
Kini, saatnya seekor Elang mulai beraksi mencari mangsa yang sudah berani mengusik gadis kecil kesayangannya.
Kemudian, Alex dan Pinjai langsung memasuki ruangan Mr. Hans tanpa mengetuknya terlebih dahulu sehingga membuat Mr. Hans begitu terkejut melihat kedatangan ke-2 orang yang sangat di segani.
"Tu-tuan A-alex? A-ada keperluan apa da-datang ke sini?" tanya Mr. Hans dengan wajah ketakutan sambil berdiri di dekat kursinya dan menatap ke arah Alex yang kini sudah duduk di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Silakan Mr. Hans, kau bisa duduk di sini supaya pembicaraan ini sama-sama enak" titah Pinjai sambil mempersilakan Mr. Hans duduk di kursi tunggal.
Yang mana, Alex duduk di kursi panjang dengan kaki menyila dengan gaya sombongnya layaknya seseorang yang penuh dengan kekuasaan.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin main saja ke sini untuk menemuimu kok. Ohya, apakah kabar keluargamu baik-baik saja di rumah?" tanya balik Alex dengan senyuman devilnya.
Mr. Hans yang sudah duduk di dekat Alex membuat tubuhnya seketika menegang lantaran mendengar ucapan Alex saat menanyakan kabar keluarganya.
"Ma-maksud Tu-tuan A-alex apa? Ke-kenapa Tuan me-menanyakan tentang ke-keluargaku?" tanya Mr. Hans yang malah mendapat tatapan remeh dari Alex bahkan bibirnya kembali tersenyum lebar penuh arti.
Sampai seketika mata Mr. Hans menoleh ke arah Pinjai yang ada di sambil Alex dengan keadaan berdiri dan ikut tersenyum sama persis seperti Alex yang semakin membuat Mr. Hans menjadi ketakutan.
"Sudah berapa lama kau tidak ketemu dengan keluargamu, hem..? Bukannya saat ini istrimu baru saja melahirkan anak yang begitu lucu? Tapi, bagaimana jika anak tak berdosa itu menjadi korban Ayahnya?" ujar Alex yang lagi dan lagi membuat Mr. Hans semakin panik.
"Tu-tuan a-apa maksud dari ini semua? A-apa sa-saya ada salah? Jika iya, maka saya akan minta maaf kepada Tuan. Bahkan saya akan mencium kaki Tuan asalkan Tuan tidak akan menyentuh semua keluarga saya. Ma-maafkan saya Tuan, ma-maafkan saya.." Mr. Hans langsung berlutut di depan Alex dengan mata yang sudah memerah dan berkaca-kaca.
Mr. Hans memang tidak tahu kesalahan fatal apa yang ia buat kepada Alex sehingga membuat Alex sampai ingin menyentuh anaknya yang baru saja lahir.
Padahal, Alex tidak ada niatan untuk mencelakai keluarganya. Hanya saja, Alex cuman ingin menjadikan keluarganya Mr. Hans sebagai umpan agar Mr. Hans masuk ke dalam perangkapnya.
__ADS_1
Siapa sih yang akan terima jika seseorang yang sedang melakukan kesalahan, namun yang menjadi korbannya adalah keluarga. Pasti, tidak akan ada yang mau merelakan keluarganya di sentuh oleh siapa pun.
Sama halnya seperti Mr. Hans saat ini, dia sangat takut apa lagi dia tahu siapa Alex sebenarnya jadi Mr. Hans tidak akan mau melawannya.
Lebih baik Mr. Hans mempertaruhkan harga dirinya demi menyelamatkan nyawa keluarganya sendiri dari pada memperlihatkan keegoisannya yang mana akan menjebaknya sendiri.
"Bangun, dan duduklah di kursimu!" titah Alex dengan suara dinginnya yang kini terlihat begitu serius.
Mr. Hans yang meliht Alex sangat serius langsung saja berpindah dan duduk di sofa dekat Alex sambil menundukkan kepalanya yang kini air matanya sudah menetes memikirkan nasib keluarganya jika sampai ada di tangan Alex.
"Apa kau sendiri merasa jika saat ini telah membuat salah?" ucap Alex dengan mode serius. Mr. Hans hanya bisa menggelengkan kepalanya dalam keadaan menunduk.
"Jika saya sedang berbicara, tatap matanya! Bukan malah menunduk bagaikan seorang pecun*dang, paham!" ucap Alex kembali yang kini membuat Mr. Hans langsung menatapnya dengan air mata yang menetes di pipinya.
