Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Pergi Menuju Rumah Sakit


__ADS_3

Namun, Alex yang memakai kaca mata hitam pun langsung saja terhenti sambil membuka kaca matanya dengan tatapan bingung. Yang mana, Alex hanya menjalankan aktingnya supaya Sasya tidak akan mencurigainya sedikit pun.


"Dokter Sasya? Kau masih ada di sini?" tanya Alex dengan wajah terkejutnya, yang mana itu adalah sebagian akting darinya.


"Aduh, bagaimana ini? Kenapa dia bisa melihatku sih, bukannya aku sudah mencoba untuk menutupi wajahku agar tidak terlihat olehnya. Tapi, pada akhirnya ketahuan juga huhhh..." gumam Sasya di dalam hatinya dengan wajah gelisah.


"Mau kemana pun kamu pergi, bahkan sampai ke ujung semut aku pasti akan mengetahuinya gadis kecil! Apa kamu lupa siapa aku, hem.." ucap Alex di dalam hatinya sambil mengukir senyum kecil kepada Sasya, yang mana Sasya membalik tubuhnya perlahan bersamaan dengan kembalinya wajah Alex yang datar.


Sasya menatap Alex dan Pinjai bergantian dengan wajah yang sedikit cengengesan dan menggaruk kepalanya.


"Hehe.. i-iya Tuan, niatnya aku mau segera kembali ke rumah tapi semua taksi tidak ada yang lewat. Jadi, mau tidak mau aku harus menunggunya"


"Coba saja ada kantong Doraemon, pasti aku akan langsung menggunakan pintu ajaibnya agar aku bisa kembali ke rumah cuman dengan 1 langkah. Cuman, sayangnya semua itu hanyalah ilusi huhh.."


Sasya berdiri sambil mengoceh dengan wajahnya yang terlihat sangat lucu, namun Alex sebisa mungkin bersikap biasa saja tapi jika di dalam hatinya Alex ingin sekali tertawa lepas.


"Oh gitu, ya sudah sekarang kau ikut denganku" ucap Alex dengan nada cueknya.


Sasya mengeritkan dahinya dengan bingung dan berkata, "Ikut? Kau mau bawa aku kemana, hah? Jangan bilang kalau kau ingin membawaku ke penginapan?"


"Jika kau mau, aku tidak keberatan. Mari kita ke penginapan" sahut Alex dengan tatapan centilnya sehingga membuat Sasya bergidik ngeri menatapnya.


"Yaaakkk.. enak saja, kau kira aku ini wanita apaan!" pekik Sasya dengan wajah kesalnya.


"Ya kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu ingin di bawa ke penginapan, jadi di mana salahku? Aku di sini hanya untuk mengajakmu saja"


"Pada awalnya aku hanya ingin mengantarmu ke rumah sakit, namun saat kamu bicara begitu ya sudah sekalian saja aku bawa kamu ke penginapan" sahut Alex dengan sangat cuek.

__ADS_1


Sasya yang mendengar ucapan Alex, rasanya ingin sekali mencabik-cabik wajahnya itu dengan tangan mungilnya. Entah mengapa tangannya Sasya bergerak-gerak mengatup dan membuka dengan wajah kesal. Sedangkan Alex hanya menatapnya dengan tatapan aneh.


"Ya sudah, kamu mau enggak aku antar?" tawar Alex.


"Gak udah terima kasih, aku bisa pergi sendiri. Dari pada aku ikut denganmu ke penginapan, yang ada sama saja seperti aku menyerahkan diriku sendiri kepada serigala kelaparan" jawab Sasya dengan wajah kesalnya.


"Yakin kamu tidak mau ikut denganku? Mau sampai kapan kamu akan menunggu di sini, padahal Taksi saja tidak ada. Apakah kamu akan menunggu di bandara sampai pagi, hahh?" tanya Alex yang membuat Sasya berpikir berkali-kali sambil perang batin, tidak lama kemudian Sasya pun langsung menjawab dengan cepat.


"Iya lah aku yakin kok! Lagian kenapa kamu masih ada di sini, mendingan kamu pergi saja sana. Aku tidak membutuhkan bantuan darimu huump..." ketus Sasya.


"Baiklah... aku minta maaf ya, aku cuma bercanda saja kok. Ya sudah kamu ikut saja denganku, nanti aku antar kamu ke rumah sakit sampai kamu bertemu dengan keluargamu"


"Daripada kamu tetap di sini menunggu taksi yang tidak tahu kapan akan datang. Bagaimana? Kamu mau enggak menerima tawaran dariku, hahh?"


