
"Mendingan gua deketin Pak Ipul atau manager lainnya yang lebih kaya. Mana bisa seorang Nadha Shintia yang cantik ini hidup miskin tanpa menggunakan barang branded yang mahal dan terkenal ihh..." ucap Nadha di dalam hatinya.
"Jawab pertanyaan aku Nadha. Apakah kamu bisa hidup tanpa harta yang aku miliki semuanya? Karena aku berencana untuk memberikan seluruh hartaku pada Abah dan Umi" ucap Arya sambil menatap manik mata Nadha dengan serius.
"A-aku bisa... A-aku akan me-mencoba untuk menjadi wanita yang kau inginkan jika memang dengan begitu kamu bisa percaya padaku" ucap Nadha sambil memasang senyuman, tapi di dalam hatinya Nadha merasa sangat kesal.
"Kalau memang seperti itu, maka berikan semua tas belanjaan kamu pada orang lain. Jika kamu memang ingin mencobanya, maka buktikan itu dengan memberikam semua belanjaan kamu saat ini pada pengemis di sana" ucap Arya sambil menunjuk pengemis yang duduk tidak jauh dari mereka.
Nadha yang mendengarnya langsung membolak matanya besar dan berkata, "APAAA!? Aku tidak mau, ini adalah belanjaanku lalu kenapa aku harus memberikannya pada mereka. Lagi pula mereka itu cuma pengemis, mana pantas mereka menerima barang mewah seperti ini"
"Sudah aku duga, jangankan memberikan belanjaanmu tapi kau bahkan menghina pengemis itu. Sekarang aku jadi yakin bahwa ini adalah sifat aslimu dan yang selama ini kau tunjukkan hanyalah kepura-puraaanmu. Maaf Nadha, tapi sepertinya hubungan kita tidak bisa lagi di lanjutkan" tegas Arya.
"A-apa??? Ta-tapi kenapa? Ba-bagaimana bisa kau berkata seperti itu? A-aku hanya tidak sengaja mengatakan hal itu. Aku akan mencoba lebih baik lagi, tapi... Tapi aku tidak memberikan belanjaan ini, sayang. Aku mohon padamu..." ucap Nadha sambil memegang tangan Arya.
Arya merasa tidak nyaman saat Nadha menyentuh tangannya lalu Arya melepaskan itu dan berkata, "Kita bukan muhrim Nadha, jadi tidak baik jika kita berpegangan tangan seperti ini. Apa kau tahu, aku selalu mencari wanita yang baik, solehah, sopan dan juga taat karena itulah menantu yang orang tuaku sukai"
"Aku juga menginginkan pasangan yang seperti itu, pasangan yang bisa membuat kedua orang tuaku merasa tenang dan bahagia. Tapi aku tidak bisa melihat kebahagiaan mereka dengan hubungan yang kita miliki ini Nadha. Maaf tapi ayo kita putuskan hubungan pertunangan ini, dan tetap menjadi sahabat dan teman kerja"
Nadha merasa sangat tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Tidak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiran Nadha kalau Arya akan memutuskannya seperti ini. Selama ini Nadha selalu berpikir kalau dia akan bisa menjadi Nyonya besar setelah pernikahan mereka.
Tanpa di sadari air mata menetes dari matanya Nadha, lalu Arya merasa sedih melihatnya tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Nadha kembali memohon tapi semuanya sia-sia, keputusan Arya sudah bulat dan tidak bisa lagi di ubah seperti apa yang Nadha inginkan.
Kemudian Nadha pergi dari sana sambil membawa tas belanjaannya yang di belikan oleh Arya. Melihat Nadha sudah pergi, Arya duduk di kursi panjang di taman dan berpikir apakah dia tidak akan bisa memiliki satu wanita saja di sisinya yang selalu bisa mengerti dirinya dan menyayangi orang tuanya seperti orang tua kandung dan bukan mertua.
Di saat Arya sedang merenung sambil menatap bulan, tiba-tiba dia mendengar suara keribut tidak jauh dari tempatnya. Arya pergi ke sana dan melihat Kelvin sedang memarahi Cantika, bahkan mendorongnya sangat keras hingga dia terbentuk patung batu di sampingnya dan keningnya berdarah. Tapi Kelvin pergi begitu saja dari sana sambil merangkul dua orang wanita di dalam pelukannya.
__ADS_1
Cantika hanya duduk sambil menangis dengan keningnya yang masih berdarah. Arya merasa kasihan lalu berjalan dan berjongkok di depan Cantika, tapi tiba-tiba saja ia pingsan jadi Arya langsung menggendong dan membawanya ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, dokter langsung memeriksanya dan Arya menunggu di luar ruangan. Tidak lama kemudian, dokter keluar dan menyampaikan bahwa Cantika hanya kelelahan dan anemia.
Dokter juga mengatakan bahwa Cantika mungkin saja korban KDRT karena dokter menemukan banyak sekali luka tonjok dan pukulan dengan benda tumpul. Seperti di sambar petir, Arya sangat terkejut dengan pernyataan dokter dan saat dokter pergi dari sana lalu Arya masuk dan menemui Cantika. Arya merasa sakit hati saat melihat wajah pucat dan penuh memarnya Cantika saat ini.
"Kenapa... Kenapa kau harus menderita seperti ini. Ya Allah, kenapa kau memberikan cobaan yang seberat ini pada wanita yang baik dan tulus seperti Cantika..." ucap Arya di dalam hatinya sambil menatap wajah Cantika.
"Ughh... emm... Di-di mana ini? Kenapa aku ada di- aww... Kepalaku sakit sekali" ucap Cantika sambil memegangi kepalanya.
