
Nyonya Syifa yang melihat mood Brian berubah-ubah hanya bisa tersenyum penuh arti.
“Nanti sore kita ke rumah sakit ya” ucap Nyonya Syifa sambil menatap Brian.
“Mau Ngapain, Mah. Mamah sakit? Atau siapa yang sakit?” tanya Brian dengan wajah bingungnya.
“Ya buat periksa kamulah, kan kamu yang sakit. Apa lagi dari kemarin habis muntah-muntah” jawab Nyonya Syifa.
“Apaan sih, Mah. Brian tidak sakit kok, Brian sehat. Cuma mual saja dan akhir-akhir ini Brian selalu pengen sesuatu tapi harus keturutan kalau tidak rasanya gimana gitu” ucap Brian.
“Nah itu masalahnya, jadi biar kita tahu penyakitnya apa” ucap Nyonya Syifa sambil tersenyum.
“Enggak mau, Brian takut di suntik. Mamah saja yang mewakili” ucap Brian kembali bermain bersama Qisya.
“Yakk.. enak saja, kamu kira orang ngidam itu bisa di oper? Sudah kaya oper credit saja” ucap Nyonya Syifa dengan nada kesalnya.
“idam itu apa Oma?” tanya Qisya dengan wajah bingungnya.
“Ngidam? Memangnya Brian hamil apa? Kan Brian laki-laki, Mah. Mana bisa hamil, aneh banget” ucap Brian dengan kesal.
“Eh, ma-maksudnya kamu kan suka pengen aneh-aneh gitu takutnya ada apa-apa jadi buat memastikan kita harus periksa ke dokter” ucap Nyonya Syifa sambil menutupi rasa gugupnya.
“Oh gitu Oma” jawab Qisya sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
“Tapi janji kan, tidak akan di suntik? Cuma periksa doang” tanya Brian dengan sedikit ketakutan.
“Enggak sayang” jawab Nyonya Syifa.
“Ya sudah, nanti sore kita ke dokter” ucap Brian.
Kini Brian, Qisya dan Nyonya Syifa kembali menemani Qisya sambil bermain. Namun, hari sudah semakin siang. Dan saatnya Qisya tidur siang.
“Hoam...” Qisya menguap beberapa kali sambil matanya sudah mulai mengantuk.
“Qisya bobo yuk, Oma temenin ya. Bunda lagi ngurusin Ayah dulu, nanti kalau di cuekin Ayah nangis lagi hihi...” ucap Nyonya Syifa sambil berbisik kepada Qisya.
“Hehe... ya Oma, Ayah engeng banget. Enggak aya Isa” ucap Qisya sambil berbisik dan tertawa.
“Kenapa kalian bisik-bisik seperti itu?” tanya Brian dengan wajah bingungnya.
Nyonya Syifa dan Qisya tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Lalu, mereka pamit dan pergi ke kamar Qisya.
“Aneh” gumam Brian yang melihat keduanya pergi sambil tertawa.
Brian yang merasa sepi langsung menghampiri Hana di dapur.
“Lama banget sih” ucap Brian sambil mendekati Hana yang masih berkutik dengan buah-buahan.
“Sabar atuh, Mas. Hana sedikit pusing jadi tidak bisa buru-buru” ucap Hana.
“Kamu sakit? Ya sudah tidak usah di terusin, nanti kita beli saja” ucap Brian sambil merebut pisau di tangan Hana.
__ADS_1
“Bagaimana kalau Mas Brian bantuin Hana bikin asinan, biar lebih cepat selesai” usul Hana sambil tersenyum.
“Oke siap Ibu negara” ucap Brian sambil menunjukkan deretan giginya.
Hana kembali melanjutkan pekerjaannya sambil dibantu oleh Brian.
Hampir setengah jam Hana dan Brian menyelesaikan semuanya, bahkan di saat asinan belum jadi pun Brian selalu saja menyemili buah-buahnya sampai membuat Hana merasa kesal.
Hal hasil yang seharusnya asinannya menjadi banyak kini malah hanya menjadi setengahnya saja karena Brian yang selalu menyemili buahnya.
“Bagaimana kenyang?” tanya Hana dengan wajah kesalnya.
“Hehe... tapi aku pengen makan asinan yang dingin banget” ucap Brian dengan wajah melasnya.
“Ya sudah, Hana taruh di kulkas dulu ya. Nanti kalau sudah dingin baru di makan” jawab Hana sambil menaruh asinannya di dalam kulkas.
Kemudian mereka berdua pun pergi meninggalkan dapur.
Hari semakin sore, saatnya mereka semua pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan Brian.
Namun, di tengah perjalanan di saat semuanya sedang asyik menyanyi untuk menghibur Qisya, tiba-tiba saja lampu merah menyala. Brian pun segera memberhentikan mobilnya.
Tetapi di saat semuanya sedang asyik bercanda dari arah depan terdapat mobil pribadi yang mengalami rem blong.
Dengan kecepatan tinggi mobil itu menghantam mobil Brian dan hanya menabrak sisi depan mobil Brian kemudian terbang melewati mobil Brian.
Hana yang sedang memangku Qisya seketika langsung memeluk Qisya dengan sangat erat untuk melindunginya.
Brak ! ...
Brak ! ...
Bunyi mobil yang saling beradu satu sama lain.