Alex bertanya dengan wajah cuek dan datarnya pada Sasya, yang mana saat ini Sasya hanya diam sambil berpikir banyak hal. Lalu Sasya pun keluar dari dunia pikirannya, dan dia pun menatap Alex.


"Yayaya.. terserah kau saja" jawab Alex dengan segala kemalasannha.


Alex dan Sasya pun berjalan beriringan sambil Pinjai yang mengikuti mereka dari belakang dan tidak mengatakan apa pun. Mereka masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh bodyguard milik Pinjai.


Pinjai yang akan mengemudikan mobil tersebut, lalu Alex membuka pintu untuk Sasya dan dia pun masuk dengan wajah cueknya. Tidak lama kemudian mobil tersebut pun mulai pergi menuju rumah sakit di mana Ayah Brian berada.


...*...


...*...


Di rumah sakit

__ADS_1


Mobil Lily, Lukas, Jay, Key dan Mommy Nisha sudah sampai di depan lobby rumah sakit di mana Ayah Brian berada. Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit menuju lift ke lantai di mana Ayah Brian di rawat.


Sementara itu di dalam ruangan di mana Ayah Brian di rawat, saat ini Iky sedang bermain dengan bermain Baby Iva. Semua orang yang melihatnya pun merasa gemas dan ikut tertawa bersama kakak beradik tersebut.


Di saat semuanya sedang bahagia, tiba-tiba pintu ruangan Ayah Brian terbuka bersamaan masuknya Lily dengan tergesa-gesa dan dia pun berteriak-teriak.


"Ayyaaahhh... Tuan Putri cantiknya Ayah sudah datang" teriak Lily yang mana membuat semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menatapnya dengan wajah kaget dan bingung mereka.


Lily yang mendapat tatapan kaget dari semua orang pun langsung berdiri terdiam seperti sebuah patung. Awalnya Lily tidak sadar bahwa di dalam ruangan Ayah Brian sudah berkumpul banyak orang-orang yang sangat tidak asing bagi Lily.


Tidak lama kemudian Lukas, Key, Jay dan Mommy Nisha masuk ke dalam ruangan Ayah Brian. Namun Lukas pun terdiam tepat di samping Lily yang mana membuat Jay, Key dan Mommy Nisha ikut berhenti di belakang Lily dan Lukas.


"Orang itu kalau mau masuk ke suatu tempat itu ya lebih baik ucapkan salam terlebih dahulu. Jangan kamu baru masuk dan langsung berteriak, itu tidak baik sayang..." ucap Bunda Hana dengan lembut.


Lalu tatapan Bunda Hana bergerak dari Lily menuju orang yang berdiri di belakangnya yang mana itu adalah Mommy Nisha. Bunda Hana pun langsung menatap Mommy Nisha sambil melontarkan banyak pertanyaan.


"Loohh... Ternyata Nisha juga ada di sini ya, aku kira kamu tidak jadi datang ke sini. Bukankah tadi kamu bilang bahwa suamimu sudah pulang jadi kamu tidak bisa ke sini dengan anak-anak?"


"Lalu bagaimana dengan suamimu sekarang? Apakah tidak apa-apa jika kamu meninggalkannya dan malah datang ke sini bersama dengan anak-anak seperti ini?"


Bunda Hana berbicara sambil menatap wajah Mommy Nisha yang sedang tersenyum canggung menatap Bunda Hana. Bagaimana pun Mommy Nisha sedikit merasa malu karena dia masuk tanpa mengetuk mengikuti Lily.


"Hehehe... awalnya aku juga berpikir seperti itu, namun suamiku tiba-tiba mendapat panggilan telepon dari koleganya. Mereka mengajak suamiku untuk makan bersama mereka"


"Kolega dari suamiku juga ingin mengatakan bahwa mereka memiliki bisnis lain yang harus di diskusikan. Jadi aku datang saja ke rumahmu bersama dengan anak-anakku"


"Lalu di sana aku bertemu dengan Lily dan Lukas, jadi aku ajak saja mereka sekalian ke sini. Daripada mereka berada di rumah berdua saja, jadi lebih baik mereka pergi bersamaku dan anak-anak deh"

__ADS_1


Mommy Nisha berbicara sambil sedikit menunjukkan senyuman canggungnya karena dia tidak berpikir kalau di dalam ruangan Ayah Brian sudah terdapat banyak sekali orang seperti saat ini.


__ADS_2