"Tolomg jangan bergerak terlebih dahulu, kamu baru selesai di periksa oleh dokter dan keningmu berdarah akibat terbentuk patung di taman tadi" ucap Arya dengan wajah khawatirnya.
"Kamu... Kamu adalah temannya Kelvin dan pamannya Qisya kan? Apa kamu yang menolongku, Tuan? Terima kasih banyak atas bantuanmu, Tuan" ucap Cantika dengan nada lemasnya sambil duduk di bangkarnya.
"Kau benar, namaku adalah Arya dan aku yang menolongmu ke sini. Maaf jika aku lancang, tapi tadi dokter mengatakan bahwa kau mungkin mengalami KDRT dari luka ditubuhmu. Apakah selama ini Kelvin selalu memperlakukan dengan kasar?" tanya Arya dengan nada sesopan mungkin.
Cantika merasa kaget dan tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Tiba-tiba Cantika menangis dan itu membuat Arya tersadar, lalu dia meminta maaf atas perlakuan tidak sopannya Cantika. Ruangan seketika menjadi hening dan Arya merasa bersalah, tapi di saat Arya ingin meminta maaf lalu Bu Guru Cantik memberanikan diri untuk mengatakan semuanya.
"Maaf jika aku terdengar lancang, tapi apakah kamu tidak ada niatan untuk melaporkan Kelvin atas tindakan KDRT? Maksudku kenapa kau harus diam saja menerima semua siksaan itu karena kamu bilamg kalau kamu tidak mencintai Kelvin, lalu kenapa kamu tetap berusaha bertahan?" tanya Arya sambil mengemudi dan pandangannya lurus melihat jalanan.
"A-aku... Aku tidak be-berani untuk melakukannya, Tuan. Kelvin sangatlah kaya dan dia juga mengenal beberapa polisi, aku takut jika aku melaporkannya itu akan membuatku dan keluargaku mengalami kerugian yang lebih parah daripada sebuah makian, hinaan atau pukulan seperti ini" ucap Cantikan sambil menunduk dan mencengkram gamisnya dengan tubuh sedikit gemetar.
"Kamu tenang saja, jika kamu berniat untuk melaporkan Kevin maka aku akan membantumu sampai akhir. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini terus di tangan Kelvin, hatiku merasa sangat sakit saat mendengar semua ceritamu. Aku benar-benar merasa tidak berguna karena aku bahkan tidak bisa melindungi orang yang aku cintai" ucap Arya tanpa sadar.
"A-apa??? Ma-maksud Tuan adalah kalau Tuan me-mencintai saya? Tapi bagaimana maksudku kita baru bertemu beberapa bulan yang lalu dan kita juga tidak pernah saling mengenal sebelumnya, Tuan" ucap Cantika sambil menatap kaget Arya.
Arya merasa malu akibat ucapannya itu, lalu dia memberanikan diri dan mengatakan, "Aku sendiri juga tidak tau, ini sudah terjadi saat kita pertama kali bertemu ketika aku menjemput Qisya waktu itu. Aku merasa hatiku berdebar sangat kencang untuk pertama kaliny, dan aku selalu memikirkanmu dan wajahmu juga sering muncul dalam mimpiku"
__ADS_1
"Dari situlah aku yakin bahwa aku mencintaimu, Cantika. Tapi dulu aku hanyalah seorang pelajar dari desa, itu sebabnya aku bekerja sangat kerasa sampai sukses seperti ini dan berniat untuk melamarmu. Namun tidak aku duga kamu sudah menikah dengan Kelvin, hatiku merasa hancur dan aku menyesal karena tidak melamarmu sebelum Kelvin muncul dalam hidupmu" ucap Arya.
Cantik yang mendengarnya merasa sangat laget dan terkejut dengan pernyataan Arya, kemudian mereka kembali menjadi canggung dan tidak lama kemudian mereka sampai di tujuan. Sebelum Cantika turun dari mobil, Arya memberikan kartu namanya dan nomor teleponnya agar jika Bu Guru Cantik berubah pikiran, maka Arya akan membantunya untuk mendapatkan keadilan.
Arya juga mengatakan bahwa dia melakukan ini hanya demi keadilan, karena Arya sangat membenci seorang pria yang sangat suka menyakiti seorang wanita. Setelah itu Arya pergi kembali ke rumahnya dan Cantika pergi ke kamarnya lalu memikirkan kembali perkataan Arya. Cantika merasa bingung apakah dia bisa lepas dari genggaman Kelvin atau tidak.
Cantika merasa takut dengan akibat jika dia melawan Kelvin, lalu tiba-tiba dia teringat dengan perkataan Arya yang menyakinkan dirinya bahwa dia tidak berhak di perlakukan kasar seperti itu. Cantika yang merasa lelah akhirnya tertidur lelap dan bermimpi bahwa dia bisa keluar dari genggaman Kelvin dan lalu hidup bahagia bersama dengan seorang pria berbadan kekar dan 2 anak kecil di sampingnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys... Apa kabar kalian? Author harap kalian baik baik saja 😊😊😊
Season 1 dari novel Gairah Duda Perjaka sudah tamat yeyy... 😆😆😆
Sambil menunggu Season 2, Author akan memberikan Side Story 🥳🥳🥳
Side Story tentang kisah hidup Arya, semoga kalian menyukainya 🤗🤗🤗
Untuk jadwal Season 2, Author masih merencanakannya nih... 😗😗😗
Mohon bersabar dan terus dukung Author Chubby kalian ini 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🥰🥰🥰
Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak deh pokoknya 😘😘😘
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