adalah anggota Ma-mafia?" Tanya Joko yang membuat Pinjai menatap Alex dengan tatapn bingung, sedangkan Alex malah cengengesan menggaruk kepalanya saat ia lupa menjelaskan kepada Joko hingga ia terkejut seperti ini.


Kemudian dengan perlahan Alex menjelaskan siapa dirinya dan juga Pinjai, hingga saat Joko mulai mengerti yang tadinya sangat takut tetapi ia sudah bisa kembali biasa saja.


Joko memang sudah belajar menggunakn pistol dari saat ia masih remaja yang mana Joko pun salah satu komplotan perampok handal, tetapi seiring bertambahnya umur membuat Joko tersadar bahwa pekerjaan itu resikonya cukup besar dan juga tidak ada penghasilan tetap.

__ADS_1


Tetapi untuk menjadi seorang Mafia adalah cita-cita Joko yang mana dia memang bertekat menjadi Mafia agar bisa membantu orang-orang yang lemah, tak apa Joko menjadi pembunuh selagi membela hak seseorang yang telah di rampas paksa dari pada membunuh orang yang tidak melakukan kesalahan.


Dari sini mereka mulai berteman, bersahabat dan juga menjadi saudara yang sangat kompak hingga Mafia Golden Fangs bisa menjadi Mafia yang terkuat hingga di segani oleh Mafia lainnya. Bahkan banyak musuh yang mencoba menghancurkan persahabatan mereka tapi sayangnya malah merekalah yang hancur.


Sampai seketika persahabatan mereka awet sampai detik ini dimana Pinjai sudah menikah dan memiliki anak, Alex yang masih mengejar cintanya dan juga Joko yang sedang membantu kekasihnya untuk memperbaiki diri.


Flashback Off


Pinjai menjelaskan semua kehiduapan mereka bertiga hingga Pinjai juga menceritakan tentang Chika orang yang menjadi dalang dari masa lalu mereka, Sasya yang mendengar itu semua menjadi sangat syok dimana Alex begitu kejam menyiksa seorang perempuan.


Tapi memang semua itu pantas di terima oleh Chika karena perbuatannya, tetapi seharusnya Alex tidak sampai menyiksa mentalnya cukup dalam karena Sasya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Chika.


"Lalu apakah wanita itu sekarang masih memiliki trauma akan siksaan yang Tuan Alex berikan?" Tanya Sasya dengan wajah penuh khawatir.


"Hanya saja apa Kak, jawab aku? Jangan bikin aku khawatir Kak, aku tidak mau jika Alex menjadi pria pengecut yang berani menyiksa seorang wanita meskipun dia memiliki banyak kesalahan di masa lalunya. Semua orang berhak untuk berubah jauh lebih baik, jadi jangan sampai kita malah mencegahnya" Ucap Sasya sambil matanya mulai berkaca-kaca.


"Alex memang sudah mensetujui hubungan Kak Joko sama wanita itu, tapi Alex tidak akan membiarkan wanita itu bisa hidup lepas dari pengawasannya. Belum lagi wanita itu hidup bersama dengan Kak Joko di Mansion Mafia Golden Fangs dimana wanita itu memang bisa tidur dan makan enak, tetapi selalu di awasi oleh semua bodyguard tanpa sedikit pun membiarkan wanita itu keluar dari kamarnya"


"Aku tidak tahu bagaimana harus membujuk Alex agar mau memaafkannya dan memberikan wanita itu kesempatan terakhir supaya Kak Joko bisa bahagia hidup bersamanya, aku kasihan jika hubungan mereka memang saling mencintai tetapi tidak bisa bersatu"

__ADS_1


Sasya terdiam sejenak menatap ke arah langit dengan memikirkan semuanya, entah di satu sisi apa yang dilakukan Alex memang benar. Tetapi di sisi lain juga Alex sudah sangat keterlaluan memperlakukan Chika bagaikan seorang binatang, hingga Sasya merasa bersalah karena dirinya dulu memiliki trauma kini malah dibayar lunas oleh Alex pada Chika.


"Terus bagaimana kisah kecil Alex dan kenapa dia bercerita jika masa kecilnya sangat menyakitkan?" Tanya Sasya sambil menoleh ke arah Pinjai.


Pinjai menarik nafasnya panjang hingga berbicara di dalam hatinya, "Alex, maafkan aku. Mungkin dengan cara begini Sasya bisa membantumu melewati semuanya dan karena Sasya sudah mengetahui semua tentangmu maka dia akan terus berada di sampingmu. Aku yakin hanya Sasya yang bisa membantumu untuk keluar dari zona yang seharusnya kamu tidak terus menerus terjebak di dalamnya"


Kemudian dengan perlahan Pinjai menceritakan kejadian di waktu kecil dimana Alex dan Ibunya mendapat sebuah kejutan besar saat telah mengetahui bahwa Ayahnya yang selama ini dia idamkan malah mengkhianati atau bisa di katakan telah menyakiti perasaan mereka terutama Ibunya.


Bahkan sampai Ibunya jatuh sakit seta penyakit bawaan lahirnya kambuh hingga meninggalkan Alex seorang diri. Dan untungnya istri sah Ayahnya adalah orang baik hingga Alex dirawat serta di sekolahkan lalu tumbuh menjadi pria yang sangat tampan.


Namun, sayang disaat Alex sudah mulai menerima semuanya lagi dan lagi dia di kejutkan dengan kecelakaan beruntun keluarga Ayahnya sampai membuat mereka meninggal dan yang tersisa hanya sang Kakak tiri.


Alex bertekat menemui sang Kakak dengan harapan yang sangat bahagia jika dirinya sudah lulus dengan prestasi terbaik, namun sayangnya semua kembali hancur ketika Alex mengetahui jika sang Kakak tewas akibat adanya perampok di rumahnya yang mana Ayah Brian selaku suaminya dan juga Bunda Suci menjadi dalam semua kejadian tersebut.


Sehingga terjadilah balas dendam salah paham antara Alex dan juga keluarga Sasya dengan menjadikan Sasya kunci untuk balas dendamnya sampai membuat Sasya memiliki trauma di masa kecilnya.


Sasya yang mendengar kisah Alex membuat hatinya sangat tersentuh hingga ia meneteskan air matanya, dimana Sasya juga memiliki kisah masa kecil yang menyedihkan hanya saja Sasya sangat beruntung di asuh serta di besarkan lalu di jadikan cucu dan juga anak kesayangan dari keluarga hebat.


Sedangkan Alex dia selalu merasakan bertubi-tubi cobaan hingga ujian kehilangan satu persatu orang yang sangat di sayangi. Dari sini Sasya mulao mengerti kenapa Alex sangat terobsesi untuk menjadi suaminya, karena dia sangat takut kembali mengalami sakit hati akan ponalakan.

__ADS_1


Sasya terdiam sejenak, lalu Pinja langsung menyuruh Sasya agar kembali ke ruangan Alex sebelum ia terbangun supaya tidak akan membuat Alex mencurigai mereka karena biarkan Sasya mencerna semua kisah Alex dan semoga dengan begini Sasya bisa menerima Alex sambil membantunya untuk berubah menjadi pria yang jauh lebih baik lagi kedepannya.


Sasya menghapus semua air matanya, lalu berdiri bersama Pinjai dan tersenyum. Kemudian mereka berjalan menuju kamar Alex dimana jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam, setelah itu mereka pun beristirahat dimana Sasya tertidur di kasur lipat di samping kanan Alex. Sedangkan Pinjai tertidur di atas sofa panjang di samping kiri Alex. Sampai seketika mereka semuany memasuki alam bawah sadarnya.


__ADS_2