"Saya tidak tahu apa kesalahan saya pada Tuan, tapi jika saya ada salah sama Tuan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya dan tolong jangan menyentuh keluarga saya. Mereka adalah harta yang paling berharga untuk saya"
"Kau tidak melakukan salahan apa-apa, hanya saja saya ingin menanyakan apa alasan kau tidak memberikan izin pulang kepada dokter Sasya?" ucap Alex dengan datar yang kini membuat Mr. Hans menjadi terkejut penuh kebingungan.
"Ma-maksud Tuan Alex apa? Lalu, a-apa hubungan dokter Sasya dengan semua ini? Dan jika saya tidak melakukan kesalahan, kenapa seolah-olah Tuan mengancam keluarga saya?" Mr. Hans mencecar Alex dengan semua pertanyaan yang malahh mendapatkan senyuman kecil.
"Kau memang tidak ada salah padaku, tetapi kepada dokter Sasya! Jika kau mengizinkannya pulang, maka saya tidak harus repot-repot membuatmu terlihat bagaikan seorang pengemis" celoteh Alex.
Mr. Hans terdiam sejenak mencerna semua ucapan Alex yang mana dia sudah paham, lalu langsung berkata "Jadi, kau mengancamku hanya karena aku tidak memberikan izin pada dokter Sasya. Lalu, apa hubungannya dengan mengancam keluargaku?"
"Haha.. kau masih menanyakan apa hubungannya? Sudah jelas-jelas dokter Sasya itu adalah milikku. Jika kau membuat orang yang paling berharga dalam hidup bersedih, maka taruhannya adalah keluargamu sendiri. Bagaimana? Impas bukan?"
__ADS_1
Alex tertawa dengan nada yang begitu seram dan juga tak lupa dia menatap tajam ke arah Mr. Hans yang membuat Mr. Hans bergedik ngeri menatap mata Alex bagaikan seekor Elang yang ingin menerkam mangsanya.
"Be-benarkah ji-jika dokter Sa-sasya adalah ke-kekasih Tuan Alex?" tanya Mr. Hans dengan bibir bergetar yang malah mendapat tawaan remeh dari Alex dan juga Pinjai.
"Jadi, bagaimana Mr. Hans? Apakah kau mau memberikan izin padanya saat ini atau-.." ucap Pinjai yang belum selesai dan malah di potong oleh Mr. Hans dengan cepat.
"Ba-baiklah, saya akan mengizinkannya sekarang juga dan saya akan memberikan izin selama 1 minggu untuknya. Jadi kalian tidak perlu khawatir, bahkan aku akan menyiapkan kendaraan untuk memastikannya pulang dalam keadaan selamat"
Mr. Hans berbicara dengan suara lantangnya yang malah membuat Alex dan Pinjai saling menatap satu sama lain sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah terima kasih, saya tunggu dalam waktu 10 menit dari sekarang. Dan untuk masalah kendaraan tidak perlu, saya masih mampu untuk mengantarkannya"
"Cukup kau berikan izin padanya itu sudah sangat berarti untukku. Sebelumnya saya minta maaf sudah mengancammu, dan terima kasih. Saya permisi maaf sudah mengganggu waktunya"
Alex langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjaln meninggalkan ruangan Mr. Hans yang diikuti oleh Pinjai di belakangnya.
Sedangkan Mr. Hans hanya menatap kepergian Alex dan Pinjai dengan tatapan aneh, lantaran baru kali ini dia mendengar sosok Alex yang terkenal arrogan, dingin, sombong, cuek dan juga kejam bisa mengucapkan kata maaf serta terima kasih yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun.
Bahkan bukan hanya Mr. Hans yang terkejut dengan sikap Alex saat ini, Pinjai selaku asisten atau tangan kanan Alex saja heran saat mendengar Tuannya mengucapkan kalimat yang sangat langka di dengar oleh siapa pun.
Karena semua orang tahu, mau Alex benar atau salah dia tidak akan pernah mengucapkan kata maaf dan juga terima kasih karena pantang bagi Alex untuk mengucapkan kata itu di depan semua orang.
Namun, kali ini terlihat jika semakin hari sikap Alex semakin berubah yang mana Alex seperti lagi berjuang mati-matian melawan dirinya sendiri untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.
Ya, meskipun tujuannya untuk mengambil hati Sasya. Tetapi, di lubuk hati Alex juga ingin sedikit demi sedikit bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang jauh lebih baik tanpa adanya kekejaman yang menyelimuti tubuhnya.
__ADS_1