Sampai akhirnya semua orang yang berada di sana mencoba untuk menyelamatkan para korban.
Sedangkan sang polisi langsung mengamankan jalan raya yang begitu macet, bahkan ada beberapa polisi yang membantu menolong para korban.
Posisi Hana saat ini memeluk Qisya untuk melindunginya dari benturan. Namun, naas Badan Hana terhimpit dashboard mobil dengan keadaan yang sudah tidak bisa di jelaskan.
Sedangkan kepala Brian terbentur setir mobil dan mengeluarkan darah di dahinya.
Lalu, kedua orang tua Brian tidak banyak mengalami luka karena hanya depan mobil yang mengalami kerusakan sangat parah.
Semua orang berbondong-bondong menolong bahkan saat ini posisi korban sudah segera di bawa ke rumah sakit dengan ambulan.
Hanya saja Hana terlalu susah untuk di keluarkan, hampir setengah badannya terhempit bagian mobil.
Hampir 1 jam semua orang membantu untuk mengeluarkan Hana dan akhirnya Hana berhasil di keluarkan dengan keadaan tubuh penuh darah.
Segera para medis membawa Hana menuju rumah sakit untuk menyusul semuanya.
__ADS_1
Di rumah sakit semua dokter serta suster berbondong-bondong berlarian untuk menolong semua korban dan membawanya ke ruangan UGD.
Sedangkan Hana langsung di bawa ke ruangan operasi karena banyak pecahan kaca yang mengenai tubuhnya saat berusaha melindungi Qisya serta beberapa luka dalam.
1 jam berlalu, kini Brian sudah sadarkan diri dan mulai mencari keberadaan kedua orang tuanya Qisya serta Hana.
“Dok, dimana semua keluargaku?” tanya Brian sambil turun dari bangkarnya dan berjalan dengan keadaan pincang.
“Maaf, Pak. Bapak harus banyak istirahat” ucap Sang dokter menahan Brian agar kembali ke bangkarnya.
“Tidak, saya harus ketemu dengan semua keluarga saya. Di mana mereka, Dok. Di mana?” teriak Brian dengan wajah memerah menahan air matanya.
“Bapak tenang dulu ya, kedua orang tua bapak dan anak bapak ada di ruangan sebelah. Dan istri Bapak...” ucap Sang dokter dengan memutuskan perkataannya.
“Hana? Hana kenapa, Dok. Istri saya kenapa?” teriak Brian penuh emosi.
“Istri bapak masih ada di ruangan operasi, karena ia mengalami luka yang cukup dalam. Bahkan saat kejadian tubuhnya terhempit dashboard mobil, tetapi untungnya anak bapak di dalam perut Nyonya Hana terlalu kuat, sehingga ia pun selamat” ucap Sang dokter.
“A-anak da-dalam perut? Ma-maksud dokter?” tanya Brian dengan pandangan kosong serta bibir bergetar hebat.
“Apa bapak tidak tahu jika Nyonya Hana sedang mengandung anak bapak? Bahkan usianya baru 1 bulan dan itu sangat rentang mengalami keguguran. Tetapi untungnya saja dia sangat kuat, Pak” tanya Sang dokter dengan wajah bingungnya.
“Ha-Hana hamil? Ja-jadi se-selama ini dia hamil, Dok?” tanya balik Brian sambil menatap Sang dokter.
“Iya, Pak Brian. Istri bapak sedang mengandung” jawab Sang dokter.
“Hiks... ja-jadi aku akan segera mempunyai anak dari darah dagingku sendiri, hiks... terima kasih sayang. Kamu telah membuat aku merasakan kebahagiaan. Tapi, kenapa baru di saat seperti ini kabar bahagia itu datang” ucap Brian sambil terisak.
“Memangnya Pak Brian tidak mengetahui semua ini?” tanya Sang dokter.
“Tidak, niatnya kami ingin ke rumah sakit untuk memeriksakan diriku. Karena beberapa hari ini aku selalu pusing, mual bahkan muntah yang berlebihan serta banyak kemauan yang harus keturutan. Entahlah itu penyakit apa, makannya kami ingin mengetahuinya. Tapi naas semua malah jadi seperti ini hiks...” ucap Brian.
“Jadi semua yang bapak rasain itu, sama seperti ibu hamil pada umumnya. Hanya saja saat ini bapak yang merasakannya bukan Nyonya Hana. Fenomena ini sering di sebut sebagai Couvade Syndrome atau Sympathetic Pregnancy, yaitu kondisi di mana suami merasakan gejala yang serupa dengan pasangannya yang sedang mengandung”
“Namun, tak hanya ngidam. Calon Ayah juga bisa merasakan mual, kram pada kaki, berat badan meningkat, gangguan pola tidur, nyeri perut, cemas, cemburu, setres, mudah marah dan lain sebagainya. Tetapi semua itu hanya bertahan sementara saat Trimester pertama, kedua bahkan ketiga”
Sang dokter mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Brian agar ia paham kenapa ia bisa merasakan semua itu sedangkan Hana yang hamil malah tidak terlihat seperti sedang hamil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello semua pembaca setia kesayanganku... 😊😊😊
Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semua... 😇😇😇
Maaf tapi untuk beberapa hari ini jadwal Author sedang sibuk 😔😔😔
Jadi Author hanya bisa up 1 bab sehari untuk beberapa hari 😓😓😓
Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi semuanya... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